NovelToon NovelToon
Pesona Duda Anak Satu

Pesona Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Cintamanis / Duda / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Dikhianati kekasih dan juga sahabat sendiri adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang Gea Anastasya. Gadis 24 tahun itu sangat syok melihat secara langsung pengkhianatan dari dua orang yang sangat ia percayai.

Rasa kecewa Gea membuatnya mati rasa terhadap pria manapun, sampai akhirnya ia tak sengaja bertemu dengan Duda anak satu yang berhasil mematahkan janji Gea pada dirinya untuk tidak membuka hatinya kepada siapapun.

Mau tau cerita selanjutnya? Langsung klik subscribe yaaa!!! ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 15 : Acara Lamaran

Radit tak bisa diam begitu saja setelah Intan memberitahu dirinya kalau ia tengah mengandung buah hati mereka. Radit tak ingin bila kehamilan Intan membuat hubungannya dan Gea kembali bermasalah.

“Radit, kamu memintaku datang kemari untuk membahas apa? Aku baru diterima kerja dan ini adalah hari ke empat aku bekerja sebagai pelayan toko,” ucap Gea yang terpaksa harus izin sebentar karena Radit memaksa untuk bertemu.

“Sore nanti aku akan membawa keluargaku ke rumah kamu. Aku ingin melamar kamu untuk menjadi istriku,” ungkap Radit serius.

“Apa? Kamu ingin melamar aku? Kamu benar-benar akan melamar aku, Radit?” tanya Gea memastikan.

Siapa yang tidak bahagia jika akhirnya pria yang kita cintai memutuskan untuk melamar? Begitulah yang tengah dirasakan Gea. Dengan mata berkaca-kaca, Gea mengiyakan itikad baik Radit dan akan menyambut baik Radit serta keluarganya.

“Ayah dan Ibu akan aku beritahu,” ucap Gea dengan terus tersenyum lebar.

Sekitar 10 menit mereka berbincang-bincang, Gea pamit untuk kembali bekerja.

Beberapa jam kemudian.

Sebelum Radit pergi mengunjungi rumah keluarga Gea, Intan lebih dulu menemui Radit untuk menanyakan perihal kehamilannya.

Intan sama sekali tak tahu perihal keinginan Radit yang hendak melamar Gea. Yang Intan tahu Radit dan Gea tidak mungkin kembali menjalin hubungan, mengingat hal fatal yang sudah Intan dan Radit lakukan.

“Intan? Kamu ngapain datang ke rumahku?” tanya Radit yang cukup terkejut karena Intan datang ke rumah tanpa pemberitahuan.

“Apa aku tidak boleh datang kemari? Aku ini sedang hamil, Mas Radit. Orang tua Mas Radit seharusnya sudah tahu tentang kehamilan ku.” Intan saat itu kelihatan kurang sehat karena kehamilannya.

“Mereka belum tahu soal kehamilan kamu dan bisa saja bayi yang kamu kandung itu bukan anakku,” balas Radit.

Intan melongo tak percaya dengan tuduhan Radit mengenai kehamilannya.

“Mas Radit jangan asal bicara dong. Bayi yang sedang aku kandung ini jelas-jelas anak Mas Radit. Selama ini aku hanya berhubungan dengan Mas,” tegas Intan yang tak terima dengan tuduhan Radit tersebut.

Radit tak ingin membuat kegaduhan yang justru akan membuat dirinya tidak bisa menikahi Gea.

Orang tuaku tidak boleh tahu soal kehamilan Intan. (Batin Radit)

Radit meminta maaf atas ucapannya yang menyinggung perasaan Intan dan meminta Intan untuk tetap bersabar.

“Intan sayang, maafin ucapanku yang tadi ya. Aku akhir-akhir ini banyak sekali problem dan aku mohon kamu bisa mengerti. Nanti kalau urusanku sudah selesai dan masalahku sudah selesai semua, aku janji akan memberitahu orang tuaku dan aku akan bertanggung jawab atas bayi ini ya,” ucap Radit seraya menyentuh perut Intan.

Intan sangat mempercayai ucapan Radit terhadap dirinya. “Mas harus bertanggung jawab dan menikahi aku,” balas Intan dengan mimik wajah seimut mungkin.

Radit mengiyakan apa yang diinginkan Intan padanya dan meminta Intan untuk segera pulang dengan alasan bahwa Radit sedang menunggu tamu penting.

Setelah Intan benar-benar pergi, Radit kembali masuk ke dalam rumah dan mengajak kedua orang tuanya untuk segera pergi melamar Gea.

Radit tidak ingin keinginannya itu gatot alias gagal total. Ia harus bisa melamar dan menikahi Gea secepat mungkin.

**

Sesampainya di rumah Gea, Radit seketika itu disambut dengan sangat baik. Radit beserta keluarga besarnya dipersilakan untuk masuk ke dalam berkumpul dengan keluarga besar Gea yang sudah menantikan kehadiran dari keluarga Radit.

Jika Radit dan keluarga besarnya sudah duduk manis di ruang keluarga, lain halnya dengan Gea yang masih sibuk berhias diri di kamarnya.

Jika Gea saat itu nampak sangat bahagia, lain halnya dengan kedua orang tua Gea. Keduanya nampak sedih karena putri mereka sebentar lagi akan dilamar dan itu artinya mereka harus siap jika nantinya Gea menikah, kemudian dibawa pergi oleh suaminya.

“Ayah dan Ibu kenapa menatap Gea dengan tatapan sedih? Bukankah Ayah dan Ibu seharusnya bahagia karena Gea sebentar lagi dilamar Radit?” tanya Gea yang terus tersenyum.

Di ruang keluarga, Radit sudah tak sabar ingin bertemu dengan Gea dan menyematkan cincin di jari manis Gea.

Ditengah lamunan Radit, Gea rupanya sudah selesai berdandan dan sedang berjalan menuju ke arah Radit.

Radit menoleh ke arah Gea setelah Mamanya memukul lengannya isyarat kalau Gea sudah ada diantara mereka.

Gea saat itu cukup gugup karena untuk pertama kalinya ia melihat langsung orang tua dari Radit dengan jarak yang cukup dekat.

Gea berusaha menutupi kegugupannya dengan senyum manisnya. Kemudian, gadis itu menyalami kedua orang tua Radit dan para kerabat dekat Radit yang juga ikut untuk melihat acara lamaran tersebut.

Seserahan lamaran yang dibawa oleh keluarga Radit terbilang cukup mewah. Bahkan ada uang tunai sebesar 100 juta yang diberikan Radit untuk Gea.

“Radit, kamu yakin melamar Gea? Apa kamu tidak lihat bibit, bobot dan bebet keluarga ini?” tanya Mama Rosa lirih.

“Mama diam saja. Siapapun wanita yang aku pilih, itu sudah menjadi pilihanku dan Mama tidak bisa melarang ku untuk menikah dengan siapapun wanita yang aku inginkan,” jawab Radit lirih.

Perbincangan Ibu dan anak itu tak seorangpun yang mendengarnya, karena keduanya berbicara dengan sangat lirih.

Radit ingin fokus dengan kedatangannya ke rumah Gea dan tanpa menunggu lama lagi, Radit langsung mengutarakan niatnya untuk melamar Gea.

Gea tanpa pikir panjang langsung mengiyakan niat baik Radit yang datang untuk mempersunting dirinya.

“Alhamdulillah..” Semua orang yang menyaksikan itikad baik Radit kompak mengucapkan syukur Alhamdulillah.

Radit kemudian meminta para orang tua untuk menentukan tanggal yang cocok untuk mereka dan rupanya tanggal yang baik untuk keduanya adalah tahun depan.

“Maaf, saya kira tahun depan terlalu lama. Bagaimana jika bulan depan saja? Semua keperluan pernikahan akan saya persiapkan,” ujar Radit yang tak bisa menunggu sampai tahun depan.

Radit tidak ingin pernikahan yang ia inginkan pada akhirnya batal hanya karena satu orang wanita yaitu, Intan.

Orang tua Radit tentu saja sangat terkejut dengan keinginan Radit yang terkesan buru-buru.

“Radit, bulan depan itu terlalu cepat. Sedangkan keluarga kita tidaklah sedikit,” ucap Mama Rosa.

Radit tetap dengan keinginannya dan pada akhirnya orang tua Radit tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan Radit tersebut.

“Ayah dan Ibu bagaimana?” tanya Gea yang ingin mendengar pendapat soal pernikahan Gea tersebut.

Kedua orang tua Gea tak bisa berbuat banyak, terlebih lagi Gea saat itu terlihat sangat bahagia.

“Sebagai orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya dan kalau menurut Gea ini adalah yang terbaik, monggo silakan saja,” balas Sang Ayah pada putrinya tercinta.

1
Isabela Devi
bahagia selalu
Isabela Devi
seharusnya ican titipin di rumah neneknya dulu
Indah Lestari
sek tak nangis d sek nyesek ini lo
Evi Lusiana
knp gk cri cara biar ican d titipin sm kakek nenekny dlu thor
Isabela Devi
ya kalo jodoh ga akan lari
Isabela Devi
bunga aja yg ngeyelan kan dr awal Hasan bilang bahwa kamu bunga saya anggap seperti adik kandung sendiri, tidak lebih dari itu, tp bunga bebal gimn
Isabela Devi
seharusnya dari awal bunga Uda tau bahwa Hasan ga suka sama dia
Isabela Devi
itulah perjuangan yg ga sia sia 💪 Gea
Isabela Devi
yalah org Hasan lho ga mencintai mu bunga ko di paksa 🤦
Isabela Devi
bunga bunga kan Hasan Uda bilang dia hanya anggap kamu sebagai adik gimana sih
Isabela Devi
mantebs gea
Isabela Devi
hadan juga pasti ada rasa, cuma saat ini dia pikir Gea ga suka sama duda anak 1 itu
Isabela Devi
bunga kamu itu ga di pelukan tau
Evi Lusiana
dr awal hasan udh blg nganggep bunga cm sbg adik,bunga ny aj yg maksain jd sakit ati sndri nymp ngomong kasar k ghea itu bkn cerminan wanita yg tahu agama
Isabela Devi
orang ga py etika kaya bunga itu
Isabela Devi
bunga bunga emang kamu sarjana terus bisa segalanya, cowok juga tau kali mana yg tulus dan tidak
Isabela Devi
bunga pasti sakit hati itu
Isabela Devi
hahaha Hasan jatuh cinta😆
Isabela Devi
aneh bangat bunga, kan Hasan Uda anggap kamu sebagai adiknya dan kenapa hrs maksa sih bunga, ada ada aja🤦
Evi Lusiana
ahhh gue baper thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!