NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Diana yang baru saja tiba melihat kegaduhan antara kedua putranya. Diana berdiri di antara mereka dan ia menahan Arya yang akan kembali melayangkan pukulan pada Mahesa.

" Hentikan Arya! Kakakmu pasti punya alasan saat tidak mengangkat telepon. Jangan sakiti kakakmu lagi!." Diana terlihat memarahi Arya.

Di saat genting seperti itu, seorang pelayan dengan badan berisi datang. Ia membawa botol susu milik Keano.

" Tuan Mahesa, saya yang selama ini mencuci botol susu tuan muda. Tapi hari ini saya menemukan sesuatu yang buruk tuan. Saya mencium aroma basi dari botol susu tuan muda. Sepertinya tuan muda sakit karena ada seseorang yang memberikan susu basi kepadanya." jelas pelayan wanita dengan tubuh gemuk itu.

Semua orang yang ada di ruangan membulatkan mata.

" Apa kamu bilang? Ada yang memberikan susu basi pada cucuku? Siapa yang sudah berani melakukan itu?." teriak Diana ke arah pelayan tersebut.

Dengan takut takut pelayan wanita itu berkata. " Biasanya yang menyeduh susu untuk tuan muda hanya ada dua orang nyonya. Mereka adalah bi Siti dan Nadira!."

Diana langsung naik pitam, di pikirannya hanya ada Nadira. Ia tahu jika Nadira adalah pelaku di balik semua ini.

" Wanita pembunuh itu lagi! Mahesa! Apa kamu dengar? Nadira telah mencelakai Keano. Apa kamu masih mau memaafkannya setelah apa yang dia lakukan? Buka matamu Mahesa, Nadira itu wanita yang licik. Sebaiknya kamu usir saja dia dari rumah ini dan jangan pernah memaafkannya!." Diana bicara di hadapan Mahesa yang terlihat mematung dan terdiam.

Tangan Mahesa mengepal, tatapannya berubah menjadi tajam. Dengan langkah lebar ia berjalan ke lantai atas.

Di dalam kamar, Nadira sedang tidur di samping Keano.

Mahesa kini sudah tiba di kamar Keano, tatapannya yang semula tajam mulai melemah saat melihat sosok Keano yang tertidur pulas di dalam ranjang. Mahesa berdiri di samping ranjang, ia kemudian menyentuh Keano. Tanpa sadar air mata menetes di pipinya. Mahesa begitu khawatir hingga tak memperdulikan apapun lagi. Tapi saat melihat Keano baik baik saja, Mahesa sangat bersyukur.

" Maafkan papa nak... Maafkan papa..." bisik Mahesa.

Namun, kemarahan Mahesa kembali datang saat melihat Nadira yang ada di samping Keano.

" Nadira! Beraninya kamu menyakiti putraku!." geram Mahesa.

Nadira terbangun saat mendengar suara seseorang. Suara yang begitu ia kenal bahkan tanpa melihat wajahnya sekalipun.

Nadira terperanjat, Mahesa berada tepat di hadapannya.

Nadira buru buru berdiri dan keluar dari ranjang Keano. Ia menunduk di samping ranjang seperti biasa.

" Apa yang sudah kamu lakukan pada putraku Nadira? kenapa Keano bisa seperti ini?." tanya Mahesa dengan tatapan tajam.

" Putra anda mengalami alergi susu tuan, jadi tubuhnya penuh dengan kemerahan." jawab Nadira mencoba menjelaskan.

Mahesa menghampiri Nadira dengan tatapan kemarahan.

" Kenapa kamu memberikan susu basi pada putraku Nadira! Apa kamu mau mencelakai putraku? Apa kamu berusaha membunuhnya?." ucap Mahesa dengan suara di tekan.

Jantung Nadira berdegup kencang, lagi lagi Mahesa tak mempercayainya. Mahesa menuduhnya mencelakai Keano.

" Tuan, saya tidak pernah melakukan hal hal yang membahayakan putra anda. Saya mohon percayalah tuan!." ucap Nadira mengatupkan kedua tangannya.

Tapi Mahesa terlihat semakin marah, pria itu mengepalkan tangannya erat erat. Sedetik kemudian ia menarik paksa Nadira keluar kamar.

Nadira meringis menahan sakit, Mahesa benar benar marah kepadanya.

" Tuan, lepaskan saya!" ujar Nadira memohon.

" Kamu sudah melewati batas Nadira! Kemarin saat kamu berusaha kabur aku tidak menghukum mu karena kamu sedang terluka! Tapi kali ini kamu malah mencelakai putraku, kamu telah melukai satu satunya hal yang paling aku cintai! Tidak ada hukuman yang pantas untukmu selain penyiksaan yang membuatmu bahkan tak bisa bicara!."

Deg

Nadira menggeleng cepat, ia tahu ucapan Mahesa tak pernah main main.

" Tuan, saya mohon percayalah! Saya tidak pernah berniat mencelakai putra anda. Saya hanya merawatnya seperti biasa. Dan mengenai susu basi yang anda katakan barusan saya benar benar tidak tahu tuan!."

" Diam! Jika memang kamu terbukti telah melakukan kejahatan ini... Kamu akan mendapatkan hukuman mengerikan dariku!." Ucap Mahesa dengan tatapan tajam.

Ia kembali menarik paksa Nadira ke lantai bawah. Kemudian sesampainya di sana ia mendorong Nadira di tengah ruang tamu hingga wanita itu tersungkur ke lantai.

Kali ini Mahesa benar benar murka. Diana dan Arya yang sedari tadi berada di ruang tamu terperanjat saat melihat Mahesa yang mendorong Nadira ke lantai.

