Pernikahan yang dilakukan Oleh Vino Syahputra Pratama dengan Sisilia Eka Dwiyatno adalah pernikahan berdasarkan perjanjian dan juga penawaran yang diajukan oleh Vino kepada Sisil untuk menghindari perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu.
Sisil yang sangat Frustasi dengan apa yang telah dilakukan oleh papanya itu. Dia mengaku sangat tidak menyukai dengan apa yang telah direncanakan oleh papanya itu.
Sisil menjadi sangat bingung, karena disisi lain dia masih memiliki seorang kekasih yang masih sangat disayanginya.
Akan tetapi, karena sesuatu hal Kekasihnya yang bernama Dito itu melarikan diri. Dia tidak berani bertemu dengan kedua orang tua Sisil. Sebagai syarat dari papanya, perjodohan akan dibatalkan apabila Sisil membawa pacar atau calon suami kerumah untuk diperkenalkan kepada mereka.
Sisil yang sedang melamun dirumah sahabatnya itu. Tiba - Tiba saja datang seseorang yang menghampirinya. Dia tahu semua permasalahan yang sedang dihadapi oleh sahabat adiknya tersebut.
Maka dari itu, Vino mencoba membuat penawaran kepadanya. Melalui perjanjian pernikahan dengan syarat dan ketentuan yang telah dia buat.
Akankah Sisil menerima penawaran itu?
Atau dia menerima perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu?
Dan akankah Dito kekasihnya itu kembali kepadanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windu Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membatalkan Kesepakatan
Pada hari ini Vino akan bertemu dengan Ardi. Dia sudah membuat janji akan menemuinya setelah makan siang disebuah Cafe dekat kantor. Sedikit langkah dia bisa membuat Ardi meminta bertemu dengannya. Akan tetapi, Vino masih mempunyai rencana cadangan apabila dia bermain curang dibelakangnya.
Tampak laki - laki tampan itu sudah menunggu kedatangan Vino. Dia duduk di bangku tengah dengan segelas kopi latte dimeja. Vino yang baru saja memasuki cafe itu sedikit tersenyum melihat Ardi yang sudah berada disana.
"Selamat siang tuan Ardi! Maaf saya datang terlambat." Vino berkata tepat dihadapan Ardi yang seketika berdiri dan berjabat tangan dengan laki - laki itu.
"Ahh..tidak juga! saya juga baru datang." Ucap Ardi dengan sedikit berbohong. Padahal dia sudah datang dari 30 menit sebelumnya.
Vino sengaja untuk masuk kedalam cafe sedikit telat. Dia ingin tahu apakah Ardi akan bersabar menunggunya atau tidak? Karena Vino sendiri sudah datang bahkan sebelum laki - laki itu sampai dicafe tersebut.
Mereka lalu duduk berhadapan. Mulai membicarakan perihal proyek kerjasama yang akan dikerjakan oleh mereka.
"Bagaimana Tuan Vino mengenai kerjasama proyek ini? dan saya juga ingin menanyakan perihal maksud anda kemarin?" Tanya Ardi dengan sedikit bingung dan juga terus melihat Vino dengan sinis.
"Maksud saya sudah jelas bukan tuan Ardi? mengenai proyek dan juga mengenai isi perjanjian tersebut. Karena menurut saya ada yang tidak seimbang mengenai perjanjian itu. Apakah saya harus menjelaskan dua kali kepada anda?" Jawab Vino dengan santai sambil melihat daftar menu, dia memesan minuman kepada pelayan disampingnya.
"Tapi, apakah anda tidak tahu? kalau perjanjian itu sudah disetejui oleh papa mertua anda sendiri? dan apakah anda tidak tahu mengapa saya mendapatkan keuntungan lebih? karena mertua anda sendiri yang berjanji kepada saya." Ardi berbicara dengan sedikit mengejek. Dia tahu kalau Vino akan terus mencoba menggagalkan perjanjian itu.
"Mungkin itu memang yang dijanjikan oleh papa mertua saya. Akan tetapi, anda kan tidak tahu kalau proyek ini sekarang saya yang pegang? bukan lagi papa mertua saya! Jadi, saya sedikit keberatan mengenai perjanjian ini." Jelas Vino kepada Ardi dengan santai sambil menyesap minuman yang ada didepan. Ardi terlihat sedikit berpikir dan mencerna semua omongan Vino tadi.
"Jadi, maksud anda ingin merubah perjanjian itu atau ingin membatalkannya?" Tanya Ardi mencoba untuk membuat Vino bisa berbicara To The Point kepadanya.
"Anda pasti sudah paham maksud saya!" Vino menyodorkan sebuah map coklat kepada Ardi. Laki - laki itu mengambil map coklat yang disodorkan oleh Vino.
