NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jangan lupa memberi like...

Season 2 Takdir Cinta Millaerin.
Mega dan Eki.

Mega membuat komik tentang perjalanan hidupnya, ia adalah pemain protagonisnya.

Tapi sebuah komik lain muncul dan tenyata komik itu kisah tentangnya, tapi ia malah menjadi pemain antagonisnya?

Bagaimana ini?
Reputasinya jadi tercoreng!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Mega mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan.

Dilihatnya ia sedang terbaring di sebuah kamar yang dindingnya terbuat dari kayu berwarna coklat kekuningan.

Ia langsung duduk dan memperhatikan tempat itu "Ini,,, bukannya ini rumahku ya?" Katanya seraya turun dari ranjang dan memeriksa bangunan di mana ia berada.

"Ini,,ini rumah yang ku beli." Katanya berkeliling di rumah kayu itu.

"Apa yang terjadi?" Ucapnya seraya mengingat kembali waktu yang telah dilaluinya.

"Kemarin,," Air mata Mega berderai di pipinya.

"Di dalam mobil,," Mega mendekat ke arah kursi dan duduk disana.

"Bagaimana mungkin dia memperlakukanku seperti itu?" Katanya sambil terus menangis.

Ia tidak menyangka, setelah apa yang dilakukan Eki, pria itu malah menghilang sampai sekarang.

Bahkan tak memberinya pesan apa pun.

"Ponsel,, ya,, mungkin Eki menghubungiku." Katanya segera berlari ke kamar.

Ia mendapatkan ponselnya diletakkan bersama sebuah koper besar di sudut ruangan.

"Apa artinya ini?" Katanya membuka kopor itu dan menemukan semua pakaiannya di dalam kopor.

Ia tersungkur di lantai melihat semua barang-barangnya. "Apa dia sudah mengusirku?" Katanya sambil meraih ponselnya dan menyalakannya.

Tak ada satu pun panggilan dari Eki. Yang ada hanya panggilan dari Erin dan Rando.

"Dia sudah membuangku,," lagi katanya ketika melihat berita terbaru yang masuk ke ponselnya.

Sebuah foto yang di ambil paparazi. Foto itu menunjukkan Eki sedang berjalan bersama Ellen di Mall. Bahkan mereka terlihat sangat mesra.

Mega menutup mulutnya dan menangis dengan keras. "Tidak!! Tidak!!! Ini Tidak mungkin!" Katanya.

"Aku tidak mungkin di buang olehnya kan?" Mega Kembali mengingat semua peristiwa yang ia alami.

"Ini,, ini semua salahku! Harusnya aku tak pernah pergi ke ruang Rando.

Harusnya aku mendengar Eki dan teyap tinggal di apartemen.

Sekarang,, sekarang di salah paham padaku,, hikss,," Mega kembali menangis sambil memeluk lututnya.

Perlu waktu lama baginya menenangkan diri. Ia kemudian mandi dan menyiapkan makanan untuk perutnya yang sudah lapar.

Ia sebenarnya kebingungan dengan kulkasnya yang terisi penuh, tapi ia lapar jadi tak ada waktu untuk berpikir.

Sambil makan, Mega menyalahkan dirinya sendiri. "Harusnya aku senang sekarang, aku sudah mendapatkan yang kuinginkan.

Aku dibuang pria itu dan bisa tinggal dengan damai di desa ini.

Tapi kenapa,,, kenapa hatiku begitu sakit?"

"Makanannya jadi hambar " ucapnya saat ia sudah tak bernafsu untuk makan.

Mega memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar pekarangan rumah.

Memang rumah miliknya minimalis, tapi pekarangan rumah sangatlah luas. Bahkan ia bisa berkebun di situ.

Mega berhenti di kursi kayu yang diletakkan di bawah pohong mangga.

"Sekarang semuanya berakhir. Aku telah jauh dari pria itu," kata Mega sambil tertunduk.

Ia lalu melihat cincin di tangannya "Ini,, ini cincin yang diberikan Eki. Katanya dia melamarku dan menjadikanku miliknya selamanya. Tapi ternyata,, dia malah membuangku demi wanita itu."

Mega melepaskan cincinnya dan memperhatikan detailnya.

E❤️M tergambar di bagian dalam cincin.

"Baiklah, ini akan menjadi kenang-kenangan saja. " Kata Mega kembali memakai cincin itu.

"Kuat!! Sekarang tidak boleh sedih! Aku akan membuat hidupku terbiasa di tempat ini!" Katanya lalu berdiri.

"Pertama, berlari 10 putaran untuk meningkatkan hormon bahagia." Kata Mega lalu mulai berlari di pekarangannya.

Rumput yang tinggi karena tidak pernah di babat membuatnya sedikit kesusahan.

Tapi ia tetap berlari meski sesekali ia harus menghapus Ari matanya dan juga tersandung oleh semak-semak.

"Aku baik-baik saja!" Katanya menguatkan dirinya.

Sudah 3 hari Mega berada di desa. Semuanya dikerjakan dengan cepat, halaman rumah yang awalnya berantakan sudah di ubah menjadi kebun sayuran.

Ia langsung memperkerjakan 10 orang untuk melakukannya.

