transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah
apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sial Kudarat
\*Monster Tamer\*
Bus sekolahan kita pun sudah ada di tengah jalan. Di dalam bus suasananya berisik, ada yang tidur, ada yang ngobrol.
"Hay semuanya, apa kalian ingin tau siapa ayah teroverpower? Jika iya jawab ini. Ikan ikan apa yang sering ikut sirkus? Jawab kalau kalian bisa" pertanyaan dari Huroi.
"Ikan hiu" ucap Linda asal.
"Salah, ada lagi" balas Huroi.
"Ikan em... ikan buntal, ikan buntal kan bulat" balas Lindia sambil mikir keras.
"Hahaha, masih salah, ada lagi" ucap Huroi.
"Itu sih mudah, ikan badut jawabannya" ucap gw membuka satu mata males.
"Wahaha, benar, kau pintar pemalas" balas Huroi.
"Kalau gitu jawab ini, ikan apa yang jenis kelaminnya jantan doang? Jawab lah kalau kalian bisa" pertanyaan dari gw.
"Hahaha, itu ikan lele" ucap Linda pede.
"Lu tu ikan lele mulu, apa mau gw pecelin ikan lele" balas gw.
"Ikan terbang" balas Huroi.
"Eh ikan terbang masih ada kelamin ceweknya, ada lagi" ucap gw.
"Ikan kambing" balas Konan sambil nyengir.
"Sialan lu ledek gw ya, dasar detektif yang gak pernah besar" ucap gw.
"Detektif, haha, kayaknya gw pantas nih" ucap Konan.
"Ikan gurame" jawab Melfi pelan dari pojok.
"Eh... eh... eh... tumben ratu dingin ikut" ucap kita serempak. Seketika Melfi terdiam lalu memasang kembali headset nya.
"Ini pasti benar, ikan petrik, kan petrik laki-laki" balas polos Lindia.
"Eh... itu pasti benar" ucap Huroi.
"Salah bodoh, jawabannya ikan mas, hahahaha" ucap gw.
"Ajir garing banget" jawab mereka serempak.
"Hahaha, sekarang lu dinobatkan sebagai ayah over power" ucap Huroi.
"Mana hadiahnya" ucap gw.
"Ni hadiahnya" ucap Huroi sambil mendorong pelan bahu Linda dan tepat saat itu gw melihat Huroi, dan ciuman dari mulut ke mulut terjadi lagi.
"Eh... kok hangat ya" ucap gw polos masih bengong.
"Eh sialan... sekarang udah 3 kali lu mencuri ciuman gw sialan" ucap Linda sambil menjitak kepala gw.
"Kok gw yang salah lagi, no si Huroi yang dorong lu" ucap gw.
"Tapi lu menikmatinya kan sialan" ucap Linda.
Gw pun senyum dan mengangguk polos.
"Bajingan" ucap Linda langsung menonjok gw.
"Waduh sialan sakit banget, kalau tau gini mending gw lanjut rebahan" ucap gw.
"Rebahan, rebahan sono sampek mati karna malas, sialan" ucap Linda sambil terus menjitak kepala gw. Sedangkan si biang keladi Huroi, dia malah bersiul bodoh amat.
_Bus berhenti mendadak. Gue kebanting ke depan. "Anjir sopirnya ngantuk apa gimana?" gerutu gue sambil ngusap jidat yang benjol._
Waktu pun berjalan dengan cepat, satu jam berlalu bus kita sampai di tujuan. Sekolah Adamantium. Sekolahnya sangat besar dan mewah, di setiap tepi jalan ada banyak bunga dan pohon yang tinggi, membuat sekolahan itu menjadi surga keindahan. Udara dinginnya nusuk, ada aura tekanan turun dari gerbang hitamnya. Tulisan di atas: "Hanya yang kuat yang pulang".
Kita semua pun turun dan melihat sekeliling.
"Wow gila ini sekolahan apa kastil mega banget" ucap Linda melongo.
"Ini sekolahan kak" balas Lindia.
Lalu saat gw turun, seluruh muka gw ancur penuh benjolan dari kebanting di bus.
"Kesel kenapa gw sial mulu" ucap gw menggerutu.
