NovelToon NovelToon
Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:166k
Nilai: 5
Nama Author: Nafsienaff

Alesia terkejut saat tiba tiba Leon suaminya tidak lagi mengenalinya. Leon juga bersikap dingin dan tidak lagi mengenakan cincin pernikahan mereka.

Beberapa pertanyaan memenuhi otak alesia.
“Kenapa? Bagaimana mungkin? Dan apa yang terjadi?”

Apakah ujian itu mampu membuat cinta alesia dan leon semakin kuat atau bahkan pada akhirnya hancur berlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngidam?

Alesia terjaga di larutnya malam. Seminggu setelah pulang kembali ke kediaman wijaya leon benar benar membuktikan ucapanya. Leon tidak lagi berkata seenaknya dan mulai mau tersenyum padanya. Meskipun sebenarnya itu hanyalah sandiwara yang leon lakukan tanpa sepengetahuan santi dan alesia.

Alesia berdecak karna tidak bisa lagi memejamkan kedua matanya. Alesia menoleh menatap suaminya yang tampak terlelap damai.

“Kok tiba tiba pengin sate ayam yah..?” Gumam alesia.

Alesia menghela nafas pelan kemudian bangkit terduduk di atas ranjang. Sesaat alesia terdiam kemudian turun dari ranjang dengan sangat hati hati agar tidak membuat suaminya terbangun.

Alesia melangkah pelan pelan berlalu keluar dari kamarnya. Alesia bahkan juga membiarkan pintu kamarnya tidak tertutup rapat karna khawatir bunyi pintu membuat suaminya ikut terbangun. Alesia tau suaminya sudah kelelahan seharian bekerja di kantor.

Alesia menuruni anak tangga dengan sangat pelan. Alesia berniat memenuhi keinginanya sendiri untuk makan sate juga mencium langsung aroma daging ayam yang sedang di panggang.

“Bikin apa beli yah?” Gumam alesia bingung.

Alesia menghela nafas pelan. Alesia tidak mungkin keluar tengah malam sendirian untuk mencari penjual sate. Alesia juga tidak mungkin membangunkan satpam dan menyuruhnya untuk membelikan sate sedang alesia juga ingin merasakan aroma sate yang sedang di panggang. Alesia tau satpamnya selalu tidur larut dan bangun sebelum subuh.

Tidak terasa langkah alesia sampai di ambang pintu dapur. Alesia terdiam menatap dapur gelap yang rapi dan bersih. Asisten rumah tangga di rumahnya memang sangat rajin dan telaten dalam bekerja.

“Bikin sendiri aja deh..” Gumam alesia.

Alesia melangkah menuju lemari es dan membukanya. Alesia meraih dada ayam yang di kemas di plastik bening. Dan mulailah alesia menggunakan beberapa alat di dapur mulai dari pisau dan talenan untuk alas memotong dada ayam tersebut.

“Kamu lagi ngapain al?”

Pertanyaan leon membuat alesia tersentak. Alesia bahkan sampai menjatuhkan pisau yang sedang di pegangnya. Beruntung pisau itu tidak mengenai kaki telanjang alesia.

“Ya tuhan..”

Leon yang melihat itu langsung berlari mendekat. Leon menarik alesia pelan menjauh dari pisau yang tepat berada di samping kakinya.

“Kakak ngagetin aku..” Lirih alesia mengusap usap dadanya.

Leon menatap alesia sendu. Leon akan sangat merasa bersalah dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai kaki telanjang istrinya terkena pisau yang tergeletak di lantai.

“Maaf sayang..”

Alesia mengeryit bingung. Leon memanggilnya dengan sebutan sayang seperti dulu. Padahal sekarang leon tidak mengingatnya.

“Sayang?” Tanya alesia pada leon.

Seketika leon tersadar. Leon lupa jika dirinya sedang bersandiwara dan masih lupa dengan alesia dan tantenya.

“Eem.. nggak papa kan manggil sayang sama istri sendiri?”

Alesia tampak berpikir membuat leon khawatir sandiwaranya terbongkar. Namun kemudian alesia menganggukan kepala dengan senyuman di bibirnya.

Cinta yang membuat nalurinya begitu kuat alesia. Jangan berpikir macam macam. Kak leon mencintaimu.

Leon melepaskan kedua bahu istrinya kemudian berjongkok dan meraih pisau yang terjatuh di lantai. Leon kembali berdiri dan mengangkat sebelah alisnya menatap dada ayam yang sudah terpotong beberapa bagian.

“Kamu mau masak malem malem begini?”

Alesia menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan leon. Alesia memang sengaja keluar kamar diam diam tapi pada akhirnya leon terbangun juga dan menyusulnya ke dapur.

“Aku mendadak pengin sate ayam kak..”

Leon berdecak dan memejamkan sesaat kedua matanya. Alesia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Alesia selalu mengatakan apa yang dia mau pada leon. Alesia selalu merengek manja agar leon menuruti kemauanya. Tapi sekarang alesia seperti sedang berusaha melakukan semuanya sendiri.

“Kan beli bisa alesia.. Kenapa harus bikin sendiri? Banyak restourant 24 jam di sekitar sini.”

Alesia hanya diam saja. Apa yang leon katakan memang benar. Tapi alesia benar benar ingin membuatnya sendiri agar bisa mencium aroma daging ayam yang sedang di panggang. Memang aneh. Tapi itu kemauan alesia saat ini.

“Kak.. Aku memang sengaja pengin buat sendiri supaya aku bisa mencium aroma daging ayam yang sedang di panggangnya.”

