NovelToon NovelToon
Ardian Dan Rindunya

Ardian Dan Rindunya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rikha

Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.

"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"

"Ya, begitulah."

"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"

"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."

"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."

'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti dulu

🍂🍂🍂

"Pak Ardi… apakah saya mengganggu?"

"Ah… tidak apa-apa! "ya kamu sangat mengganggu!" jawabnya lagi dalam hati.

"Rindu… bisa kamu tampil sekarang?" tanya sang pemilik Cafe, namun matanya melirik Rindu dari atas hingga bawah. Ardian memperhatikannya.

"Bisa pak."

"Pak Ardian… maaf saya harus bekerja."

Rindu melirik ke arah mata Ardian. "Sebaiknya kamu pergi saja. Lain kali kita bicara lagi," kira-kira begitulah arti lirikannya.

Mata Ardian mulai memerah karena marah, wajahnya tegang. Ada kobaran dari tatapannya. Ia menolak keras untuk pergi.

"Pak David… mulai hari ini Rindu tidak bekerja lagi di Cafe ini. Saya akan mengirim seseorang untuk menggantikan Rindu malam ini, saya tidak menerima penolakan!" ucap Ardian dengan menunjukan sikap dindingnya, nadanya tegas dan sedikit menakutkan. Cara bicaranya penuh ancaman.

"Ardi… Maksud kamu apa? Jangan seenaknya kamu," bisik Rindu saat mendekati Ardian.

"Ba… baiklah pak Ardi!"

"Rindu… kamu boleh berhenti bekerja. Untuk bayaran kamu malam ini saya akan transfer," lanjutnya kemudian bicara pada Rindu.

"Hahh… tapi pak? "A...apa yang terjadi? Kenapa pak David begitu patuh pada Ardi?"

"Baik… kalau begitu saya permisi...."

Ardian tidak merespon sama sekali. Rindu yang kebingungan membulatkan matanya. Kemudian Ardian mengeluarkan HP dari kantong celananya.

"Dalam waktu 10 menit kirim seseorang untuk menyanyi di sini malam ini."

Ia menutup panggilan dan menyimpan HP nya kembali.

"Ambil barang-barang kamu, kita pergi sekarang." perintahnya tiba-tiba.

"Apa apaan sih kamu? Main perintah seenaknya? Aku masih butuh pekerjaan ini!" protes nya tidak terima.

Ardian tidak menggubrisnya, lalu mencari tas Rindu dengan ekor matanya. Setelah melihatnya di pojokan sofa lalu diambilnya.

"Hanya ini barang milikmu?"

"Hah…?"

Sudah cukup kesabaran Ardian sampai disini. Pergelangan tangan wanita itu ditariknya keluar dari tempat menyebalkan itu. Lama-lama bisa diruntuhkan juga bangunan Cafe ini.

"Hei… Ardi… pelan-pelan!"

Terpaksa Rindu mengikuti kemauan lelaki itu. Dengan terseok-seok Rindu menyamakan langkah mereka. Dari pengamatan Rindu, penampilan Ardian saat ini telah banyak berubah. Semakin tampan. Tubuhnya jauh lebih tinggi dari jaman SMA dulu, badannya sekarang tegap berotot. Sangat proporsional. Berbeda dengan Rindu, tinggi badannya sekarang tidak berbeda jauh dari jaman SMA. Dulu ia kurus langsing, kecil dimana-mana. Sekarang membengkak depan dan belakangnya, lebih berisi. Tapi lebih terlihat cantik.

_____

Selama di dalam mobil Rindu hanya terdiam. Masih kesal dengan Kelakuan Ardian barusan. Tidak terbayangkan bagaimana malunya Rindu saat tangannya ditarik di hadapan teman-teman dan pengunjung Cafe tadi. Matanya kini hanya memandang ke arah jalanan yang ramai. Ardian sesekali meliriknya.

"Kamu marah?"

"Menurut kamu!" katanya ketus dan bersedekap.

