[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?
****
"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.
"Nona sudah sadar?"
Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.
"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"
Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 15
Langkah kaki Haerin semakin memelan kala netranya menangkap sesosok lelaki di ujung lorong. Lelaki itu adalah Hwan, dapat ia lihat tatapan tajam Hwan kepadanya. Ingin sekali ia berbalik lalu berjalan ke arah berlawanan tapi terlambat Hwan terlihat berjalan untuk menghampiripinya. Dicengramnya erat tangan Haerin membuat sang empunya meringis.
"Sudah kubilang jangan ikut campur tetang masalah Ini" ucap Hwan marah.
Haerin terdiam niatnya hanya ingin membantu agar masalah itu tidak berlarut dan Perdana menteri tidak menghilangkan Bukti.
"Tidak bisakah kau mendengarkanku" Ucap Hwan kembali.
"Mianhae Jeonha, Aku hanya ingin membantu" ucapnya menunduk.
"Berhentilah menyusahkan" Balas Hwan dingin lalu beranjak.
Dan seketika itu air mata Haerin menetes, lagi lagi hatinya kembali terluka mendengar kata kata tajam dari Hwan. Sedangkan Hwan sebenarnya melarang Haerin untuk menyelsaikan masalah tersebut karena khawatir akan terjadi sesuatu dengan Haerin mengingat seperti apa kelicikan Menteri Yoon. Jika sampai mereka tahu Haerin ikut campur dalam masalah ini mereka pasti akan langsung menyakiti Haerin. Namun ia terlalu Naif untuk jujur jika ia khawatir dengan Haerin, hingga lagi lagi ia menyakiti Haerin kembali.
⿴⃟۪۪⃕᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟᎒⃟ꕤ
Brak......
Pintu dari kayu itu didobrak dengan sangat keras membuat sang empunya rumah marah karena seseorang merusak pintunya tetapi amarah itu digantikan dengan keterkejutan kala ia melihat sekitar sepuluh orang prajurit masuk membuat Perdana Menteri Yoon membelalak. Apakah tujuan mereka?
Malam itu mereka menangkap Perdana menteri Kang beserta istrinya.
Sedangkan di istana Jenderal Min terlihat terburu buru untuk menemui Raja, ia sudah berputar putar untuk mencari keberadaan Hwan tetapi tidak juga ia temukan dan saat ia melewati istana bintang akhirnya ia melihat sosok Hwan. Ia pun langsung menghampiri Hwan.
"Lapor Jeonha, Kang Sok jin telah melarikan dari"
Hwan menanggapinya dengan datar sudah ia duga jika Kepala peradilan kang akan melarikan diri.
Semua bukti telah dikumpulkan dan Perdana Menteri Yoon tengah diadili, keputusan terakhir adalah hukuman penjara dan penyiksaan seumur hidup untuk nya, istrinya pun tak luput dari hukuman ia hanya dihukum dengan kurugan penjara. Dan itu menjadi pukulan telak bagi nya tidak menyangka jika semua itu akan terbongkar padahal ia sudah melakukannya serapi mungkin.
Lalu bagaiamana dengan Kepala Peradilan Kang? Ia belum juga ditemukan tidak ada yang tahu kemana perginya.
⿴⃟۪۪⃕ ᎒⃟ꕤTHE PRINCE WOMAN⿴⃟ ᎒⃟ꕤ
"Naeri ah"
Sapa Haerin hangat, Saat akan menemui panggilan Ibu Suri ia tidak sengaja melihat Nae ri tengah berjalan di dilorong yang menghubungkan kediaman Seja, Dan ia sangat yakin Nae ri baru saja menemui Hwan. Habis bercinta mungkin. Huh, apa yang ada dipikiranya?
"Ah Mama" Sapa Nae ri sedikit membungkukan badanya. Nae ri tahu jika yang didepanya sekarang adalah Ratu Song. Dan bagaimanapun ia harus hormat kepada wanita di depanya tersebut.
"Tidak usah seformal itu, jika kau memiliki waktu banyak mari kita meminum teh bersama" ajak Haerin ramah.
