NovelToon NovelToon
Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Pembunuhan
Popularitas:525.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nani Anny

Tujuh tahun lalu, Alessia Karina mengalami malam tak terlupakan bersama Leon Arsenio, seorang CEO muda pewaris kerajaan bisnis Arsenio Group. Keesokan harinya, Leon pergi tanpa meninggalkan jejak, membuat Alessia patah hati. Tanpa sepengetahuannya, Alessia hamil dan memutuskan membesarkan sepasang anak kembarnya, Keenan dan Kierra, seorang diri.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Leon menemukan fakta mengejutkan: Alessia adalah ibu dari anak-anaknya. Di tengah kebingungan dan kemarahan Leon, Alessia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dengannya demi masa depan si kembar. Namun, pernikahan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Konflik masa lalu, rahasia besar yang melibatkan keluarga Leon, serta godaan dari pihak ketiga menguji cinta mereka.

Sanggupkah Leon membuktikan dirinya sebagai ayah dan suami yang pantas? Dan apakah Alessia bisa kembali mempercayakan hatinya kepada pria yang pernah meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ferdinan terluka

Masih di tempat yang sama.

Mata Fau tampak berkeliling. Menatap wajah-wajah jelek yang dipaksakan untuk terlihat menakutkan.

1.2.3.4.5...

Di dalam hatinya, anak itu sedang menghitung jumlah pria berseragam hitam yang mengelilinginya.

Astaga, mereka banyak sekali. Sementara persediaan jarum suntik di dalam kantong celananya sisa enam biji. Bagaimana ini?

Faustine kembali memutar otaknya. Dia harus bisa keluar dari tempat sialan ini.

"Apa kau sudah selesai? " Ferdinan kembali berucap melalui earpiece.

"Sepertinya sekarang bertambah rumit." Fau berbisik sambil menekan belakang telinganya. Membuat para pria dewasa itu menatap Fau penuh selidik.

"Apa maksudmu?" Ferdinan berucap bingung sambil berjalan masuk ke dalam lift untuk turun dari atap.

"Aku dikepung."

"Gunakan jarum suntikmu bodoh!" Fer menekan tombol lantai paling bawah.

"Tersisa enam. Dan mereka...." Fau kembali menatap mereka, "delapan belas orang."

"What?" Coba kamu bagi. delapan belas bagi tiga, hasilnya?"

"Berhenti bercanda Fer!" Fau berucap di sela-sela giginya karena kesal. Dia sedang tidak ingin bercanda dengan belajar perhitungan sekarang.

Sementara para pengawal disekitar Fau mulai saling mengkode untuk segera menangkapnya.

"Berapa?" Fer terdengar bersikeras.

"Enam." Jawab Fau dengan tatapan waspada pada pengawal itu yang mulai mendekat. Tangannya secara otomatis menarik pinggang bundanya agar semakin mendekat padanya untuk memberinya perlindungan. Sementara Kaila pun sama waspadanya.

"Satu suntikan kau bagi tiga. Dosis obat bius itu sangat kuat. Dalam hitungan detik mereka akan lumpuh." jelas Ferdinan. "Selama itu bertahanlah. Aku sedang menuju ke tempat itu."

"Baiklah."

Percakapan pun berhenti. Ferdinan pun kembali fokus ke orang-orang itu mencoba membidik target mana yang lebih dulu akan dia tembak. Dengan pelan tangan kanannya merogoh saku joger hitamnya. Memegang jarum suntik di dalam sana, melepaskan tutupnya lalu diapun mulai menyerang mereka lebih dulu.

Faustine menyuntik bokong, lengan dan leher siapa saja yang dia raih.

Erangan diruangan itu terdengar sangat bising membuat Faustine semakin bersemangat saja.

Sementara Kaila tidak tinggal diam, dia juga berusaha melindungi dirinya. Dengan menendang aset berharga mereka hingga mereka merintih kesakitan.

"Kalian butuh suntikan rabies. Sepertinya tubuh kalian semua terkena virus anjing."

"Hei astaga perutmu buncit sekali, kau jarang olahraga yah. Sini biar aku kempeskan." Faustine pun menusuk perut pria gemuk itu.

Plak.

"Akhhhh!"

"Faustine!" Kaila berteriak saat melihat anaknya tersungkur di lantai saat pria gemuk itu menamparnya dengan kuat.

Sial. Jarum suntik itu masih menancap di perut pria gendut itu.

Faustine yang masih tergeletak di lantai terlihat sangat kecewa. Pasalnya itu adalah suntikan terakhirnya.

Anak laki-laki itu kembali mengedarkan pandangannya. Sudah banyak korban yang terkapar di lantai karena efek obat bius itu. Sementara yang belum? Hei, kenapa pengawal jumlahnya semakin bertambah saja. Padahal seharusnya tersisa tiga orang. Darimana datangnya mereka?

