Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Untuk Di Maafkan
Semua yang berada di dalam ruangan itu merasa bahagia saat itu, mereka benar-benar terhibur dengan semua sajian yang di pertontonkan pada malam itu, di mulai dari drama Bastian hingga wajah lucu Cindy yang baru terbangun dari tidurnya dan kebingungan
" Ini minum lagi biar sadar " Adit kembali menyodorkan minuman tadi ke cindy
" Makasih pak " Cindy hanya bisa menundukkan kepalanya menahan malu
" M*mpus deh aku, kenapa jadi beda orangnya ? aduh ini orang udah ngapain aku ya dari tadi ? "
Cindy saat itu benar-benar merasakan ketakutan di dalam hatinya, karena dia tidak dapat mengingat apapun yang telah terjadi, lalu Cindy melihat ke arah Mita dan Mita pun tersenyum ke arah sahabatnya itu seolah mengatakan semua aman kok
" Atau jangan-jangan malahan aku lagi yang udah buat salah, aduh Tuhan kenapa aku jadi amnesia gini "
Ada seribu pertanyaan di dalam pikiran Cindy saat ini, Cindy benar-benar merasakan takut dan malu yang menjadi satu, Cindy benar-benar tidak tau harus berbuat apa
Cindy pun mulai mengumpulkan keberaniannya untuk memperjelas semuanya, setelah meletakkan minuman itu Cindy mulai memberanikan dirinya untuk berbicara
" Maaf pak sebelumnya saya belum pernah minum alkohol saya tadi mabuk pak, saya sampe tidak sadar bapak ada di samping saya "
" Oh.. Kalo ga pernah minum alkohol kenapa coba-coba minum ? " Adit berpura-pura
" Maaf pak " Cindy mulai menundukkan kepalanya
Cukup lama juga Adit dan Cindy saling berdiam diri, mereka sama-sama bingung harus mengatakan apa, lalu Cindy mulai memberanikan dirinya kembali untuk bertanya
" Maaf pak, apa tadi saya melakukan kesalahan ? "
Adit menatap Cindy sambil tersenyum dengan manis, dia senang karena akhirnya akan ada bahan untuk obrolan, tiba-tiba saja semua rasa takut Cindy menghilang saat melihat senyuman Adit
" Ya ampun Tuhan ini cowok kok ganteng banget kalo lagi senyum "
" Hmm.. Apa ya ? tadi kamu tidur sambil tarik lengan saya mungkin kamu pikir lengan saya bantal atau guling di rumah kamu "
" Aduh.. Maaf pak saya tidak biasa minum minuman yang mengandung alkohol, tadi kepala saya sudah benar-benar berat pak " Cindy pun mulai menundukkan kepalanya lagi
" Tadi kamu juga bilang kita semua berisik "
" Maaf pak " hanya kata itulah yang bisa terlontar dari bibir Cindy
" Oh ya ada 1 lagi... " Adit sengaja menggantung ucapannya
" Ada lagi pak kesalahan saya ? "
Karena Adit melihat Cindy yang masih tetap setia menundukkan kepalanya, Adit pun membisikan ke telinga Cindy
" Kamu tadi mencium bibir saya waktu saya baru aja sampe "
" DUAR " seperti ada sebuah bom atom yang meledak tepat di jantung Cindy, yang membuat detak jantungnya langsung berdetak secara tak menentu
" G*la aku cium bibir itu orang, astaga Cindy kamu sakit ya, aduh bisa selamat ga ya aku sekali ini ? "
" Maaf pak saya benar-benar lancang telah berlaku tidak sopan kepada bapak, saya benar-benar di luar kendali dan tidak ingat dengan apa yang saya lakukan pak, saya benar-benar minta maaf pak " suara Cindy sudah mulai bergetar menandakan dia sudah hendak menangis
Adit pun langsung menjadi tidak tega melihat Cindy yang sudah hampir menangis, Adit tidak ada niatan sedikit pun untuk menekan Cindy dia hanya berniat menggoda Cindy
" Ok.. Saya maafin kamu, tapi ada syaratnya " ucap Adit dengan cepat
