Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 15
Sore itu, setelah pulang dari kampus Aneska berencana untuk pergi ke kantor Alex. Ia sengaja tak memberitahunya karena ingin memberinya kejutan. Aneska juga tak membalas pesan yang dikirim oleh Alex, ia bahkan tak membukanya, ia juga sengaja tak mengangkat panggilannya.
Ketika sampai di kantor milik Alex, Aneska melihat Victor hendak pergi. Ia bergegas menghampirinya untuk bertanya sesuatu.
“Victor, apakah Om Alex ada di ruangannya?” tanya Aneska.
“Tuan besar sedang ada rapat, Anda bisa menunggunya di ruangannya. Nanti saya akan beritahu beliau kalau Anda sedang menunggunya,” sahut Victo memberitahu.
“Jangan, jangan kasih tahu Om Alex kalau aku datang. Aku ingin buat kejutan untuknya.” Aneska segera menolak Victor memberitahu Alex.
“Baiklah kalau begitu, Nona, saya pergi dulu karena Nona Rania sudah menunggu.” Victor pergi. Ia memang sudah menjadi bodyguard pribadi Rania, tapi di saat Rania sedang berada di kampus, ia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya dikantor. Ia tak ingin berdiam diri menunggu Rania yang sedang kuliah, baginya sangat membosankan.
Aneska langsung menuju di mana ruangan Alex berada. Ruangannya benar kosong tak ada siapa pun. Ia duduk di kursi kebesaran milik suaminya. Ketika mendengar langkah kaki mendekat ke arah ruangan, Aneska langsung memutar kursinya agar membelakangi pintu.
“Siapa kamu?” tanya Alex yang baru saja selesai rapat, tapi tak ada jawaban dari seseorang yang duduk di kursinya. Alex menghampirinya dan membalik kursi itu dengan kasar, terlihatlah wajah cantik yang beberapa hari ini ia rindukan. Alex langsung memeluk gadis cantik itu erat.
“Aku sangat merindukanmu, Sayang, sangat rindu,” ucap Alex.
“Aku juga rindu, Om. Makanya aku datang untuk memberikan kejutan,” balas Aneska.
Alex berjalan menuju pintu, ia keluar untuk menemui sekretarisnya.
“Jika ada orang yang mencari saya, katakan saya sedang tak ada di tempat, mengerti?” titah Alex.
“Baik, Tuan.”
Alex kembali ke dalam ruangannya, ia mengunci pintu ruangannya dan menghampiri istri kecilnya. Alex menggendong tubuh mungil Aneska dan membawanya menuju ruang istirahatnya. Sore itu, Alex dan Aneska melepas rindu yang sudah beberapa hari menumpuk, menyalurkan rasa cinta satu sama lain dan saling memanjakan.
“Kamu sungguh kejam, Mahendra yang berpisah dari istrinya, aku yang jadi korbannya,” rajuk Alex yang memeluk istri kecilnya erat seakan takut kehilangan. Keduanya dalam keadaan polos, hanya selimut yang menutupinya.
“Maaf, Om, Papah membutuhkanku. Beda cerita ketika Om berpisah sama tuh ulet bulu, ada aku sebagai penggantinya. Papah menikah dengannya karena cinta dan berpisah karena pengkhianatan dan tak ada tempat untuk berbagi, hanya memiliki aku. Aku harap Om bisa mengerti untuk sementara waktu, oke,” pinta Aneska.
“Oke, tapi kamu harus janji, setelah pulang dari kampus langsung datang ke sini. Dan juga, kamu berencana tinggal berapa hari di tempat Mahendra?”
“Aku janji, aku akan datang ke sini sepulang kuliah. Dan juga, mungkin seminggu ini aku akan menemani Papah. Om tak keberatan kan?”
“Tidak, Sayang, asalkan kamu jangan mengabaikan telepon dan pesanku lagi, atau aku akan mendatangimu di kampus dan menculikmu di depan semua orang. Aku tak peduli apa yang akan dipikirkan orang lain, aku juga tak peduli jika Mahendra tahu,” ancam Alex yang memprotes istri kecilnya itu mengabaikannya, Aneska terkekeh, ia merasa lucu dengan tingkah suaminya itu.
“Maaf, dua hari ini aku banyak tugas kampus.”