Arya menatap Nadira yang ada di hadapannya, dengan cepat Arya membantu Nadira berdiri. Sikapnya itu membuat Diana menatap tak percaya pada Arya.

Sementara itu Mahesa duduk dengan penuh kemarahan. Ia memanggil semua pelayan untuk berkumpul tanpa ada satupun yang tersisa.

Beberapa saat kemudian semua pelayan sudah berkumpul, Mahesa menatap mereka dengan tatapan tajam satu persatu.

" Siapa diantara kalian yang sudah berani meracuni putraku? Katakan padaku sekarang juga sebelum aku sendiri yang mencari tahu!." teriak Mahesa ke arah para pelayan.

Sementara itu Nadira yang ketakutan mulai menitikkan air mata.

" Tuan, kami sama sekali tidak pernah meracuni tuan muda. Saya sudah sepuluh tahun lebih bekerja di keluarga ini, saya sangat menghormati anda dan keluarga anda tuan. Bahkan saya tak berani membayangkan akan melakukan kejahatan pada keluarga anda, apalagi sampai melakukannya tuan. Saya tak berani." ucap bi Siti yang ketakutan.

Sementara pelayan lain juga mengatakan hal yang sama.

Mahesa mengepalkan tangannya, " Kalian tidak mau jujur padaku! Baiklah akan aku cari tahu sendiri!." Mahesa mengeluarkan ponselnya. Ia kemudian membuka halaman yang memperlihatkan rekaman CCTV di seisi rumahnya.

Di area dapur, Mahesa melihat dengan seksama siapa yang sudah menyeduh susu untuk Keano terakhir kali.

Para pelayan dan juga Nadira merasakan ketakutan yang luar biasa, mereka takut akan menjadi tersangka.

Ketegangan yang ada di ruangan itu mampu membuat para pelayan dan juga Nadira berkeringat dingin. Mahesa sangat marah, sudah dipastikan siapapun yang sudah melakukan kejahatan itu tidak akan diampuni begitu saja.

Mahesa berdiri, ia membuang ponselnya pada sofa, suasana menjadi hening.

" Nadira! Kamu adalah orang yang terakhir kali menyeduh susu untuk Keano! Kamulah pelakunya!."

Deg

Nadira mematung dengan ketidakpercayaan. memang benar dia yang menyeduh susu itu, tapi susu yang ia buat tidak basi. Susunya masih baru.

" Tu...tuan, saya memang orang terakhir yang menyeduh susu. Tapi saya bisa pastikan kalau susu itu tidak basi tuan. Saya... Saya bahkan baru menyeduh nya dua kali setelah saya membuka kemasannya." ucap Nadira mencoba menjelaskan semuanya.

Sementara itu Mahesa terus mendekat ke arahnya, tatapan pria itu benar benar seperti akan membunuhnya.

" Beraninya kamu mencelakai putraku! Aku kira selama ini kamu baik. Aku bahkan berpikir bahwa kamu bukan pembunuh Nayla saat melihat kebaikanmu pada Keano. Tapi tak di sangka, kamu ternyata memang seorang wanita pembunuh. Enyahlah kau..." Mahesa menaikkan tangannya dan hendak menampar Nadira.

Namun tamparan yang Mahesa layangkan tak benar benar sampai. Tangannya tergantung di udara karena Arya menahan nya.

" Nadira bukan pelakunya! Tapi wanita gemuk itu." Arya melepaskan tangan Mahesa, kemudian ia menunjuk ke arah pelayan yang beberapa saat lalu memberitahu jika susu yang diminum Keano adalah susu basi.

Pelayan gemuk yang semula terlihat tenang kini mulai panik. Ia menggeleng dan membantah tuduhan yang diberikan kepadanya.

" Tuan, saya tidak berani melakukan hal sekejam itu. Saya tidak berani mencelakai tuan muda. Percayalah tuan." ucap pelayan gemuk itu.

Mahesa yang semula menatap pelayan gemuk itu kini mengalihkan pandangannya pada Arya.

" Apa buktinya jika pelayan itu pelakunya?." ujar Mahesa dengan tatapan tajam.

" ini!." Arya memperlihatkan layar ponsel pada Mahesa. Sebelumnya Arya memungut ponsel milik Mahesa yang tergeletak di sofa. Terlihat di sana wanita gemuk itu sengaja mengaduk satu botol susu sehari sebelum Nadira menyeduh susu untuk Keano. Pelayan gemuk itu menyimpan susu yang baru ia seduh di laci bawah wastafel. Setelahnya pelayan gemuk itu terlihat menukar susu yang baru di seduh oleh Nadira dengan susu yang sudah ia seduh kemarin.

" Beraninya kamu!....." Kini tatapan Mahesa mengarah tajam pada seseorang yang terlihat begitu panik. Pelayan gemuk itu tak sesantai di awal, bahkan ia terlihat seperti orang yang sangat ketakutan.

1
Haura Az Zahra
👍
Emi Sudiarni
ad yg jatuh cinta ni..
Quin: hehehe iya ni lagi cemburu2 gemas 🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Quin: mohon maaf ya teman teman untuk beberapa hari ini saya tidak bisa upload dulu karena sedang ada urusan penting 🙏 mohon dimaklumi ya teman teman, 🩷🩷🩷 saya berjanji akan kembali melanjutkan ceritanya 🥰🥰 love you all 🩷
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren kak, di tungu kelanjutannya
Emi Sudiarni
lanjut kak...
Quin: ciapp👍🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
entar lo jatuh cinta ama nadira.
Emi Sudiarni
kamu tu mahesa yg peluk anindira🤣🤣
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!