Ardi membuka Map coklat itu. Dia membacanya dengan detail. Betapa terkejutnya dirinya karena map itu berisi tentang semua data perusahaan cangkang yang dia buat untuk mengelabui pajak dan juga barang - barang ilegal.
Ardi memeras map coklat tersebut. Dia menahan marah, selama ini tidak ada yang bisa menemukan semua data - data ini.
"Baik! sepertinya saya tidak bisa menganggap remeh tuan Vino?" Ardi menyimpan map coklat itu kedalam tasnya.
"Bagus! kalau tuan Ardi cepat memahami saya!" Jawab Vino dengan sedikit menarik senyum dibibirnya. Dia tahu kalau Ardi sudah kesal terhadapnya.
"Saya akan membatalkan perjanjian itu! dan kita akan tetap menjalankan proyek itu sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat diawal." Ardi berdiri dari tempat duduknya bersiap untuk pergi dari cafe itu.
"Baik. Terimakasih tuan Ardi atas kerjasamanya!" Ucap Vino sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada laki - laki itu. Akan tetapi, laki - laki itu mengacuhkan dan langsung beranjak pergi meninggalkannya.
Vino sedikit tertawa. Dia berhasil akhirnya untuk membuat Ardi membatalkan perjanjian itu. Langkah selanjutnya, dia akan membuat Ardi terus tidak berbuat licik kepada perusahaan papa mertuanya. Dan juga, dia akan menjaga ketat untuk keselamatan Sisil. Karena dia sudah tahu orang seperti apa Ardi itu!
Tidak lama Ardi pergi. Vino juga pergi meninggalkan cafe itu. Dia akan pulang ke Apartemennya untuk menjemput Sisil. Karena sudah berjanji akan pergi kedokter kandungan untuk program hamil.
***
Disisi lain, Ardi sudah melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantornya kembali. Dikantornya sudah ada seseorang yang menunggu dirinya. Laki - laki itu masuk kedalam ruangannya. Ketika membuka pintu dia melihat ada seseorang yang sedang duduk menunggunya.
"Hallo, tuan Ardi apa kabar?" Laki - laki itu menyapanya dengan ramah.
"Kamu sudah datang! kebetulan sekali, aku juga membutuhkan bantuanmu saat ini. Welcome back Dito!" Ardi memeluk Dito. Ya Dito adalah mantan kekasih Sisil yang menghilang seusai menculik adik iparnya yaitu Virgin.
"Ada apa? sepertinya ada sesuatu yang penting?" Dito mencoba untuk menebak isi kepala Ardi. Akan tetapi, laki - laki itu menggelengkan kepalanya.
"Bukan hal yang penting juga! tapi yang jelas aku senang kamu sudah kembali!" Ucap Ardi sambil berjalan menuju tempat duduk kebesarannya itu.
Ardi tersenyum ketika melihat Dito kembali. Dia sudah memikirkan rencana untuk membalas perbuatan Vino kepadanya. Dia akan memanfaatkan kembali Dito untuk menjalankan rencananya.
Seperti waktu itu, dia adalah dalang dibalik penculikan Virgin adik Vino. Dia memanfaatkan Dito yang waktu itu sedang membutuhkan biaya untuk operasi ibunya yang mendesak. Ardi menawarkan diri untuk membantunya agar ibunya bisa di operasi dengan segera. Dengan catatan dia harus membantu laki - laki itu untuk sebuah rencana yang disusunnya.
Untuk kali ini dia juga akan memanfaatkan Dito untuk rencananya menghancurkan kembali Vino. Karena dia merasa Vino adalah sebuah ancaman untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
***
Disebuah klinik kebidanan. Terlihat Sisil dan Vino sedang menunggu antrian. Ketika namanya dipanggil mereka berdua segera masuk kedalam. Terdapat dokter Anita sedang duduk sambil menulis sesuatu dikertas untuk resep yang akan dia berikan kepada pasien sebelumnya.
Sisil dan Vino duduk dihadapan dokter Anita, ketika pasien sebelumnya sudah keluar dari ruangan. Dokter Anita tampak tersenyum melihat wajah sahabat dan istrinya itu yang terlihat bahagia.
"Apa kabar nyonya Sisil? apakah yang kemarin saya sarankan sudah anda lakukan?" Tanya dokter Anita dengan tersenyum kepada Sisil.
"Alhamdulillah sudah dokter. Oh iya kenalkan ini suami saya dokter namanya Vino" Sisil memperkenalkan laki - laki itu kepada dokter Anita.
"Apa kabar tuan Vino! kenalkan saya dokter Anita yang menangani istri anda kemarin." Jawab dokter Anita dengan mengulurkan tangannya dan sedikit mengejek.
