NovelToon NovelToon
Obsessive Love Disorder

Obsessive Love Disorder

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:230.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Ketika cinta mewujud menjadi pengekangan.

Aditya terlalu takut kehilangan ku. Dia terlalu khawatir jika aku akan pergi darinya suatu saat nanti. Dia tidak menyadari bahwa cintanya kini berubah menjadi obsesi.

Sikap nya yang terlalu posesif,selalu membuatku takut kepada dirinya. Dia sudah membuatku terpenjara batin, aku sudah terlanjur terjebak dengan kehidupan nya.

Aditya sebagai public figure yang terkenal,terus meminta ku untuk bertahan dengan kehidupan nya yang selalu di atur oleh orang lain. Sama sekali sulit memiliki privacy untuk dirinya sendiri. Ini resiko dia sendiri,dan tentu resiko ku yang selalu di sembunyikan nya dari semua orang.

Entah sampai kapan akhirnya Aditya akan menunjukan ku kepada dunia bahwa aku adalah kekasih nya, dan entah sampai kapan aku akan bertahan dengan situasi seperti ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi buruk

Keesokan nya kami kembali ke Resort kami sebelumnya untuk persiapkan yang lain nya. Dan seperti biasa,aku dan Aditya bertingkah seolah tidak ada yang terjadi apa-apa pada kami,padahal tadi malam adalah malam yang tidak pernah aku bayangkan bisa terjadi di dalam hidupku,apalagi aku melakukan nya dengan Aditya yang katanya artis bintang film besar.

Saat semua orang tengah berjalan kembali menuju Resort aku melihat Cateline mengejar Aditya dan langsung menggandeng tangan Aditya di depan ku. Aditya terkejut menghentikan langkah nya dan langsung reflek melirik ku kebelakang mungkin mencari keberadaan ku,dia pasti ingin memastikan apakah aku melihat mereka atau tidak. Mata kami bertemu,aku langsung mendelikan mataku dan langsung berjalan cepat melewati mereka berdua.

“Dit nanti malem jadikan ke club” tanya Catelin di belakang ku yang masih saja terdengar oleh ku.

“Ayolah ini malam terakhir kita disini,kita harus coba club disini kan? Yang lain udah setuju loh” Catelin terdengar membujuknya dengan manja.

Aku berusaha tidak melirik nya kebelakang, dan tiba tiba seseorang berdiri di depan ku membuatku sedikit terkejut.

Glenn. Dengan senyuman nya yang selalu manis dia tiba-tiba berdiri di hadapan ku.

“Deb, malem ini kamu sama temen temen kamu ikut kan?” Tanya Glenn.

“Hey mas” sapaku kikuk.

“ikut kemana ?” Lanjut ku.

“Club malam” ujarnya sambil tersenyum.

Aku mengambil kesempatan ini untuk membalas Aditya di belakangku.

Aku lingkarkan tangan ku di lengan Glenn dengan hati-hati dan perlahan.

“Aku sama teman temen aku ikut kok mas” Ucapku manis kepadanya.

Glenn terlihat bingung dengan gandengan tanganku, aku menyeretnya pergi dari sana membirkan Aditya dan Catelin memperhatikan ku.

Setelah menjauh dari semua orang aku melirik ke belakang memastikan Aditya sudah tak terlihat lagi lalu aku melepaskan gandengan ku.

“Kamu kenapa ?” Tanya Glenn akhirnya.

“Ngga mas, ngga kenapa napa emang kenapa ?”

“Kok kamu malah tanya balik sih” ujar nya sambil tertawa.

“Iya aku emang ga kenapa kenapa kok mas, ya udah aku masuk kamar dulu ya, bye mas”

Aku yakin Glenn masih bingung dengan sikap ku yang aneh. Dia pun pasti mengira aku memiliki rasa terhadap nya. Tak apa, aku membiarkan prasangka nya seperti itu,agar Aditya tahu jika aku memang masih dekat dengan Glenn.

___

Malam pun tiba, teman teman ku sudah siap berdandan di kamarku. Begitu heboh nya mereka karena sangat senang akan di ajak ke tempat hiburan malam di Sumba. Tempatnya nya berada di pesisir pantai juga, club malam yang terbuka, ada kolam renang besar disana,dan musik yang khas yang selalu di mainkan oleh disk jokey nya,dan tempatnya begitu luas sekali,tempat itu adalah salah satu tempat favorit yang selalu di kunjungi wisatawan negri maupun luar Negri.

