NovelToon NovelToon
Supir Untuk Sang Nyonya

Supir Untuk Sang Nyonya

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Black_queen

NOVEL PERTAMA YANG BELUM MENGENAL ILMU LITERASI. Harap maklum dan berkomentarlah yang positif. Masih tahap belajar sedikit demi sedikit.


Aku hanyalah lelaki yang hidup dari keluarga sederhana. Tak banyak yang bisa di harapkan dari ku. Sebuah tragedi mengharuskan aku merantau ke sebuah kota di pulau S.
Disanalah titik balik hidup ku bermula.
Disanalah aku bertemu dengan seseorang yang membuatku lebih berarti.
Walaupun aku hanyalah seorang supir, tapi dia mengubahku menjadi sosok menawan dan mencintai diri sendiri.

Ikuti kisahku, seorang MALIK JAYADI yang hanyalah seorang supir yang mampu menaklukkan kerasnya hidup..

harap bijak dalam memilih bacaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black_queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Terungkap

...Aku memecah kesunyian halaman rumah...

sakit dengan suara angkot yang berisik.

Banyak orang memandang kami.

Mas Toni yang terbangun karena angkot

berhenti, perlahan membuka matanya dan

mengerjap-ngerjapkannya supaya tak terasa

mengantuk lagi.

"Aku telpon ibu dulu mas, Fatma dirawat

dibangsal mana," sambil mengeluarkan ponsel

jadul dibalik saku celana.

Tak berapa lama, panggilanku akhirnya

mendapat jawaban.

"Bu....kami sudah sampai, Fatma dirawat di

bangsal mana?" tanyaku cemas.

"Masuk saja nak, nanti tanya keperawat

ruangan Dahlia nomer 12A ya, di lantai satu

kok tempatnya," jelas Zainab.

"Iya bu....kami segera kesana!" sahutku dan

langsung mematikan ponsel jadul.

"Ayo mas! mereka sudah menunggu kita

didalam," panggil Malik pada Toni

disebelahnya yang terlihat bingung.

Dia hanya menganggukkan kepalanya saja

tanpa menjawab perkataanku.

Aku ke bagian personalia rumah sakit

menanyakan kamar Fatma yang di sebut bu

Zainab tadi ditelepon.

Selang beberapa menit kemudian aku sudah

sampai di depan kamar perawatan Fatma.

Mas Toni yang sudah tidak sabar langsung

masuk kedalam kamar itu.

Dia melihat Fatma terbaring di brankar dengan

kepala terbalut perban serta cairan infus yang

tergantung di sebelahnya.

Kedua orangtuanya duduk di sofa sebelah

brankar disudut kamar.

Dia melihat ibu Zainab bercucuran air mata.

Toni langsung menghampiri mereka dan memeluk mereka berdua sambil menanyakan

keadaan Fatma.

"Adekmu masih belum sadar nak, dokter

bilang luka di kepalanya gak begitu parah,

dokter juga bilang kalau harus menunggu

sampai 24 jam baru Fatma akan sadar dari

pingsannya."

Jelas Zainab sambil terisak.

"Adekmu mengalami shock parah, makanya

walaupun lukanya sudah di atasi dan diobati,

dia belum sadar juga." Ahmad menambahkan.

Aku hanya melihat dan mendengarkan mereka

bertiga membicarakan keadaan Fatma.

"Syukurlah lukanya gak parah, tinggal

menunggu dia sadar," batinku lega.

"Kita harus tau kenapa Fatma bisa kecelakaan,

dia kalo menyetir gak pernah kenceng....

sewajarnya, pasti ada yang menghalanginya.

Entah itu sengaja atau tidak," Toni mulai emosi.

"Sudahlah nak, kita tunggu adekmu bangun

dulu, barulah kita tanyakan dia kejadian

sebenarnya.

Toni hanya mengangguk pasrah.

Kehadiranku seakan tenggelam karena

mereka bertiga yang tengah memikirkan

keadaan Fatma.

Tiba....tiba...

Krieeeettt....

Pintu kamar terbuka, terlihat seorang suster

membawa cairan infus di nampan yang

dia bawa.

"Maaf semuanya...sekarang waktunya

mengganti cairan infus pasien, mohon

tenang ya! seru suster ramah sambil

tersenyum.

Kami hanya mengangguk saja dan menepi.

Memberi suster celah untuk lewat.

Selang beberapa lama, setelah suster

mengecek kondisi Fatma, dia pun keluar dari

kamar rawat.

Bu Zainab yang menyadari kehadiranku

mulai menyapa dan menyuruhku duduk di

sampingnya.

"Maaf nak Malik, kami tadi mengacuhkanmu,

sini duduk dulu nak! suruhnya sambil

menepuk sofa disebelahnya.

"Sebenarnya saya mau pamit bu, pak. Mas

Toni juga sudah disini, jadi bisa gantian

jaga Fatma," terangku pada mereka.

"Iya...gak pa-pa Lik, kamu pulang aja biar gak kemaleman di jalan, kasian anakmu," mas Toni berucap.

