NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Tamat
Popularitas:107.6k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Anna mulai melangkah menyusuri lorong panjang yang dipenuhi pajangan barang antik. Ia bergumam pelan, mencoba mengingat instruksi Jolina yang lebih mirip teka-teki daripada penunjuk arah.

​"Oke, tadi katanya lurus... terus belok kanan setelah lukisan besar. Ini lukisannya?" Anna berhenti sejenak menatap lukisan pemandangan yang sangat luas. "Lalu kiri... eh, atau kanan lagi ya? Aduh, rumah ini kenapa luas banget sih, sudah seperti labirin."

​Ia berjalan dengan ragu, matanya sibuk memperhatikan setiap sudut pintu kayu yang ia lewati. Karena terlalu fokus menatap pintu-pintu di sekitarnya, kaki Anna yang mengenakan sepatu hak tinggi tidak sengaja tersangkut pada ujung karpet bulu yang tebal.

​"Eh—!" Anna kehilangan keseimbangan. Ia memejamkan mata erat-erat, sudah pasrah jika wajahnya harus mencium lantai marmer yang dingin di malam pesta ini.

​Grepp!

​Bukannya rasa sakit, Anna justru merasakan sebuah lengan yang kokoh dan kuat melingkar di pinggangnya dengan sigap. Tubuhnya ditarik dengan satu sentakan lembut namun tegas hingga ia bersandar sepenuhnya pada dada bidang seseorang. Aroma parfum maskulin yang woody dan mahal langsung menyeruak masuk ke indra penciumannya—aroma yang sangat ia kenal.

​Anna membuka matanya perlahan dan langsung disambut oleh tatapan tajam Axel Van Elion. Waktu seolah berhenti berputar di lorong yang sunyi itu. Axel tidak melepaskan dekapannya, matanya justru terpaku pada wajah Anna yang malam ini terlihat sangat luar biasa cantik dengan polesan makeup yang sempurna. Ada kilat aneh di mata Axel saat ia memperhatikan bibir peach Anna yang sedikit terbuka karena terkejut.

"paman Axel..." suara Anna keluar dengan sangat kecil dan bergetar, memecah keheningan yang menyesakkan itu.

​"Kau tidak bisa berjalan dengan benar?" tanya Axel dengan suara berat yang rendah, terdengar lebih seperti bisikan daripada teguran.

​"M-maaf, Tuan. Lorongnya... lorongnya sedikit membingungkan," jawab Anna terbata-bata, tangannya secara tidak sadar meremas lengan jas Axel untuk menyeimbangkan diri. "A-aku mencari toilet, tapi sepertinya aku tersesat."

​Pipi Anna terasa panas luar biasa saat menyadari betapa dekatnya jarak wajah mereka sekarang. Ia bisa merasakan hembusan napas Axel di keningnya.

​"Kau sudah melewati toiletnya dua belokan yang lalu," ucap Axel datar, namun tangannya masih belum bergeming dari pinggang Anna, seolah enggan melepaskan gadis itu begitu saja.

Anna melongo, matanya mengerjap tidak percaya mendengar ucapan Axel. Ia refleks memundurkan wajahnya sedikit sambil bergumam pada diri sendiri, "Masa sih? Perasaan tadi Jolina nggak bilang toiletnya ada di sana... belokannya benar-benar bikin pusing."

​Sadar tangannya masih meremas jas Axel, Anna segera melepaskannya dengan canggung. Ia merapikan gaunnya yang sedikit kusut sambil memberikan senyum paksa yang terlihat menggemaskan. "Ah... begitu ya? Makasih, Paman! Maaf merepotkan!"

​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Anna segera berbalik dan berlari kecil ke arah lorong yang ia lalui tadi. Ia ingin secepat mungkin menjauh dari aura intimidasi Axel yang membuatnya sulit bernapas.

​"Bukan di sana," ucap Axel dengan suara berat yang menghentikan langkah Anna seketika.

​Anna berhenti mendadak, hampir tergelincir lagi karena sepatu hak tingginya. Ia menoleh perlahan dengan wajah bingung. "Eh? Tadi katanya sudah terlewat?"

​"Kau baru saja menunjuk ke arah gudang penyimpanan wine," sahut Axel datar, matanya menyipit melihat tingkah gadis di depannya yang tampak sangat tidak fokus.

​Anna menggigit bibir bawahnya, wajahnya kini merah padam karena malu. "Oh... oke. Jadi ke mana?" ia bertanya sambil menunjuk ke arah kiri dengan ragu.