“Gue seneng banget deh bisa clubing sama artis artis terkenal” seru Caca.

“Ih ga sabar gue pengen pergi,cepetan dong Syen lo lelet banget sih” kesal Sisil pada Sienna yang masih saja merias wajahnya.

Pakaian mereka begitu seksi dan tampak cantik dengan riasan wajah yang tidak terlalu mencolok namun tampak mempesona,dan tentu saja mereka lah yang sudah mempermaku merubahku menjadi seorang wanita yang seksi,dengan dandanan yang cantik, dan pakaian yang sedikit terbuka.

Kami berempat pergi menggunakan mobil yang sudah di sediakan Mas Dias khusus untuk mengantarkan kami. Sementara yang lain sudah berada disana lebih dulu.

Begitu masuk ke tempat hiburan malam itu, kita di suguhkan dengan suara musik yang begitu riuh dan di campur dengan suara orang orang berteriak seru di dalam sana.

Kami melewati orang orang yang tengah menari di lantai dansa. Aku melihat sosok Aditya yang sedang duduk di meja bar tenders dengan Catelin di lahunan nya ,dia dan teman teman nya yang lain berkumpul dan tertawa bahagia disana. Aku begitu kesal melihat Catelin begitu mesra dengan Aditya. Kenapa bisa aku begitu kesal melihat mereka seperti itu,lagi-lagi kejadian tadi malam menghantuiku. Kenapa bisa aku melakukan hal itu dengan Aditya? Jika seperti itu aku yakin Aditya pasti mengira aku seperti wanita-wanita murahan lain nya yang mau dengan mudah di ajak tidur dengan dia.

“Hey deb,kamu cantik banget” sapa Glenn dengan langsung memegang pinggangku.

“Hay. Mmm.. makasih” ucap ku tersipu malu.

“Yuk kita gabung sama yang lain” Glenn masih memegang pinggangku dan membawaku dan teman temanku ke meja bar.

Aditya terkejut melihat kehadiran ku ,dia memperhatikan ku dari bawah kaki sampai kepalaku. Dia kesal,aku bisa rasakan itu.

“Hey deb, pesen minum aja nanti ya kalo haus boleh apa aja” sapa Mas Dias dengan sebuah gelas minuman di tangan nya.

“Oke mas thank you” ucap ku sambil tersenyum.

“Deb kita di sana ya” ucap Caca menunjukan salah satu meja bundar.

Aku menganggukan kepalaku.

“Mas aku ke toilet sebentar ya” pintaku kepada Glenn.

“Oiya ada disana” dia menunjukan toilet di ujung ruangan dan aku segera pergi ke toilet.

Keluar dari toilet aku sedikit tersentak ketika melihat sosok Aditya di depan toilet. Dia bersandar di tembok dengan tatapan begitu tajam saat melihat ku.

Aku berusaha mengacuhkan nya. Dia menarik tangan ku menahan ku pergi.

“Apa sih,lepasin”

“Nyaman pake baju kaya gini?”

Ujarnya dengan nada kesal.

“Loh kenapa? Baju aku kurang terbuka ya?” Ledek ku sambil memperhatikan bajuku

“Kamu ga pantes pake pakaian seperti ini”

“Terus menurut kamu, cuma Catelin aja yang pantes memperlihatkan kemulusan badan nya?” ujarku yang sudah muak mendengar dia terus mengomentari pakaian ku.

“Buat apa sih kamu kesini ?” dia masih saja menyebalkan.

“Kenapa ? Terserah aku dong,ini kan tempat umum” ketus ku,lalu aku pergi meninggalkannya.

Aditya terus saja membuat ku kesal dengan sikap nya yang egois.

“Deb kamu kenapa?” Tanya Glenn saat melihat ku keluar dari toilet dengan wajah yang sudah kusut.

“Ngga mas,aku baik baik aja”

Tiba-tiba Glenn memegang kedua pinggang ku, membuatku terpatung.

“Kita ke tengah ya” ucap Glenn di telingaku karena dia tau jika suara musik mengganggu pendengaranku.