Dua orang pria pun berhasil menangkap tubuh kecil Faustine, sudut bibir anak itu terlihat berdarah dan pipinya memar bekas tamparan tadi. Dua pria itu menarik dengan kasar tangan Faustine lalu melipatnya dibelakang punggungnya.

"Akh!" Anak itu memekik kesakitan.

Kaila yang melihat hal itu semakin tidak tega. Dia pun berusaha menghampiri anaknya. Namun gagal karena tubuhnya pun di tahan oleh seorang pria berpakaian hitam yang lain.

"Lepaskan anak saya!" Kaila berteriak geram kini.

"Apa yang terjadi disini?"

Ben yang berada di ujung tangga paling atas. Menatap dengan heran pemandangan yang ada di bawahnya. Astaga pengawalnya banyak yang tumbang. Sejak kapan aksi ini terjadi, kenapa dia tidak mendengar keributan sama sekali. Apa karena ruangan ini yang begitu luas hingga kedap suara?

"Ada apa Ben?" Noah pun berjalan dengan santai mendekati asistennya. Dia terlihat belum menyadari kekacauan yang sedang terjadi di rumahnya.

Sementara semua orang yang berada di bawah pun serentak menoleh ke atas. Mereka semua terdiam sesaat sampai.

Bugh!!!

Bugh!!!

"Ahkkk!"

"Hahaha... rasakan itu."

Ferdinan tiba-tiba muncul, menghantam kepala mereka dengan kayu besar yang dia bawa. Astaga, darimana anak itu mendapatkan benda itu. Entahlah, hanya Ferdinan dan author yang tahu.

Mata Noah seketika terbelalak saat melihat kekacauan di rumahnya. Tiga puluh menit yang lalu setelah kepergian Niko dari rumahnya, dia sedang bersiap di kamarnya, namun siapa sangka selama itu, rumahnya sudah seperti ini.

"Apa yang terjadi disini?"

Matanya berkeliling mengamati orang-orang yang ada di bawah. Selain puluhan pengawalnya, disana terlihat seorang wanita yang sedang menangis. Ah, Noah paham sekarang. Ternyata wanita itu mencoba melarikan diri karena bantuan seseorang. Tapi tunggu.

Alisnya terangkat sebelah saat melihat dua anak kecil di bawah sana. Anak itu terlihat tidak asing. Yah, mereka anak kembar waktu itu.

Sementara Ben hanya bersikap biasa saja. Menatap aksi Ferdinan yang masih terus memukul pengawal itu tanpa takut sama sekali.

Namun, bola mata Ben juga ikut terbelalak saat melihat satu pengawal yang tergeletak di lantai, kembali bangkit dan melayangkan tendangan keras ke arah Ferdinan.

Tubuh kecil Ferdinan terpental sangat keras ke dinding.

"Tidaaaakkkk!!"

Kaila berteriak histeris. Wanita itu memberontak pada pria yang sedang memegangnya kuat. Setelah terlepas dia langsung menghampiri Ferdinan yang sudah terkulai lemas di lantai. Hidungnya mengeluarkan darah segar.

Anak kecil itu sepertinya tidak mampu untuk bergerak lagi. Tubuhnya bagai remuk dan rongga dada dan perutnya terasa perih. Pandangannya kini mulai buram, lalu dalam hitungan detik anak itu pun kehilangan kesadarannya.

"Fer!" Kaila menangis sejadi-jadinya lalu merengkuh tubuh anaknya kuat.

Faustine yang melihat adiknya sudah tak berdaya pun ikut memberontak melepaskan diri. Setelah berhasil dia pun ikut berlari menghampiri adik dan bundanya.

"Fer! Sadarlah." Faustine menggoyangkan kaki adiknya yang terasa dingin.

Sementara Noah yang masih berdiri di anak tangga hanya mematung, raut wajahnya tampak tenang saja, kedua tangannya berada di dalam saku setelannya. Dia seolah sedang menonton drama musikal secara live dari atas sana.

Dia tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi pada anak itu, padahal dia jelas mengetahui bahwa status anak itu adalah anaknya, tapi hatinya seolah mengeras tak ada belas kasih dari dalam sana.

Lagi pula Noah tidak mengenal anak kembar itu dan Noah juga tidak butuh mereka. Sejak awal yang Noah inginkan hanya wanita itu, wanita yang merenggut kesenangannya dalam bermain s3k$. Dan saat dia ingin memiliki wanita itu, sebuah fakta terkuak, bahwa ternyata wanita itu memiliki tiga anak dan itu adalah anaknya. Bajingan memang!

Sedangkan Ben? Jangan tanya bagaimana murkanya pria itu saat ini. Dia ingin sekali berlari dan langsung membawa anak itu ke rumah sakit. Namun dia tidak bisa melakukan hal itu tanpa perintah dari bosnya.

