Di sebuah kota kecil ada seorang anak gadis cantik yang masih berusia 18 tahun di paksa untuk menerima perjodohan dini ini.
nama nya adalah Meli, gadis cantik yang baru saja lulus, tekat nya yang ingin melanjutkan perguruan tinggi nya terhalang karena permintaan ibu tirinya yang memaksa nya untuk menikah muda dengan seorang pria dewasa.
bagaimana kelanjutan nya yuk mampir di karya author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita serakah.
1 Bulan pun berlalu dan kini Kevin sudah di perbolehkan pulang, selama di rumah sakit dia terus menerus menjalankan terapi antiretroviral (ARV).
"Kevin setelah ini kamu harus menjaga dirimu dari perempuan perempuan di luar sana, kamu harus sadar, kamu sudah punya istri yang cantik dan manis seperti meli,"ucap nyonya Winda.
"Tapi apa meli masih mau menerima pria seperti ku,"lirih Kevin.
"Dia pasti akan menerima mu, dia adalah wanita yang baik, tergantung bagaimana cara kamu memperlakukan nya setelah ini,"ucap nyonya Winda.
"Kevin akan berusaha ibu, Tolong berikan Kevin waktu,"lirih Kevin.
"Ibu akan Sabar menunggu, kamu harus yakin kan dia, dan kamu juga harus yakin dengan pilihan orang tua mu,"ucap nyonya Winda.
Kevin lagi lagi mengangguk.
Setelah mengatakan itu, Kevin pun membaringkan tubuh nya, akhirnya dia bisa merasakan tidur yang nyaman lagi.
Sebulan di rumah sakit membuat tubuh nya benar benar terasa pegal, walaupun dia di tempat kan di tempat yang khusus.
Tapi rasa lelah nya itu semua terbalaskan oleh perhatian meli.
selama sebulan ini wanita itu dengan penuh kesabaran menjaga dan merawatnya.
Dia seperti merasakan warna baru telah hadir di dalam diri nya.
"Saat bersama Jesicca, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini,"lirih Kevin.
"Wanita itu, dia terus saja membuat Ku berdebar dengan perhatian kecil nya, dia terlihat cuek, tapi dia sungguh perhatian,"batin Kevin lagi.
"Apa aku benar benar mulai mencintai nya,"batin Kevin lagi.
"Apa secepat itu aku jatuh cinta pada nya,"
"Ah sudah lah, kepala ku pusing terus memikirkan nya, lebih baik aku istirahat saja.
...----------------...
...----------------...
"Tuan, nyonya, di luar ada seorang wanita tua dan dan anak gadis nya, yang sedang mencari nona meli,"ucap security.
"Ibu, aku akan keluar,"ucap meli.
"Jangan nak, biarkan dia masuk,"ucap nyonya Winda.
Tak berselang lama kedua wanita yang di maksud pun masuk dengan langkah yang sangat angkuh.
"Meli, cepat berikan kami uang, enak aja kamu hidup mewah di sini sedangkan kami hidup miskin di luar sana,"ucap Desi.
yah wanita itu adalah Desi, ibu tiri meli.
"Uang? Apa aku tidak salah dengar,"ucap meli.
"Anda bahkan sudah mengambil semua uang yang di berikan oleh ayah mertua ku setelah pernikahan ku,"ucap meli
"Alahhh, uang segitu mana cukup, itu masih kurang,"ucap Desi.
"Bahkan uang 100jt itu belum bisa membalas semua kebaikan ku padamu di waktu kau masih kecil,"ucap Desi lagi.
"Dasar wanita serakah, apa kalian pikir saya tidak tau perbuatan anda pada meli dan ayah nya,"ucap nyonya Winda.
"Anda bahkan tidak pernah berbuat baik pada meli, kenapa sekarang anda malah mengatakan uang 100jt itu belum cukup untuk membalas kebaikan anda,"ucap nyonya Winda geram.
"Aku menjaga ayah nya dengan susah paya, apa salah nya kalau dia memberikan ku sedikit uang,"ucap Desi.
"Menjaga ayah? Hahahah, Kalian benar benar tidak punya malu, bahkan setelah aku pergi dari rumah, kalian sama sekali tidak pernah menjenguk ayah di rumah sakit, kalian membiarkan nya seorang diri di sana,"ucap meli.
Desi dan Siska terdiam, kedua nya benar benar malu.
"Kenapa kalian diam? Apa kalian masih belum punya malu,"ucap meli.
"Hey meli, jangan sombong deh kamu, kalau bukan ibu yang memaksa mu untuk menikah waktu itu, kau tidak akan ada di sini,"ucap Siska.
Antiretroviral (ARV) berfungsi menurunkan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga virus "tidur" dan tidak berkembang biak.