Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 15
"Tadi itu.. saya... " ucap Diana dari dalam ponsel. Ia bingung harus menjawab apa.
" Dari tadi kata itu saja yang keluar dari mulutmu, apa mulutmu itu belum di setel? " geram Rifki dari dalam ponsel.
"Kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku? " tanya Rifki emosi.
"Aku tadi lagi mandi. " Jawab Diana spontan.
"Jangan bohong kamu, tadi bilang mau ke alam mimpi pasti tadi kau mau tidur kan? " balas Rifki.
Diana terdiam tak berkutik. Memang semua yang di utarakan bosnya itu benar.
"Saya mohon pak jangan di pecat! " mohon Diana dari dalam ponsel.
"Sudah jangan kau bahas itu, sekarang cepat kau keluar ku tunggu kau di depan hotel. Hari ini kita harus pergi ke perusahaan ku! " Rifki menjelaskan panjang lebar agar sekretaris nya itu paham.
"Siap pak laksanakan! " jawab Diana.
Panggilan pun terputus. Diana langsung mengganti baju tak lupa juga ia memberikan sedikit polesan make up.
" Sudah siap. " Diana mengambil tas selempang nya dan langsung keluar dari kamar hotelnya.
Di luar hotel ia mencari-cari keberadaan Rifki.
"Dimana dia? " Gerutu Diana sambil celingak-celinguk.
"Hei disini! " teriak seseorang yang sudah berada di dalam mobil.
Diana langsung menghampiri.
"Wah Pak, perasaan Bapak gak bawa mobil deh ke sini. " Ucap Diana dengan polosnya.
"Aku ini orang kaya, jadi dengan sekejap aku akan membeli mobil yang ku inginkan. " Ucap Rifki dengan nada sombongnya.
"Cepat masuk! " perintah Rifki.
Diana duduk di samping Rifki di bagian belakang.
"Apa ini supir mu? " tanya Diana yang heran melihat penampilan pria yang akan menyetir itu. Pria tersebut berpakaian dengan menggunakan jas sama seperti dengan penampilan Rifki.
Pria tersebut tersenyum dari kaca mobil itu.
"Dia itu asisten ku. " Jawab Rifki yang masih sibuk membalas chat yang ada di ponselnya.
"Wah tampan sekali dia, senyum nya juga indah… " batin Diana memandangi lekat pria tersebut walaupun hanya sedikit ia melihat wajahnya.
"Hei tampan siapa namamu? " tanya Diana pada pria tersebut.
"Aku ini memang tampan, apa kau baru nyadar? " sahut Rifki yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Tampan apanya kau? yang ada hantu kali. " Jawab Diana dengan asal.
Rifki terhenti pada ponselnya dan menatap sinis wanita yang ada di sampingnya.
"Lalu siapa yang kau panggil tampan tadi? " ketus Rifki dengan mata melotot nya.
"Ya dia lah siapa lagi? Cowok di sini cuman kan cuman dua orang ya jadi yang tampan itu asisten mu. " Jawab Diana dengan sambil menunjuk pada pria yang sedang fokus menyetir.
"Siapa nama mu? " tanya Diana lagi.
"Nama saya Kiki nona. " Jawab Pria itu dengan singkat namun tetap memancarkan senyum indahnya.
"Baik-baik akan ku ingat kalau nama mu Kiki. "
"Untuk apa kau mengingat nama asistenku? " protes Rifki.
"Ya mungkin saja nanti aku akan akrab dengannya. "
"Cih omong kosong, palingan juga modus. " Ucap Rifki pelan.
Mereka telah sampai di sebuah perusahaan. Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam perusahaan yang menjulang tinggi.
Semua karyawan tunduk tak berani menatap Rifki yang sedang melewati mereka.
"Sudah lama tuan Rifki tidak kesini. " Ucap salah seorang karyawan saat Rifki sudah tak terlihat lagi.
Mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang cukup besar.
"Bagaimana Ki pada saat kau menangani perusahaan ini? " Tanya Rifki.
"Tidak ada kendala Pak. " Jawan Kiki singkat.
Rifki memang tidak salah mencari asisten yang jujur yang cekatan seperti Kiki.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