NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Lowongan Kerja Jadi Pelakor

Es krim rasa kacang hijau melumer lembut di dalam mulutku. Kuambil sesendok lagi lalu menyuapinya lagi. Sensasi dingin, lembut dan manisnya sungguh aku sukai. Bahkan hidungku sampai berair karena terlalu banyak makan es krim.

Sedangkan Yolanda menikmati es krim rasa durian. Kami berdua duduk di atas karpet bulu warna coklat tua yang tergeletak menutupi sebagian lantai kamar indekos sahabatku. Di atas kepala kami masing-masing ditutupi dengan handuk hangat karena kami baru saja mengoleskan masker rambut.

"Yol, ada yang mau aku omongin sama kamu," kataku seraya meletakan mangkuk es krim yang sudah habis di dekat kaki tempat tidur.

"Soal apa?" sahut Yolanda tanpa menoleh, sibuk melahap es krimnya

"Soal Tuan Asland."

"Ada masalah apa lagi sama dia?"

"Eum...." Kugigit bibir bawahku karena sebenarnya aku masih ragu untuk membicarakannya pada Yolanda.

"Aku ... Eum, aku mau mengundurkan diri dari bar, Yol."

Akhirnya kuberanikan diri mengutarakan niatku pada Yolanda. Seketika gadis itu terperanjat, segera meletakan mangkuk es krimnya di lantai dan menatapku dengan intens.

"Serius kamu mau mengundurkan diri?"

Manikku bergoyang resah membalas sorot mata Yolanda. "Sebenarnya ... Sebenarnya, eumm ... Aku ... Aku mau kerja sama Tuan Asland."

Sontak dahi Yolanda mengernyit. "Bukannya kamu sudah kerja sama Tuan Asland di perusahaannya?"

"Tapi pekerjaan yang sekarang ini bukan di perusahaannya, Yol."

"Terus di mana, dong?"

"Di ... Apartemennya."

"Apa! Serius kamu mau kerja di apartemennya? Wah, tidak benar ini! Tuan Asland nawarin kamu lowongan kerja jadi pelakor?"

"Ssssttt..."

Lekas kuletakan jari telunjukku di mulutnya.

"Jangan kuat-kuat, Yolanda!" sambungku lagi.

"Aku serius? Kamu mau kerja apa coba di sana?" Yolanda masih mengawasiku dengan sorot mata mengintimidasi.

"Aku kerja jadi pembantunya, Yol. Bukan jadi pelakornya!"

"Yang buat aku ragu, tuh. Kenapa harus kamu, Ndy?"

Lantas kutarik napas dalam-dalam untuk memulai semua penjelasanku.

"Kemarin malam waktu ketemu di bar, Tuan Asland tawarin aku kerja jadi pembantunya di apartemen, Yol. Dia mau kasih aku gaji lebih besar, 3x lipat. Aku pikir kalau gajinya besar, aku bisa cepat melunasi semua utangku sama dia."

"Yakin kamu mau kerja di apartemennya? Kalau dia apa-apain kamu bagaimana?"

Pertanyaan terakhir yang dilontarkan Yolanda seketika membuatku terdiam. Benar juga yang dikatakan oleh Yolanda. Apalagi Tuan Asland menyuruhku untuk tinggal di situ. Tidak ada yang bisa menjamin apa yang akan terjadi dan tidak terjadi di kemudian hari, bukan?

Aku pun terpikir untuk membuat sebuah surat perjanjian tertulis yang harus dibubuhi materai juga tanda tangan Tuan Asland. Sebelum mengetiknya, kupikirkan dulu hal-hal apa saja yang harus kutulis.

Setelah berhasil merangkum dan mencetaknya menjadi selembar surat, tujuan utamaku sekarang adalah mencari Tuan Asland untuk memberikan surat perjanjian itu padanya.

**

Jam sudah menunjukan waktu pulang untuk semua karyawan G.F Company. Seperti penguntit, diam-diam aku bersembunyi di balik sebuah mobil yang letaknya tidak jauh dari mobil Tuan Asland. Ya, aku berencana menunggu pria itu di rubanah lalu memberikan surat perjanjian itu padanya.

Sudah satu jam lebih aku menunggu, agaknya keberhasilan belum mau mendekat. Aku hanya melihat Asisten June yang datang ke rubanah dan mengambil mobil Tuan Asland.

'Ah, bodohnya aku! Tentu saja Tuan Asland tidak muncul karena pastinya, dia hanya akan menunggu di lobi utama.'

Hari selanjutnya aku sudah memata-matai gerak-gerik Tuan Asland yang pergi keluar untuk makan siang. Rencanaku kali ini, aku akan menyergapnya di dekat lift saat dia kembali. Beberapa saat kemudian, Tuan Asland memang datang. Ia masuk dari lobi utama dan berjalan menuju lift bersama Asisten June.

'Ini saatnya untuk bisa bicara dengan Tuan Asland. Ya, benar.'

Sekonyong-konyong aku berjalan cukup cepat agar dapat bersemuka dengannya sebelum dia naik lift.

"Tuan Asland!" panggilku.

Sontak Tuan Asland terkejut melihat kemunculanku. Bahkan reaksi asistennya lebih parah lagi, seperti seorang detektif Sherlock Holmes, dengan sorot mata mengintai dia terus mengamatiku dari atas kepala hingga ujung kaki. Seakan-akan ada hawa penjahat yang muncul dari dalam tubuhku.