"Maaf… aku terpaksa harus keluarkan kamu secepatnya dari sana," ucapnya menoleh sebentar lalu kembali ke jalanan.

"Kenapa kamu jadi seenaknya begini. Apa alasannya aku harus ngikutin kemauan kamu? Sekarang kita mau kemana, kamu mau bawa aku kemana?" Nadanya menaik.

"Hahaha… masih saja galak seperti dulu."

"Apa…!"

Ardian pun menepikan kendaraannya.

"Tenang… nona Cantik," capnya seraya mengacak-acak puncak kepala Rindu. Lalu tersenyum gemas.

"Iiiihhhhhh… apa apaan sih?" katanya jengkel lalu menepis tangan Ardian dan merapikan kembali rambutnya.

"Hahahaha… benar-benar persis. Tidak berubah sama sekali."

Hidung Wanita itu lalu dicubitnya.

"Aauuu…!"

Lalu Rindu terdiam sambil meraba-raba puncak hidungnya. Sejenak dia berpikir. "Hehe… benar, seperti kembali ke masa lalu," lalu ia tersenyum dan Ardian melihat senyuman tipis itu.

"Sudah gak marah lagi? Sudah bisa senyum?" goda Ardian kemudian.

"Ermmm…!" dengan cepat Rindu merubah ekspresi wajahnya menjadi datar.

"Kamu tahu, siapa David?"

Rindu menggeleng.

"Dia itu pria hidung belang. Kamu gak lihat bagaimana caranya memandang ke arahmu? Dia seperti akan menerkam kamu kapan saja. Sebab itu aku harus membawa kamu pergi secepatnya."

Bola mata Rindu hampir keluar, mulutnya terbuka. Membayangkan apa yang akan terjadi jika Ardian tidak segera membawanya pergi.

"Sudah… jangan buat ekspresi wajah seperti itu," katanya gemas.

"Kenapa?"

"Menggemaskan," jawab Ardian sekenanya tapi jujur, ia benar-benar gemas melihat tingkah Rindu. Seperti kembali ke masa lalu.

"Iiiihhhhhh… Dodol resek!"

Rindu memukuli lengan Ardian kesal.

"Aauuu… Gadis galak ini!"

Ia lalu mengusap-usap lengannya. Kemudian mereka saling pandang lalu terdiam.

"Hahahahahaha… hahahaha...!"

Mereka tertawa terbahak-bahak. Sangat lucu, bisa kembali bergurau seperti dulu ketika sudah dewasa sekarang sangat aneh di mata mereka. Rindu memegangi perutnya, Ardian memukul-mukul setir.

"Sudah… sudah… kita bukan remaja lagi!";kata Rindu menghentikan tawa mereka.

"Ok… kalau gitu kita ganti cara yang lebih dewasa!"

"Maksudnya?"

Ardian menaikkan alisnya naik turun, seperti menggoda. Rindu mendelik tajam.

"Apa…?" nadanya mengancam.

"Gak… gak kenapa-napa...!"

Lalu Ardian kembali melajukan mobilnya. Untuk sesaat mereka terdiam.

"Ardi… kita mau kemana?"

Rindu mengedarkan pandangan ke jalanan.

"Ke apartemenku."

"Hah… Apa? aku gak mau, antar aku pulang sekarang!"

"Gak bisa, sudah sampai… Tu di depan apartemennya."

"Tapi aku harus pulang Ardi… keluarga aku nungguin aku dirumah. Mereka bisa khawatir!"

"Tenang saja, sudah ada yang urus."

"Gak bisa gitu Ardi…!"

"Sudah… ayo turun. Aku butuh penjelasan mu soal yang delapan tahun lalu."

"Tap… tapi…!"

Ardian memarkirkan mobilnya. Memaksa Rindu keluar lalu memaksanya naik keatas. Dia berada di Apartemen mewah yang entah ada berapa lantai, yang Rindu lihat gedung ini sangat tinggi. Dan Ardian tinggal di lantai paling atas.

