Ini kisah tentang Helena Giovani Ganendra dan juga Rivaldi Putra Adijaya yang saling jatuh cinta. Bagaimana bisa mereka bersatu jika Helena mempunyai sifat yang jutek, sementara Rivaldi mempunyai sifat dingin dan cuek pada setiap perempuan. Apakah mereka berdua berani mengungkapkan perasaan mereka? Atau mereka hanya bisa memendamnya sendiri?
Penasaran? Ikuti terus ceritanya😉🤗
Semoga kalian suka sama ceritanya❤️❤️
Jangan lupa bantu Vote, Like dan juga Share
Mohon bantu follow akun Author juga ya🤗♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selawati Restiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memaafkan
...HAPPY READING!!!...
...•...
...•...
...•...
6 hari sudah berlalu, 6 hari itu juga Key selalu berusaha meminta maaf pada Helena namun Helena masih belum bisa memaafkan Key bahkan selalu mengabaikannya. Key terus saja menghampiri Helena di mana pun dia berada, bahkan hingga ke rumahnya. Seperti hari ini, Key tak henti-hentinya membuntuti Helena hingga Helena hendak makan di kantin.
"El, kamu mau sampe kapan diemin aku kayak gini? Tolong dengerin dulu penjelasan aku El" ini entah ke berapa kalinya Key memohon pada Helena agar memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya
"Lo bisa gak sih gak usah ganggu Lena lagi? Lo gak sadar apa yang hampir lo lakuin sama dia? Sadar dong kalo kesalahan lo itu gak bisa di maafin" lagi-lagi Gia yang selalu memarahi Key agar menjauh dari Helena
Gia dan Ana tentu saja mengetahui apa yang terjadi pada Helena 6 hari yang lalu. Mereka berdua sangat marah pada Key sampai-sampai Gia sempat memukuli Key dan Key menerimanya karena dia tau jika dia salah.
"Gue tau apa yang udah gue lakuin sama Lena, dan gue nyesel karna gak bisa ngendaliin diri gue waktu itu" ucap Key dengan wajah yang terlihat memohon
"Basi" ucap Helena lalu dia memilih pergi dari kantin karena nafsu makannya hilang gara-gara Key
Key yang melihat Helena pergi pun tak tinggal diam, dia hendak menyusul Helena namun tangannya terlebih dulu di cekal oleh seseorang. Key berbalik untuk menatap orang yang menahannya dan ternyata itu Valdi.
"Lo gak bisa terus-terusan maksa dia buat maafin lo" ucap Valdi dengan tatapan tajam dan juga wajah dinginnya
"Gue aja sebagai cowok gak bisa maafin lo, apalagi cewek yang hampir lo apa-apain" ucap Vino yang memang datang bersama Valdi
"Mending lo gak usah deketin Lena lagi" ucap Valdi
"Lo gak ada hak buat ngatur-ngatur gue! Dan buat kalian, jangan pernah ikut campur sama urusan gue" ucap Key dengan nada meninggi sambil menunjuk Valdi dan Vino, Key pun menepis tangan Valdi lalu dia pergi dari kantin dengan wajah yang kesal
"Lena kemana Gi?" tanya Vino yang penasaran kemana perginya Helena
"Gue juga gak tau bang, tapi mending kita jangan ganggu dia dulu bang" jawab Gia yang sebenarnya juga khawatir dengan Helena tapi dia tahu bagaimana Helena, akan lebih baik jika membiarkan Helena menenangkan dirinya sendirian
...***...
Bel pulang berbunyi beberapa menit yang lalu dan sekarang Helena sedang menunggu seseorang di lapangan basket indoor. Tidak ada yang tahu jika Helena akan bertemu dengan seseorang termasuk Gia sahabatnya sendiri.
Setelah lumayan lama menunggu, akhirnya orang yang Helena tunggu sudah datang. Helena menatap orang itu dengan tatapan yang sulit di artikan, ada tatapan benci dan ada juga tatapan tidak tega.
"El, makasih banget karna kamu mau dengerin penjelasan aku" ucap Key sambil memegang kedua tangan Helena
Ya, jadi Helena mengirim pesan pada Key untuk menemuinya di lapangan basket indoor sepulang sekolah.