"Ibu, kalo mau pulang...ikut Malik saja!

istirahat dulu, habis dari pengajian ibu

belum istirahat dan belum makan juga,"

suruh pak Ahmad.

"Tapi...Fatma...," ucap bu Zainab terputus.

"Sudah ada kami disini bu, jadi pulang saja!

biar kami yang jaga Fatma disini! sambung

pak Ahmad.

Setelah dibujuk suami dan anaknya, akhirnya

bu Zainab mau ikut pulang bersamaku.

......................

Sesampainya dirumah bu Zainab.

Aku mengantarkan bu Zainab di depan

rumahnya, setelah beliau masuk...aku

langsung berpamitan karena malam sudah

hampir larut.

Ku kendarai motor bututku menuju rumah.

Aku terkejut ketika sampai dirumah ...ternyata,

Annisa masih belum tidur. Padahal ini sudah

lewat dari jam tidurnya.

Mereka bertiga menungguku pulang. Pantas

saja belum tidur.

Setelah mengucapkan salam akupun

menyuruh mereka masuk kedalam rumah..

Karena diluar, udara sudah mulai dingin.

Mereka tidak sabar mendengar ceritaku

tentang keadaan Fatma. Terutama Annisa,

dia menahan kantuk yang sedari tadi

menguasainya.

Kuceritakan secara lengkap tentang keadaan

Fatma, bahwa dia baik-baik saja, lukanya

tidak parah dan akan secepatnya pulang dari

rumah sakit.

Mereka yang mendengarnya merasa lega,

Annisa sudah mulai melepaskan kantuknya

yang menguasai sedari tadi. Dia tertidur

dipangkuanku.

Kami akhirnya beranjak menuju kamar

masing-masing. Rumah ini hanya punya dua

kamar tidur yang hanya muat satu ranjang

kecil dan satu lemari baju saja.

Aku menatap wajah mungil di depanku,

"Sampai segitunya dia menyayangi Fatma,

tidur telat hanya untuk mendengar kabar nya,"

ucapku lirih.

...----------------...

Paginya ...aku terlupa akan sesuatu.

Langsung saja aku menelpon nomer ponsel

Aisyah yang kemarin aku ketik di ponselku.

Aku mengabarkan keadaan Fatma yang

semalam masih belum sadarkan diri, dan juga

memberitahukannya kalau bu Zainab

sendirian dirumah.

Aku melanjutkan pekerjaanku seperti biasa,

mencari penumpang dijalanan yang panas

dan berdebu.

Sementara itu di Rumah sakit Harapan Bangsa.

Fatma membuka matanya perlahan, dilihatnya

sekeliling...bau obat menyeruak menusuk

hidungnya.

Dia memanggil lirih orang disampingnya

yang masih tertidur.

"Mas...mas Toni...," lirih Fatma.

Toni yang masih belum bangun dari

tidurnya tak mendengar adiknya memanggil.

Fatma melihat bapaknya yang tertidur di

brankar bawahnya, dia memanggil bapaknya

lirih...berharap bapaknya mendengar

panggilannya.

Pak Ahmad yang terusik dengan suara-suara

akhirnya membuka mata perlahan dan

menguceknya.

Pak Ahmad mencari asal suara dan terkejut

karena anaknya sudah sadar.

"Ya Allah, Fatma....kamu sudah sadar nak,"

seru pak Ahmad gembira.

Toni yang terusik dengan suara keras sang

bapak akhirnya membuka matanya.

Dia melihat Fatma yang dipeluk oleh bapaknya.

"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak, bapak

panggilkan dokter dulu ya...biar bisa mengecek

kondisimu," sambil berlalu keluar kamar

mencari dokter jaga.

"Alhamdulillah kamu sadar juga Fat, kami

khawatir kamu kenapa-napa...apalagi ibu,

dia semalem sampe gak mau makan,"

terang Toni.

"Ibu...dimana dia mas?" tanya Fatma sambil

mencari keberadaan ibunya diruangan.

"Kamu tenang saja, ibu semalem pulang dan

istirahat di rumah, Malik yang mengantar ibu

pulang," lanjut Toni lagi.

Dokter masuk kedalam kamar perawatan

dan langsung memeriksa keadaan Fatma.

Dibelakangnya pak Ahmad mengikuti.

Dokter tersenyum sambil menjelaskan

keadaan Fatma panjang lebar. Mereka

semua mengucap rasa syukur karena

besok pagi Fatma sudah boleh pulang.

......................

Terlihat tiga orang wanita berjilbab berjalan

di lorong rumah sakit menuju kamar perawatan

Fatma. Mereka adalah Zainab, Aisyah dan

ibunya yang mewakili ibu-ibu anggota

pengajian PKK.

Fatma sumringah, mulai tersenyum lebar

melihat Ibu dan yang lain menjenguknya.

"Bu...semalem ibu sama mas Malik pulang ya?

kupikir ibu gak dibolehin kesini sama bapak,"

sambil melirik bapaknya.

