Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
" ada apa nak kok bengong gitu " ucap Aditya sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Xarena.
" nggak pah...Xarena kaget aja kok papa tahu soal BLACKDIAMOND "
" yah jelas papa tahu lah nak,bahkan papa sering pakai jasa mereka,kamu sendiri...kok kamu tahu soal BLACKDIAMOND... tahu darimana....,perasaan selama ini yang kamu tahu cuma soal Leon,Leon dan Leon "
" nggak,siapa bilang Rena tahu soal BLACKDIAMOND,masak muka se solehah ini bisa berhubungan sama mafia sih..." elak Xarena.
" terus kenapa tadi bilang ke papa kalau cewek yang kita selametin itu sahabat kamu..? "
" hmmm...sebenarnya itu akal-akalan Rena aja supaya papa mau bawa dia ke rumah sakit,gak boleh marah loh pa...ini namanya berbohong demi kebaikan" ucap Xarena berusaha mencari alasan.
" ini niminyi birbihing dimi kibiikin" ejek Aditya.
" dih...." ketus Xarena yang tak menyangka ternyata dia dan Aditya mempunyai kesamaan di bidang ejek mengejek.
Saat keduanya asyik berdebat tiba-tiba datanglah seorang pria yang mengaku sebagai utusan dari Darius,sementara Xarena yang merasa belum siap bertemu dengan Daniel hanya bisa bersembunyi di balik punggung Aditya.
" permisi...apa anda tuan Aditya saya Berto utusan dari tuan Darius.."
syukurlah yang datang Berto,bukan Daniel
ucap batin Xarena.
" oh ...silahkan duduk,kebetulan orang yang saya maksud sedang ada di ICU sekarang,jadi maaf anda tidak bisa langsung melihatnya kecuali atas izin dari dokter "
" sebelumnya saya mewakili tuan Darius mengucapkan terimakasih pada anda,karna telah begitu peduli pada salah satu anggota kami,tuan tenang saja kami anggota BLACKDIAMOND akan dengan senang hati mengawal anda tanpa adanya transaksi terlebih dalulu,ini murni sebagai ucapan terimakasih kami pada tuan "
" anda terlalu berlebihan tuan,saya mau menyelamatkan gadis itu karna anak saya bilang,dia mengenal Pamella" ucap Aditya.
Begitu mendengar nama Pamella,Berto reflek mengeluarkan ponsel miliknya lalu mencari foto Pamella yang ada di galeri handphonenya.
"apakah anggota yang anda maksud itu gadis ini..? " tanya Berto mencoba memastikan.
" jujur saya tidak terlalu memperhatikan wajahnya,karna saat itu hampir seluruh badannya tertutup oleh darah,tapi saya melihat di cincin anggota yang ada di jarinya memang tertulis nama Pamella " jawab Aditya.
Berto yang mendengar itupun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karna iapun merasa yakin jika anggota yang di maksud Aditya adalah Pamella.
Setelah itu tak ada lagi obrolan yang terjadi antara Aditya dan Berto,keduanya sama-sama duduk diam menunggu dokter melaporkan perkembangan Pamella selanjutnya,sekaligus menunggu anggota lain yang di tugaskan untuk mengawal Aditya dan Xarena.
Namun ada 1 hal yang dari tadi mencuri perhatian Berto,yaitu sosok gadis yang duduk bersembunyi di balik punggung Aditya,wajahnya tidak terlihat dan Berto pun memang tidak pernah bertemu dengan putri dari sahabat tuannya itu sebelumnya,namun entah kenapa ia merasa begitu familiar dengan gadis tersebut.
Setelah hampir 1 jam mereka menunggu kabar soal perkembangan keadaan Pamella,akhirnya dokter yang menangani gadis itu memberi kabar baik bahwa Pamella sudah berhasil melewati masa kritisnya dan sudah boleh di jenguk,meski begitu Pamella saat ini belum sadarkan diri dikarnakan kondisi fisiknya yang masih terlalu lemah.
" maaf,bolehkah saya mendapat giliran jenguk lebih dulu,saya benar-benar harus memastikan untuk laporan saya " ucap Berto sopan.
"tentu,silahkan" jawab Aditya mempersilahkan.
Tepat setelah Berto masuk ke dalam ruang ICU untuk menemui Pamella,tiba-tiba saja Serafin datang dan menyapa Aditya dan Xarena yang tengah menunggu giliran jenguk mereka.
Entah apa yang ada di fikiran wanita itu,sampai ia berani berbohong pada Diana demi bisa keluar mansion dan diam-diam mengikuti Berto.
Dengan percaya diri ia mendekati Aditya dan Xarena dan berakting seolah-olah dia di utus langsung oleh Diana untuk menemui ayah dan anak itu,bahkan dengan sengaja Serafin menggiring opini seolah-olah ia adalah calon istri dari Daniel yang sudah di setujui oleh Diana dan Darius.
Sementara itu Aditya yang memang pernah mendengar soal perjodohan Daniel dengan salah satu anggota BLACKDIAMOND yang terpilih, mengira kalau Serafin adalah anggota yang beruntung itu,apalagi saat itu entah keberuntungan apa yang dimiliki oleh Serafin sampai-sampai secara kebetulan Diana menelfon dan menanyakan keberadaannya tepat saat gadis itu mengobrol dengan Aditya dan Xarena.