_____

Di Unit apartemen Ardian.

Rindu melihat sekelilingnya. Takjub dengan kemewahan di dalam sana. Baru kali ini Rindu melihat kemewahan seperti ini secara langsung. 

"Duduklah dulu, kalau mau minum ambil saja. aku mau bersih-bersih."

"Eehhh… Ardi tunggu, boleh pinjam charger HP. Baterai HP ku mati dari tadi. Aku mau ngabarin Mama."

"Jangan salah ngomongnya. Mama taunya kamu ditugaskan ke luar kota. Besok pagi baru pulang," ucapnya seraya menyerahkan charger.

"Apa maksudnya, aku gak pulang?"

"Benar...," jawabnya datar lalu masuk ke kamar.

"Ardi…!" penuh kekesalan Rindu menghempaskan tubuhnya ke sofa. hatinya cemas. "Bagaimana ini, Aya bagaimana?" 

Sambil menunggu baterai HP nya cukup terisi, Rindu merebahkan tubuhnya. Lelah rasanya, apalagi setelah bertemu dengan Ardian, energinya seperti terkuras banyak.

Lima belas menit kemudian, Ardian selesai dengan ritual bersih-bersih nya. Wajahnya terlihat lebih segar dan tubuhnya wangi. Dilihatnya Rindu tertidur di sofa ruang tamu. 

"Rin… Rindu… mandi dulu sana." panggil Ardian lembut.

Rindu menggeliat membuka matanya. Penampakan Ardian setelah mandi benar-benar membuatnya tergoda. Wajahnya memanas.

"U...dah selesai mandinya?"

Rindu pun menetralisir pikiran nakalnya.

"Emmm… gantian kamu sana mandi."

"Tapi baju aku gimana?"

"Pakai punyaku dulu, bajumu sini aku cuci."

Rindu menurut begitu saja. Segera ia berlari kecil ke kamar dan masuk ke kamar mandi. Tidak ingin ketahuan diam-diam mengagumi tubuh sexy itu. Ardian tersenyum geli melihat tingkah Rindu. Lucu.

Setelah selesai Rindu keluar hanya memakai piyama pendek Ardian yang sudah disiapkan sebelumnya. Itu sangat kebesaran hingga terlihat sedikit belahan di dadanya. Bawahan piyama itu menutupi lututnya. Dan Rindu tidak memakai dalaman.

Melihat itu membuat Ardian terpaku, mukanya memerah. Secepatnya ia memalingkan muka ke arah lain.

"Stop… masuk ke dalam lagi," perintahnya dan Rindu patuh.

"Rasain kamu… memangnya bisa tahan kalau begini?" Rindu cengar-cengir sendiri.

"Rin… size kamu berapa?" tanya Ardian dari balik pintu. Tanpa malu Rindu pun menyebutkannya.

"Wow… cukup besar." otak mesum Ardian memikirkan dan tersenyum. Ia menepuk pipinya sendiri agar cepat sadar dari pikiran mesum itu. Ardian mengambil HP lalu meminta asistennya mengirim pakaian, piyama beserta dalamnya.

Tidak lama seorang pegawai dari toko pakaian di kawasan apartemen itu mengantarkan barang pesanan Ardian sambil berlari. Akhirnya Ardian bisa bernafas bebas, melihat pemandangan seperti tadi bisa membuat imannya jebol seketika.

Setelah selesai Rindu keluar lalu mengambil HPnya. Sedangkan Ardian masuk ke ruang kerjanya. Rindu kini melakukan panggilan video ke Mamanya. Ingin menanyakan kabar putri kecilnya. 

"Haii… sayang" 

Rindu melambaikan tangannya ke layar.

"Unda… unda… aaaggh.. **hehe**!"

Gadis kecil itu meloncat-loncat kegirangan.

"Bunda masih kerja, Aya sama Oma dulu yah, besok bunda pulang. Aya jangan nakal ya sayang"

"Iyah… Iyah… unda, Aya ta...**nen**!"

