kisah ini menceritakan seorang wanita yang dulunya pernah menjadi seorang anak dan ibu 4 orang anak.1 anak kandung dan 3 anak angkat.wanita itu tinggal dengan ibu dan ke 4 anaknya .dan berjuang keras untuk mereka sehingga berhasil memberi kehidupan layak sampai punya usaha.dan bisa memenuhi janjinya memberangkat ibunya naik haji .wanita tersebut tak pernah lelah untuk membahagiakan mereka sampai dia lupa dirinya sehingga dia sakit parah.sebelum wanita itu meninggal dia menitipkan usaha ibu dan ke 4 anaknya kepada adiknya .tapi ternyata bukannya bahagia yang didapatkan malah sebaliknya
akhirnya wanita tersebut berdoa minta diberi kesempatan hidup kembali agar bisa menjemput keluarganya yang dulu untuk kembali dijaganya.
dan jiwanya itu diberi kesempatan untuk transmigrasi ketubuh wanita lain yang punya banyak masalah yang harus diselesaikannya.
kisah ini banyak tantangannya sedih lucu bahagia dan ada tekad tidak pernah menyerah
Selamat menikmati dan mohon maaf bila ada salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rejeki rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Kalau kau tdk mau ikut kerumah kakak tdk masalah ,sepertinya km tau alamat rumah kakak kau bisa datang langsung dan km juga udah tau no hp kakak tinggal km hubungi kalau ada apa2"sambil aku mengelus kepala adikku
"Maafkan kakak sekali lg ,kakak bukan kakak yg baik buatmu dan ini ada uang sedikit buatmu untuk ajak mereka makan"sambil menaruh uang tersebut ketangan adiknya dan tersenyum tulus
"Kakak pergi ,dadah adikku yg tampan besok jgn lupa km sekolah"aku mengedipkan sebelah mataku padanya untuk menggodanya juga melambaikan tanganku
Dan salah satu temannya berkata"Apa kau tdk ingin pergi ketempat kakakmu untuk memaafkannya ,katamu kamu sangat merindukan kakakmu yg cantik itu ,apa kau ingin membohongi hati kecilmu ,jgn seperti ini takut nya kau akan menyesal nanti"teman 1
Dan dilanjutkan teman lainnya " kalau memang kakakmu tdk peduli sm km mungkin dia tdk akan datang kesini terus aku melihat apa yg dilakukan kakakmu memeluk dan mengelus kepala mu dan berkata maaf kalau bukan peduli bukan berarti dia tdk sayang sm km "teman 2
" pergilah jgn sepertiku aku tdk punya siapapun .apalagi kakakmu udah berubah berilah kesempatan kakakmu untuk memperbaikinya .kalau aku jadi kau tdk akan kusia siakan ,tp itu terserah padamu"teman 3
"Selama ini km hanya melihat dirimu sendiri yg menderita tp apa pernah km melihat penderitaan kakakmu selama ini ,tadi barusan dia bilang pulang dr rumah sakit,tp km tdk taukan,bukannya dia menghilang karena meninggalkanmu melainkan terjadi sesuatu pada kakakmu tp km tdk tau sama sekali"teman 4
"Pergilah sebelum km menyesal sana"lalu dia berlari mengejar kakaknya dan langsung memeluknya
"Ada apa hem ada yg lain yg km minta lagi,nanti kakak akan coba untuk memenuhinya sesuai dengan kemampuan kakak cepat kataku" sambil aku mengelus kepalanya
"Tdk ada yg aku inginkan kak ,aku cuma kangen ,kalau boleh aku ingin ikut kakak pulang ya"
"Hem ayo ,oh ya jgn lupa bawa teman mu juga sekarang kerumah udah malam "
Salah satunya menjawab " Tidak usah kak kami bisa pulang kok sekarang sendirian"
" Tdk usah menolak sebenarnya aku juga ingin minta bantuan kalian juga jika tdk keberatan ,kita bicara dirumah aja dulu biar leluasa krn ini penting ,ayo pulang sebelum terlarut malam aku juga udah pesan makanan banyak pasti sebentar lg sampai"
"Ya udah ikuti kata kakakku dulu ,ayo "
" Ok "secara bersamaan
" Kak aku ikut kakak ya "
" Hem " sambil memasangkan helmku pada adikku lalu aku mengikat rambutku dengan kencang meskipun tdk memakai helm
Langsung aku menyalakan sepeda motorku.langsung melesat cepat kejalanan tanpa menoleh kebelakang lg karena aku tahu teman 2 adikku tau alamat rumahku
Sesampainya dirumah .aku dan adikku turun dr sepeda untuk masuk kedlm rumah .baru pertama kali adikku masuk kedalam rumahku dia terpesona dan kagum dan menurut ingatan tubuh wanita ini dulu tdk pernah sekalipun pernah mengajak kedua adik kembarnya kerumah ini ,aku hanya menemui mereka diluar aja
Yg aku ingat aku punya kesepakatan dengan lima orang laki 2 itu kalau aku memang ingin punya rumah ini dengan atas namaku, aku tdk boleh membawa siapa pun masuk kerumah ini kecuali mereka berhubung mereka memutuskan aku barulah aku bisa membawa adikku dan teman2 nya.dan aku lihat teman2 adikku itu baik semua tdk terlihat punya niat jahat makanya aku berani mengajak mereka