"Jelasin sepuas kamu" ucap Helena dengan nada ketus sembari melepaskan tangannya dari genggaman Key
"El, kamu tau kan kalo malem itu aku ada di bawah pengaruh alkohol, dan aku bener-bener gak bisa ngendaliin nafsu aku kalo lagi mabuk. Kamu ngerti kan El? Itu semua bukan sepenuhnya salah aku. Aku juga gak mungkin ngelakuin hal yang ngelewatin batas kalo aku gak mabuk. Plis El maafin aku" Key menjelaskan semuanya dengan wajah yang memelas
Mendengar penjelasan Key barusan, entah kenapa membuat hati Helena tergerak. Dia merasa tidak tega melihat Key terus memohon padanya seperti itu. Dia juga paham jika itu bukan sepenuhnya salah Key karena Key sedang di bawah pengaruh alkohol malam itu.
"Aku mau nanya satu hal sama kamu, apa kamu pernah ngelakuin hal itu sama pacar kamu sebelumnya? Entah itu di bawah pengaruh alkohol atau enggak" tanya Helena yang penasaran dengan masa lalu Key
"Gak pernah El, aku sama sekali gak pernah ngelakuin hal itu. Ini pertama kalinya aku bener-bener gak bisa nahan nafsu aku. Kamu percaya kan sama aku?" ucap Key seraya kembali menggenggam kedua tangan Helena
"Oke, kali ini aku bisa ngertiin kamu. Tapi kalo sampe kamu ngecewain aku dan ngerusak kepercayaan aku, aku gak bakal bisa maafin kamu lagi" ucap Helena yang masih dengan nada dingin
"Jadi kamu maafin aku?" tanya Key dengan mata berbinar
"Cuma kali ini" ucap Helena sambil mengalihkan pandangannya dari Key
Tanpa aba-aba, Key langsung membawa Helena ke dalam pelukannya. Key benar-benar merasa senang saat Helena memaafkannya. Sementara Helena yang mendapat pelukan tiba-tiba itu hanya diam membiarkan Key memeluknya. Ingin rasanya Helena membalas pelukan Key, namun dia merasa gengsi.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang akan bermain basket dan dia tak sengaja melihat mereka dan mendengar semua yang mereka bicarakan. Seseorang itu mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia memukul Key saat itu juga. Namun, orang itu memilih untuk pergi dari lapangan basket indoor.
Setelah berbaikan, Key pun mengantar Helena pulang. Namun di perjalanan, Helena merasakan jika perutnya berbunyi karena lapar dan kebetulan dia melihat ada pedagang bakso di pinggir jalan. Dan dia berniat mengajak Key untuk makan dulu disana.
"Key berhenti Key" ucap Helena seraya menepuk-nepuk pundak Key lalu Key pun menepikan motornya
"Kenapa?" tanya Key seraya berusaha menoleh ke belakang
"Kita makan dulu yu" ajak Helena dengan antusias
"Makan dimana?" tanya Key
"Tuh disana" ucap Helena seraya menunjuk pedagang bakso tadi, Key pun mengikuti arah pandang Helena dan otomatis membuat Key terkejut
"Makan di pinggir jalan? Kamu gak salah mau makan di pinggir jalan? Mending kita ke cafe aja gimana?" ucap Key yang membuat Helena mengerucutkan bibirnya
Helena sedikit merasa kecewa karena sepertinya Key tidak suka makan di pinggir jalan. Padahal dirinya lebih suka makan di pinggir jalan dari pada di restoran mewah.
"Euh...langsung pulang aja deh, biar aku makan di rumah aja" ucap Helena dengan nada kecewa
"Yaudah kalo gitu" ucap Key seraya menghidupkan kembali motornya lalu melanjutkan perjalanan mereka
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah Helena. Helena pun turun dari motor Key dengan raut wajah yang sedikit murung. Namun sepertinya Key tidak menyadari perubahan raut wajah Helena itu.
"Makasih ya Key" ucap Helena sambil menatap Key dan berusaha menunjukkan senyumnya
"Iya, kan ini juga tugas dari orang tua kamu" ucap Key yang memang di beri tugas oleh kedua orang tua Helena untuk menjaga Helena selama mereka masih di Malaysia
"Mau mampir dulu?" tawar Helena
"Gak deh, oh iya El nanti malem kamu ikut aku ya ke basecamp Boys Bikers" Key mencoba mengajak Helena
Seketika raut wajah Helena kembali murung karena ingatan tentang malam itu terlintas di pikiran Helena. Helena takut jika Key akan minum-minum lagi disana, dan dia tidak mau kejadian malam itu terulang.
