Novel yang berkisah tentang kisah cinta kedua setelah cinta pertamanya berakhir karena takdir maut memisahkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roselita Riani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Adam
Rasanya tenang setelah selesai acara pertunangan Kevin, tinggal acara pernikahan yang akan digelar 3 bulan lagi, dan itu pun dirumah calon mempelai wanita, di Barabai.
Namun segala detail persiapan nya Kevin yang lebih tahu, karena mereka berdua bisa menentukan keinginan pernikahan nya seperti apa. Sebagai abah, hanya mendukung dan mendoakan semoga acara nya lancar. Apalagi menjelang pernikahan, banyak nantinya hambatan-hambatan atau bisa dikatakan ujian sebelum pernikahan. Semoga lancar sampai hari H.
Beberapa hari setelah pertunangan Kevin, Adam memberitahuku kalau dirinya akan menjadi mahasiswa teknik, karena lulus di teknik sipil. Aku pun gembira sekali dan tanpa sadar memeluknya. Adam tidak mendorongku, dan membiarkanku memeluknya. Sudah lama rasanya ku tidak memeluk anak-anak ku, karena mereka malu setiap mau dipeluk, sudah merasa dewasa masih diperlakukan seperti anak kecil. Aku pun berkata, "Kita harus persiapkan bagaimana nantinya kamu kuliah di Banjarbaru, kita mesti cari kost buat kamu". Adam hanya tersenyum dan mengangguk. Aku pun langsung bertanya, " Bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi mencari kost kamu? ". " Oke bah", di jawab Adam singkat.
Akhir pekan pun tiba. Aku, Kevin dan Adam bersiap-siap untuk berangkat ke Banjarbaru, dengan misi menemukan kost yang pas buat Adam untuk mempermudah kuliah nya nantinya. Kalau semua sudah beres, tinggal bagaimana Adam kuliah nya saja, yang jelas fasilitas sudah disediakan.
Perjalanan selama 5 jam akhir nya tiba juga di kota Banjarbaru. Tidak mudah bagi kami menemukan tempat kost yang tepat buat Adam, maklum Adam sangat pemilih. Aku sih oke-oke saja, asal Adam senang.
Sudah hampir satu jam kami berkeliling, ada yang kami lihat tempat kostnya Adam kata kamarnya sempit, sampai kamar mandi tidak didalam kamar, karena Adam tidak mau rebutan kamar mandi saat pagi-pagi harus sama-sama pergi kuliah lagi.
Akhir nya Adam jatuh hati dengan salah satu tempat kost dekat kampusnya. Harganya lumayan juga di banding kost-kostan yang lain, nembus 1 juta rupiah per kamarnya. Tapi memadai dengan fasilitas WiFi yang memang sangat dibutuhkan Adam nantinya. Akhir nya kami fix memilih kost itu. Kami pun langsung membayar DP kost tersebut sebagai tanda jadi, walaupun perkuliahan Adam masih kurang lebih dua bulan lagi. Namun sudah dibayar dulu kostan nya biar nantinya tidak repot pas perkuliahan sudah dimulai, namun urusan tempat tinggal Adam sudah beres.
Sesaat tiba kami mau pergi makan siang, HP ku berbunyi. Kulihat Susi meneleponku, namun karena situasinya lagi mau makan bareng bersama anak-anak ku Kevin dan Adam, aku menolak panggilan Susi. Aku hanya tidak mau momen kebersamaan ku terganggu, dan anak-anak ku juga merasa tidak nyaman jika diriku menerima telepon Susi tersebut. Kupikir aku bisa menelponnya lain kali. Aku hanya men chat Susi, "Maaf belum bisa menerima telepon, masih ada urusan".
Setelah urusan Adam beres, kami pun kembali ke Tanjung. Rencananya Adam akan pindahan bulan depan ke kost nya. Karena akan mulai orientasi kuliah. Semoga semua nya di permudah.
Badan terasa pegal-pegal, karena beberapa minggu ini disibukkan dengan kegiatan yang mesti bepergian keluar kota. Namun dilain Sisi, situasi sudah terkontrol, dimana Kevin fokus pada persiapan pernikahan kurang dari 3 bulan. Kemudian disusul Adam yang sebulan lagi akan pindahan sementara ke Banjarbaru karena kuliah nya. "Saat nya istirahatkan badan dulu", pikirku.
Aku teringat telp Susi siang tadi, ku menghubunginya via chat karena hari sudah malam, ku takut kalau Susi sudah tidur, tentu akan mengganggu saja. " Susi, sudah tidur? ", tanyaku. Sontak langsung di jawab, " Belum". Kaget juga sebenarnya. Tapi langsung kukatakan, "Maaf tadi tidak bisa menerima telp dari mu, karena harus menyelesaikan urusan di Tanjung". Susi menjawab ku, " Iya, malah Susi minta maaf kalau mengganggu urusan pian". Karena aku sudah lelah, aku langsung menutup chat ku, "Selamat tidur Susi, aku mengangguk". Setelah dibalas dengan gambar senyuman aku pun pergi tidur.
bagus thor cerita nya.. cuman mungkin harus diperhatikan POV nya aja.. soalnya masih nyampur niih, kadang POV org pertama (aku), kadang POV org ketiga (pak Yahya)
bahasanya jua nyampur,, Susi ngomong bahasa Banjar,, pak Yahya menjawab pakai bahasa Indonesia..
artinya author nya orang banua jua..
salam kenal Thor.. ulun hanyar membaca novel pian nah.. ulun di Binuang 😁😁