NovelToon NovelToon
Fierce Queen

Fierce Queen

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: deby Widiastuti

kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.


SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!

jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Arka mencoba menyamai langkah key yang menundukan kepalanya. “ suara kamu bagus..” sahut

arka yang langsung mempercepat langkahnya saat key mendongakkan kepalanya.

Deg

Diam

hening

Key masih terdiam, dan kalimat itu entah mengapa terus menerus berteriak di telinganya dan bayang-bayang

arka memenuhi sela sela otaknya. Key mencoba mengerjap-ngerjapkan matanya, berharap saat membuka mata ia berada di kamarnya.

Oh shit!

" Key ngapain sih lu di tengah jalan??" Senggol Naya yang membuat key tersadar dan mulai

memutar bola matanya. " Key ngapa sih lu? Kok jadi kaya orang bego gitu sih? Pusing? Kenapa? Mikirin tugas?" tanya bryan. Key masih fokus untuk memutar bola matanya, meneliti lantai, tembok dan tangga.

" Eh eh.. key lu kesurupan ya? Kok diem aja sih,Ya ampun..." Teriak Naya histeris.

" Eh nyaneh Saha ? Nyaneh Saha woy?" Cicitnya sembari menyentuh kepala key dengan telapak tangganya.

" Aing maungggg!!" Jawab key dengan mata melebar.

" Eh ini serius bry?" Tanya Naya semakin bego yang hanya Bryan jawab dengan gelengan kepala.

"Lepas!!" Titah key pada tangan Naya.

Key langsung berjalan menuruni tangga dengan di ikuti kedua temannya di belakang. " Ah elah nggak usah di anggap serius key, banyak kok yang bilang suara gue bagus.." cicit key pada dirinya sendiri.

" Ah elah cuman 3 kata aja kok di bikin pusing !!"

" Ah elah, manusia satu itu tuh bisanya bikin gue naik darah terus. Herannn deh gue !!" Cicitnya lagi. Yang membuat Bryan dan Naya bingung setengah mampus menghadapi tingkah key.

" Ck, so soan mau bikin gue baperr? Hahaha tidak bisa." Cicitnya lagi. Key melangkahkan kakinya sembari mengoceh terus menerus samapai ia mengabaikan kedua temannya yang memandangnya penuh dengan pertanyaan.

Bryan menggaruk kepalanya frustasi dengan tingkah key yang jauh dari kata normal. " Heran

deh gue, kok gue yang lempeng gini punya temen rusak semua ya ? " dumel Bryan pada Naya.

" Gue juga rusak gitu?"

" Bukan, itu temen lu yang sekarang punya hobi baru nyerocos sendiri sama bocah sialan yang selalu bikin key dapat masalah itu. Rusak semua mereka!!" Cicit Bryan.

" Eh kakek cangkul. Gue denger lu ngatain gue !!" Cicit key tanpa menengok ke arah

Bryan dan terus melangkahkan kakinya saat Bryan dan Naya menghentikan langkahnya dan saling memandang.

" Gue rasa lu bener, mereka rusak" ujar Naya sembari tertawa.

Key berjalan duluan keluar fakultas dan duduk di pinggiran tangga depan gedungnya, otaknya masih

memikirkan 3 kalimat sialan yang membuat dia sedikit kelimpungan. Key merasakan berbagai macam hal dari apa yang arka ucapkan yang pertama itu ia bangga, seneng, bahagia, kesel, jengkel dan terakhir tiba-tiba ada rasa deg-degan di hatinya saat mengingat kalimat itu.

Aihh sialan!!

Bukan 3 kata I love you loh

Tapi gue udah kelimpungan!

Emang receh banget dah hati gue mah

Senggol dikit baperr..

itu hanya pujian biasa key, nggak usah lebay !!

Naya dan Bryan yang menyusul langkah key terhenti saat melihat sosok gadis mungil sedang terduduk

di pinggiran tangga. " Ya ampun ini bocah kenapa lagi sih?" Tanya Naya. " Ajak dia

balik gih, buruan. Kasian gue liatnya.." ujar naya pada bryan.

" Lu sanah Anter dia, gue ada urusan. Gue duluan bry, key.." pamit naya pada bryan dan key yang sedang melamun.

Bryan mendekati key yang masih mematung dengan sejuta pikiran yang sedang bertarung.

" Woy mau gue Anter balik kagak?" tanya bryab sembari menyenggol bahunya.

" Hah? Apa bry?” sahut key sembari mendongakkan kepalanya.

" Mau gua Anter balik kagak?"

" Engga bry, gue nanti ada rapat hmj."

" Terus lu mau di sini aja? Masih lama kan?” bryan masih berdiri menatap key yang terduduk di tangga.

" Iya, gue nanti ke perpus aja.”

" Ngapain? Matung kaya tadi?” sindiri bryan.

" Ya baca lah, ngacoo.”

" Yaudah serah loh. Ati-ati ilang..”

" di kira gue bocah kali ya, naya mana?.”

" Lah, Iki bocah emang semprul. Tadi Naya kan pamit pulang duluan.”

" Hah ? Kapan?” tanya key tak tau.

" pada Masa perang Padri.” Bryan mulai kesal.

" Apaan sih, ga jelas.”

" Lu woy yang nggak jelas. Kok ngeselin sih !!."

" Pms ya lu? Kok ngegass teruss.. "

 “ bodo amat dah key, serah lu..”

" Yaudah sanah, gue mau ke perpus.” Key berdiri.

" Yaudah sana.” Cicit bryan.

" Yaudah sih biasa aja, kok jadi ngusirr !!.” cerca key, yang langsung melangkahkan kakinya

mengarah pada gedung perpus.

“ busettt dah, untung itu bocah cantik kalo kagak. Udah gue karungin...” rutuk bryan.

Di perpustaan

Key memutari setiap rak tanpa berminat untuk menyentuh rentetan buku di rak-rak yang tersusun. Ia

sudah memutarnya dua kali di setiap rak dan sudut ruangan ini. Ia belum juga menemukan buku yang ia akan baca, tapi lebih tepatnya matanya entah fokus ke mana, ia bahkan tidak melirik sama sekali buku-buku yang tertata rapih itu.

Hingga akhirnya ia terhenti setelah 30 menit tanpa sadar ia berolahraga dengan memutari ruangan

ini . Ia terhenti pada tumpukan buku - buku tebal, ia menyentuhnya. Membaca judulnya perlahan lalu mengambilnya dari rak.

" Akhirnya kamu berhenti juga ya ngelilingi perpus. " sahut suara itu yang langsungmembuat key menjatuhkan bukunya.

Key langsung memungut buku bersampul merah itu lalu tanpa sengaja matanya terfokus pada

sepatu berwarna hitam itu. Wajahnya langsung mendongak ke atas dan reflek key langsung menutup mulutnya.

"Hmmp" sembari melebarkan matanya.

" Kenapa?" Tanya suara itu.

Key memundurkan langkahnya, mundur, mundur, terus mundur. Sampai akhirnya ia terpentok pada meja kursi di ujung rak buku. Matanya langsung memutar mencari tempat persembunyian, ia langsung berjalan mencoba menghindari suara dari seseorang yang menyapanya tadi.

Woy ngapain sih gue kabur?

Hausyeemmmm kok jadi bego.

Key akhirnya terhenti pada sebuah kursi di pojok ruangan, ia melirik ke sana ke mari, mencoba memastikan bahwa dia aman. Lalu key segera mendudukan tubuhnya pada kursi dan membuka buku bersampul merah itu dengan judul buku ‘ Manajemen pemasaran bisnis’. Ia membukannya satu persatu, halaman demi halaman. Lalu ia terhenti pada bab perilaku konsumen. Key mencoba fokus pada rentetan kata di buku tersebut sampai akhirnya suara yang ia tadi hindari muncul kembali ke permukaan.

“ besok ke rumah saya ya, bantu saya ngoreksi hasil uts..” titahnya, saat terduduk di samping key.

Key meliriknya, menatapnya lalu memalingkan wajahnya mencoba terlihat cuek. “ nggak mau ah pak, saya kan mau hibernasi. Selasa dan minggu itu hari hibernasi saya pak, jangan ganggu dong. Terus kenapa nggak di kampus aja sih pak?” Ujarnya.

“ mau hibernasi atau kamu mau kencan, saya tidak perduli. Saya mau kamu besok datang ke rumah

saya, nanti saya kirim alamatnya saya lewat whatsapp. Besok saya kan nggak ada kelas, jadi saya malas kalo harus ke kampus.”

“ kok maksa sih? Bisa nggak bapak nggak maksa? Lah bapak pikir bapak doang yang malas?” ujar key yang tidak juga memalngkan wjaahnya pada teman bicaranya.

“ tidak bisa ! kalo saya tidak memaksa, kamu tidak akan nurut. Ini bukti bahwa kamu itu harus di paksa !”

“ lohh kok g-..”. sahut key yang langsung menatap wajah arka yang fokus pada buku yang di genggamnya.

“ hustttt... ini perpus!!” potong seseorang yang berada di depan ruangan.

“ tuh kan gara-gara bapak nih..” bisik key.

“ kok saya? Mulut kamu itu yang tidak bisa diem.” Key langsung melebarkan matanya tak terima.

“ terus aja saya yang salah, padahal saya kan cewek yang katanya selalu benar. Tapi kok di mata

bapak saya salah terus !!” sanggah key yang terlihat mulai menyerah untuk

berdebat dengan manusia bernam arka.

“ suka-suka kamu deh. Capek berdebat sama kamu !.”

“ yaudah kalo suka-suka saya, saya besok nggak mau datang ..” key terlihat bersemangat saat

mendengar kalimat terakhir arka. Ia berharap keberuntungan berada di pihaknya.

“ ingat keysa, nilai kamu tergantung dengan saya!.” Arka mengatakannya dengan mata sinisnya sembari

menatap key.

“ ancam aja terus!! hobi banget bikin saya kesusahan.” Keluh key yang mulai kusut.

“ nah tuh tau, itukan hobi baru saya.” Jawab arka dengan sudut bibir yang sedikit di tarik ke

atas.

“ uwoooo, bapak sehat? Kok bisa senyum gitu? Wah ajaib euy, nggak nyangka seorang pak arka bisa

senyum ke gue...” ujar key sembari menepuk kedua tanggannya dan menggelengkan

kepalanya kagum. Arka langsung menghentikan senyumannya dan kembali ke wajah

datarnya. “ ingat besok, jam 9 pagi !.” sahutnya seraya berdiri meninggalkan key .

“ busett dah pagi amat pak, pakk jam 3 sore ya..” sahut key pelan yang hanya di jawab dengan

gelengan kepala. Key menatap kepergian arka dengan pikiran yang berkelana jauh , entah mengapa tiba-tiba sudut bibir key bergerak ke atas. Tidak lama key tersdara dan segera memukul mulutnya yang tersenyum melihat tubuh arka yang mulai menghilang dari penglihatannya

*

Key yang sedang menonton televisi dengan tenang mulai terganggu dengan kedatangan juna yang

menutupi layar tv yang sedang key tonton. Key masih mencoba mengabaikan juna yang sedang mencari perhatiannya, juna bergerak ke sana kemari mengikuti arah lirikan mata key. Sampai pada batas kesabaran key yang mulai memuncak. “ aishhh, lu ngapain sih? Awass. !”

“ ngapain sih lu nyengir gitu, nggak ada manis-manisnya juga. Awasss !!” cerca key sembari

menggerakan tangannya ke arah lain, pertanda ia mengusir juna.

“ lu abis kerja rodi? Atau abis kecemplung di tambak?.” Tanya key yang melihat pakaian juna

yang basah di beberapa bagian.

“ yaelah ini bocah, gue abis lari sore cuy....” sahut juna sembari menenteng lengannya di pinggang.

“ kapan? Dari mana ke mana?” tanya key yang kepo.

“ keliling komplek.” Sahut juna dengan bangga yang mangangkat wajahnya sedikit ke atas.

“  lah di kira dari kontrakan lu ke sini..” cerca key yang menidurkan dirinya di sofa.

“ ya kali, bisa tepar gue...” juna berjalan menuju sofa yang key duduki.

“ eh eh lu ngapain deket-deket. Jangan duduk di sini. Sanah jauh-jauh..” titah key dengan gerakan

mengusir.

“ yaelah key gue mau duduk..” juna mengabaikan key yang mengusirnya.

“ ihh, ya jangan di sini lah !!..” sentak key.

“ gue wangi kali key, lu nggak liat gue sexy kaya gini..” sahut juna dengan memperlihatnya lengan berototnya yang key lihat dengan tatapan jijik.

“ ih jibang tau nggak..” key bergedik jijik menatap juna yang kadar kepedeannya tingkat

kelurahan.

“ sini deh lu cium kelek gue. Wangi asli gue kagak boong..” juna menawarkan dirinya, yang segera membuka lengannya, lalu di angkatnya atas-atas.

“ ihh jangan deket-deket !!! berhenti di situ.!” Sentak key yang mulai gelagapan melihat keringet juna

yang masih melunjur di sela-sela rambutnya.

“ sini key cobaan cium ketek gue, sebelum lu cium kelek laki lu..” ajak juna yang menyentuh kaki key yang berselonjor.

