Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 (revisi)
Kevin baru saja sampai di mansionnnya. Dia memakirkan mobilnya dan langsung keluar. Karena mendengar suara mobil yang sudah dikunci, Molly keluar dan berjalan ke arah tuannya itu.
Kevin jongkok dan merentangkan kedua tangannya membiarkan Molly datang. Molly langsung mendatangi tuannya dan langsung menggesekkan kepalanya di kaki Kevin.
Kevi langsung menggendong Molly dan membawanya masuk. Ia menurunkan Molly saat mereka sudah masuk dan Molly langsung berlari ke arah ruang bermainnya. Kevin yang sudah lelah memilih untuk mengabaikan Molly dan membiarkan kucing itu bermain sendiri sedangkan Ia berjalan ke arah kamar tidurnya.
Dia langsung pergi mandi dan berganti baju. Selesai dengan itu Kevin melihat Molly tiba-tiba ada di kamarnya Molly yang terus mengeong. Namun saat Kevin mendekatinya, Molly keluar kamar dan berlari ke arah ruang mainnya. Kevin mengikuti Molly menuju ruang bermain.
Betapa terkejutnya Ia ketika melihat ruangan itu sudah berantakan dan melihat Molly yang sedang melihat tajam ke arah lalat. Kevin hanya menghela napasnya dan langsung membereskan ruangan sambil sesekali mengomeli Molly.
"Molly disini banyak mainan kenapa kau harus mengejar lalat. Itu hanya lalat Molly. Dan karena ulahmu sekarang aku harus membereskan satu ruangan ini sendirian. Untung aku sangat menyayangimu,"ucap Kevin dengan sedikit marah.
Setelah akhirnya selesai membereskan ruangan itu, Kevin langsung menggendong Molly dan langsung membawanya kekamarnya. Ia mengunci pintu supaya Molly tidak keluar dan membuat masalah lagi. Kevin bahkan sampai lupa untuk mengeringkan rambutnya. Ia langsung mengeringkan rambutnya dan tidak menyisir rambutnya sehingga rambutnya terlihat acak-acakan.
Tiba-tiba ada yang menelponnya dan ternyata itu adalah Michael. Kevin langsung menjawabnya.
"Ada apa?"
"Bagaimana kencanmu tadi?"
"Lancar. Bagaimana denganmu?"tanya Kevin yang sedikit penasaran dengan kencan temannya itu.
"Kau siap mendengarnya?"
"hm"
Michael mulai bercerita bagaimana kencannya dengan Fiona.
~Flashback~
Fiona dan Michael langsung naik kedalam mobil. Michael menyalakan mesin mobilnya dan langsung jalan menuju taman kota.
"Jadi kenapa kau tiba-tiba mengajakku jalan padahal kita belum pernah ketemu?"tanya Fiona yang penasaran. Pasalnya Ia dan Michael memang belum pernah ketemu sebelumnya.
"Entahlah. Lagian ini hanya untuk berkenalan. Dan aku juga tidak mau kalah dengan sahabatku yang sudah mengajak sahabatmu jalan. Bagaimana denganmu?"
"Kurang lebih sama jawabannya." Ucap Fiona sambil sedikit tertawa begitu juga dengan Michael.
Mereka lanjut mengobrol hingga sampai di taman kota. Mereka turun dari mobil dan berjalan santai sambil menikmati udara malam yang segar dan pemandangan langit yang sangat indah.
"Malam yang sangat indah,"ucap Fiona membuka obrolan.
"Ya sangat indah. Bintangnya juga terlihat malam ini. Mereka sangat indah seperti matamu,"balas Michael sambil sedikit menggoda Fiona.
Fiona yang mendengar itu hanya terkekeh. Ia tidak seperti Kimberly yang langsung memerah wajahnya. Ia tahan akan godaan pria.
"Mereka benar-benar pasangan yang serasi bukan?"tanya Michael.
"Siapa mereka ini yang kau maksud?"
"Kevin dan Kim. Walaupun hanya melihat secara sekilas tapi aku tau kalau mereka sangat terlihat cocok."
"Kau benar. Mereka sama-sama pendiam dan sedikit bicara. Kita hanya bisa doakan yang terbaik untuk mereka."
"Dan aku juga berdoa agar kita adalah jodoh. Aku malas bertemu dengan wanita yang memandang harta dan sepertinya kau tidak terlihat seperti itu."
Fiona hanya tertawa pelan. Ia juga lelah dengan pria yang hanya melihat wanita dari paras dan bentuk badannya. Dan Ia berharap Michael dan Kevin bukan orang yang seperti itu.
Mereka akhirnya memilih untuk duduk sebentar sambil melihat para pedagang makanan. Melihat mana makanan yang menurut mereka enak. Akhirnya mereka sepakat untuk membeli corndog yang ada didekat air mancur taman tersebut.
Mereka langsung bangkit dan berjalan ke arah penjual corndog tersebut dan membeli dua. Michael membayar corndog mereka walaupun Fiona menolaknya.
Akhirnya mereka duduk kembali sambil menikmati corndog mereka. Setelah habis mereka pun langsung membeli air mineral di pedagang dekat mereka.
Mereka lanjut jalan-jalan sambil mengobrol. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari juga semakin larut dan keduanya mempunyai aktivitas keesokan harinya.
Michael mengantar Fiona pulang ke apartemen Kimberly karena mobil Fiona ada disana.
Setelah sampai mereka sampai Michael menemani Fiona hingga sampai di depan mobilnya. Michael pun mengucapkan selamat tinggal.
"Selamat tinggal Fiona. Malam ini sangat menyenangkan. Semoga kita bisa jalan lagi,"ucap Michael
"Tentu saja,"balas Fiona sambil tersenyum. Michael ikut tersenyum dan entah apa yang ada di pikirannya. Michael pun mendekatkan wajahnya ke wajah Fiona. Ketika kedua bibir mereka hampir bersentuhan. Tiba-tiba.
"Mom, liat mereka akan berciuman,"ucap seorang anak kecil sambil menunjuk ke arah mereka.
"Jangan di ganggu Alex,"ucap sang Ibu yang tersenyum ke arah mereka sambil meminta maaf.
Fiona dan Michael yang mendengar suara anak kecil itu pun langsung menjauhkan kembali wajah mereka dan tertawa canggung.
Fiona langsung masuk ke dalam mobilnya. Michael balik ke mobilnya dan langsung pulang kerumah.
~Flashback end~
"Ya begitulah ceritanya."
"Akhir yang menyedihkan,"ucap Kevin sedikit menertawakan sahabatnya yang sial itu.
"Tidak apa-apa setidaknya Fiona setuju jika kita jalan lagi. Aku tau kau sudah ngantuk jadi selamat malam,"ucap Michael yang langsung mematikan teleponnya.
Kevin berdecak pelan karena teleponnya dimatikan begitu saja. Ia kemudian mengisi daya baterai handphonenya dan menaruhnya di atas meja. Ia melihat ke arah Molly yang ternyata sudah tertidur pulas. Ia langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Dan akhirnya Ia tertidur juga.