​"Salah."

​Anna menunjuk ke arah kanan dengan wajah yang mulai panik. "Ini?"

​"Bukan."

​Anna akhirnya berputar-putar di tempat sambil menunjuk ke berbagai arah dengan asal. "Terus di mana? Masa di atas langit-langit?!" serunya pelan karena frustrasi dengan instruksi yang menurutnya sangat tidak masuk akal.

​Melihat Anna yang malah berputar-putar seperti anak ayam kehilangan induknya dengan wajah cemberut yang lucu, Axel mengembuskan napas panjang. Ia merasa geram sekaligus gemas melihat kepolosan—atau mungkin kebodohan—gadis ini dalam memahami arah.

​Axel melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka, lalu tanpa berkata apa-apa, ia mencengkeram lembut bahu Anna dan memutar tubuh gadis itu ke arah lorong kecil yang tersembunyi di balik pilar besar.

​"Gunakan matamu, bukan hanya kakimu," bisik Axel tepat di telinga Anna, suaranya terdengar berbahaya namun rendah. "Ikuti lorong ini, pintu kedua di sebelah kiri. Jika kau tersesat lagi, aku sendiri yang akan menyeretmu kembali ke aula."

​Anna hanya bisa mengangguk kaku seperti robot, tidak berani membantah lagi sebelum akhirnya melesat pergi menuju arah yang benar. Axel berdiri diam di sana, menatap punggung Anna yang menjauh sambil mengepalkan tangannya di dalam saku jas, mencoba meredam rasa gemas yang muncul karena tingkah konyol gadis itu.

Anna melangkah keluar dari pintu kayu jati itu dengan perasaan lega, namun jantungnya hampir copot saat melihat sesosok tubuh tinggi tegap bersandar di pilar lorong, menunggunya. Itu Axel.

​"P-Paman? Paman juga mau ke kamar mandi?" tanya Anna tanpa pikir panjang, matanya membulat terkejut.

​Axel terdiam. Ia menatap Anna dengan sorot mata yang sulit diartikan. Sejujurnya, ia sendiri tidak mengerti mengapa ia berdiri di sini selama beberapa menit terakhir. Apa yang sebenarnya sedang kulakukan? pikirnya dalam hati dengan perasaan kesal pada diri sendiri. Sejak kapan aku menunggu seseorang hanya untuk sekadar ke kamar mandi? Ada apa dengan diriku?

​Axel menepis pikiran itu dengan tatapan datarnya yang dingin, berusaha menutupi kebingungan batinnya. "Tidak," jawabnya singkat. "Aku di sini hanya memastikan kau tidak tersesat lagi di rumahku sendiri. Kau cukup membuat malu dengan tingkahmu tadi."

​Mendengar itu, entah mengapa ada perasaan aneh yang menghangat di dada Anna. Ia merasa sedikit tersanjung, meski Axel mengatakannya dengan nada yang cukup tajam. Anna tersenyum kecil, ia merasa Axel sebenarnya tidak sejahat atau semenakutkan yang ia bayangkan selama ini.

​"Oh... kalau begitu terima kasih sudah menunggu," ucap Anna dengan nada yang jauh lebih rileks dan tulus. Ia merasa suasana canggung di antara mereka perlahan mencair. "Ya sudah, ayo kita kembali ke aula. Kasihan Jolina pasti mencari-cari kita."

​Anna melangkah mendahului Axel dengan langkah kecil yang anggun, lalu ia menoleh ke belakang sambil melambaikan tangan kecil, mengajak pria itu untuk segera menyusulnya. "Ayo, Paman! Jangan sampai kita ketinggalan sesi potong kuenya."

​Axel menatap punggung Anna yang menjauh, lalu menghela napas panjang.

Saat sedang berjalan kembali menuju aula bersama Axel yang menjaganya dari belakang, langkah Anna tiba-tiba terhenti. Di tengah kerumunan tamu, ia berpapasan dengan sosok yang sangat ingin ia hindari: Kiel De Luca.

​Kiel tertegun di tempatnya. Matanya yang biasanya dingin dan tajam kini membelalak, terpaku pada sosok Anna yang terlihat begitu bersinar dan cantik dengan gaun champagne-nya. Ada desiran aneh di dada Kiel yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sejak Anna pindah sekolah, Kiel menyadari ada sesuatu yang hilang, dan melihatnya malam ini membuat perasaannya semakin kacau.

