tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...
teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meninggalnya pangersa atok dalang
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Innalillahi Wainna Ilaihirooji’uun
Telah meninggal Dunianya Mbah atok dalang jam 6:08 WIB dirumah kediaman di dusun kp. Durian runtuh RT 17 RW 05. karena sakit beberapa saat kemudian.
Almarhum meninggal dunia dalam Usianya yang ke seribu Tahun. Dan disemayamkan di Rumah Duka yaitu di Dusun Kp. durian runtuh RT 17 RW 05
Demikian pengumuman berita duka, untuk menjadi periksa para warga sekalian.
wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh.
"Wah, alhamdulilah ada yang meninggal juga hari ini, kebeneran banget lagi pengen makan ayam nih." ujar salah satu dari anggota Genk sultan setelah mendengar kabar berita duka ke seluruh warga kampung. Merasa amat senang lantaran dilain sisi, santri di pondok pesantren pasti akan direkrut untuk mengaji didepan makam alm selama tujuh hari berturut-turut. Lalu mulai mengerjakan sholat jenazah secara berjamaah yang dipimpin oleh imam sebagai komando dan seterusnya hingga salam.
.
.
.
.
.
.
.
Pembagian jadwal ngaji Mbah atok dalang:
Jam 6 pagi sampai jam 6 sore khusus buat Genk akatsuki.
Jam 6 sore sampai jam 6 pagi khusus buat Genk sultan.
terimakasih.
Skip.
Tepat saat malam hari jam 12 malam. Zim bersama Rinto berjalan menelusuri setiap daerah pemakaman yang berada ditengah-tengah hutan tiada henti. Lantaran mereka juga tidak bisa menemukan dimana lokasi makamnya saat itu. Hingga ditengah perjalanannya Zim menghentikan langkahnya seraya duduk dibawah batang pohon Cemara untuk menormalkan kembali helaan nafasnya yang sudah tidak lagi beraturan.
Hampir satu jam setengah berlalu mereka berdua mencari keberadaan makam itu. Namun, tetap saja hasilnya nihil, jelas pula tak ada makam yang bertuliskan atok dalang bin haji Kosasih pada salah satu batu nisannya. Tak ada yang bisa mereka berdua lakukan saat ini, bahkan untuk pulang sekalipun. Zim tak bisa menemukan arah jalan keluarnya, sementara sepasang jelaga bola mata mereka menatap heran disaat melihat suasana pemakaman yang jelas tak berujung dan tak ada jalan keluarnya, terasa sangat aneh sekali, hingga keanehan itu berganti menjadi suana yang tak bisa ditebak, yakni seperti suara ada yang memanggil dari belakang, langkah kaki seseorang seperti akan mendekat. Sontak kedua bocah sultan itu pun membaca ayat-ayat Al Quran yang mereka hafal selama berjam-jam tanpa melihat kearah mana pun. Lalu, tertidur seketika di atas ukiran batu nisan.
...
Pagi hari~
"Sial serem banget tadi malem! gue mau tidur aja harus merem terus ini mata," protes Rinto yang tengah duduk didepan salah satu kuburan. Terlihat seluruh pakaian mereka kotor berlumuran tanah basah yang sudah mulai mengering.
"Iya, gue juga nyesel malah ngajuin diri buat daftar proyek ****** ke pak rohis kemarin." timpal Zim merasakan hawa yang sama pada saat kemarin malam. Lalu mulai mencari jalan keluar untuk pulang, karena waktu sudah hampir jam 09:00 pagi yang mana mereka juga harus tetap pergi ke sekolah saat itu juga.
Tak peduli walaupun harus menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat mereka berdua berjalan di tengah-tengah keramaian kota hujan, karenanya bagi mereka aturan no satu yang diutamakan, dalam menjadi bagian dari anggota Genk sultan, yakni harus tetap mendahulukan menahan rasa malu, disaat melakukan apa yang harus dilakukan, semisal. Kewajiban tetap harus dilakukan meskipun itu melanggar semua aturan.
Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dirimu tak pernah nongol saat itu
dirimu kemana Thor
Bank ke 🤣🤣🤣