"Permisi Tuan, Pak Rudy, direktur pemasaran mau berbicara dengan Tuan."

'Maafkan aku, Pak Rudy. Aku terpaksa berbohong memakai namamu.'

"Suruh dia datang langsung menemuiku."

"Baik Tuan."

'Yes, berhasil!' ungkapku girang selagi melihat pimpinan G.F Company itu pergi masuk ke dalam lift bersama Asisten June.

Beberapa saat kemudian.

Kutarik napas dalam lalu kuembuskan perlahan. Kulakukan hal itu beberapa kali untuk mendapatkan keberanian. Setelah merasa mentalku cukup siap, aku pun pergi ke ruangan kantor presiden direktur yang berada di lantai lima belas gedung perusahaan G.F Company.

Orang pertama yang harus kulewati lebih dulu sebelum bisa masuk ke ruangan kantor presiden direktur adalah si Sherlock Holmes tadi alias Asisten June. Aku pun berdiri di depan meja kerja pria itu sekarang.

"Selamat sore, Pak June."

"Sore, kenapa kamu di sini?"

"Maaf Pak June, Pak Rudy tidak bisa datang menemui Tuan Asland. Jadi aku yang disuruh menggantikan Pak Rudy untuk memberikan dokumen ini."

Kupeluk sebuah dokumen yang menjadi tameng alasanku. Di dalam dokumen itu sudah kuletakan surat perjanjian yang kubuat. Mudah-mudah Asisten June mempercayaiku.

"Coba aku lihat dokumen itu?" Tangan Asisten June menjulur.

"Maaf Pak, bisa tidak kalau aku saja yang langsung memberikan dokumen ini untuk Tuan Asland?"

Asisten June diam sesaat.

"Baiklah, tunggu sebentar."

Rupanya Asisten June menghubungi Tuan Asland melalui panggilan telepon. Ia bertanya apakah Tuan Asland mau menerimaku. Tuan Asland yang berada di dalam ruangan kantornya menoleh ke arah kami. Sialnya, presdir arogan itu tidak mau menemuiku.

"Maaf, Tuan Asland sangat sibuk dan tidak mau menerima tamu sekarang."

"Tolong Pak June! Aku mau bertemu Tuan Asland sebentar saja."

"Maaf, tidak bisa."

Tuan Asland yang melihatku berdebat dengan Asisten June dari ruangan kantornya, memilih untuk menelepon Asisten June lagi. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, usai panggilan telepon ditutup, Asisten June memperkenankan aku masuk ke ruangan presdir.

"Kamu boleh masuk ke ruangan presdir sekarang.."

"Terima kasih, Pak June. Terima kasih!"

Senyumku mengembang lebar padanya. Kemudian aku beranjak menuju ruangan kantor presiden direktur.

Tok! Tok! Tok!

Kuketuk pintu beberapa kali.

"Masuk!" Seruan dari dalam.

Ceklek!

Kulongokan kepala dahulu sebelum menjejakan kakiku ke dalam.

"Selamat sore, Tuan."

Namun, balasan yang Tuan Asland berikan padaku adalah sorot matanya yang tajam. Mendadak perasaanku mulai tak enak.

"Apa yang kamu lakukan, hah! Seenaknya mendatangiku di sini! Apa kamu pikir ini bar? Jadi kamu bisa dengan mudah menemuiku? Statusmu apa di sini? Cuma karyawan magang!"

Pria itu memarahiku habis-habisan setibanya aku di depan meja kerjanya.

"Maaf Tuan, a-aku cuma mau Tuan melihat surat perjanjian yang kubawa ini," ujarku merendah seraya meletakan dokumen di atas meja kerjanya lalu kubuka sampulnya.

"Aku tidak mau melihatnya! Ambil dokumen itu dan pergi dari sini!"

Gerakan kepalanya mengusirku.

"Ini tentang tawaran Tuan untuk bekerja di apartemen," terangku seadanya.

Mendengar hal itu, Tuan Asland diam. Ia memalingkan wajahnya dariku. Menghela napas kasar hingga aku dapat mendengar embusan napasnya. Kupikir Tuan Asland mulai melunak. Ternyata dia jadi bertambah marah.

"Apa kamu tahu itu urusan apa? Apa kamu pikir itu ada hubungannya dengan perusahaan? Lancang sekali kamu membawa urusan luar ke kantor ini! Apa kamu tidak bisa membedakan mana urusan pribadi dan yang mana urusan pekerjaan! Kenapa orang bodoh sepertimu bisa magang di perusahaanku!"

Glek....

Kutelan saliva dalam. Sedikit syok batinku mendengar kata-kata pahitnya. Meskipun begitu, aku tetap merendah bicara di depannya.

"Jadi di mana aku bisa bicara tentang ini dengan Tuan?"

"Temui aku di Gardenia Restoran sepulang kerja nanti!"

"Baiklah Tuan. Maaf aku sudah mengganggu waktu Tuan sore ini."

Kuanggukan kepala sebagai bentuk permohonan maaf. Lalu kuambil dokumen yang tadi kuletakan di atas meja kerja Tuan Asland dan bergegas pergi dari situ.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!