​"Anna?" panggil Kiel dengan suara datar, namun matanya tidak lepas dari wajah gadis itu. "Kenapa kau ada di sini? Dan... bajumu, kau terlihat berbeda."

​Anna merasa tidak nyaman ditatap sedalam itu oleh Kiel. Ia mencoba memberikan jarak. "Aku tamu Jolina, Kiel. Permisi, aku harus kembali ke teman-temanku."

​"Tunggu," Kiel menahan langkah Anna dengan berdiri di depannya. Meskipun bicaranya tetap irit kata, perhatiannya terlihat jelas. "Jangan terlalu banyak minum minuman dingin, wajahmu pucat. Kau baru sembuh, kan?"

​Anna hanya bisa mematung, merasa risih dengan perhatian Kiel yang tiba-tiba. Namun, suasana canggung itu mendadak pecah saat seorang pria paruh baya dengan aura angkuh melangkah mendekat. Itu adalah Marco De Luca.

​Marco menyipitkan mata, menatap Anna dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan menghina. Ia segera mengenali gadis yang dulu sering mengejar-ngejar putranya dengan cara yang menurutnya memuakkan.

​"Oh, jadi ini gadis pemuja putraku itu?" suara Marco terdengar nyaring dan meremehkan. "Berani sekali kau menginjakkan kaki di pesta keluarga Elion dengan pakaian seperti ini. Apa kau sedang mencoba mencari mangsa baru setelah gagal mendapatkan Kiel?"

​Anna tersentak, wajahnya seketika pucat pasi. Ucapan Marco yang kasar dan penuh penghinaan di depan umum membuat hatinya mencelos.

​"Dengar, gadis kecil," lanjut Marco sambil tertawa sinis, "Hanya karena kau memakai gaun mahal, bukan berarti kasta rendahmu berubah. Kau tetaplah gadis pengganggu yang tidak punya harga diri di mata keluarga De Luca. Sebaiknya kau pergi sebelum kau mempermalukan dirimu lebih jauh lagi."

​Anna menunduk dalam, matanya mulai berkaca-kaca. Rasa takut dan sedih bercampur aduk menjadi satu. Ia merasa sangat kecil dan terhina di tengah kemegahan pesta itu, sementara Marco terus menatapnya dengan pandangan merendahkan seolah Anna adalah kotoran yang tidak sengaja terinjak.