Aku melirik Aditya yang sudah kembali bersama Catelin. Dia melihat ku dengan wajah kesal nya. Aku membiarkan Glenn menggiringku, dia mengajaku untuk menari mengikuti alunan lagu.

Aku masih mencuri pandang ke arah Catelin dan Aditya yang masih duduk di meja bartender. Catelin melingkarkan tangan di leher Aditya, dan merekatkan tubuhnya ketubuh Aditya. Aditya terus meneguk minuman alkohol yang ada di samping nya.

Akupun tidak ingin kalah dengan nya, aku menari membelakangi Glenn dan merekatkan tubuhku dengan nya. Glenn pasti bingung kenapa aku bisa se agresif ini kepadanya,namun dia sama sekali tidak terlihat keberatan dengan apa yang sudah aku lakukan.

Aditya terlihat risih, dan terus meneguk alkoholnya dengan wajah yang begitu kesal, dia cemburu, aku tahu itu.

Aku menari begitu powerfull diantara teman teman ku, kami bahagia bersama dan tertawa bersama,aku terus berjoged bersama Glenn yang sepertinya sudah gemas ingin memeluk ku namun tidak ada keberanian. Aku bisa melihat wajah nafsunya itu.

“Deb aku bawa dulu minum ya” ucapnya di telingaku sedikit berteriak

“Iyaa” jawabku dengan berteriak juga.

Dia menghampiri meja bar tenders dan terlihat berbincang dengan Aditya yang sudah terlihat mabuk.

Tiba-tiba semua orang berhenti menari dan terlihat berlari mengerumuni sesuatu di dekat meja bartenders.

“Ada apa?” Tanyaku.

Teman temanku mengangkat bahunya menandakan mereka pun tidak tahu.

Dan akhirnya aku melihat beberapa orang seperti sedang memisahkan perkelahian di meja sana.

“Aditya!” Begitu terkejut nya aku melihat dia meronta ronta berusaha melepaskan diri dari orang orang yang menahan nya.

“Masalah lo apa!” teriak Glenn terdengar begitu emosi.

Glenn pun terlihat di pegang oleh Andhika untuk tidak terbawa emosi.

“Lo emang Brengsek!” teriak Aditya sambil terlihat mabuk.

Glenn menyeka luka di bagian bibir nya dengan nafas yang begitu berat.

“Glenn berantem sama Aditya ya” tanya Caca membuatku panik terus berdiri di tempatku.

“Kita pulang” ucapku merasa takut.

Caca dan yang lain hanya melempar pandang, tanpa berfikir panjang aku pergi meninggalkan tempat malam itu dan di ikuti semua teman teman ku yang pasti merasa kebingungan dengan sikap ku yang seperti ketakutan.

Aku masuk kedalam kamar ku dan duduk di samping tempat tidurku, memikirkan hal yang baru saja terjadi. Aku berfikir,apa Aditya berkelahi karenaku? Apa sebegitunya dia tidak suka melihat ku dengan Glenn ? Aku ingat saat Aditya mengatakan jika dia tidak bisa melihat ku dengan orang lain,apa dia benar-benar tidak suka sampai seperti ini ?

Aku menggelengkan kepalaku, bingung dengan semua hal yang berkecamuk dalam fikiran ku. Kenapa aku harus ada dalam posisi seperti ini.

Aku segera pergi mandi dan mengganti pakaian ku. Berharap semua fikiran ku akan hilang setelah terbilas air.

Tok…tok…tok

Dengan malas aku menghampiri pintu ku dan membuka nya. Begitu terkejut nya aku melihat orang yang sudah berdiri di balik pintuku ‘Aditya’ secepat mungkin aku berusaha menutup pintunya kembali namun Aditya menahan nya dengan satu tangan.

“Mau apa kamu kesini?” Tanya ku dengan begitu malas.

Dia hanya diam menatap ku sayu dengan tangan yang masih menahan pintuku.

Aku melirik kanan kiri takut jika ada orang yang melihat kedatangan Aditya di sini. Dengan kesal aku membiarkan dia masuk dan menutup pintu ku kembali.

Aditya langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan menghela nafas yang dalam. Aku berdecak kesal melihat kelakuan nya dan kembali membereskan barang barang ku ke dalam koper.

“Aku sudah bilang, aku tidak suka liat kamu dengan Glenn” ucap nya yang masih merebahkan diri di kasurku terdengar begitu lemah.

