NovelToon NovelToon
Diam Diam Suka

Diam Diam Suka

Status: tamat
Genre:Romantis / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:436.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Vandra dan Mia saling menyukai diam diam. Vandra cowo gaul yang tampan yang sukanya clubbing, brantem tapi atlet karate yang berprestasi. Sedangkan Mia cewe rumahan yang pintar dan manis.

cerita ini hanya perjalanan cinta anak sma yang dipenuhi intrik intrik kecil, persaingan,
rada setia kawan dan pengungkapan cinta yang manis.

Walaupun tetap ada konflik keluarga yang mengharukan. Tentang pengorbanan ibu dan anak, dan pertentangan keluarga yang sangat kaya raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MARAH

Vandra membanting tubuhnya ke kasur. pikirannya gak menentu. Kemudian Vandra duduk dan mengambil hpnya. Dia sudah menyimpan lama no hp Mia sejak kelas satu. Tapi selama ini no hp itu selalu dipandangnya tanpa berani buat mengeirim pesan, apalagi menelpon.

Tapi kali ini emosi menguasai hatinya. Dadanya terasa panas membara. Dengan marah yang meluap luap dia mengetikkan pesan buat Mia.

'KAMU DIMANA?'

Lama Vandra menunggu pesan itu dibaca dan dibalas. Saat Vandra akan membanting hp mahalnya ke lantai, satu balasan dari Mia membuat emosinya tambah tak tertahankan.

'Aku di rumah Vandra.'

'PEMBOHONG!!!!!'

Setelah membalas dengan kasar, Vandra mematikan hpnya dan langsung mengambil rokoknya dan berjalan ke balkon apartemennya.

Saat ini Vandra membutuhkan udara segar dan beberapa batang rokok untuk meredam emosi yang menguasai rongga dadanya.

*****

Vandra menatap tajam pada gerbang sekolahnya sejak lima belas menit yang lalu. Dia sengaja datang pagi pagi dan menunggu seseorang yang sudah berbohong tadi malam.

Dan benar saja, sebuah ducati merah berhenti di depan gerbang sekolah dan seorang gadis cantik turun dari boncengan Ando.

Mata Vandra tampak merah menahan amarahnya yang mau tumpah. Apalagi melihat dua mahluk tersebut berbicara dengan akrab dan dengan diselingi tawa. Hati Vandra makin panas terbakar cemburu.

"Nanti aku jemput. Ingat pesan tante, selama tante ke Semarang, kamu di rumahku," kata Ando mengingatkan sambil membantu Mia melepaskan helm

"Iya tuan cerewet. Sana berangkat ke sekolahnya. Belajar yang rajin," kata Mia seraya menoyor helm Ando.

"Kenapa kamu ga pindah sekolahku aja. Oma udah nyuruh berkali kali kan," sungut Ando sambil membetulkan helmnya.

"Gak, aku mau di sini aja. Kalo di sana pasti kamu gangguin aku terus?" kata Mia manyun membuat Ando tertawa kecil.

"Aku berangkat dulu ya. Jangan pacaran dulu. Kamu itu masih kecil," kata Ando lalu mengacak acak rambut Mia.

"Ando, rusak ni," kata Mia sambil menghalau tangan Ando yang masih mengacak rambutnya. Masih berderai tawa, Ando lalu melajukan motornya meninggalkan Mia yang masih menatapnya sampai hilang.

"Katanya pulang ke rumah. Ternyata nginap di rumah pacar," nyinyir Vandra sinis membuat Mia kaget melihat Vandra yang berdiri di sampingnya.

Yang membuat Mia terdiam, selain sindiran pedas Vandra, juga raut mukanya yang sangat keruh. Mia teringat akan pesan Vandra tadi malam.

"Memang aku pulang ke rumah. Kamu kenapa kepo," sarkas Mia sambil melangkah pergi. Halaman sekolah masih sepi, karena masih pagi sekali. Hanya anak anak yang terjadwal piket yang udah ada di sekolah. selain itu mungkin ada kepentingan lain.