Sehingga kesan calon menantu kesayangan keluarga Abraham seolah semakin terlihat jelas di dalam diri Serafin,dan dengan liciknya Serafin menjadikan panggilan telfon dari Diana alasan agar ia bisa segera pergi dari rumah sakit,padahal alasan yang sebenarnya adalah karna ia takut jika keberadaannya di sana di ketahui oleh Berto.
sebenarnya gue kenapa sih,kenapa hati gue sakit waktu denger cerita dari Sera,toh itu udah jadi hak nyonya Diana dan Daniel ,tapi...ternyata gue baru tau kalau sebenarnya gue gak seistimewa itu buat mereka.
ucap Batin Xarena.
Selang 5 menit setelah kepergian Serafin,akhirnya Berto pun keluar dari runag ICU,dan kini tiba giliran Xarena untuk masuk dan menjenguk Pamella.
Hati Xarena yang tadinya marah dan kecewa,seketika berubah menjadi sedih saat melihat keadaan sahabatnya itu sekarang,sakit rasanya saat melihat orang yang kita sayang tengah terbaring lemah tak berdaya seperti ini.
" sebenernya lo habis ngapain sih Mel,kenapa bisa sampai seperti ini,apa jangan-jangan lo pacaran sama suami orang yah,terus istrinya gak terima,atau lo abis nyolong,atau......gak tau ah...bingung gue,bangun dong Mel,gue udah jadi orang kaya sekarang,nanti setelah lo sembuh kita liburan bareng yah,duit gue banyak sekarang,lo gak mau ngutang....gue janji deh gak bakal gue tagih " ucap Xarena lirih sambil sesekali menyeka air matanya.
Walaupun dulu Xarena sempat marah dan curiga pada Pamella ,namun ia sama sekali tak menginginkan hal buruk terjadi pada sahabatnya itu, toh sekarang ia sudah mulai bisa menerima kehidupannya sebagi Queen Xarena Bagaskara bukan sebagai Xarena BLACKDIAMOND lagi.
Tak mau terlalu lama berada di ruangan Pamella,Xarena pun segera berpamitan pada sahabatnya itu.
"gue balik dulu yah,gue takut ketemu Daniel kalau gue lama-lama disini" ucapnya sambil mengelus lembut rambut Pamella.
Setelah berpamitan,Xarena pun buru-buru keluar dari ruangan Pamella untuk segera mengajak Aditya pulang,namun sayangnya yang saat ini tengah menunggunya di luar ruangan bukanlah Aditya,tapi justru Daniel,orang yang sangat tidak ingin di temui oleh Xarena.
" mampus gue " celetuk Xarena saat menyadari keberadaan Daniel,sekarang jarak antara dirinya dan daniel hanya berkisar 1 meter,dan untungnya posisi Daniel saat ini sedang berdiri membelakangi nya,karna bingung Xarena pun dengan spontan menggerai rambut panjangnya ke depan sampai menutupi seluruh wajahnya,lalu dengan pelan berjalan melewati Daniel berharap agar lelaki itu tak mengenalinya.
"ehemmm." ucap Daniel seolah memberi kode kalau ia tahu trik Xarena.
Xarena berusaha cuek dan tetap berjalan namun langkahnya terhenti saat Daniel berkata
" om Aditya sudah pulang dan beliau berpesan kalau saya harus mengantar dan mengawal anak gadisnya agar selamat sampai tujuan,bagaimana...apa nona kunti ini bersedia saya antar pulang,atau mau terbang aja sampai rumah "
Sial banget sih gue,dulu gak punya ayah,sekarang punya ayah tapi gak peka.
" yasudah...to...tolong antar saya " ucap Xarena yang menyadari kalau semua barang bawaan nya masih berada di mobil Aditya,jadi mustahil ia bisa pulang sendiri naik taksi.
Kecanggungan sangat terasa di sepanjang perjalanan menuju mansion Bagaskara,bahkan Xarena tetap konsisten menggerai rambutnya ke depan karna saking bingungnya saat berhadapan dengan Daniel.
" sudah sampai nona..mau saya antar sampai dalam..?"
Ucap Daniel sambil membukakan pintu mobilnya untuk Xarena.
" nggak terimakasih,sampai sini saja " jawab Xarena datar dan masih tetap konsisten dengan rambut gerai depannya.
" ngomong-ngomong...saya biasanya takut loh sama hantu apalagi sama kuntilanak,tapi kalau kunti yang ini kayaknya enggak deh,soalnya kuntinya cantik " ucap Daniel.
Karna merasa jengkel terus digoda oleh Daniel,Xarena pun membalas
" kunta-kunti kunta-kunti dasar playboy kolor ijo,udah punya tunangan juga masih genit sama cewek lain" ketus Xarena lalu pergi meninggalkan Daniel yang justru diam mematung setelah mendengar kata " tunangan" dari Xarena.
Entah kenapa ia merasa bersalah,karna jujur, Daniel sendiri bingung,apa ia bersikap seperti itu ke Xarena karna ia benar-benar tertarik dengan anak sahabat papanya itu,atau hanya karna Xarena mempunyai wajah dan nama yang mirip dengan Xarena nya yang dulu,sehingga ia merasa menemukan sosok tunangan nya itu di dalam diri Xarena yang sekarang.
***