Aku diam tak menjawab nya.

“Glenn itu cuma main-main..” lanjutnya.

“Ya terus kenapa kalo dia main-main ?” Ucap ku dengan kesal memotong ucapan nya.

Kini Aditya yang terdiam dan dia bangun menatap ku dengan lemas.

“Aku bener-bener ga ngerti kenapa bisa kamu larang aku untuk dekat sama orang lain,semetara kamu bebas dekat dengan siapa saja ?”

Aditya memalingkan wajah nya.

“Aku juga tidak pernah mau kehidupan ku di atur orang lain,kamu ingat itu ? kamu fikir aku senang dengan keadaan aku yang seperti ini?”

Jawaban nya berhasil membuat ku kembali diam.

Dia menghampiriku dan berdiri tepat di hadapan ku. Aku diam menunggu dia berbicara. Dia banyak minum alkohol tapi dia terlihat tidak begitu mabuk,dia masih terlihat bisa sadar,namun tetap saja dia sedang dalam pengaruh alkohol.

“Bi, selama ini aku tidak pernah keberatan untuk dekat dengan siapapun demi sukses nya project film yang aku perankan di dalamnya. Sebelum nya aku tidak pernah peduli jika aku harus menjalin hubungan dengan lawan mainku. Tapi sekarang rasanya sulit sekali aku harus membangun chemistry dengan Catelin, aku tidak bisa…”

Ucap nya begitu sungguh-sungguh. Aku masih diam menatap dia menengadahkan kepala karena dia memang tinggi dan tidak mau mengalah untuk duduk saja saat bicara.

“Aku tidak pernah meminta kamu untuk mengerti,bahkan aku juga tidak pernah meminta kamu untuk datang ke kehidupan aku. Aku pun tidak pernah mau akhirnya aku jatuh cinta sama kamu,cemburu seperti ini, ini bukan lah hal yang aku inginkan” ucap nya dengan penuh kejujuran.

Akhirnya dia mengakui jika dia mencintaiku.

“Terus aku harus apa?” Tanyaku bingung.

“Aku juga belum tahu jawaban untuk pertanyaan itu” jawab nya.

Kita kembali saling tatap dengan diam lalu dia mencium bibirku. Di tengah mabuk nya dia menanggalkan semua pakaian nya dan pakaian ku dengan tak hentinya mencium ku. Dan malam itu terjadi lagi.

___

Keesokan paginya, aku terbangun mendengar suara ketukan pintu di kamarku.

Tok..tok..tok

“Deb kamu sudah bangun?” Ucap laki-laki di balik pintu kamar ku.

Aku langsung terbangun begitu mendengar suara Glenn di balik pintu,aku melihat Aditya di sampingku yang masih tertidur dengan tangan memeluk ku.

“Deb…” panggil Glenn lagi.

Aku beranjak dari tempat tidur ku dengan cepat dan memakai pakaian yang berserakan di lantai.

“Deb..”

“Iya mas aku sudah bangun” respond ku dengan panik. Dan membuat Aditya terbangun mendengar kegaduhan ku.

“Deb kamu mau ikut liat sunrise kan ? Temen-temen kamu udah nungguin”

Aditya bangun dari tidur nya setelah dia mendengar siapa yang sudah membangunkan tidur pulas nya. Aditya duduk dan bersandar di atas kasur dengan melipat kedua tangan nya dengan wajah yang begitu dingin dan santai. Dia masih tak berpakaian,hanya selimut yang menutupi bagian pinggang sampai kakinya.

“Kamu ngapain? Cepet bangun !!” Ucap ku berbisik dengan kesal kepada nya.

Dan Aditya hanya diam dengan dingin nya. Dia enggan untuk bangun.

“Deb..” panggil lagi Glenn.

“Kamu gak apa-apa kan?” Tanya nya.

“Euh mas kayak nya aku masih ga enak badan deh, aku ga ikut ya” ucap ku dengan panik dan mata terus menatap Aditya.

“Kamu masih sakit? Mau aku temenin ?” Tanya Glenn yang membuat Aditya mengangkat kedua halisnya.

Kenapa Glenn harus berkata seperti itu?

“Nggaa mas ngga,euh aku mau istirahat aja ya lanjutin tidur” panik ku yang sudah melihat Aditya begitu tidak nyaman.