“ ih jijik, bau dodol. Nggak sadar banget sih, kelek lu bau junaaaaa!!” teriak key histeris

saat tangan juna menyentuh ketiaknya dan mengelap keringetnya lalu menyntuh kaki key.

“ eh semprulll jangan durhaka ya, panggil gue abang!!” juna sangat tidak menyukai saat key

memanggilnya dengan hanya menyebutkan namanya saja.

“ bodo amat, pergi kagak? Gue tendang nih...” key mulai berdiri dan bangkit dari sofa.

“ huahhhh bau junaaa !!” juna mulai meraih tangan key lalu di di apit di bagian lengan atasnya tepat di bagian ketiaknya. “ ihh jijayyy juna gila !!! ihhh bauuuu !! bego !! dasar bego !! kampret lepasin !!” teriak key histeris saat tangan putih mulusnya di apit oleh lengan berkeringat milik juna. Juna tertawa pecah sembari menyentuh tangan key yang satunya agar tidak kabur.

“ ini akibatnya kalo lu durhaka sama gue...” tawanya semakin pecah saat key memejamkan matanya

ngeri.

“ huekkk... huekkk...” key mulai merasakan mual yang menjalar di perutnya. “ bunda

tolongggg kakak...” teriak key mencoba meminta pertolongan dari bundanya.

Saat key memjamkan matanya sembari berteriak, juna langsung memeluk tubuh key dan dengan sikap

kepala key di apit oleh ketiaknya. Wajah key tepat berada di dasar ketiak, key meronta sembari menahan nafas.

Juna syetan lu !! kamprettt!!

Gorila, macan, singa dan segala jenis binatang buas, tolong rasaku aku !!

Huahhhhh bauuu!!

Kuntilanak, suster ngesot dan sejenisnya, tolong rasuki aku untuk melawan manusia terlaknat ini !!

 key masih mencoba meronta-ronta tapi kedua tangannya sudah juna sekap, juna masih saja tertawa melihat penderitaan adik tersayangnya.

“ ya ampun perut gue sakit njir !!”

“ key wangi nggak?” tanya juna. Key tidak bersuara, perlahan rontaannya semakin melambat. Aji yang

baru sampai di rumah sepulang kuliah terhenti saat melihat adegan tidak senonoh juna yang memperlakukan kakak perempuannya. “ eh somplak ! lu apain key?” teriak aji saat melihat juna tertawa terbahak-bahak.

Juna melirik tanpa menghentikan tawanya. “ gue suruh dia cium ketek gue..” ujarnya.

“ eh kampret !! lu keterlaluan banget woy !! ketek lu bau woy !!” teriak aji yang langsung

menghampiri juna dan key. Key kini tidak meronta sama sekali, ia bahkan tidak bergerak. Aji mendorong juna dan memukul bahunya keras. “ woy sakit somplak!!” teriak juna.

“ awasi lengan lu woy, key nggak bisa nafas dodol !! bego banget sih lu njir !!” cerca aji yang

kesal.

“ apaan sih lebay banget dah !!” ujar juna yang melepaskan lengannya dari kepala key.

BUGhhhh..

Key terjatuh dari sofa, aji yang memegang tangan juna untuk melepaskan gengagaman tangan key langsung

terkejut. Matanya melebar saat melihat key tergeletak di karpet, begitu juga dengan juna.

1
Sinok Uul
👍👍👍
Ummy Hasnah
kakkkkk kapan up lagii
Mustika Wati
si rena terus gimana thor , kok key g tNya dulu perihal tunangan arka kmrn y
Iyah Chomel
lanjut thoor
Sartini Dimitri Mah
keluarga key terlalu ketara mengelu elukan Pak arka, padahal juna sama aji Tau arka udah tunangan kesannya tuh mau bikin key jadi pelakor deh
u
haaaaa???? sampai episode 45 gak ada kemajuan hubungan arka sm key muter aja disitu-siti 🤔🤔
widyartini08
bertele2 banget
hitamanis
nangis aku thor
Titi Andriyani Sudarmin
nyesel baca sampai akhir,ujung2nya key ngak SM arka
Nurjannah Inka
yah...endingnya kok melaaz banget 😔
iis
ikut kecewa 😩
Mam Idal Ardiansyah
lanjut donk
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain ini endingnya arka sama key akan bersatu kok saya jd kecewa ya endingnya gini🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka dan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
au ah bingung komennya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
maka nya dewasa key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok jd ilfil ke key ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nyadarkan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
arka cuekin aja key nya biar ngerti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!