Semenjak kematian kedua orang tuanya. Sri yang memiliki nama lengkap Sri Wahyuni harus rmengorbankan untuk tidak bersekolah dan berjualan jamu untuk membiayai kehidupan sehari harinya bersama Cipto adik kandungnya.
Kehidupanya yang terbilang miskin dan kekurangan. Membuat tekadnya semakin kuat untuk meneruskan perjuangan almarhum ibunya berjualan jamu keliling.
David adalah seorang lelaki yang terlahir dari sebuah keluarga kaya raya. Namun kekayaaan yang melimpah tak seindah ekspektasinya.
David harus menelan pahitnya kehidupan ketika kedua orang tuanya resmi bercerai dan meninggalkanya bersama Sang Kakek yang selau menyayangi dan merawatnya hingga dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYESALAN TERDALAM DAVID
Si kepala Bodyguard kini telah datang ke rumah sakit menjenguk nona majikanya yang masih terkapar dan tak sadarkan diri, setelah selesai mengirim orang orang Biadab, yang seenak perutnya menghakimi Sri. Ke sebuah pulau terpencil yang konon di huni oleh mahluk reptil yang buas seperti komodo dan buaya.
"Bagaimana keadaan nona Sri saat ini?" tanya si kepala Bodyguard.
"Nona Sri ... " salah satu bodyguard David menangis tak mampu meneruskan jawabanya.
Si kepala Bodyguard menoleh ke arah pintu ruangan inap, tempat dimana Sri di rawat. Dan segera memasukinya.
"Permisi, Tuan muda." sapa si kepala Bodyguard pada Cipto yang duduk bersedih melihat keadaan Kakaknya.
Si kepala Bodyguard merasakan hancur dalam hatinya. Ketika melihat keadaan Sri yang mengenaskan dan di penuhi alat alat kedokteran di sekujur tubuhnya.
Semua ini bukanlah hal di sengaja olehnya. Akan tetapi tetap saja si kepala Bodyguard merasakan kekecewan berat. Karena baru kali ini dalam seumur hidupnya, Dia gagal dalam melaksanakan misi yang di emban padanya.
Si kepala Bodyguard duduk di samping Sri sambil menangis merutuki kebodohanya yang terlambat menyelamatkan Sri sebagai nona majikanya.
"Tuan muda, kesini lah." pinta si kepala Bodyguard pada Cipto yang masih duduk memeluk lututnya.
Cipto beringsut turun dari tempat duduk. Dan kini beralih duduk di pangkuan si kepala Bodyguard sambil memeluk menumpahkan kesedihan atas musibah yang telah melanda Kakaknya.
"Bersabarlah Tuan muda. Nona Sri akan segera sembuh dan kembali berkumpul bersama Tuan muda lagi." ucap kepala Bodyguard yang mencoba menenangkan Cipto sambil mengusap ngusap punggungnya.
Si kepala Bodyguard mengeluarkan benda pipih dari dalam saku dan terlihat menghubungi seseorang.
"Buat orang orang biadab itu merasakan penderitaan yang sangat pedihnya terlebih dulu, sebelum kau benar benar menjadikan mereka sebagi pakan hewan buas disana!" titah si kepala Bodyguard pada orang kepercayaanya yang berada di sebuah pulau terpencil nan jauh di sana bersama orang orang yang telah menghakimi Sri.
Apa yang harus aku lakukan jika Bos agung David mengetahui bahwa kekasihnya kini terkapar di rumah sakit.
Apa aku harus melaporkan semua ini? Tidak ... tidak, jika aku melapor, Bos David pasti akan membunuhku.
Si kepala Bodyguard terus berperang dengan pikiranya. Tak berselang lama handphone si Bodyguard kini bergetar. Dan benar saja, ternyata orang yang sedang di takutinya kini malah secara kebetulan menghubunginya lewat video callnya.
"Kau dimana, hah?" bentak David karena emosi karena sudah beberapa kali Dia menghubungi Sri, namun tak ada jawaban.
"Ma .. ma ... maaf, Tuan. Saya ... saya ..." Si kepala Bodyguard mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ada apa, hah. Cepat katakan padaku!" bentak David dengan kemarahan lebih dari biasanya.
"Saya telah gagal melindungi apa yang telah anda amanatkan kepada saya." ucap si kepala Bodyguard mengakui kesalahanya.
"Apa maksudmu? jangan bertele tele, cepat katakan padaku, jika tidak aku pastikan hidupmu seperti di neraka." David kembali meluapkan emosinya.
Si kepala Bodyguard memperlihatkan Sri yang kini terkapar tak berdaya di ranjang bad hospitalnya pada David.
Bumi terasa terguncang dahsyat ketika David melihat calon kekasihnya yang selalu di damba dan di pujanya, kini terbujur tak berdaya dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.
David yang marah dan emosinya. Seketika melemparkan Ponselnya ke arah jendela kamarnya hingga hancur berantakan.