1
Suci Uci
ending terkecewaaa si 🤣Axel pemeran utama dan ana jadi tidak jodoh gara2 Naya sakit banget jadi pembacaa
safitriindahh
ini awalya bgus ko tiba tiba ganti pu?
Liza Chilra
yeyy ceritanya mau selesai, transmigrasi cmn mau nyatuin benang kusut axel dan nayara aja🗿, mnding ga ush transmigrasi 😭🗿
tapi senang nya anna (raisa) bisa pulang kedunia dia, walau msih bnyak yang blum di bahas🗿, reygan bagaimana keadaannya dan sahabat anna (raisa) pas SMA 😭🗿
Liza Chilra
singkat saja kk thor, kapan anna (raisa) pulang kedunia dia??
dari pada msih di transmigrasi, yang sinopsis siapa yang bahagia siapa??
sebenarnya kak author baca ga sih komenan kami?
tentang endingnya anna (raisa)?
tokoh tambahan diksih ending bahagia!
saya baca cerita ini dari awal cuman ngikutin perjalanan anna (raisa), malah di buat kek gni kisah anna.
singkat saja lhh, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia??
Satria Hadi pranata
ciiii yg iyanya Axel yg murahan abis Anna, di embat, sekarang Naya, cinta murahan, bilangnya cinta sejati
Liza Chilra
Udah cukup kak. Jangan makin ngancurin Anna. Dari awal ceritanya tentang Anna transmigrasi, kok endingnya malah Nayara yg jadi sorotan? Ga adil banget. Anna juga berhak bahagia dan pulang ke dunianya!
Liza Chilra
balikin aja lh kak author anna (Raisa) ke dunia asal dia, ceritanya ga sinkron , sinopsis tentang anna (raisa), yang malh dpat bahagia nayara, klo seandainya nayara yang di sinopsis dari awal mngkin aku akan berpihak ke nayara!
ini yang berjuang dari awal siapa, yang bahagia siapa, masih penasaran baca novel ini cmn mau baca dialog anna (raisa).
singkat saja, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia?
Satria Hadi pranata
abis itu Anna kyk mn balik ke asalnya atau tetap, sekarang ini menceritakan figuran siapa lah 🤷🤔🧐
Psyche 01
jujur aja awalnya aku suka banget sama cerita ini , karna di bab 90an alurnya udah mulai gak enak . jadi aku langsung ke part ini . dan ini agak mengecewakan sih kak
Satria Hadi pranata
🤭
Shela Pereira
aduuuh menurutku ceritanya lumqyqn ga bagus karna tookoh nya kan anna kenapa jadi naya harus nya nay itu gaada gaa menaariik
Liza Chilra: iya kak benar pendapat kakak, klo seandainya sinopsis ceritanya tentang naya itu bru pas dan cocok, ini yang transmigrasi raisa ke tokoh anna, malah dijadiin antagonis, sedangkan penambahan tokoh dijadiin tokoh utama / disebut protagonis.
kakak author nya ga mau bals komenan kita, bagi aku yang buat smngat bacanya karena tokoh anna (raisa), tapi malah dibuat kek gni jalan ceritanya, huftt!😮‍💨
total 1 replies
Satria Hadi pranata
axel sama Naya Anna sama siapa, sementara dia ud GK perawan, kasian Anna nya
Liza Chilra: anna nya sama aku aja kak, kita merenung nasib dia dipojokan😭
total 1 replies
olenlmie olen
sdh tidak minat...lari dri tajuk sdh... makin ke sini, makin lain alur critanya... katanya polos, aikkk ....makin pelik jadinya... sorry thor sdh ilang minat dgn alurnya
Din Din Dinda
ijin gak lanjut baca lagi thour am so sorry
dari awal aku udah berekspektasi kalo si ana yg bakal hidup bahagia orang mahkota berharganya juga udah di ambil eeh tbtb kok jari nayara tokoh utamannya 😭
Liza Chilra: kk ga sendiri pendapat kek gitu.
excited baca novel ini karena tokoh anna (raisa), tapi malah di buat seolah-olah antagonis, naya penambahan tokoh di jadiin protagonis / pu (pameran utama), kalau cerita ini awal tentang naya kenapa ga dari awal aja ceritain tentang naya?
ini yang transmigrasi siapa?
naya apa anna?
ga espek anna (raisa) tokoh favorit yang aku tunggu muncul kapan ceritanya dijadiin antagonis!
padahal yang buat smangat bacanya dan yang paling tunggu muncul adalah tokoh anna (raisa).
bagi aku ga adil buat tokoh anna, kalo emg cerita ini hanya untuk naya?
kenapa harus buat sinopsis tentang anna?
maaf yah kak author, ini aku cmn berpendapat aja yah, soalnya aku excited baca pas pertama kali cmn nngu scane anna (raisa) aja.
kirain pu nya anna, malah penambahan tokoh (nayara) yang jadi tokoh utamanya ga espek pas tau kek gitu dan ga smngt baca lagi:(
total 1 replies
Satria Hadi pranata
di sini Anna bisa mengorbankan cintanya untuk Naya sama Axel dan kembali ke dunianya sendiri
Liza Chilra
maaf kak, keknya ga baca lagi deh🙏
soalnya aku dari awal dukung anna sama axel dan sekarang malah naya yang jdi pu nya, dan alurnya ga sesuai yang di deskripsi dari awal novel ini.
soalnya aku lebih suka anna yang dulu, tapi malah dijadiin antagonis, malah naya yang protagonis
Liza Chilra
maaf yah kak, jdi greget bacanya! soalnya ceritanya menyimpang dari alur awal.
selama baca novel, novel ini yang buat greget dan ga sesuai ekspektasi dah dukung anna dari awal malah dibuat kek gni, terus raisa (anna) pulang ke dunia nyatanya kapan?
malah anna yang ppb, huftt 😮‍💨
Forta Wahyuni
apaan nich thor, koq jd menyimpang gini critanya n maaf ya thor jd males bacanya krn anna jd antagonisnya. 🙏🙏🙏🙏
Liza Chilra
kok bisa yah tiba" anna jdi antagonis kek gni, kan dia yang ajak naya ikut serta liburan meraka. makin kesini malah anna yang ppb, yang transmigrasi dari awal raisa ke tubuh anna makin kesini malah anna yang jdi antagonis. hufttt😭
Liza Chilra
anna dh diambil kesucian sama axel yang malah pu malah naya, dari awalkan tentang raisa yang transmigrasi didunia novel jadi (anna) ini malah yang jdi antagonis, pusing + greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!