NovelToon NovelToon
Clara'S Love Fidelity

Clara'S Love Fidelity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Nikahkontrak
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Triya Widodo

Area 21+
Harap bijak untuk membaca di bawah usia.


Clara wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak laki-laki. Keadaan rumah tangganya tak seperti rumah tangga yang lain, penuh dengan penderitaan dan kesusahan.


Suatu hari, saat mereka berdua bertengkar lagi ada seorang pria yang masuk tanpa permisi dan membeli Clara dan Reno.


Clara yang tersentak kaget dan bingung, "Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku di beli oleh pria yang tidak aku kenal sama sekali?"

"Aku di jual oleh suamiku sendiri! Apa aku sehina itu?"


"Kesetiaan ku yang ku berikan padanya dengan ketulusanku dibalas dengan hina seperti ini."

"Apa kesetiaan ku berujung Cerai seperti mimpi yang tak ku inginkan." Kata Clara dengan menangis sambil menidurkan Reno anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triya Widodo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Clara sibuk memasak dan Tuan Abbas membantu mengiris bawang dan cabe. Pedih di mata Tuan Abbas tidak bisa di tahan, akhirnya terjatuh juga air matanya. Reno melihat nya saja tak kuasa dan memanggil mamanya, "Mama, Papa Abbas menangis." ujarnya mengambilkan tissue.

Aku mendengarnya segera mematikan kompor dan melihat kondisi Tuan Abbas.

Kenapa bisa menangis? Apa bawangnya juga memberi pelajaran pada Tuan Abbas? Batin ku sekilas tersenyum.

"Apa saya boleh melihatnya sebentar?" tanyaku di sampingnya.

"Tidak, tidak perlu. Saya mencuci ke dua mataku dulu." tolak Tuan Abbas menahan malu.

Sial... Kenapa hanya mengiris bawang bisa menangis karena bawang itu, memang perih dan panas. Tapi mana mungkin aku meminta bantuannya. Yang pasti aku rasakan sekarang malu. Batin Tuan Abbas pergi ke wastafel.

"Bibi, minta tolong teruskan masakan saya." suruh ku pada Bi Ani dan menututi Tuan Abbas bersama Reno dan Asisten Lee.

"Iya, Nyonya." jawab Bi Ani melanjutkan.

Sampai di wastafel dekatnya, aku segera mengambil tissue dan membantunya, "Tuan, saya bantu ya." aku mencoba menawarkan bantuan.

"Tidak, saya bisa sendiri." balasnya masih mencuci mukanya.

"Papa Abbas, biar mama yang bantu." usul Reno dari belakang Tuan Abbas.

"Iya, Tuan. Agar mata anda segera tertangani." desak Asisten Lee.

Kenapa masih pedih begini. Apa aku bilang iya saja ya. Batin Tuan Abbas mematikan kerannya.

"Baiklah kalau begitu bantu saya." putus Tuan Abbas menghadap ke arahku yang masih memejamkan mata.

"Tuan, Reno saya ajak pergi makan ya..." ucapnya mengajak Reno pergi.

"Hem..." jawab Tuan Abbas berdeham.

"Silahkan duduk di sebelah sini, Tuan." perintah ku membantunya duduk.

Setelah dia duduk aku mulai membantu membersihkan kedua matanya dengan lap yang sudah aku basahi. Aku tiup secara perlahan di kedua matanya yang masih tertutup dengan membersihkan perlahan.

Tampan, wajah dengan rahang yang tegas serta sedikit bulu di wajah bagian samping. Mungkin kalau tidak di cukur ini akan jadi bisa di sebut " brewokan" , bibirnya seksi, kenapa wajah dan tubuh nya semua seperfect begini. Aku rasa aku mulai mengaguminya. Tidak... Tidak, tidak boleh terjadi, aku tidak boleh mengaguminya atau suka padanya walau sedikit, sebesar biji ketumbar pun juga tidak boleh. Aku terlalu naif untuk menyukainya karena masih teringat bagaimana rumah tangga ku dengan Riko Hilman. Batin ku sambil menggelengkan kepala dengan pelan dan tersadar.

"Apakah sudah selesai?" tanya Tuan Abbas masih memejamkan mata.

"Eh... Iya, sudah. Tuan coba buka mata anda perlahan." jawab ku sedikit mundur darinya.

Tuan Abbas mulai mencoba membuka matanya dan syukurlah akhirnya tidak pedih dan panas lagi.

"Sudah lebih baik?" tanya ku padanya seraya tersenyum senang.

"Iya, sudah walaupun masih terasa sedikit panas." balasnya menatap ku.

"Nanti akan segera membaik dan mata anda masih sedikit memerah di area sini." jelas ku refleks memegang ujung matanya serta wajahnya.

Tanpa menjawab Tuan Abbas memegang punggung tangan ku dengan tatapan dinginnya berubah menjadi ingin di pedulikan dan di perhatikan.

"Tuan Abbas..." panggil ku pelan.

"Iya..." balasnya masih memegang erat tangan ku. Aku mencoba melepas genggaman tangannya tapi tidak bisa.

Aku harus cari cara bagaimana keluar dari genggaman nya karena sudah tidak sopan padanya. Batin ku seraya tetap tersenyum.

"Tuan, saya lihat Reno dulu takutnya dia mencari saya." kilah ku melepas tangannya.