"Pacar kamu ada berapa? Arif, Zaki, masih kurang? Sekarang Ando?" seru Vandra masih sinis. Vandra semakin kesal karena Mia masih saja berbohong. Sekarang Vandra berjalan di belakang Mia dengan kedua tangan di saku. Dia berusaha mengendalikan amarahnya.Vandra menghela nafasnya berkali kali untuk membuang hawa amarahnya.

Mia terhenyak memdengarnya. Hatinya terasa sedih karena tuduhan dari orang yang sudah lama dia sukai. Tapi Mia ngga menjawab, dia terus berjalan menuju kelas dengan Vandra mengekor di belakangnya.

Dulu mungkin Mia bisa memprioritaskan perasaannya pada Vandra. Sekarang sudah ngga mungkin lagi. Tidak ada waktu lagi baginya memikirkan apa yang menjadi prasangka Vandra. Ataupun teman lainnya.

Mereka melangkah dalam diam. Vandra pun ga menggunakan mulutnya lagi untuk memberi komentar jahat dan sinisnya. Dia kini menatap punggumg Mia. Baru kini dia menyadari bahwa Mia semakin kurus. Kemejanya nampak semakin longgar.

Dulu waktu mereka kelas satu, Vandra selalu memperhatikan Mia. Bahkan mereka juga duduk berdekatan. Tapi dia belum begitu intens mengobrol karena Mia lebih suka berteman dengan anak cewe yang biasa dan cowo cowo yang kelihatan baik. Bukan seperti Vandra dan teman temannya yang terkenal suka berantam dan anak motor. Selain itu Vandra juga sering ngga sekolah karena jadwal pertandingan karatenya yang padat baik dalam maupun luar negeri. Tapi Mia ngga sombong, cuma seperti membatasi dirinya saja dalam bergaul.

Mulai kelas dua mereka sekelas lagi. Dan Vandra kini mulai memberanikan diri mengajak Mia ngobrol walaupun harus menekan rasa gugupnya. Entah mengapa dia selalu grogi jika memulai obrolan baik baik dengan Mia. Kecuali kalo marah marah seperti ini, lidahnya sangat lancar.

Kini Vandra memperhatikan Mia yang sedang menyapu kelas bareng heni yang sudah tiba lebih dulu bersama Rani. Bahkan Okta dan Adit sudah datang dan membantu merapikan kursi kursi.

Seingat Vandra dia ngga pernah ikut piket dari kelas satu. Untung teman temannya ngga pernah marah padanya.

Saat ini rasanya kemarahannya sudah mengendur. Bahkan Vandra menyesal sudah mengatakan hal hal buruk pada Mia. Yang membuat Vandra heran, sampai bel masuk berbunyi, Mia sama sekali ngga melirik atau membela dirinya. Mia malah tetap tenang saja membuat Vandra yang geregetan.

Doni dari tadi terus memperhatikan Vandra tanpa berani bertanya akan kejadian tadi malam. Doni teringat betapa penasarannya Eri menanyainya dan Aldi.

flashback

"Tadi kalian kenapa putar balik. Kaget aku. Tapi senang juga, udah lama kita ngga kayak gitu di jalan," tanya.Eri dengan nada gembira.

Aldi meliriknya sebal. Doni hanya geleng geleng kepala melihat antusiasnya Eri memulai pembicaraan.

"Jidat gua benjol ni kena dashboard," sergah Toni kesal sambil menunjukkan jidat kanannya yang masih kebiruan.

"Siapa suruh lo maen game terus. Gue kan reflek pas lihat Vandra putar balik," bela Eri ngga terima disalahkan. Memang hantamannya cukup keras juga. Hp Toni pun sampe kebanting di lantai mobil. Untung ga retak tu hp.Walau batinnya mengakui kesalahannya, tapi di dunia nyata dia tidak akan pernah mengakuinya. Itu prinsip hidup Eri.

"Ya ya, terserah lo," kata Toni tambah sebal.

"Don, cerita dong ada apa," desak Eri tetap ngeyel tanpa memperhatikan kekesalan Toni.

"Lo tanya langsung aja ke Vandra. Gue malas ikut campur urusan orang," kata Doni penuh makna. Tapi Eri mana mengerti kode itu.

"Oke, besok aku tanya langsung sama Vandra," katan Eri akhirnya. Percuma maksa pada dua orang aneh ini, batinnya mangkel.