Dan Kakek Adolf yang mendengar itu. Seketika melangkahkan kakinya dengan cepat di bantu asistenya menuju kamar David.
"David cucuku, ada apa ini, nak? tenangkan dirimu!" seru Kakek Adolf yang melihat David mengamuk melempar guci bersejarahnya ke arah televisi LED hingga hancur berantakan.
David tidak menggubris ucapan Kakeknya dan terlihat menghubungi petugas pelayanan Jet pribadi milik keluarganya dengan telepon rumahnya.
"Cepat kalian kesini! Jika tidak, aku akan membunuh kalian semua!" bentak David sambil membanting telepon rumahnya.
Dengan perasaan takut Kakek Adolf tetap memberanikan dirinya mendekati cucunya.
"David, ada apa. Nak? Katakan pada Kakek, siapa tahu Kakek bisa membantumu?" ucap Kakek Adolf yang dalam seumur hidupnya baru mendapati David semurka itu.
David menangis sambil mengusap wajahnya penuh penyesalan.
"Kakek ... Sri ..." David tak mampu melanjutkan kata katanya.
"Sri? siapa dia, nak?" tanya Kakek Adolf yang merasa asing mendengar nama Sri di telinganya.
"Sri adalah calon menantu sekaligus cucu Kakek yang sangat Aku cintai dan kasihi melebihi dari nyawaku. Sekarang dia terkapar tak berdaya di rumah sakit, sedangkan aku benar benar tak berguna disini." ucap David mengutuk dirinya sendiri.
Kakek Adolf mengusap ngusap punggung David.
"Cepatlah kau pergi dan jengul dia! dan bantai semua orang yang telah berani menyakiti calon cucu kakek." ucap Adolf.
Asisten rumah kediaman Adolf datang dan memberitahukan. Bahwa pesawat Jet yang di pesan Tuan David telah sampai dan kini sedang menunggunya.
Sebelum kepergian David. Kakek Adolf memeluk erat cucunya.
"Jaga dia dengan segenap nyawamu, nak. Dan bawa dia kesini ketika dia sudah benar benar sembuh total." pinta Kakek Adolf yang langsung di angguki David.
David langsung berlari menuju jet pribadi yang sudah terparkir di halaman belakang, tanpa membawa apa apa.
David duduk di sebelah pilot jet pribadinya.
"Silahkan pakai sabuk pengamanya, Tuan. Karena kita akan segera melesat dan meluncur dengan kecepatan penuh." pinta pilot itu pada David.
David mengangguk dan segera menggunakan sabuk pengamanya.
Cap ... cus ...
Pesawat Jet yang di tunggangi David melesat bagai meteor yang membelah langit ketika malam. Mungkin, sekelas penderita jantung, Author kurang merekomendasikan, atau bahkan melarang keras untuk tidak mencobanya.
Jarak perjalanan Inggris ke indonesia memang memakan waktu yang sangat lama. Akan tetapi, dengan Jet pribadinya, David mampu menuju Indonesia hanya dengan 4 jam perjalanan saja. Sudah bisa di bayangkan kecepatanya berapa, The real power of Horrrrangggg kaya🤭.
Empat jam perjalanan kini telah di laluinya. Pesawat Jet David kini mendarat tepat di sebuah halaman luas(tanah kosong) yang letaknya hanya 10 menit menuju rumah sakitny.
"Go ... Go ...Go..." Seru orang suruhan David agar serasa menyiapkan mobilnya untuk menjemput Bos agung yang baru saja turun dari pesawat jetnya.
David beralih menuju mobil yang sudah siap mengantarnya ke rumah sakit.
"Cepat maju!" titah David yang sudah tidak sabar ingin menemui Sri calon kekasihnya.
Sesampai di rumah sakit. David bergegas keluar dari mobil yang menjemputnya dan kemudian berlari kencang menuju ruangan dimana Sri berada.
Ceklek ...
David masuk ke dalam ruangan Sri. Dan kini dia benar benar merasakan penyesalan paling dalam seumur hidupnya.
"Sri ... wake up. Wake up Now. Don't leave me like this." David menangis memeluk tangan Sri dan mengabaikan Cipto dan si kepala Bodyguard yang memandang kaget padanya.
Hei ... hei ... jangan lupa tuk tinggalkan like rate dan commentnya kalau teman teman suka dengan cerita dari novel saya🥰.
yaelah Thor kok nanggung sehhh....
up dunk.
Rahwana
rohani
Dan terakhir Dorna(sampe salah baca aku Thor bacanya dorra, karena begadang Ampe jam 1 mlm bacanya, mo dlanjutin besok kok sayang😁😁)
motor mionk...🤣🤣🤣🤣
aimakjang, bacanya aja dah bikin pipiku sakit gak bisa brnti ketawa..🤣🤣🤣
penggal aja bg David si rohhalus tu...