"Iya… sayang bunda juga kangen, Aya baik-baik sama Oma ya!"

"Ermmm…." 

jawab gadis kecil itu mengangguk. Lalu gambar di layar beralih ke muka mamanya.

"Rin… besok pasti pulang kan? Kamu hati-hati disana."

"Iya Ma… Rin baik-baik saja, ini lagi istirahat di hotel."

Rindu terpaksa berbohong.

"Ya sudah… kalau gitu, Aya sudah mengantuk, matikan dulu saja. Aya dadah dulu sama bunda...."

"Da...da… Unda… uuaaahhh."

cium jauh Kanaya.

"Dadah… sayang… muach."

Balas Rindu dengan hal sama.

Tanpa sepengetahuan Rindu, ternyata Ardian melihat semua. Hatinya terenyuh, melihat kedekatan Rindu dengan gadis kecil yang lucu itu. Pasti sulit bagi Rindu hidup tanpa pendamping. Mengurus anak yang masih kecil serta harus menjadi tulang punggung keluarga. Hanya laki-laki bodoh yang tidak bertanggung jawab yang sanggup meninggalkan keluarganya begitu saja.

*

*

*

*

*

Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...

LoPe dan JemPol kamu yang berharga. 🥰

Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...

Dukung terus author ya...

Love U all ☺️😘

1
HIATUS
Woow karya yang luar biasa...
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Jika mau membaca seru 😃
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣

Semangat Kaka 🤗 !!!

Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :

" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Tarti Rizky
ini mana kelanjutannya. jadi Ngegantung. ingat Thor, di gantungin itu gak enak lho. 😭😭
_zainwushi
Kak aku mampir.... Udah penasaran sama sosok di mobil😁😁

Semangat terus 👍👍
El_Tien
hehehhehehe
El_Tien
ya ampun jahat mak ilustrasimu
⭕MamBulat⭕: 😅 jahat gimna
total 1 replies
El_Tien
bekuin di kulkas biar gak meleleh
Ghiie-nae
terjebak antara dua Cinta hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏🙏
⭕MamBulat⭕: makasih 🥰 🥰
total 1 replies
El_Tien
oh Ardian, dirimu bukan hanya.dicintai Rindu tapi sama Othor kamu juga hehe
⭕MamBulat⭕: wkwkwk😂😂
bener bgt,
Ampe komen dimari🥰🥰🤭
total 1 replies
Tinta Hitam
semangat terus Thor
Tinta Hitam
next Thor, salam dari petualangan cinta Abian & Olivia ☺️
Tarti Rizky
eh, ngapain Ardian tiba-tiba ke kamar mandi? mencurigakan 🤔🤔
☘💚Efa Vania💚☘
aku yg pertama😍🤭
Tarti Rizky
lha, tak kirain Nella kharisma jebule rindu kharisma. 🤭🤭. kapan nikahnya, Thor?
⭕MamBulat⭕: 😂😂
undangan belum jdi, nanti otor kirim undangan deh🤭
total 1 replies
☘💚Efa Vania💚☘
Ahh
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣
Asyifa gemoy: jangan di teruskan masih pagi sudah di buat haredang 🤦🏼‍♀️
total 1 replies
Asyifa gemoy
sosweat banget 🥰
Asyifa gemoy
Kasian amat deh Ardian...sini aku peyuk cium 🥰🥰
Rokinah Mamasurya
lanjuttt Thor aku ceritanya..tentang kesetiaan...
HIATUS
nyicil baca sini dulu ya kak... mata dah sepet... kalau berkenan jangan lupa mampir ya... tapi jangan kaget melihat karya receh ku masih ambrul adul.. 😁
⭕MamBulat⭕: komen terus 😂 makasi 😘 yg blum revisi byk, di beka juga, aku malu, tulisan berantakan
total 1 replies
HIATUS
rasanya nyessss..... 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!