Langsung baca saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
Malam mulai larut bahkan telah memasuki waktu dini hari, jam pun menunjukkan 02.35 A.M waktu Konoha Jepang, tapi gadis dengan surai pink masih belum bisa memejamkan matanya. Dia tengah sibuk mondar mandir di kamar miliknya entah apa yang dipikirkannya.
"Aaaaarrrrrggg, apa yang harus aku katakan pada Naru-chan ku?" teriaknya frustrasi.
"Dasar Sakura ceroboh." lanjutnya sambil berguling-guling di kasur.
Meskipun dia mengakui dirinya agak setengah gila, tapi dia pun takut jika berhadapan dengan Naruto dalam mode dark nya. Dirinya membayangkan di mana Naruto menghukumnya dengan cara yang tidak wajar.
Karena Naruto pernah menghukumnya menjadikan dirinya target latihan menembak dan itu membuatnya jerah.
"Mati... Mati... Mati." Gumamnya
"Arrrrrgh Naru, ku mohon ampuni aku, jangan lagi aaaarrrrg" teriaknya hingga membangunkan Indra dan Ashura yang kebetulan kamar mereka agak berdekatan.
Indra dan Ashura langsung menuju kamar Sakura dan mengeceknya, seketika mereka melongo dengan tidak elitnya melihat kelakuan Sakura yang mondar mandir kemudian guling-guling tidak jelas dengan rambut yang acak-acakan.
"Sakura, ada apa kau berteriak tengah malam begini?" Tanya Ashura.
"Nii, aku tak mau jadi sasaran latihan Naru lagi."
"Kau sih tidak tanya dulu. Ya sudah, kau tidurlah, aku yakin Naru tak akan melakukan itu." ujar Indra
"Aniki, kau tahu aku tak bisa tidur gegara memikirkan hukuman dari Naru, kalian di sini ya, temani Saki."
Indra dan Ashura yang kasihan melihat keadaan sepupunya pun mengikuti keinginan Sakura.
"Hm ya sudah, kau naiklah ke ranjangmu, biar aku dan Ashura di bawah memakai futon."
"Tidak mau, Nii-san dan Aniki tidur bersamaku." Protes Sakura
"Sakura-chan kita ini sudah dewasa, jadi jangan paksa kami tidur seranjang denganmu, oke." ujar Ashura lembut.
"Ku mohon sampai aku tertidur saja."
Mendengar Sakura yang memohon membuat mereka tak tega.
Ya, selain Naruto yang selalu manja, Sakura juga sering bermanja-manja pada kedua sepupunya itu.
"Hm, baiklah hanya sampai kau tertidur oke, setelah itu, kami akan kembali ke kamar kami."
"Yei, arigatou Nii-san, Aniki." Sakura pun langsung naik ke ranjangnya diikuti oleh Indra dan Ashura.
Posisi mereka terlihat Sakura yang berada di tengah, kanan ada Indra, kiri diisi oleh Ashura, mereka tampak mendekap Sakura.
....
Matahari kini menampakkan sinarnya meski masih agak malu-malu, tapi tidak dengan 3 orang anak hawa yang tidur seranjang mereka masih asyik bergelung di bawah selimut tebal yang menyelimuti mereka.
Wanita berambut merah yang berstatus sebagai ibu untuk 2 gadis yang di bawah selimut menggeleng melihat ke 3 nya.
Srek
Ia berjalan menuju jendela dan membuka gorden, perlahan sinar matahari mulai masuk, tapi masih tidak dihiraukan oleh ke tiganya.
"Ruko, Naru, Hinata, ayo sayang kalian bangun!"
"Eeeeeeng bentar lagi Kaa-san/Kaa-sama" jawab ketiganya.
Kushina yang mendengar Hinata memanggilnya Kaa-sama tersenyum lembut.
"Baiklah 5 menit lagi, tapi ramen di meja Kaa-san minta Menma yang habisin ya, sayangkan kalau dibiarin mengembang." ujar Kushina dengan nada lembut
Mendengar ucapan Kaa-sannya, Naruto dan Naruko seketika terduduk hingga tak sadar kalau ada Hinata.
"Tidaaaaaaaaak, jangan habiskan ramennya" teriak Naruto dan Naruko barengan
Kushina menutup telinga akibat teriakan sikembar
BRUUK
Hinata yang kaget mendengar teriakan ke duanya pun terjatuh.
