Baby Grezyca Aurora, Nama yang bagus tapi tidak dengan nasibnya. sedari kecil Baby sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan yang menimpa mereka. Dan sejak saat itu Baby harus menjalankan hidupnya hanya dengan Marvel pratama, Kakak kandungnya.
Suatu hari Baby dipecat dari pekerjaannya tanpa alasan dan itu membuatnya uring uringan. Karena Baby sangat membutuhkan uang untuk pengobatan kakaknya yang sedang sakit.
Seorang teman Baby memberikan informasi bahwa di perusahaan Xington group sedang membuka lowongan pekerjaan. Baby sangat bahagia, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan disana.
"Pendidikan terakhir?"
"SMA pak"
Pria itu diam sesaat dan menatap Baby dengan sorot mata yang tajam.
"Kamu ditolak, saya tidak bisa menerima Sekretaris yang hanya lulusan SMA"
"Bapak menolak saya karena saya lulusan SMA, memangnya bapak pikir lulusan SMA tidak bisa bekerja jadi sekretaris. Saya pastikan bapak menyesal karena menolak saya.
Leon pradipta Xington, orang yang baby bentak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat
Marvel menghidupkan musik dengan volume yang sangat keras di kamarnya hingga membuat Baby tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan tugas dari kantor.
Baby mencoba untuk menggunakan eaephone di telinganya tapi tetap saja, suara musiknya masih terdengar dengan jelas. Akhirnya karena tak ada cara lain Baby memutuskan untuk menghampiri Marvel di kamarnya
Baby membuka pintu kamar Marvel lalu menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Yang Baby lihat saat ini adalah Marvel yang sedang tidur dengan musik yang belum dimatikan.
Baby menghela nafasnya lalu mematikan musik di ponsel Marvel. Setelah itu baru lah ia kembali ke kamarnya dan mengerjakan tugas kantor dengan tenang.
Drrtt drrtt ponsel Baby bergetar di samping tempat tidurnya. Baby mengambil ponselnya kemudian mengecek barang kali ada sesuatu yang penting.
[SINGA]
Baby, tugas kantor yang saya berikan pengumpulannya dipercepat. Besok pagi tugas itu harus selesai dan harus sudah ada di meja saya
"What the f*ck" apa apaan ini. Leon meminta tugas kantor yang berlembar lembar untuk dikumpukan besok juga. Padahal Leon memberinya waktu seminggu untuk itu.
[MULUT ROMBENG]
Bapak bercanda ya? Jelas jelas bapak waktu itu nyuruh ngumpulinnya minggu depan. Kenapa sekarang berubah?"
Leon menggelengkan kepalanya membaca balasan dari Baby kemudian ia mengirimkan balasan lagi pada Baby.
[SINGA]
Tenang, untuk tugas ini kamu akan mendapatkan bonus dua kali lipat dari gajimu asalkan tugas itu besok sudah selesai.
baby memekik kaget, Dua kali lipat dari gajinya? Baby tidak bisa membayangkan jika ia benar benar mendapatkan bonus itu. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk mendapatkan bonus itu.
[MULUT ROMBENG]
Oke saya akan menyelesaikan semuanya hari ini, tapi awas kalo bapak sampe bohongin saya soal bonus itu. Saya gak segan segan buat nonjok bapak walaupun bapak adalah atasan saya sendiri]
[SINGA]
Tenang saja, saya pasti akan menepati janji saya. Sekarang kerjakan dengan baik saya berhenti sampai disini dulu.
Setelah itu Baby memutuskan untuk pergi ke dapur dan membuat kopi untuk dirinya sendiri. Karena malam ini ia harus bergadang untuk sebuah bonus.
Baby menyeduh kopinya di gelas kemudian setelah selesai semuanya ia membawanya ke kamarnya dan menunggu kopinya dingin kemudian meminumnya.
Baby menatap laptopnya sambil mengetikkan sesuatu, ia membaca data datanya terlebih dahulu kemudian meringkasnya agar tidak terlalu panjang.
Malam ini adalah malam yang panjang bagi Baby karena harus begadang demi mendapat bonus itu. Baby memberikan semangat untuk dirinya agar cepat menyelesaikan tugas itu.
Tak menyangka beberapa jam sudah terlewati, Baby melirik ke arah jam yang dengan setia menemaninya di atas dinding. Jam menunjukkan pukul 4 subuh.
Baby sudah menyelesaikan semuanya kemudian memutuskan untuk tidur karena sangat mengantuk. Baby dengan cepat masuk ke dalam dunia mimpi.
Baby tidur dengan sangat nyenyak sampai tidak menyadari bahwa pagi sudah tiba dan alarm nya terus berbunyi dari tadi. Bahkan Marvel yang membangunkannya pun tidak mempan.
Marvel mengambil botol air dan memercikkan air pada wajah Baby hingga membuatnya terbangun. "Kenapa sih bang?" Ucap Baby dengan suara seraknya
"Kamu gak ke kantor? Ini sudah jam 6 kurang lima belas menit " ucap Marvel pada Baby. "Yaelah bang masih jam 6 pagi juga" baby melanjutkan tidurnya lagi.
Lalu secara tiba tiba Baby membuka matanya dengan lebar. Ia membulatkan matanya. "Ya ampun aku telat" Baby langsung mengambil handuk yang bergantungan dan masuk ke dalam kamanrnya.