Leon mengangkat kedua alisnya sekaligus membuat kedua matanya melebar.

Apa istriku sedang mengidam?

“Memangnya harus begitu?” Tanya leon.

Alesia menganggukan kepalanya. Ekspresinya tampak sendu menatap leon yang berdiri di sampingnya.

“Tapi.. Emangnya kamu bisa bikin sate ayam sendiri? Kamu tau bumbu satenya apa aja? Terus cara bakarnya kamu juga tau?”

Serentet pertanyaan yang di lontarkan leon membuat alesia diam seketika. Alesia melupakan jika dirinya tidak terlalu pandai dalam mengolah bahan makanan.

“Al? Kamu bisa?” Tanya leon lagi karna alesia hanya diam saja.

Alesia menggelengkan kepalanya. Mungkin saking kepengenya wanita itu sampai melupakan ketidak mampuanya sendiri.

Leon tertawa pelan. Leon sebenarnya tau alesia tidak mungkin bisa melakukanya. Beberapa masakan mungkin alesia bisa seperti sup, nasi goreng, dadar telor, dan tumis tumisan sayur. Tapi untuk bahan berat seperti daging alesia pasti tidak akan bisa.

“Kalian berdua ngapain disini?”

Leon dan alesia kompak menoleh. Mereka berdua menatap santi yang berdiri dengan melipat kedua tanganya di bawah dada di ambang pintu dapur.

“Itu dada ayam kenapa di keluarin dari kulkas?” Tanyanya lagi.

Alesia langsung menggeser tubuhnya bersembunyi di balik punggung leon. Alesia takut santi marah dan berkata galak padanya mengingat sikap tidak jelas wanita berambut sebahu itu.

“Ini tante.. Tadi aku lihat alesia lagi di dapur jadi aku deketin. Ternyata lagi motong motong dada ayam. Mau buat sate katanya.” Kata leon menjelaskan.

Sontak santi tertawa mendengarnya. Santi bahkan sampai memegangi perutnya menertawakan alesia yang menurutnya sok pintar.

“Kamu nggak usah sok pintar alesia. Saya tau kamu tidak mungkin bisa membuat sate.”

Ekspresi alesia semakin sendu di balik punggung leon. Santi memang benar. Dan alesia harusnya menyadari kekuranganya sendiri.

“Udah nggak papa..” Bisik leon pada alesia.

Leon menggenggam lembut tangan alesia berusaha menghibur istrinya yang sedang merasa sedih karna di tertawakan oleh tantenya.

“Memangnya untuk apa malam malam begini bikin sate ayam? Emangnya nggak ada makanan lain di kulkas? Kamu kan bisa ngagetin apa aja yang ada kalau laper.”

Santi memang sengaja menyuruh asisten rumah tangganya untuk selalu menyediakan makanan dan cemilan yang bergizi untuk alesia. Semua itu santi lakukan diam diam tanpa sepengetahuan alesia juga leon karna santi tidak mau alesia juga leon menganggapnya perduli pada alesia.

“Alesia mau membuat sendiri tante biar bisa mencium aroma daging ayamnya pas lagi di panggang.” Jelas leon lagi.

Santi mengerutkan keningnya. Keinginan alesia sangat aneh menurutnya.

“Memangnya harus begitu? Kamu nggak takut pernafasan kamu terganggu karna asap?” Tanya santi pada alesia yang bersembunyi di punggung leon.

“Hey saya sedang bicara sama kamu.” Kesal santi karna alesia tidak menjawab pertanyaanya dan terus bersembunyi di balik punggung leon.

Mendengar nada bicara santi yang mulai meninggi alesia pun keluar dari persembunyianya. Bibirnya mengerucut sebal karna lagi lagi mendapat kemarahan dari santi.

“Ya tante. Aku memang maunya begitu.”

Apa dia sedang ngidam?

1
Siti Sri Wahyuni
Mampir 😊
bulannn.98
ceritanya bagus, tpi diawal cerita mungkin perlu sedikit diperbaiki lagi tanda baca dan nama tokoh harus pake huruf kapital biar lebih enak di bacanya. semangat dan sukses teruss thor❤
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
rindian
tante gokil
rindian
wkwkk,,santi keras karna trauma masa lalu
Sulati Cus
g tau deh mau komen apa mau nyalahin si leon dia lg amnesia apa Alesia kabir aja dulu kali bisa kembali tu ingatan
elen situmorang
aku menikmati ceritamu
elen situmorang
menarik
elen situmorang
aku mampir Thor..
Ryska Hadiyana
semangatt
Tuti Hayuningtyas
waduh kasian thoooorrr
Anis Hasan
wach ending yang bagus
Nurrita
aah.. Leon aja yg baper. Dia malu ditegur ale di dpn rico, tp dia ngehina rico di dpn Alesia. Dia ga mikir apa, rico jg sakit hati, wibawanya sebagai laki2 diinjek2 sm Leon. Leon egois bgt
Nurrita
Rico ini emg tipe pejuang cinta sejati ya, udah dihina berkali2 ttp aja maju. semoga usahamu ga sia2 ya rico
Neni Yanti
Wahhhh khirnya ketauan siapa ayahnya ale,, happy ending 😍
mᥲmі zᥲ᥎іᥱr 🍇
aku terkejut thor... sehat2 kah thor.. setelah lama ga up akhirnya up juga.. semoga lancar up nya ya thor
Neni Yanti
Akhirnya up jga setelah sekian purnama 😂😂
Army Freddie
Kepedean amat sih Pingkan
Army Freddie
Kayaknya Leon mau dijodoh2in ama Pingkan
Laluna Veronia
Keren thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!