Terserahlah, batin Doni dan Aldi kompak.

end

Saat istirahat Vandra menolak ke kantin bersamanteman temannya. Eri yang masih kepo dan ingin bertanya tentang kejadian tadi malam jadi ngomel karrna tangannya langsung diseret Aldi.

"Kalian berdua kenapa sih?" sungutnya kesal saat Aldi sudah melepaskan tangannya begitu sampai ke kantin.

"Sudah, mending Lo makan yang banyak," kata Aldi malas.

Doni dan Toni duduk diam kursi kantin dengan pikiran masing masing.

"Kalian udah sampai duluan," sapa Irfan sambil duduk di samping Aldi. Begitu juga Fino.

"Vandra ngga ikut," tanya Fino saat ngga ngelihat Vandra.

"Gak. Pasvaku mau maksa, si Aldi malah nyeret aku cepat cepat ke kantin," lapor Eri masih kesal.

"Oo,,," tanggap Irfan singkat. Sepertinya dia sudah mengerti maksud dari Aldi menyeret Eri. Kini mereka menikmati hidangan mereka dalam diam. Eri menatap teman temannya kesal. Dia benci selalu menjadi orang terakhir yang tau tentang apa yang terjadi pada teman temannya..

Sementara Vandra mengawasi Mia yang masih diduk di bangkunya. Sita teman sebangkunya sudah pergi ke kantin. Mia tampak sibuk dengan hpnya. Bukan menelpon, tapi membalas pesan sepertinya.

Ingin Vandra menyapa..Tapi kekesalan karena dibohongi masih sedikit bercokol di hatinya. Akhirnya Vandra pun menyibukkan diri juga dengan hpnya

Saat istirahat kedua, Vandra heran melihat Mia tidak ke kantin. Diapun menepuk jidatnya. Sudah beberapa hari ini Mia sangat jarang ke kantin. Apa dia tidak merasa lapar? Walaupun kesal, Vandra tetap saja mengkhawatirkan kesehatan Mia.

Akhirnya Vandra melewati kursi Mia begitu saja. Saat sampai di pintu kelas, Vandra pura pura pergi, padahal dia sembunyi dibalik pintu dan melihat Mia yang sekarang membuka tasnya. Ternyata dia membawa kotak bekal kecil. Mia terlihat menikmati roti yang dibawanya. Dia juga membawa sebotol kecil air putih.

Tiba tiba Vandra merasa kasihan. Apa kamu semiskin itu sampai ga bisa ke kantin, bisik hatinya sedih.

1
Novano Asih
Y Allah ngakak aku 🤣🤣🤣
Novano Asih
waduh kerjasama mereka nanti Lika kena pengaruh dari Celia
Novano Asih
🤣🤣🤣kayaknya seru deh kalau Edo dibikin cerita sendiri bikin ngakak trs
Novano Asih
🤣🤣🤣mau nikah kayak mau beli tempe aja sat set
Novano Asih
hahaha ketahuan deh
Novano Asih
apa ini titik"nya lg nggak on aku 😄😄
Novano Asih
😄😄😄temen"nya pd kepo
Novano Asih
keren y semuanya saling berhubungan entah itu sahabat mantan atau sepupu
Novano Asih
kok Lika trs harusnya Elka kan🤭🤭
Rahma AR: typonya bnyk🤭
total 1 replies
Novano Asih
kalau menurutku Ando malah lebih bijak dan dewasa
Novano Asih
emang Vandra itu kelakuannya kadang dewasa kadang kayak ank kecil yg dikit"marah
Novano Asih
🤣🤣🤣
Novano Asih
Rasya Thor kok Elka😄😄
Rahma AR: iya typo🤭
total 1 replies
Novano Asih
wah jangan"Rasya
Novano Asih
😄😄😄😄
Novano Asih
bacanya sambil senyum sendiri karena tingkah ABG labil baru jatuh cinta 🤭🤭
Deandra Putri
harusnya 'jadilah istriku suatu hari nanti mia' gitu..
Deandra Putri
aduh.. main cap cip cup aja.. kayaknya kangennya berat banget yaa
Deandra Putri
kok ada sekolah serunya kayak begini yaa..
Deandra Putri
kuburan hidup2 aja deh itu nenek sihir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!