Marvel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik semata wayangnya. Sebagai abang yang Baik Marvel akan membuatkan bekal untuk adiknya saat di kantor nanti.
Baby menggunakan jurus gpl untuk menyelesaikan mandinya. Ia mengusap dan mengeringkan rambutnya yang basah dan tetesan air di tubuhnya.
Baby bersiap siap hanya dalam waktu 15 menit. Ia memperhatikan penampilannya terlebih dahulu sebelum berangkat ke ksntor. "Sudah tidak ada waktu lagi"
"Bang baby berangkat" pamitnya pada Marvel. Tapi sebelum itu Marvel mencegatnya dan memberikan kotak bekal pada Baby
"Nih abang sudah bawain bekal buat kamu, terus ini kacamata buat nutupin mata panda kamu" ucap Marvel sambil memberikan kotak bekal dan kacamata pada Baby.
"Abang pengertian banget deh sama baby, yaudah baby berangkat ya bang. Ini udah telat banget bisa bisa baby disemprot nanti" ucap Baby.
"Iya hati hati di jalan." Baby mengangguk ia segera menaiki ojeg online yang ia pesan dan segera pergi ke kantor.
Setibanya di kantor Baby langsung turun dari atas motor dan membayar abang gojeknya. "Terima kasih ya bang" ucapnya. 'Sama sama neng, jangan lupa bintang limanya ya'
Baby mengangkat jempolnya lalu masuk ke dalam kantor. Dalam hati ia berdoa banyak banyak agar Leon bisa jinak dan tidak akan memarahinya.
Baby membuka pintu ruangannya dengan perlahan mulutnya terus berkomat kamit membaca doa. Saat Baby menutup pintunya ia disambut dengan Leon yang sedang bersedekap dada dan menatapnya tajam. "Duh gusti habislah aku"
"Kenapa kamu bisa terlambat?" Tanya Leon langsung setelah Baby menutup pintunya. Dengan cepat baby membuat alasan untuk Leon. "Tadi saya naik ojeg online terus motornya mogok di tengah tengah jalan tapi karena lagi gak ada kendaraan jadi saya lari aja sampe kesini'
Tatapan Leon sangat membuat Baby merasa aneh sekaligus takut. Ini adalah pertama kalinya ia terlambat ketika masuk kantor. Dan itu semua gara gara bonus semalam itu
"Benar itu alasan kamu? Tapi Kenapa tadi Marvel bilang kamu bangun terlambat?' Selidik Leon pada Baby. Baby harus menyesal kenapa abangnya sampe bocor pada bos nya sih.
"Maaf pak untuk sebelumnya saya memang bangun terlambat karena semalam saya begadang demi menyelesaikan tugas yang bapak berikan pada saya dan saya juga baru tidur jam 4 subuh"
Leon berjalan memutari tubuh Baby. "Kenapa kamu harus berbohong pada saya? Kamu pikir saya bego dan kamu bisa bodoh bodohin begitu saja"
"ya gusti cobaan apalagi ini, kenapa singa ini marah marah terus sih" batin Baby dalam hati. Kepalanya menunduk tak berani menatap Leon. Leon tersenyum smirk.
"Tapi sayangnya kamu belum terlambat, silahkan masuk." Baby menatap wajah Leon. Bukannya Leon bilang tadi bahwa dirinya sudah terlambat lalu mengapa saat ini... aaaa pasti si bos ngerjain dia.
Baby pura pura pingsan di depan Leon, Leon menangkap tubuh Baby dengan kedua tangannya. "Baby bangun..baby bangun.." Leon menepuk nepuk pipi baby tapi Baby masih diam tak membuka mata
Leon mengangkat Baby ke atas sofa dan menidurkannya disana. Ia mengecek suhu tubuh dan tangan Baby. Tidak ada yang aneh tapi tetap saja Leon harus memanggjl dokter.
Ekor mata Leon melihat Baby yang membuka matanya lalu menutupnya kembali setelah ia menoleh. Sepertinya Leon tahu apa yang harus ia lakukan?
"Halo dok" "ah iya disini ada karyawan saya yang kurang vitamin dok bisa berikan dia suntikan vitamin gak buat karyawan saya ini. Sepertinya dia kurang gizi"
Mendengar kata suntikan membuat Baby langsung bangun dari kepura puraannya. "Lagi lagi kamu bohongin saya Baby, lama lama saya sumpel tuh mulut. Suka banget bohong sama saya" ucap Leon.
"Peace pak, damai. Sekarang ini tugas yang bapak minta kemarin dan saya sudah menyelesaikan semuanya' ucap Baby pada Leon. Leon menerimanya sambil menganggukkan kepalanya. "Tugasmu sangat rapi dan data datanya juga lengkap tunggu saja selama beberapa jam dan bonus kamu akan masuk ke dalam rekening kamu" ucap Leon.
Baby tersenyum sumringah akhirnya ia bisa mendapatkan uang lagi. Pulang nanti Baby akan membeli sesuatu untuk dia dan Marvel
Baby hanya orang tertentu aja 🙂
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗
KRNA ORNG NYA TLAH MENDAHULUI KITA...
TAMAT