NovelToon NovelToon
Mertua Galak

Mertua Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:225.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: rezza_handira

Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.

Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.

Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.

Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis

"Sahara, Badanmu masih panas, Aku akan menelepon perusahaan mu untuk meminta cuti buat mu"kata Bani sambil memegang keningku

"Oke" Jawab ku singkat

Bani menelepon ke tempat kerja ku untuk meminta cuti sakit, sementara dia ijin kerja dari rumah, Bani merawatku hingga siang hari tubuhku terasa pulih sedikit, Kuhampiri Bani di ruang tamu, yang sedang kerja dari rumah.

"Bani, Aku ingin mengobrol sebentar" Kataku

"Sahara, Apa kamu sudah baikan?" Tanya Bani

"Ban, semalam aku mendengar percakapan mu di telpon dengan keluarga mu" Aku memulai percakapan

"Kenapa Sahara, Jangan kepikiran ya, Emang Agus belum punya pikiran matang" Jawab Bani

"Sekarang begini aja, mumpung belum punya keturunan kita pisah aja Ban, Sepertinya aku sudah ngga kuat menghadapi mama mu yang ngomong selalu tanpa aturan, dan sekarang adikmu pun berkata demikian, siapa suruh kamu nikah dulu, Aku ini sedang sakit Ban, dari rumah kamu membawa ku juga dengan baik baik, kenapa setelah jadi keluarga aku merasa ditindas oleh keluarga kamu" kataku

"Sahara, Kamu lagi sakit, ngga boleh berpikir macam macam, maaf kan ibu dan adikku ya, sekarang kamu istirahat ya, biar cepat pulih" Bani memelukku

"Aku serius Ban, Jika masih seperti ini aku mending mundur, mumpung belum ada keturunan" jawab ku lagi

"Sahara, Kamu ngomong apa sih, Aku ngga mau pisah sama kamu, mungkin ini adalah ujian rumah tangga kita, Aku minta maaf jika mama dan adikku menyinggung mu, tapi memang benar yang di katakan mama, Aku belum bisa bahagiain mama, belum bisa jadi anak yang berbakti" jawab Bani

"Terus Aku yang jadi korban pelampiasan mama mu, ngomong seenaknya, memang nya aku yang bujuk kamu supaya ngga bisa bahagiain mama kamu apa?" jawab ku

"Ya bukan begitu Sahara, Mungkin mama cuma kalap saja, jangan di masukin hati" ucap Bani

"Jangan di masukin hati tapi bicara tanpa aturan setiap ketemu, Udah lah Bani, Aku sudah ngga sanggup dengan semua perilaku mama mu" jawab ku

"Sabar Sahara, Aku juga nasehatin mama kalau ngga ada kamu kok, Namanya orang tua susah, Aku minta maaf ya Sahara" Kata Bani masih memelukku

"Aku masih ngga bisa terima Ban, Mama kamu terllau pedas ngomongnya, tapi di sentil ngga mau, pake drama air mata buaya" kata ku

"Bukan air mata buaya, kalau kamu bantah dia begitu dia jadi keinget masa lalu dia yang suram beb, Kumohon kamu juga ngertiin aku ya, Aku ini jadi penengah buat kamu dan mama loh, Aku pusing jika kalian ngga akur" jelas Bani

"Tolong ya, Mulut nya di suruh jaga, jangan asal koar koar tanpa melihat situasi" Kataku agak ketus saking kesal nya

"Sekarang kamu istirahat ya Sahara, Kamu masih sakit, Perjalanan kita masih panjang" Ucap Bani

Aku bersih keras untuk pisah dari Bani, Hati ku sudah terlanjur Sakit, dari awal ketemu sampai sekarang masih aja belum berubah mulut mertua terlalu tajam dan galak, Bani tidak ingin berpisah, Dia memilih merawat aku yang sakit daripada membahas tentang perceraian,

Dua Minggu telah berlalu, Aku juga sudah menjalani aktivitas kerja seperti biasa, Namun kenapa tubuhku masih terasa ngga enak, Haid ku juga masih belum menunjukkan tanda tanda, Aku minta tolong Bani untuk membeli tespek di apotik terdekat, untuk ku gunakan besok pagi.

"Hah apa ini dua garis, Beneran ngga ya?" gumamku dalam hati

"Bani, , Ban, Bangun Ban, lihat tespeknya dua garis" Seru ku sambil membangunkan Bani

"Apa, Coba lihat Sahara" Bani langsung bangun dari tempat tidur

"Iya ini dua garis, Hari ini kita periksa ya, buat memastikan" Kata Bani lagi seraya memelukku bahagia

~Bersambung~

Nantikan kisah selanjutnya ya

jangan lupa vote, rate dan like 😁

maaf jika tulisan masih berantakan dan ceritanya kurang bagus

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!