“Oke kalo gitu,aku tinggal ya”

“Iya mas”

Dan sepertinya Glenn langsung pergi dari depan kamarku.

Aditya benar-benar membuat ku kesal dia terus diam di atas kasur nya dengan tenang.

“Kenapa kamu tidak buka saja pintunya?” Tanya nya.

Aku mengangkat satu halis ku dan menggelengkan kepala melihat tingkah nya yang begitu menyebalkan.

Aku pergi ke kamar mandi dan membersihkan diriku,sementara Aditya kembali menarik selimut dan berbaring di atas tempat tidurku.

Setelah selesai mandi,aku memakai baju dan mengikat tali sepatuku untuk pergi ke Restaurant mencari sarapan.

“Mau kemana ?” Tanya Aditya yang masih saja berbaring di atas kasurku tanpa memakai pakaian.

“Mau cari makan,kenapa ? Ga boleh?” Tanya ku sinis.

Dia tak menjawab dan pergi ke kamar mandi.

Aku keluar dari kamarku,dan begitu terkejut nya aku ketika melihat ketiga teman ku yang sudah berdiri di depan kamarku.

“Hay Deb…” sapa mereka bersamaan.

“Hay girl” ucapku begitu panik.

“Lo udah baikan?” Tanya Caca.

“Hah ? Oh udah kok,gue cuma masuk angin doang gara-gara semalem” aku masih begitu panik.

“Eh gue minta minum dong deb haus gue tadi ngejar sunrise kesiangan akhirnya pulang lagi deh” ujar Sisil yang hampir saja membuka pintuku.

Aku langsug menghadang nya dan memegang daun pintu agar tetap tertutup.

“Eh gue ga ada minum justru, kita langsung ke Resto aja yuk gue laper banget nih” ucap ku yang langsung menggiring mereka menjauh dari kamarku.

Aku yakin mereka pasti bingung dengan tingkah ku yang aneh.,namun mereka tak memperdulikan itu dan mengikuti keinginan ku.

1
ein
baguss
Hesti Cahyaningtyas
kereeen bgt novelnya.. baca ikutan baper. telah thor sdh membuat novel sebagus ini.. sukses...
Lia Raffasya
cerita bagus banget kak
Lina Maryani
jgn keseringan konfliknya thor
Ig : Egagege: Trouble nya cuma sampe danu kok kak 😁 terimakasih
total 1 replies
Lina Maryani
hubungan yg tak sehat
Lina Maryani
cerita bgs sepi peminat.....
Lina Maryani
cerita bgs sepi peminat.....
Ig : Egagege
Thank for support
dwiptrrhy _
hai thor, aku udah mampir dan ngelike nih. di tunggu flashback nya ya. jangan lupa komen juga hehee
makasih ☺
Dwi Apriliani
yah dah ngg da lagi novel yg ku tunggu2 huffff sedih deh
goodgirl
Danuuuuu please dont go 😭
goodgirl
Untung Aditya nya bijaksana,kalau aja Dhebi boleh mencintai dua laki hehe
goodgirl
I love you Danu 💙
goodgirl
Semangat ya thor aku tunggu karya selanjutnya
Debi'NaImton: Hallo kaa...salam kenal dari

"PERNIKAHANKU PELUNAS HUTANG"

&

"KEKASIH BAYANGAN TANIA"

Yuks kita saling dukung dengan Like,coment and Vote yaaaa...❤️❤️❤️

Terimakasih👍
total 1 replies
vivian
Sedih banget sih thor,kenapa bisa baca sambil sakit gini 🥲
Umie Irbie
aku masih pengen sama danu thor,. 😩🤧
Umie Irbie: owhh,. yaaaa harus itu thor
total 2 replies
Umie Irbie
huft,. pasti kangeeeeen udahan niiiii😩🤧
Umie Irbie
othor,. kenapa jadi begini 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧😩😫😭😭😭😭😭😭😭 danuuuuu jangan mati 😭😭😭😭😭😭😭
Umie Irbie
othorrrrrr kenapa kamu jahat sekali 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 huwaaaaaa ngg rela,. danuku yg malang😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧😫😫😫😫😫😫
hannina
aaaaaaaaaaaaa...nyesek banget
Ig : Egagege: Aku juga yang nulis nya nyesek kak 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!