"Basecamp?" tanya Helena memastikan dan Key hanya mengangguk
"T-tapi kamu gak bakal minum lagi kan kayak waktu itu?" tanya Helena dengan wajah yang ketakutan
"Enggak kok, kamu tenang aja karna nanti malem kita cuma kumpul biasa dan gak akan ada yang minum" jelas Key yang mengerti jika Helena merasa takut kejadian itu terulang lagi
"Janji?" Helena mengangkat kelingkingnya meminta Key untuk berjanji
"Janji" Key pun menautkan kelingkingnya dengan kelingking Helena sambil tersenyum
"Yaudah aku mau" jawab Helena akhirnya
"Yaudah aku pulang dulu ya, nanti aku jemput jam 7 oke" ucap Key sambil mengacak rambut Helena
"Ish berantakan tau! Sana pulang, hati-hati ya" Helena mengerucutkan bibirnya sambil merapihkan rambutnya, Key hanya terkekeh melihat itu
Key pun menyalakan mesin motornya lalu melajukan motornya keluar dari halaman rumah Helena. Helena masuk ke dalam rumah setelah Key pergi. Helena langsung naik ke lantai atas untuk menuju kamarnya. Sampai kamar, dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Helena menelepon Gia, tak lama kemudian panggilan tersambung.
"Halo El, ada apa? Badmood lagi" ucap Gia mencoba menebak tujuan Helena meneleponnya
"Bukan, gue cuma mau nanya sama lo" ucap Helena
"Nanya apaan?"
"Lo suka ke basecamp Boys Bikers Gi?" tanya Helena
"Suka soalnya Daffa sering ngajak gue kesana, kenapa lo nanyain itu?"
"Gue nanti malem di ajakin ke basecamp Boys Bikers sama Key" ucap Helena
"Hah? Key? Lo udah baikan sama dia?"
"Mmm iya, jujur Gi gue gak tega banget ngeliat Key terus-terusan minta maaf kayak gitu, lo jangan marah ya. Gue bakal jaga diri gue kok, beneran" ucap Helena yang takut jika Gia akan marah padanya
"Gue gak akan marah karna itu keputusan lo sendir, dan gue gak berhak juga larang-larang lo buat deket sama Key, tapi gue mau tau gimana perasaan lo ke dia?"
"Gue...gue kayaknya suka sama Key"
"WHAT! LO SUKA SAMA KEY? Gue gak salah denger kan? Setelah apa yang Key lakuin sama lo dan lo masih bisa suka sama dia? Apa sih yang ada di otak lo El?" terdengar Gia mengomeli Helena
"Tenang dulu Gi! Dengerin gue ya, apa yang Key lakuin sama gue waktu itu bukan sepenuhnya salah Key, dia ada di bawah pengaruh alkohol jadi gue bisa maafin dia"
"Ya tapi tetep aja El. Gini ya, emang lo udah tau sifat Key yang sebenernya gimana? Lo aja baru kenal dia Helena. Lo kenapa sih bisa luluh gitu sama rayuan busuk si Key"
"Maksud lo apa sih?" Helena tidak mengerti dengan apa yang Gia katakan
"Nih ya gue kasih tau sama lo dia itu playboy El. Gue sih nyaranin jangan terlalu baper sama Key, gue takut kalo lo cuma di jadiin korban sama Key trus nantinya lo bakal sakit hati"
"Masa sih? Tapi gue liat-liat kayaknya dia gak gitu deh Gi" ucap Helena yang merasa tak percaya dengan ucapan Gia
"Haduh! Lo tau apa sih hah? Gue tau semua tentang Key, gue udah lama kenal sama dia, sementara lo? lo baru kenal dia sebulan Lena"
"Iya gue tau, tapi gue udah terlanjur suka sama dia, lo tenang aja ya. Udah dulu ya gue mau siap-siap dulu. Sampe ketemu nanti Giakuu" ucap Helena lalu memutuskan panggilannya
"Masa sih Key kaya gitu, ah tapi gue gak yakin sama ucapan Gia" gumam Helena
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...SEE YOU!!!...
Maaf kalo ada typo🙏
Jangan lupa vote, comment and share♥️