Menjelang malam, Alex mengantarkan Aneska hingga persimpangan jalan menuju kediaman Mahendra atas permintaan istri kecilnya.
“Aku pulang dulu yah, Om.”
Aneska mencium bibir Alex, tapi pria itu malah memagutnya hingga ciuman keduanya semakin dalam sampai beberapa menit lamanya.
“Sudah, Om, jika diteruskan yang ada bakal jadi ke yang lainnya.”
“Biarkan saja, aku masih belum puas tapi kamu sudah mau meninggalkanku. Malam ini aku harus rela tidur sendiri lagi tanpa pelukan istriku,” ucap Alex yang belum ingin berhenti menggoda tubuh istri kecilnya, pakaian bagian atas Aneska sudah terbuka semua kancingnya, dan Alex sudah bagaikan bayi yang tengah kehausan.
Akhirnya, sebelum Aneska pulang mereka melakukannya lagi di dalam mobil. Beruntung Alex berhenti di tempat yang sepi orang lewat, jadi tak ada yang mendapati tragedi mobil bergoyang.
Plaakkk...
“Kalian bisa kerja gak sih, masa desain seperti ini saja tak selesai-selesai juga. Sudah satu minggu saya kasih kalian waktu, tapi hasilnya seperti ini. Apakah kalian sudah tak ingin bekerja lagi di sini?”
Sebuah berkas dilempar oleh Alex di meja, tepat di depan para desainer perhiasan perusahaannya. Sudah hampir satu minggu Alex selalu marah-marah, biasanya pria itu tak akan bersikap demikian, tapi entah mengapa beberapa hari ini apa yang dikerjakan pegawainya selalu saja salah. Mereka pun bingung dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya membuat Bos besarnya itu bersikap demikian.
Jawabannya hanya satu, yaitu Aneska yang beberapa hari tak datang ke kantor untuk menemuinya. Gadis cantik itu sungguh sedang sibuk dengan tugas kuliahnya yang sebentar lagi selesai. Di tambah juga harus merawat Mahendra yang ternyata sakit setelah kepergian Sarah, membuatnya semakin sibuk dan hanya bisa mengabari Alex via chat saja, dan itu pun sekali dua kali saja.
“Saya akan segera selesaikan, Tuan. Esok saya pastikan sudah berada di meja Anda,” ucap salah satu desainer dengan cepat agar Alex tak tambah marah.
“Malam ini,” seketika para desainer mendelik dan terkejut, “malam ini saya inginkan hasilnya, jika tak bisa maka siakan surat pengunduran diri kalian, esok pagi saya ingin sudah berada di meja kerja.”
Alex pergi setelah berucap demikian, tentu saja semua desainer langsung kalang kabut bak terkena gempa dadakan. Mereka langsung kembali menuju meja masing-masing dan mengerjakan pekerjaan mereka dengan bekerja sama.
“Apakah Anda sakit, Tuan?” tanya Victor yang melihat Alex seperti tak baik-baik saja, ia sebenarnya tahu alasan Tuannya menjadi seperti itu.
“Aku ingin istirahat, Victor. Jangan ada yang menggangguku, kau jangan lupa jemput Rania di kampus nanti sore.” Alex langsung menuju ruang istirahatnya, sedangkan Victor bergegas menuju kampus Rania meski belum jam pulang kuliah.
*
Tiing...
Ponsel Rania berdering tanda pesan masuk, ia yang sedang berada di kantin bersama dengan Aneska dan Reno langsung membuka pesan tersebut. Matanya berbinar kala melihat si pengirim pesan, terlebih dengan isi pesannya.
[Saya berada di depan kapus, temui saya jika sudah selesai jam kelas Anda]
“Kenapa lu senyum-senyum, kesambet yah?” tanya Aneska yang penasaran dengan tingkah sahabatnya.
“Gua keluar sebentar yah, ada urusan, sebentar doang kok.” Rania tak menjawab, ia bangkit dan berkedip pada Aneska yang membuat gadis itu paham.
“Oke.”
“Dia mau ke mana tuh?” tanya Reno yang penasaran.
“Cowok ganteng gak boleh kepo, mending makan makanan lu biar kenyang,” sahut Aneska membuat Reno penasaran.
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