NovelToon NovelToon
Friendshut [TAMAT]

Friendshut [TAMAT]

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:208.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: katatokoh16

Ceritanya sudah tamat, tapi jangan lupa like and comment ya.. (✓) artinya sudah di upgrade



'Cewek Cowok gak mungkin cuman temenan'

Natasya memutar bola matanya jengah, dia jengah dengan semua ucapan orang-orang terhadap persahabatannya.

Jadi, dia tuh punya temen alias sahabat, cowok. Lebih tepatnya, 3 cowok ganteng sekaligus, cogannya sekolah.

Antonio, sejak dia berumur 4 tahun dan baru pindah ke Jakarta, dia malah bertetanggaan dengan cowok yang terkenal dengan keusilannya.

Lain halnya dengan Delfano. Dia kenal lelaki itu saat dia baru saja masuk TK bersama Antonio dan malah bertemu dengan cowok yang tak sengaja dia pukul. Jadi, niat awalnya tuh mau pukul Antonio dan malah meleset ke arah Delfano. Dan karena itu pula mereka bisa bersahabatan.

Dan terakhir, Sebastian. Sebastian itu temennya Delfano yang berarti lelaki itu juga temannya.

Dan pada akhirnya, mereka menjalin sebuah hubungan pertemanan yang berlanjut ke persahabatan.

Dan karena hubungan itu, timbul keinginan untuk menjalin hubungan lebih. Dan karena itu pula, semuanya menjadi rumit

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon katatokoh16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

F-LIMABELAS

Hahahaha...

Natasya mendengus, dia menatap sebal Sebastian yang tengah tertawa kini. Sebenarnya Natasya kesal, namun melihat senyum Sebastian yang jarang terlihat itu cukup mengalihkan rasa kesalnya itu. Bukan hanya dirinya saja yang kini memperhatikan Sebastian yang tertawa,namun semua orang yang ada di kantin berhasil dialihkan atensinya oleh lelaki itu.

“Canda kali, Sya.” ucap Sebastian, dia masih belum bisa mengehentikan tawanya. Dia menatap geli Natasya yang masih menatapnya.

Sebastian berhenti tertawa, dia tersenyum kikuk dan mengerutkan kening bingung. “Kenapa? Aneh, ya gue ketawa?” tanya Sebastian, dia kembali mengubah raut wajahnya menjadi datar seperti biasa.

Natasya terkekeh, dia mengangguk membuat Sebastian semakin mendatarkan wajahnya. “Iya, aneh aja liat lo ketawa lepas kayak tadi. Btw, lo tambah cakep kalau ketawa tahu.” puji Natasya dengan sorot mata yang menatap dalam Sebastian.

Pujian Natasya itu berhasil membuat Sebastian nervous, terbukti dengan wajah memerah malu yang ditunjukkan Sebastian, meskipun masih dengan wajah datarnya.

“Basi lo, Sya.”

“Serius tahu...”

“Bodo, ah.”

Ya ampun, Sya... Kenapa sih lo malah baperin gue? Kan, niatnya gue yang mau baperin lo. Kenapa malah gue yang baper? Batin Sebastian resah.

“Kenapa, nih?” tanya Antonio, lelaki itu langsung duduk di samping Natasya dengan semangkuk bakso di hadapannya. Dia menaikkan kedua alisnya, menatap kedua sahabatnya sambil menuangkan saos dan kecap ke mangkuk baksonya.

Natasya menelan soto di mulutnya, melirik sinis Antonio. “Kepo.” balas Natasya yang diakhiri tawa pelan.

Antonio mendengus. “Bodo amat, lah.” tukas Antonio, dia mulai menikmati baksonya. Namun, baru saja dia menyeruput kuahnya, dia terdiam saat merasakan racikannya sendiri di lidahnya itu.

Antonio menatap Natasya yang mengendikan dagunya.

“Kenapa? Rasanya aneh lagi?” tanya Natasya, dia tahu apa yang akan terjadi nantinya. Dia mengambil sendok di atas meja, mulai menyesap kuah bakso racikan Antonio.

Natasya mengambil kecap dan cuka di hadapannya, mulai meracik kuah bakso Antonio sesukanya. Dia kembali mencicip kuah itu, mengangguk mantap sambil menatap Antonio yang sedari tadi menunggunya selesai dengan urusannya itu.