"Tentu saja Mama, bagaimana bisa saya menolak ajakan anda"
Disinilah mereka, tempat favorit Haerin karena di taman ini kita bisa melihat dengan jelas hamparan padang bunga dengan latar sepasang pegunungan hijau yang sangat indah. Pelayan menuangkan teh bunga untuk mereka dan Mereka menikmatinya. Sedikit melakukan berbincangan ringan dan selalu saja Haerin yang memecahkan suasana yang masih sedikit kaku itu.
"Apakah kau akan siap untuk menjadi Ratu Naeri ah?" tanya Haerin disertai senyuman tulus.
Naeri membelalak, kenapa semua orang sekarang menanyai tentang kesiapanya menjadi Ratu? Dan ini, pertanyaan itu keluar sendiri dari bibir Seseorang yang tengah memegang kekuasaan menjadi Ratu. Apakah Haerin rela jika posisinya direbut? Lalu apakah ia bisa menyaingi Haerin?
"Apakah anda tidak keberatan?"
"Tentu Saja tidak, itu adalah keputusan Hwan"
Nae ri tidak bisa menyembunyikan senyumanya dan juga bunyi irama jantungnya ia seakan sedang diterbangkan ke awan mengetahui jika Hwan sendiri yang menginginkanya menjadi Ratu.
Mereka melanjutkan obrolan mereka dan tiba tiba Nae ri merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya, sangat sakit dan terasa dililit oleh tali tak kasat mata.
"Kau baik baik saja Naeri ah?" Tanya Haerin pelan.
Naeri memegang dan mencengkram kuat perutnya Haerin meminta pelayan membawa Naeri ke kamar dan memanggil tabib dan tak beberapa beberapa tabib datang dan memeriksa Naeri dan tabib itu sedikit terheran tetapi selanjutnya ia menyadari sesuatu.
"Apa yang terjadi?"
"Selamat Mama, Jeonha sebentar lagi akan memiliki keturunan" ucap tabib itu kepada Haerin.
Haerin merasa tubuhnya kaku seketika, ingin sekali liquid bening itu berlomba lomba mengalir tetapi ia menahanya. Dipaksa tegar oleh kenyataan, jika sebentar lagi suaminya akan memiliki anak dari wanita lain. Bahkan belum genap 2 minggu Nae ri memasuki istana, itu artinya Nae ri telah mengandung saat belum menjadi Selir. Apakah sudah sejauh itu hubugan Hwan dan Nae ri?
Merasa sangat tertampar oleh kenyataan bahkan dirinya belum pernah disentuh sama sekali oleh Hwan padalah ia sudah cukup lama menjadi istri sah dari Hwan. Sedangkan Nae ri yang mungkin saat mereka melakukan itu belum memiliki hubugan sah dengan Hwan. Jujur saja ia merasa sangat iri.
"Ui bin, terlalu kelelahan sehingga mengalami kontraksi, mungkin usia kehamilanya sudah memasuki minggu ke 5" lanjut tabib Mo.
"Eum Tabib Mo bisakah kau rahasiakan ini dari siapapun?" pinta Nae ri.
"Mengapa? Bukankah ini adalah hal yang mengembirakan" tanya Haerin.
"Aku akan memberikan kejutan untuk Jeonha, dan itu tidak sekarang" Ucap Nae ri dengan tersenyum.
"Tapi kau harus berjanji untuk selalu menjaga bayimu, jangan sampai kau kelelahan lagi, karena-"kau sangat beruntung dan aku iri dengan itu.
Ingin sekali Haerin mekanjutkan kalimatnya tetapi, ia akan terlihat sangat menyedihkan di mata Nae ri.
"Karena?"
"Ah tidak lupakan saja"
𖥨ํ∘̥⃟❍ིི۪۪⃕۫۫͜ TBC⸙۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪۪ࣤ ⃝༘⃕☬️
Up cepet tapi pendek:> ada yang ingin bertanya?
☬️Maaf klo masih banyak kesalahan,typo, kesalahan EYD,dsb. tolong bantu koreksi, mari kita belajar bersama:)
☬️Dont forget to coment and vote, hargai karya saya ditunggu juga kritik dan saranya.
☬️Dan mengingatkan lagi Cerita ini hanyalah fiktif belaka tidak menceritakan sejarah yang telah terjadi kapanpun dan dimanapun. tetapi murni fiksi dari pemikiran saya.