Rasanya ingin sekali Ben mendorong atasannya dari tangga. Terlebih saat melihat sikap Noah yang biasa saja, melihat anaknya terluka dan hampir mati. Dia ingin meledakkan kepala Noah dengan peluru. Namun dia sadar diri. Dia hanya kacung disini. Dia akan bergerak saat pria itu memberinya perintah. Sialan memang.

Noah menyeringai saat suara tangisan Kaila semakin meledak dari bawah sana. Sangat menyenangkan sekali. Sepertinya dia harus memberi penghargaan atas bakat akting Kaila yang memukau. Matanya menyipit seperti sedang menunggu wanita itu memanggilnya, meraung-raung meminta pertolongan padanya.

Namun, senyum di wajahnya memudar, keinginannya tidak terwujud saat melihat wanita itu mengangkat wajahnya yang banjir air mata menatap penuh kebencian padanya.

Noah mengeraskan kepalan tangannya di dalam saku celananya. Dia benci tatapan wanita itu menatapnya. Dia sangat tidak suka terlebih saat Kaila berteriak keras kepadanya.

"APA KAU AKAN DIAM SAJA DISITU, BRENGSEK! MENYAKSIKAN DETIK-DETIK KEMATIAN ANAKMU! HA?"

Emosi Kaila benar-benar membakar seluruh kepalanya saat ini. Rasa sedih dan marah bercampur menjadi satu. Bisa-bisa pria itu tenang saja seperti ini saat melihat anaknya tengah menahan sakit. Dasar brengsek.

Sementara Noah semakin geram. Tangannya dengan refleks menyambar saku jas Ben yang berdiri di sisinya. Meraih pistol dan menarik pelatuk lalu...

Dorr!!!

Dorrr!!!

Dorrr!!!

Noah melepaskan tiga buah anak peluru ke arah pengawal yang tadi menahan Kaila, menahan Faustine dan menendang Ferdinan tepat di kepala mereka.

"Siapkan helikopter rumah sakit sekarang!" Noah memberi perintah pada asistennya lalu berjalan menuruni tangga dengan cepat.

Ben yang mengikuti atasannya dari belakang sambil menghubungi rumah sakit milik keluarga Noah.

"Siapkan helikopter sekarang juga!" Ben berucap pada seseorang dari balik telepon.

(....)

"Bagus." Ben memutuskan sambungan telepon lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

"Bereskan mayat mereka." Noah berkata pada kepala pengawalnya.

Langkah pria itu semakin cepat ke arah Kaila lalu mengambil alih tubuh Ferdinan dalam gendongan Kaila.

"Buka pintunya!"

Dengan sigap Ben membuka pintu itu untuk Noah.

Setelah berhasil keluar, Noah langsung berjalan sangat cepat menuju lift pribadinya yang langsung menuju atap.

"Kemana kau akan membawa anakku?" Kaila berlari di belakang Noah bersusah payah mengimbangi langkah panjang pria itu.

Noah tak menjawab pertanyaan Kaila yang masih terus merengek di sampingnya, menarik tangan dan lengan bajunya.

Sedangkan Ben yang masih berdiri diambang pintu hendak mengikuti bosnya terhenti saat pria itu menatap Faustine terduduk lemah di lantai.

...Happy Reading ❤...

Jika kalian suka dengan karya author, tolong berikan apresiasi. Dengan memberi komentar yang menarik. terima kasih.

1
Lai Lai
update please
Nur Yanah
Sampai lupa cerita nya
Lai Lai
semangat semangat update nya
Rafanda 2018
aturan end aja udah thorr
Rafanda 2018
bikin mls baca,,isinya penculikan mulu..sory thor ,end.
Rafanda 2018
katanya jenius ko ga tahu kalau widia jagat ck ck ck
Heri Herawati Siregar
lanjut ka
Dini Badar
lanjut thor
Glastor Roy
7p
Cinta Abadi
lanjut
yonahaku
ini author nya kemana lagi sakit 😷 ya cepat sembuh ya terus berkarya lagi
Diana Hayani
apa artinya triple twins ?
kl kembar dua disebut twins..
kembar tiga disebut triplet...
jangan di gabung jd rancu artinya..
Tha Ardiansyah
terusin dong ceritanya thorr
Zalva LP
Klo ngk di pake, ngapain bayar🤨🤨🤨
Sartika Arruan
udah 1 thn blom ada lanjutanx yh Thor😔
Bunga Kaktus
top markotop.. bagus bgt
Deisse Bunaen
next ka thor
Bilbina Shofie
ini lanjutannya kmn??
Fitri
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣yakin gk kuat aku nahan ketawa
ngatain nyumpahin dia sendiri judulnya 😂
Fitri
astaga naga yakin bab ini gk liat nahan ketawa anak mu tuh nurun tingkah kamu 😂😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!