mengisahkan tentang seorang anak yang terusir dari rumah karna menurut sang papa dia adalah anak pembawa sial. Akhirnya suatu saat nanti Teri mengetahui kalau dia bukanlah putri kandung dari papa yang selama ini dia kenal adalah papa kandungnya.
Siapa yang tahu kalau di balik musibah yang dialami Teri akan membawa dia pada kebahagiaan yang sesungguhnya nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niluh sekar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 16
memasuki usia kandungan ke sembilan bulan, tuan muda kang sangat over protective kepada istrinya, bahkan untuk kemana-mana dia selalu mengikuti istrinya.
" suamiku ayo kita ke taman,.aku sangat bosan di rumah,"
" ayo, tapi tunggu dulu sebentar aku akan ke kamar untuk mengambil jaket dulu karena di luar sangat dingin,"
tuan muda kang bergegas berlari ke kamarnya untuk mengambilkan jaket tebal dan topi rajut untuk istrinya. negara Korea memang sedang musim dingin sekarang jadi tuan muda kang tidak ingin istri dan anaknya kenapa-kenapa. beberapa menit kemudian datanglah tuan muda kang membawa jaket bulu yang sangat tebal dan topi rajut dengan warna senada. dan langsung saja dia memakai kan kepada istrinya sedangkan dia sendiri sudah memakai jaket yang lumayan tebal juga. setelah memakai semua perlengkapan mereka bergegas untuk pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari kediaman mereka. walaupun musim sedang dingin tidak menyurutkan niat warga untuk tetap bermain. banyak anak-anak bermain berlarian di dampingi oleh orang tua mereka masing-masing.
" apakah kita akan seperti itu nantinya, aku sudah tidak sabar menunggu anak-anakku lahir nantinya," tuan muda kang memang yang paling antusias dengan kehamilan istrinya, apalagi saat dia mengetahui dia akan memiliki sepasang anak kembar.
" tentu saja, kita akan mengajak anak-anak kita bermain seperti mereka. apa suamiku sangat bahagia akan memiliki anak?"
" tidak ada hal yang paling membahagiakan saat mengetahui istriku sedang hamil anak ku, bahkan aku sering bermimpi bermain bersama mereka. tidak lama lagi mimpiku akan terwujud, beberapa hari lagi aku akan segera melihatnya.
lama mereka berada di taman itu sambil bercerita banyak hal. dari nama sang anak sampai tempat yang akan mereka kunjungi kelak saat anak-anak mereka sudah bisa di ajak pergi berlibur.tentu saja Negera pertama yang mereka kunjungi adalah indonesia.negara kelahiran nona muda kang teri.
" ayo sayang kita pulang, kita sudah sangat lama berada di luar rumah," tuan muda kang menuntun istrinya untuk sampai ke mobil mereka, tapi sebelum sampai teri melihat penjual makanan di sebrang jalan.
" suamiku, aku ingin makanan itu," tunjuk teri
" tunggulah di dalam mobil, biar aku saja yang ke sana,"
" baiklah,"
setelah istrinya masuk ke dalam mobil tuan muda kang bergegas menyebrang jalanan untuk membelikan makanan yang di inginkan oleh istrinya. tapi baru saja akan memasuki tempat makan tersebut tuan muda kang mendengar tabrakan yang sangat keras, saat dia berbalik badan ternyata itu adalah mobil miliknya yang sudah ringsek dan bergeser beberapa meter dari tempat mobil parkir tadi.
dia teringat akan istrinya yang masih berada di dalam mobil. dia bergegas berlari tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang.
" teriiiiiiiii,"
tuan muda kang berusaha membuka mobil yang sudah ringsek dia bantu oleh warga yang berada di sana, salah satu warga yang melihat kejadian itu sudah ada yang menelpon ambulance. saat pintu itu sudah bisa terbuka dia melihat istrinya yang sudah berlumuran darah. tuan muda kang di bantu para warga mengangkat tubuh kang teri untuk di pindahkan ke mobil ambulance. tak henti-hentinya tuan muda kang meneteskan air matanya melihat keadaan istrinya, apalagi dia melihat banyak darah yang keluar dari ************ istrinya.
sayang bertahanlah, jangan tinggalkan aku. aku masih sangat membutuhkanmu. bukan kah kau mengatakan akan pergi berkeliling dunia dengan anak-anak kita. dan bukan kah kau juga mengatakan akan mengambil hak ku kembali pada ayah dan ibu tirimu. jadi berjuanglah sayang, aku akan selalu mendukung dan melindungimu.
dsar bodoh