Tanah yang ia beli juga sementara dibangun taman wisata.

Mega duduk di dalam rumah kecilnya, ia sedang memasang beberapa foto yang akan dia panjang di dinding.

Semua foto itu ialah fotonya dengan Eki. "Hanya jadi kenangan saja." Katanya.

Selama tiga hari, matanya sudah bengkak karena menangis, bahkan ia tak berani menemui orang yang sedang berkerja di luar rumah.

Jika situasi mendesak, ia menggunakan kaca mata hitam.

"Sekarang Eki sudah bahagia bersama Ellen. Aku akan bahagia di sini bersama kenangan yang sudah kudapatkan dari pria itu." Katanya.

Mega awalnya pikir ia bisa meninggalkan pria itu, tapi sayangnya, hatinya terus mencari Eki.

Tapi ia tidak bisa kembali ke kota. Identitas penulis yang awalnya ia sembunyikan kini telah terungkap.

Semua orang mengenalnya sebagai wanita pencuri tunangan orang lain.

Tapi ada untungnya juga, komiknya menjadi banyak dicari orang karena penasaran dengan kisahnya.

Uang yang masuk ke rekeningnya semakin bertambah pula.

Tapi ia sudah tidak melanjutkan komiknya. Ia melanjutkannya namun tidak menguploadnya ke web.

Hanya menggambarnya saja untuk ia simpan sebagai kenangan.

"Permisi!" Tiba-tiba seseorang datang untuk bertamu.

Mega langsung berjalan keluar. Tak lupa ia menggunakan kacamata hitamnya untuk menutupi mata bengkaknya.

"Ya, ada yang bisa saya bantu?" Ternyata itu adalah tetangganya.

Seorang lelaki berumur 29 tahun. Memiliki paras tampan dan tubuh yang tinggi.

"Aku memasak lebih, jadi aku mengantarkan sedikit untukmu." Kata pria itu menyodorkan sebuah kotak makanan.

"Terima kasih. Silahkan masuk." Kata Mega.

Untungnya ia mengosongkan ruang tamu dari pajangan foto, jadi ia tak perlu kuwatir jika seseorang memasuki ruang tamunya.

Tapi ruangan lain harus ia jaga dengan baik.

"Sebentar, saya akan membuatkan minuman." Kata Mega langsung berjalan ke dapur.

'Ruang tamu tanpa pajangan," Gumam Andi memperhatikan ruang tamu itu.

Tak ada foto atau pun benda lain selain satu set kursi dan sekuntum bunga segar yang ditaruh di atas meja.

"Maaf sudah membuat Anda lama menunggu." Kata Mega saat kembali bersama sebuah baki dan segelas jus jeruk.

"Silahkan dinikmati." Katanya meletakkan minuman itu di hadapan Andi.

Ia berkenalan dengan pria itu kemarin, saat ia tak sengaja jatuh di depan rumah. Pria itu melihatnya dan membantunya berdiri.

"Terima kasih, saya akan meminumnya." Ucap Andi mengambil gelas dan meneguk jus manis itu.

"Oh ya, maaf saya menggunakan kacamata ini, mata saya sedikit bengkak karena sakit." Kata Mega saat memperhatikan tatapan pria itu.

"Tidak masalah, itu hal biasa." Kata Andi.

"Oh ya, apa anda sudah lama tinggal di sini?" Tanya Andi lagi.

"Oh, belum, saya baru pindah beberapa hari yang lalu."

"Benarkah? Saya pikir ini mungkin takdir," kata Andi sambil tersenyum hangat.

"Takdir?" Mega merasa bingung dengan pria itu.

"Mungkin ini takdir kita menjadi tetangga. Saya juga baru pindah kemari. Kemarin pagi."

'Cih! Takdir macam apa itu?' gumam Mega merasa garing dengan pria itu.

Tapi ia juga merasa lebih baik, paling tidak, itu mengalihkan pikirannya dari Eki.

"Itu takdir yang cukup bagus." Kata Mega sambil tersenyum.

.

1
mommy lala
keren sukses selalu...
Dev
ortu yg egois gk sih.. kasian Eki.nya,,org kepercayaannya jg diusir..
Sevira
gila ibu na eki ibu plaing egois asli, dia cuma mikirin diri sendiri ga mikirin anaknya
Nuraishah❤💚
terbaik!!!👍👍👍
puding_laici97
malu
lintang
thor ko tumben sich masalah"a g dibhas tuntas soal ellen,,andi dan erina
Bunga
gak jadi pulang....
Bunga
kejamnya bapakny
Bunga
itu saja???? me.nagnya apa lgi yang kau harapakn???
Bunga
wkwkwkwkkwkwk
Bunga
tapi semua permepuan lengen lelaki kaya...?!?
Bunga
omg... kasihannya dirimu...
Bunga
iya.. gak ada hidup yang berjaln mulus. bahkan jalan tol kadnag macet......
Bunga
jangan keras kepala bu
Bunga
karakter jahat di dunia dongeng bertanbah lagi... penyihir ellen
Bunga
hahahahah kadal dikadalin
Bunga
kebelet pengen punya bayi nih
Bunga
oppssszzz
Bunga
akan lebih nyenyak kalau kau memelukku
Bunga
o astaga..............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!