“Udah enak, makan tuh.” ucap Natasya, dia menggeser mangkuk bakso milik Antonio yang tadinya berada di hadapannya kini berada dihadapan Antonio kembali. “Makanya, belajar meracik lah.”

Antonio kembali menyeruput kuah baksonya pelan, tersenyum lebar saat rasa kuah bakso itu sesuai dengan lidahnya. “Mantap, sesuai dengan lidah gue.” puji Antonio, dia menikmati baksonya kemudian melirik Natasya yang tengah menghabiskan sotonya yang tinggal setengah mangkuk lagi. “Ngapain belajar, kan ada lo. Emang istri idaman banget sih.” puji Antonio sambil menaikturunkan alisnya menatap Sebastian, melirik Natasya yang kini menatapnya.

Natasya tersenyum lebar, mengibaskan rambutnya yang kebetulan dibiarkan terurai. “Ya, iyalah! Natasya gitu loh.” ucap Natasya bangga, dia terkekeh menatap sahabatnya yang malah menyorakinya.

“Yaudah. Yuk, nikah!” ajak Antonio.

Natasya pikir, Antonio hanya bercanda saja. Oleh karena itu, dia meladeni candaan lelaki itu. “Ayo! Gue tunggu di rumah, ya lamarannya.”

Antonio mengangguk mantap. “Okay. Tunggu gue 3 tahun lagi, ya. Gue langsung datar ke rumah buat lamar lo.”

“Dengan senang hati, gue tunggu.” balas Natasya, dia tersenyum ponggah pada Antonio yang menatapnya lekat.

“Apa, nih? Tunggu-tunggu!” Delfanolangsung duduk begitu saja di samping Sebastian, dia meletakkan bakso tanpa kuah miliknya. Memang kebiasaannya, membeli bakso semangkuk tanpa kuah a.k.a kering.

Sebastian mengendikkan dagunya, “Biasalah, Syasya minta dilamar Anton.”

Delfano meletakkan botol saos dan kecap ke tempat semula, menangkup kedua tangan di atas meja. Menatap serius Antonio dan Natasya dihadapannya, melirik sekilas Sebastian di sampingnya. “Kenapa harus Anton, Ta? Udahlah, gue aja nanti yang lamar lo.” ucap Delfano, serius.

“Jangan mau, Na. Delfano playboy, gak mungkin serius dia!”

“Dih, sorry, sorry aja nih, ya! Playboy gini, pasti tobat kalo ketemu pawangnya.” ucap Delfano untuk membela dirinya, dia menatap Natasya kembali. “Iya, gak, Ta?”

Natasya memutar bola matanya, dia menyesap es teh manis di sampingnya. “Ya... Ya... Mungkin. Terserah lah, kalian mau ngomong apa.” jawab Natasya, dia tak mau terlalu menganggap serius ucapan sahabatnya itu.

“Tapi, apa yang diomongin Fano ada bener nya loh.” ucap Natasya, membuat Delfano dengan cepat menjentikkan jarinya. “Menurut cerita-cerita romance yang gue baca, cowok se playboy apapun bakalan tobat kalo udah ketemu sama ceweknya alias rumahnya alias jodohnya.” lanjut Natasya, dia masih mengingat betul cerita romance yang baru saja di baca beberapa waktu yang lalu.

“Ya iyalah, bakalan tobat kalo udah ketemu yang sreg banget di hati.” ucap Delfano, “Lo, contohnya.” lanjut Delfano, menatap Natasya sambil memainkan kedua alisnya.

Natasya terdiam namun kemudian mencebik. “Kalian, kenapa sih? Godain gue mulu, sebel tau. Untung gue gak baperan orangnya, kalo gue baper beneran, gimana?Harus tanggung jawab lo semua.” ucap Natasya, dia menunjuk satu-persatu sahabatnya.

“SIAP!”

***

Natasya berjalan ke arah wastafel, mencuci tangannya dengan sabun sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin besar dihadapannya. Saat ini dia berada di toilet perempuan, biasalah. Dia mengeringkan tangannya, mengeluarkan ikat rambut dari sakunya, mulai mengikat rambut dengan asal namun terlihat manis di wajahnya.

“Lo, Natasya, ya?”

Natasya melirik perempuan disampingnya lewat cermin, tersenyum kemudian mengangguk. “Iya. Kenapa, ya?” tanya Natasya ramah, senyum tak pernah pudar dari wajahnya.