" Apa pak syaratnya ? kalo memang bukan hal yang melanggar norma pasti saya lakukan pak " jawab Cindy dengan cepat sambil menatap adit
" Kamu harus traktir saya makan siang, gimana ? "
Mereka berdua pun saling bertatap mata dengan pemikiran yang saling berbeda jauh, Adit yang merasa senang akan bertemu kembali dengan gadis yang telah berhasil membuat dia penasaran, tetapi Cindy memikirkan nasib uangnya nanti
" Aduh ini cowok kalo di liat dari penampilannya pasti orang kaya yang tajir melintir, buktinya aja si otak kotor ngejauh, padahal dari tadi di nasehatin sama yang lain dia ga mau denger "
" Kalo sampe dia minta traktir makannya di tempat yang jauh lebih mahal dari tempat Mita pernah traktir aku, gimana dong nasib aku ? gaji aku satu bulan juga mungkin kurang dong "
" Sumpah deh ini cewe dari pertama aku liat dia bener-bener bikin aku penasaran, dia ngebuat aku ngerasain perasaan yang aneh, bahkan dulu sama dia ( mantan ) aja gw ga pernah ngerasain perasaan yang kayak gini"
" Gimana ? " tanya Adit karena melihat Cindy yang diam saja tidak menjawab syarat dari Adit
" Baik pak, saya akan traktir bapak makan siang tapi nanti ya pak, beberapa hari lagi ya pak tunggu saya habis gajian "
" Ok.. "
Adit pun tersenyum penuh kemenangan, karena akan ada kesempatan lain dia menemui gadis itu pikir Adit, lalu Adit mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana dan menyodorkannya kepada Cindy
" Masukin nomer kamu yang bisa saya hubungi "
Dengan berat hati Cindy pun mengambil ponsel itu dari tangan Adit, lalu dia memasukan nomor teleponnya ke ponsel Adit
" Sudah pak "
Cindy pun mengembalikan ponsel milik Adit
" Ok.. Sudah saya missed call ya itu nomer telepon saya, kamu bisa hubungi saya nanti saat kamu mau traktir saya makan siang " Adit pun menatap ke arah Cindy
" Ya udah alamat amsyong deh gaji aku bulan ini, lagian kamu tuh orang kaya pak, ngapain sih masih minta traktir makan siang sama orang susah kayak aku "
" Ya pak " hanya di balas senyuman oleh Adit, Adit pun menatap Cindy dengan lembut
" Aku akan jadiin kamu milik aku selamanya, aku akan kasih apapun yang kamu mau, aku akan buat hidup kamu bahagia asal kamu jangan pernah khianati aku "
" Cie... Cie... Seumur-umur baru sekarang gw liat lo kasih nomer telepon lo ke cewe Dit " ledek Rangga
Adit hanya membalas dengan senyuman ucapan dari Rangga, ya karena memang ucapan dari Rangga adalah sebuah kenyataan
Waktu pun terus berlalu, semua yang berada di dalam ruangan itu sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, mereka pun terus bergantian untuk bernyanyi, hanya Erik yang asik dengan kesendiriannya tanpa sekali pun ikut bernyanyi
Sedangkan Adit tanpa sadar terlarut dalam suasana di dalam ruangan itu, karena gadis yang sedang berada di sampingnya membuatnya lupa waktu, lalu ketika Adit melihat jam tangannya dia pun sedikit terkejut karena sudah hampir jam 1 malam
" Balik yuk bro udah malam ni besok pagi gw ada meeting "
Yang lain menjawab dengan anggukan kepala tanda mereka setuju, walaupun biasanya mereka akan pulang jauh lebih lama dari itu bila tak ada kehadiran Adit di antara mereka
Adit pun memberikan kode kepada Erik untuk menyelesaikan pembayaran, Erik pun segera bergegas keluar dari ruangan itu
bantu like dan komentar ya teman-teman😊
terima kasih 😊
maaf kalo masih banyak typo masih belajar
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa