Baru beberapa jam menginjakkan kaki di kota kelahirannya, Sienna sudah harus menerima perlakuan tidak mengenakkan dari orang yang dicintainya.
Malam itu jadi malam yang panjang dan tak terlupakan baginya, juga bagi Akshan yang merupakan kakak dari sahabat baiknya.
Gadis itu pun menghilang bagai ditelan bumi. Hingga suatu malam pula, Akshan menemukannya dalam keadaan sangat berbeda. Dan oh, siapa lelaki dan 2 anak itu?
Mohon dukungannya, ini karya pertamaku. Kritik dan saran yang membangun terbuka lebar di kolom komentar. Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adalynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Hati
"Gue udah suka sama Sienna mungkin sejak kalian masuk SMA"
Tania menautkan alisnya, keningnya berkerut-kerut menandakan kebingungan. Pasti Tania terkejut mendengar ungkapan hatiku yang selama ini ku simpan rapat-rapat. Ya, sebenarnya aku juga tak tahu pasti kapan tepatnya aku mulai menyukai Sienna.
"Kalian sering banget main sama-sama. Dia juga sering nginep di rumah kita. Entah kenapa hal itu bikin gue jadi pengen cepet pulang terus ke rumah, padahal masih di lokasi syuting"
Senyum mulai terbit dari wajahku, mengingat masa lalu itu sungguh membuatku semakin jatuh cinta pada Sienna.
"Pulang ke rumah, dibukain pintu, disambut senyum ceria, kadang malah gak sengaja sama-sama saling meluk"
Oh, aku sangat merindukan masa-masa indah itu!
"Saking seringnya dia begitu, bukannya bosan, tapi malah bikin candu"
"Gue kira lu begitu karena lu nganggap dia sama kayak gue, cuman sebagai adek tambahan lu.."
"Ya sama, awalnya juga gue anggap dia sama kayak lo, dek. Dan gue ngerasa dia begitu juga cuma karena dia fans berat gue, dan juga seperti kakak pada umunya, secara kan dia anak tunggal"
"Terus?"
"Makin hari gak tau kenapa, jadi beda aja, dia makin cantik"
"Peres lo!" potong Tania, sarkas.
"Maksudnya?" Ku naikkan sebelah alisku, tak mengerti apa yang dimaksud oleh adik kecilku itu.
"Sienna kan waktu itu gemuk, walau gak bisa dibilang obesitas juga sih.. dan cewek yang deketin lu kan banyak kak! Dari yg 'b' aja sampe yang bohay minta ampun! Haha.."
Suasana hati Tania mungkin sudah jauh lebih baik saat ini. Dia mulai membalas ucapanku dengan santai, bahkan sekarang sambil membuat lelucon. Gadis ini! Memang tak pernah bisa lama menahan amarah.
"Ya makanya, gue juga bingung kenapa bisa Sienna yang bikin gue selalu kepikiran"
"Terus kenapa lu gak bilang dari awal kalau lu juga suka sama dia? Mungkin kalau lu bilang, kejadiannya gak bakal kayak gini" Tania kembali terlihat murung.
"Karena gue punya kontrak kerja yang gak bolehin gue sembarangan bikin sensasi atau gosip-gosip gak penting. Gue dituntut harus hati-hati, termasuk soal pacaran dan sebagainya"
"Yaaa yaaa yaaaa.. citra yang lu bangun kan dari dulu 'artis muda berbakat dengan segudang prestasi, baik di dunia entertain sampai pendidikan', itu kan maksud kakak?"
"Exactly!"
Aku mengacak-ngacak rambut Tania dengan gemas, akhirnya gadisku kembali ceria!
"Gara-gara itu juga gue harus nata hati gue biar gak kebablasan, mau gimana juga semua orang taunya kan aku sama Sienna udah kayak kakak-adek, kayaknya bakalan heboh kalau orang tau gue suka sama Sienna. Haha.. jadi mending gue tutup rapat-rapat perasaan gue"
"Akhirnya? Bisa?"
"Kalau bisa, kayaknya gak mungkin akhirnya jadi gini dek. Waktu itu gue cuma bisa terima semua tawaran kerja, banyakin jadwal syuting dan kejar pendidikan sampe S2 gue selesai"
"Oh jadi itu yang bikin kakak sok nyibukin diri selama ini?"
"Hmm.. yaaa.. gue pikir itu bisa bikin gue lupa sama Sienna.. gue juga gak mau bikin dia jadi bahan bully-an dari haters atau bahkan dari fans yang lain, gue gak mau dia kenapa-kenapa"
"Tapi sekarang lu udah kenapa-kenapain dia!" ucap Tania sedikit berbisik, mulutnya berkomat-kamit, terdengar juga suara gemertak gigi. Geram mungkin?