"Jangan pergi, tetaplah di sini beberapa menit saja." putusnya menarik pinggangku lalu mendekap ku erat.

Menyandarkan kepalanya di dada ku dengan sangat tenang.

Ada apa ini? Apa dia terlalu lelah karena pekerjaan sehingga butuh waktu rehat sejenak dengan suasana sunyi ini? Batin ku bertanya-tanya seraya menatap wajah yang tenang itu.

Ku rasa aku mengikuti kata-katanya sebentar.

Sesaat dia membuka mata lalu berdiri dan menunjukkan senyum tipisnya dan pergi. Ya Tuhan... Tanpa berterima kasih lalu aku di tinggal di sini apa maksudnya, sendirian lagi. Batin ku sedikit kesal padanya.

Aku mulai beranjak pergi dari tempat tadi. Melihat Reno yang di temani Asisten Lee dan Bibi Ani, dia makan dengan lahap. Aku berjalan mendekat dan duduk di samping Reno.

"Seenak itu sampai makannya berantakan." godaku pada Reno seraya mengusap rambut Reno dengan tersenyum.

"Iya, Ma." jawab Reno memasukkan makanan di sendok yang terakhir.

"Sudah kenyang dan sangat... Enak!" Reno berkata sambil mengacungkan jempol pada ku.

"Sudah selesai makannya sekarang kita ke kamar ya." Ajak ku pada Reno.

"Tapi Papa baru kemana?" tanya Reno.

"Entah. Mama juga tidak tahu." Jawabku sekilas mengangkat kedua bahu ku.

"Tuan Reno, Papa baru sedang berada di ruang kerja. Tuan Reno tidur saja terlebih dahulu." ucap Asisten Lee.

"Iya..." balas Reno dengan wajah tak sukanya.

"Ayo, Sayang. Katanya besok mau jalan-jalan." kata ku pada Reno berjalan meninggalkan meja makan menuju kamar atas.

"Iya, Ma. Mau!" balas Reno dengan senang.

Bibi Ani membersihkan meja makan dan Asisten Lee pergi ke ruang kerja milik Tuan Abbas. Sampai di depan pintu Asisten Lee mengetuk pintunya.

Tok... Tok... Tok...

Terdengar sahutan dari dalam menyuruh masuk. Asisten Lee segera masuk dan mengucapkan Selamat malam serta memberikan Bow pada Tuannya. Tuan Abbas membalas salamnya seraya masih membalik kertas yang ada di hadapannya.

"Tuan, ada beberapa berkas yang harus di tandatangani sekarang." kata Asisten Lee menyodorkan map yang di bawanya.

"Perihal apa?" tanya Tuan Abbas tak berkutik dari kertas di hadapannya.

"Kerja sama dengan pihak label kontruksi dan kontrak bersama Mr. Jian yang baru ini." jelas Asisten Lee.

"Baiklah. Besok apa jadwal saya?" tanya Tuan Abbas mengambil map itu.

"Pagi, meeting bersama manager bagian pemasaran. Siang, makan bersama dengan pihak direktur utama kontruksi. Malam, acara anniversary direktur Yang." jelas Asisten Lee.

"Tidak ada waktu senggang." gumam Tuan Abbas menandatangi map itu.

"Anda membutuhkan waktu luang, Tuan." ucap Asisten Lee yang teringat saat Reno dan Clara berbincang.

"Iya... Atur jadwal saya." perintah Tuan Abbas menyodorkan map itu.

"Baik, Tuan. Besoknya waktu luang anda sangat panjang." balas Asisten Lee menerima map.

"Oke. Anda boleh beristirahat." suruh Tuan Abbas melonggarkan dasinya.

"Anda juga silahkan beristirahat dulu, Tuan." kata Asisten Lee yang tidak enak mendahului Tuannya.

"Kamu mau lembur apa pulang sekarang?" tanya Tuan Abbas dengan tegas dan memicingkan bola matanya.

"Baik, Tuan. Saya pulang terlebih dahulu. Terimakasih. Selamat malam." jawab Asisten Lee segera keluar dari ruangan itu.

"Selamat malam." balasnya dengan dingin.

**Flashback Clara dan Reno.

Sampai di kamar Reno mengganti baju dengan piyama agar tidurnya nyaman dan di bantu Clara.

"Mama, Papa baru tadi kenapa terlihat begitu?" tanya Reno pada Clara.

"Terlihat gimana, Sayang?" tanya balik pada Reno**.

1
Ratna Puspita
semangat kak
Lina Zascia Amandia
Like dan Fav sdh menyapa....
Toni Hartono
Clara .......
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Toni Hartono
clara....
Wajah Boneka
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
PrincessFuzzie
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
moonjuice
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:窶コ semangat ya author
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
alchemyworks
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
TickleStar
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
sharing_genes
Yang punya daya tarik bukan magnet aja. Tapi karya author juga, lho! Hahaha.. semangat lanjut kak!
Zizi Suartini
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita‾!!
kisses and martini
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Hustle Flyswat
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
Berkilau
Ceritanya gak ngebosenin, pokoknya aku dukung terus thor!
Zizi Suartini
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 2 replies
adalahdarling
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Eja Drajat Adriansyah
Imajinasi tanpa batas. Mantap! 総晶
skyeandstaghorn
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
SecretFruity
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Rahmat Emas
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!