"Masak ketemu anak gak boleh to Fat...yang

bener aja kamu, bilang aja kalo mau di jenguk

Malik," Ahmad tak terima.

"Sudahlah pak, anak masih sakit kok diladeni,

nak Malik semalem emang kesini sama

kakakmu, gak lama dia sama ibu pulang,

bapakmu yang nyuruh," Zainab menyela.

"Oo...jadi begitu buk...oh ya Ais sama bu Lis,

makasih ya sudah jenguk Fatma," ucap Fatma

sambil tersenyum.

"Iya..santai saja...kami hari ini lagi banyak

waktu, makanya nyempetin jenguk kamu

disini," sahut Aisyah.

Dering ponsel berbunyi.

Zainab memeriksa layar ponselnya.

"Nak Malik nelpon, panjang umurnya...baru aja

diomongin," sambil menerima panggilan.

Setelah menjawab salam, Malik yang khawatir

dengan keadaan Fatma langsung mengucap

syukur dan ingin berbicara dengan Fatma.

"Ada apa mas Malik, Fatma sudah baikan.

gak usah khawatir lagi ya," jawab Fatma

sumringah. Senyumnya melebar dikala

mendengar suara Malik apalagi Malik

khawatir akan keadaannya.

Di satu sisi.... Aisyah yang melihat reaksi

Fatma, mulai menyadari kalau Fatma menyukai

Malik.

"Ternyata kamu disukai anak majikanmu mas,

sepertinya aku punya banyak saingan, dan

harus sadar diri kalau aku hanya gadis

kampung yang tidak mempunyai karir

seperti Fatma," batinnya berkata.

"Sudah terungkap di depan mata bahwa sinar

mata Fatma yang cerah dan berbinar hanya

untuk Malik seorang," batin Aisyah lagi.

1
Suyatno Galih
kisah MJ yg pahit menyayat leher, ini cm cerita apa lagi kl kisah nyata, hmmm pahit madu n gula pun jd pahit apalagi Brotowali /Sob//Sob/
Eko Nur Yanto
ceritanya kok muter2 terus bikin yang baca bosan
Eko Nur Yanto
Luar biasa
Mas Gigo
Mantaps,,, realita kehidupan,,,
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
2 KK BERADIK IPAH & IMAH BRNASIB SAMA, IPAH & ANAKNYA DITELANTARKN RUDY, IMAH DICERAIKN SUAMINYA
Sulaiman Efendy
PASTI KAK MAH TU YG MNGGIL IPAH,,
SUNGGUH TRAGIS NSIB RUMAH TANGGA IPAH. DISELINGKUHI SUAMINYA DN DITELANTARKN.
Sulaiman Efendy
TERNYATA MALIK MSH KATROK JUGA..😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SI ANDI ANJING,, HRSNYA YG BNCI KE ELO ITU MALIK,, BKN ELO YG BENCI KE MALIK, KRN ELO PEBINOR.., MERAYU, MEREBUT & BAWA KABUR ROSYANTI DARI MJ,, HINGGA TINGGALKN MJ & NISSA YG MSH BUTUH ASUPAN ASI..
Sulaiman Efendy
TUMBEN ELISA GK HAMIL, APA ELISA PKE KB ATAU MJ NGELEPASIN NYA DI LUAR SAAT MRK TERJEBAK BIRAHI DIKAMAR ELISA,, DN TRNYATA ELISA MSH VIRGIN, KRN GK MAU DISENTUH CIPTO..
Sulaiman Efendy
KLO DIKATAKN TEGA, SBENARNYA ELISA CUKUP TEGA, TPI MSLH HATI & PRASAAN GK BSA DIPAKSAKN.. APALAGI PRLAKUAN ANAK2 CIPTO & ADIKNYA SI SANDRA KE ELISA SANGAT KTRLALUAN, TEGA GK TEGA, ELISA HRS TEGA
Sulaiman Efendy
ULAH JESSY TU KCELAKAAN MRK, ORG JAHAT, DPT BLASAN DRI ORG JAHAT LAINNYA..
Sulaiman Efendy
YA ALLAH, SEDIH JUGA DGN KISAH CINTA AISYAH .
Sulaiman Efendy
QISAS & AZAB BUAT LO WANITA IBLIS..
Sulaiman Efendy
KASIAN JUGA SAMA AISYAH.....
Sulaiman Efendy
MMPUS LO SANDRA, JAHAT LGI LO MA MJ & LISA..
Sulaiman Efendy
RASAIIN LOO IBLIS BETINA, MMPUS2 LOO
Sulaiman Efendy
GK ADA MESRA2NYA ANTARA MJ & LISA, INTRIK2 TERUS,, DN TOKOH MJ JUGA GOBLOK, MNTANG2,CMA TMAT SMP, BNAR2 DIBUAT BODOH SAMA OTHORNYA..
Sulaiman Efendy
KONTAK BATIN ORG TUA & ANAKNYA....
Sulaiman Efendy
KATANYA BUKAN ORG BODOH DN GK KJEBAK, MSH AZA TERJEBAK, DASAR LKI2 GOBLOK NI SI MJ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!