“Kenalin, gue Anya. Gue murid baru di sekolah ini.” Anya mengulurkan tangannya pada Natasya.

Natasya membalas uluran tangan Anya tersebut. “Gue gak perlu kenalin diri gue, kan? Lo kan udah tau.” ucap Natasya, membuat mereka terkekeh.

“Btw, lo anak baru tapi kok bisa tau gue sih?” tanya Natasya, dia bingung. Bagaimana mungkin anak baru tapi bisa langsung mengenalinya? Rasanya tak masuk akal. Atau mungkin mereka sudah kenal sebelumnya? Tapi rasanya belum deh, bahkan Natasya baru pertama kali melihat wajah Anya ini.

Anya terkekeh, “Ya, iyalah kenal. Masa iya gue gak kenal sama cewek yang selalu bareng-bareng sama tiga cogan.” ucap Anya.

“Oh... Mereka sahabat gue kali.”

“Sahabat?”

“Iya, lo kira?” tanya Natasya, dia mengerutkan kening. “Ah... Gue tahu! Lo kira mereka pacar-pacar gue, gitu? Ya ampun... Gue gak seplayer itu kali.”

“Abis kemana-mana bareng, apalagi sama Delfano.”

“Lo kenal juga Delfano?”

“Iya, cowok yang paling ganteng sih menurut gue. Jadi gak aneh aja kalo mantannya itu banyak banget.”

“Emang tuh, sahabat gue yang itu punya mantan banyak banget, dimana-mana. Bahkan bukan di sekolah ini aja, di luar sekolah pun ada, banyak.”

Anya melipat tangan di depan dada, menatap Natasya dengan senyuman. “Lo ternyata humble juga ya, pantesan aja lo punya banyak sahabat.”

Natasya tersipu, “Biasa aja kali.”

“Enggak, serius. Lo enak punya banyak temen sama sahabat, sedangkan gue? Boro-boro sahabat, temen aja gak punya.”

Natasya terdiam, dia menatap sendu Anya yang kini menundukkan wajahnya dengan sendu. Memang dasarnya Natasya itu baik hati dan tidak sombong, jadi dia dengan besar hati merangkul Anya, membuat perempuan itu seketika menatapnya.

“Kalo lo mau, lo boleh kok jadi temen gue. Gabung sama gue dan sahabat gue yang lain.”

Anya tersenyum senang, dia menatap berbinar Natasya. “Bener, boleh?” tanya Anya antusias. Natasya mengangguk mantap.

“Makasih, ya.” ucap Anya, dia segera memeluk erat Natasya, membuat perempuan itu terkekeh dibuatnya.

Let's play the begin, baby...

1
Jastiah Tia
Kecewa
Jastiah Tia
sprtix anya saudaraan dgn natasya
kanjengprewty_
Ceritanya menarik, semoga aja natasya berjodoh dengan sebastian
Nyonya Cantex
bapeeeeeerrrr
Nyonya Cantex
suka suka
Nyonya Cantex
aq suka 😂
Nureti
Hai kak 👋
sukes iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

terimakasih 🙏
Riska Cikok
ini lnjutan nya mna thor
Riska Cikok
sumpah gua nyesek 😭😭
author nya ajib bnget bikin gua mewek dri tadi.
Riska Cikok
yah jangan mati dong Natasya nya Thor....
biar happy ending...
Riska Cikok
beuhh nyes bnget kna atk nysek cuy 😭
Riska Cikok
sumpah sedih banget Thor.. gua mewek dri tdi
Riska Cikok
kok gua mewek.. author nya sukses bikin pembaca nya baper 😘😘
Riska Cikok: 👌 di tunggu novel selanjutnya ya.... 😘
total 4 replies
Riska Cikok
oh kyanya si Natasya ya yang sakit..
Riska Cikok
hoalahh gua yang baper Thor... aahh 😄😄
Riska Cikok
ahh,penasaran deh siapa yang skit ya Natasya apa mama nya ya.. ??? 😐😐
Riska Cikok
nah loh kyannya ada niat buruk deh,, hati" sya
Riska Cikok
aahh,,sweet banget sihh mau dong di sukai cogan hahah😘😘
Riska Cikok
uuuhh...mau dong punya sahabat cogan" hahaha
Riska Cikok
wah seru nie... lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!