"Saya Vino dokter! saya suami dari nyonya Sisil. Apakah ada masalah dengan istri saya?" Tanya Vino dengan berpura - pura tidak mengetahuinya.
"Tidak ada masalah! Asalkan anda memberinya makanan yang sehat dan sebuah cinta kepada istri anda!" Dokter Anita menarik sedikit alisnya mengejek sahabatnya itu. Membuat Vino sedikit berdecah kesal. Sedangkan Sisil hanya bingung mendengar percakapan mereka berdua.
"Dokter Anita. Apakah dokter sudah mengenal suami saya sebelumnya?" Tanya Sisil sedikit ragu. Dokter Anita tersenyum kepadanya dan mengajaknya untuk berbaring diatas brankar untuk dia periksa rahimnya.
"Kalau saya sudah mengenal suamimu lebih dulu bagaimana?" Tanya dokter Anita sambil mengoleskan gel keperut Sisil.
"Dokter kenal suami saya? dimana?" Tanya Sisil dengan terkejut sedikit melotot melihat kearah suaminya. Vino yang mendapatkan pelototan istrinya itu hanya sedikit memalingkan wajahnya saja. Dia sudah tahu pasti istrinya akan memberikan seribu pertanyaan kepadanya nanti.
"Saya kenal suamimu sewaktu kuliah dulu. Saya teman satu kampus suamimu." Ucap dokter Anita dengan tersenyum. Dia mengusap kembali perut Sisil dengan tisu bekas gel tersisa. Lalu, membantunya untuk duduk kembali.
Sisil kembali duduk disamping suaminya. Kemudian, dokter Anita menjelaskan kepada mereka berdua. Kalau rahim Sisil bagus. Dan dia juga menyuruh wanita itu untuk terus mengkonsumsi makanan sehat dan meminum vitamin yang dia berikan. Dan menjadwalkan bulan depan untuk kembali.
"Ini saya berikan resep Vitamin buat nyonya Sisil. Dan jangan lupa untuk bulan depan kembali lagi ya?" Ucap Dokter Anita dengan lembut. Sambil melihat ekspresi Vino yang sedikit kesal kepadanya.
"Makasih ya nit! sepertinya balik dari sini ada yang penasaran dengan penjelasan kamu tadi!" Ucap Vino dengan ketus. Membuat dokter Anita tertawa pelan. Karena dia tahu pasti Vino sudah memikirkan semuanya. Dan akan menjelaskan panjang kepada istrinya yang kepo itu.
"Baiklah..kalian berdua baik - baik ya? jangan lupa bulan depan untuk kembali!" Ucap dokter Anita ketika mereka sudah beranjak dari duduknya dan bersiap pergi. Sisil hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah keluar dari ruangan. Sisil sudah menarik lengan Vino meminta penjelasan mengenai dokter Anita.
"Aku akan jelaskan dirumah." Ucap Vino yang langsung menggandeng kembali tangan istrinya itu dengan cantik. Sambil tersenyum manis kepadanya.
"Bener ya! kamu akan jelaskan secara detail kepadaku! kalau kamu gak jelasin. Siap - siap saja kamu tidur diluar!" Ancam Sisil kepada Vino. Membuat dirinya hanya menelan salivanya pelan. Dia tidak akan bisa menerima ancaman Sisil yang seperti itu.
Mereka akhirnya pulang ke apartemen. Sisil sudah menyiapkan semua pertanyaan dikepalanya. Ketika mereka berada dijalan tepatnya dilampu merah. Sisil tidak sengaja melihat dimobil samping. Seperti seseorang yang sangat dia kenal.
Wanita itu terus memandang wajah laki -laki itu sedikit ada yang berubah kalau memang itu dia. Setelah lampu berwarna hijau mobil yang mereka kendarai melaju. Barulah Sisil tersadar.
'Apakah mungkin itu dirinya. Seseorang yang selama ini dia rindukan? Dito...apakah memang itu dirimu? tapi kenapa kamu baru muncul kembali! setelah kemarin aku mencarimu?' Bathin Sisil. Sambil menundukkan kepalanya. Membuat Vino menjadi sangat bingung kepada istrinya. Yang tadi sangat cerewet akan tetapi tiba - tiba terdiam.
"Sisil...Are You Okay?" Tanya Vino dengan bingung. Dia megang pundak istrinya.
"Yaa..I'm Okay!" Sisil tersenyum manis kepada suaminya.
Dia kembali memalingkan wajahnya dari Vino. Melihat keluar jendela mobil samping. Memikirkan apa yang akan dia lakukan. Kalau saja dia kembali bertemu dengan Dito mantan kekasih yang menghilang itu?
*Happy Reading*