"Ittaaaaii" ringisnya
Setelah sadar dari rasa ngantuk, mereka bertigapun berebut menuju kamar mandi
"Hihihihi mereka bertiga lucu." Melihat tingkah ketiganya, Kushina pun cekikikan dan keluar menuju dapur.
Braak
Bruuk
Gedebukg
"Ittaaaaaaai" teriak ketiganya saat terjatuh di dalam kamar mandi
20 menit setelah mereka saling berebut untuk mandi akhir mereka selesai dengan ritual pagi mereka dan setelah berpakaian mereka turun menuju ruang makan.
"Ohayou Kaa-san/ba-san"
"Ohayou Tou-san/ji-san
"Ohayou Kyuu-Nee, Menma-Nii"
Sapa ke tiga nya
"Ohayou mo Naru, Ruko, Hinata"
Mereka pun menikmati sarapan mereka dan hanya terdengar bunyi sendok dan piring saling bergesekan
....
Di kamar yang bernuansa pink terlihat Sakura, Indra, dan Ashura masih tertidur nyenyak, meski begitu cara mereka tertidur sangat tidak elit.
Ayo kita lihat cara tidur mereka!!!
Ashura meski setengah badannya sampai kaki masih berada di kasur, tapi tidak dengan setengah badannya lagi sampai kepala yang tidak berada di kasur melainkan di samping ranjang. Sakura meski masih tampak normal, tapi cara tidurnya nampak terbalik sebelah kakinya ditaruh di bantal dan sebelahnya lagi tampak berada di wajah tampan Indra. Indra sendiri yang masih tampak normal meski sebelah kakinya tak lagi berada di ranjang selimut dan baju mereka pun tampak acak-acakan
Ceklek
Terdengar bunyi pintu terbuka menampakkan gadis pirang yang ingin membangunkan sepupunya.
"Saki ayo bangun ini sudah sia....." perkataannya tak dia lanjutkan setelah melihat keadaan kamar Sakura, dan seketika Deidara Sweat drop dengan mulut menganga tidak elit. Saat dia sadar dari acara melongonya, Deidara pun Menyeringai.
"Hohohoho ini dia seni keabadian yang sesungguhnya"
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"WAHAHAHAHAHA SUNGGUH SENI YANG MENAKJUBKAN." tawa Deidara Nista, hingga membangunkan ke tiga korban yang telah menjadi objek seninya
Bruk
Brak
Buugh
"ITTTTAAAAAI"
"Hahahahaha kalian hahaha lucu sekali hahaha" tawa Deidara sambil guling-guling
Indra, Sakura dan Ashura masih loading dengan keadaan mereka
....
Sedangkan di kediaman Nara
Shikamaru yang telah selesai memakai seragam ingin berangkat ke sekolah, tapi dihentikan dengan deringan ponselnya.
^^^*Hime ku*^^^
^^^"Hari ini tak usah kesekolah kita diminta kumpul di kediaman utama Ootsutsuki"^^^
Membaca isi pesan tersebut, Shikamaru tersenyum senang, tak ada lagi wajah malas yang selalu melekat pada wajah tampannya. Dia pun keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan.
"Tou-san hari ini aku tidak masuk sekolah."
Mendengar ucapan sang anak, Shikaku menaikkan alisnya.
"Memangnya kenapa?"
"Aku diminta ke mansion utama Ootsutsuki, kelihatannya ada hal penting."
Mendengar nama Ootusutsuki, mata Shikaku membulat
"A..aapa Oot..sutsuki?"
"Ha'i Tou-san."
"Jadi kau mengenal mereka?"
"Ya begitulah, aku dan anak-anak Ootsutsuki-sama sangat akrab."
"Ya sudah kau pergi ke sana saja, mungkin kau benar, ada hal penting yang ingin mereka bahas."
Kejadian serupa terjadi di kediaman Sabaku dan Uchiha anak bungsu mereka masing masing tengah tersenyum aneh saat mendapat pesan dari gadis yang diincarnya, membuat orang tua dan saudara mereka merinding disko
"Kami-sama setan apa yang memasuki putraku/otouto ku" pikir mereka kompak
tapi suka aja ma ceritanya hehe...