Lalu salah satu murid laki-laki yang tampan dan penuh pesona, melirik ke arah Linda. Saat Linda melihatnya, dia langsung mundur dan menggenggam tangan gw sambil menyandarkan kepalanya ke bahu gw. Namun sadisnya murid itu tidak melirik Linda tapi melirik Huroi. Huroi langsung berjalan maju.
"Waduh kak sudah lama gak ketemu" ucap Huroi.
"Haha iya dik, sudah lama ya" ucap Noa Agena.
"Eh kakak, kenapa kakak merangkul Amir, apa kakak suka Amir? Dia tidak melihat kakak lo, dia itu melihat Huroi. Dari wajahnya dia emang mirip Huroi" ucap Lindia.
Lalu Linda melirik ku, langsung menampar gw.
"Dasar buaya" ucap Linda marah ke gw.
"Eh apa salah gw, kok dia terus mukul gw" ucap gw pasrah.
"Hadu bro tenang dia emang gitu sifatnya" ucap Konan.
"Hadu gw hanya bisa pasrah" ucap gw.
Kita semua pun berjalan ke sebuah tempat. Di depan kita ada Noa dan Huroi. Noa memimpin kita berjalan ke arah lapangan. Setelah kita sampai di lapangan disana ada kepala sekolah dari Adamantium School. Dia pun berpidato, seperti biasa gw langsung tidur berdiri, mendengar kata pidato.
"Event perebutan sumber daya sekolahan, akan diikuti oleh 5 sekolah besar:
Sekolah Adamantium
Sekolah Tamer Nusantara [sekolahan gw]
Sekolahan Bulan Bintang
Sekolahan Naga Terbang
Sekolahan Prindafan
Kelima sekolahan akan bertarung merebutkan sumber daya negara yang akan dibagikan setahun sekali. Sekolahan Adamantium akan memberikan 4 liga:
Bertahan hidup di Hutan Anzan yang penuh dengan monster dan bahaya [waktu 3 hari]
Keluar dari Labirin Kebingungan [waktu 5 jam]
Pertarungan 2v2 cewek cowok [couple yang kalah tidak akan bisa masuk ke babak berikutnya]
Pertandingan 1v1 [pertandingan puncak, disini bakal ada juaranya dan hadiahnya]
Juara pertama akan mendapat 50% sumber daya, juara dua mendapat 30% sumber daya, juara tiga mendapat 20% sumber daya. Poin akan dihitung jika salah satu murid berhasil memenangkan babak terbanyak. Saat pertarungan 1v1 saat juara bakal ada 1 hadiah menarik, nantikanlah."
Pidato pun usai, dan gw seketika langsung bangun.
"Semua peserta istirahat satu malam, besok babak pertama akan dimulai jam 09.00 pagi. Jangan ada yang bangun kesiangan. Kamar akan diacak, 1 kamar 2 orang. Mulai acak:
- Gw dan Linda satu kamar
- Huroi dan Lindia satu kamar
- Konan dan Yuna satu kamar
- Noa dan Melfi satu kamar
...
...
...
Pembagian kamar selesai, kalian semua serah istirahat."
"Anjir kenapa gw sama Linda lagi asem" ucap gw.
"Lah kenapa gw sama lu" ucap Linda namun pipinya memerah.
"Waduh kalian ini emang ditakdirkan berjodoh ya" ucap Huroi bercanda.
Lalu seketika kedua telapak kakinya gw dan Linda injak dengan keras.
sialan itu sangat sakit ajir,padahal gw hanya bercanda,kenapa di anggap serius sih"ucap Huroi duduk di lantai
Bercanda mu gk lucu Bro"ucap gw
Jaga baik baik adek gw,jika dia lecet dikit,gw bogem dengan palu lu"ucap Linda
Waduh,gw janji gak ngelecetin adek lu,gw juga janji gak pegang dia,gw janji sebagai laki-laki sejati"ucap Huroi
seketika gw dan Linda masuk kamar kita,dan gw sama Linda sangat canggung
_Pintu kamar ditutup. Isinya cuma 1 kasur, 1 selimut. Linda melot, gue merem pura-pura tidur. Dalam hati: "Sial kuadrat beneran. Event belum mulai, survive sekamar sama bom waktu udah duluan."_
*...........Bersambung...........