Novel ini mengisahkan tentang seorang wanita Cantik, populer dan sangat lugu bernama Clarisa yang mencintai seorang laki-laki arogan bernama Jackson yang terkenal sangat playboy di Kampus X.
Bagaimana kah kisah cinta mereka? apakah cinta Clarisa terbalaskan? Apakah keluguan nya juga dapat memikat hati Jackson? yuk simak saja ceritanya
Happy reading😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lagi Ep. 15
"Ca, mau duduk dimana" Tanya Jackson.
"Disana saja" kata Clarisa menunjuk sebuah meja yang terdiri dari 4 kursi.
Mereka pun duduk di kursi tersebut diikuti oleh Ferdi. kemudian memesan makanan masing-masing. setelah beberapa lama makanan mereka akhirnya sampai. mereka meningkmati makanan mereka sambil berbincang kecil. Clarisa yang dulunya sangat pendiam sudah sedikit mulai hilang. Dia tidak segan tertawa keras ketika Ferdi menceritakan sebuah cerita lucu. Jackson yang jarang melihat Clarisa seperti itu hanya mengulas senyum menatap Clarisa.
Cup
sebuah ciuman mendarat di pipi Jackson, yang membuat mata Jackson membulat seketika
"Hallo baby, I miss U" Kata seorang cewek bule yang kemudian melingkarkan tangannya di lengan Jackson.
"Angel, why do you kiss me? Kita sudah putus" Tanya Jackson tak bersahabat sambil mencoba melepaskan tangannya dari Angel.
Angel adalah mantan Jackson 1 tahun lalu. Mereka putus karena angel pergi meninggalkan jackson bersama selingkuhannya ke Belanda. Jackson sangat menerima itu, karena dia berpacaran dengan angel hanya untuk bersenang-senang semata.
"I miss you beb, who is she?" Kata Angel sambil menatap Clarisa tidak suka.
"She is my girlfriend, so please leave me" Kata Jackson sambil berusaha menjauhkan angel dari tubuhnya.
Clarisa menatap Jackson meminta penjelasan. Namun Jackson memberi kode pada clarisa untuk diam. Ingin sekali Clarisa marah. bukan pada Jackson melainkan pada perempuan tak tau malu itu menurutnya. Tapi dia hanya teman Jackson. jadi dia tidak mungkin melakukannya.
"Ternyata selera mu sudah berubah Jackson, kau menyukai perempuan kolot seperti ini" kata Angel sambil menatap Clarisa dengan pandangan tak bersahabat.
Clarisa sangat bingung dengan situasi saat itu. Dia memilih untuk menikmati makannya daripada harus ikut campur dengan urusan mereka berdua batinnya. Ferdi pun seperti itu, dia sudah biasa mendapati hal seperti ini mengingat sifat Jackson. Dia memilih acuh walaupun tadi dia terkesiap karena Jackson menyebut Clarisa pacarnya. Tapi dia yakin bahwa itu hanya alasan Jackson agar si cewek bule itu pergi.
"Jaga ucapanmu, lebih baik kamu pergi, aku tidak ingin melihat wajahmu" kata Jackson, berusaha untuk tidak mengucapkan kata-kata kasarnya. Karena tidak ingin Clarisa mendengar semua ucapan kotor yang sering dia lontarkan.
"Oke, aku pergi, tapi lain kali kita bertemu lagi, bye, muahhh" satu kecupan mendarat lagi di pipi Jackson pertanda Angel pergi
"Murahan" Kata Clarisa tiba-tiba.
"Siapa yang murahan?" Tanya Jackson dengan kening berkerut.
"Siapa lagi kalau bukan kamu" balas Clarisa tanpa melihat Jackson.
"Kalau ngomong sama orang liat wajahnya, kamu tidak sopan sekali" Kata Jackson dan mau tidak mau Clarisa menurutinya.
"Kenapa kamu menganggapku murahan?" tanya Jackson dengan nada kesal.
"Karena kamu mau saja dicium seperti itu sama mantanmu lagi, kalau aku mah tidak akan mau" kata Clarisa.
"Memang kamu punya mantan? hahaha" kata Jackson yang seketika membuat Clarisa tak mampu berkata-kata lagi, dia tertunduk lesu. Jackson Yang menyadari kesalahannya langsung diam.
"Maaf Ca, aku tidak bermaksud" kata Jackson
"Sudahlah, tidak apa-apa, kamu memang benar, tapi aku bersyukur karena jika aku pacaran aku akan bertingkah seperti kalian, sangat tidak sopan mengumbar kemesraan di depan umum" kata Clarisa mantap
Ferdi sedari tadi hanya menatap Clarisa kagum. Ternyata Clarisa masih sepolos itu, bahkan dia belum pernah pacaran sama sekali. "Sepertinya kamu memang perempuan tepat untukku" batin Ferdi.
"Jangan berdebat, ayo lanjutkan makanan kita" ajak Ferdi.
"aku sudah tidak bernafsu Fer, aku balik duluan ya" kata Clarisa kemudian hendak pergi namun tangannya ditarik Ferdi.
"Biarku antar ca" kata Ferdi
"Hmm, tidak perlu fer, aku pasti sudah dijemput supirku sekarang. Bye fer" kata Clarisa berlalu pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Jackson.
"Woy, Ca, kamu belum berpamitan kepadaku" kata Jackson namun tidak ditanggapi Clarisa. Ferdi yang melihat itu langsung tertawa.
"Bro bro. Barusan kamu baikan, sekarang sudah marahan lagi. Tidak selesai-selesai masalahmu" kata Ferdi sambil memegang bahu Jackson.
"Itu anak sepertinya sedang PMS, udah lah. Masa bodoh aku sekarang" kata Jackson kemudian melanjutkan makanannya yang sempat tertunda.
"Kamu yakin bisa bersikap masa bodoh?" Tanya Ferdi
"Bisa lah" Kata Jackson.
"Je, sebenarnya aku sangat mengagumi Clarisa dan mungkin sudah mencintainya. Tapi yang aku lihat dari matanya tadi. Dia mencintaimu Je. Dia cemburu pada Angel. Jika suatu saat nanti Clarisa memilihmu. Aku Ikhlas, asalkan kamu tidak menyakitinya." Kata Ferdi
"Tidak mungkin Fer. Kemarin perasaan kamu menggebu-gebu banget ingin mendapatkan Clarisa. Kenapa sekarang kamu cepat sekali berubah pikiran" Kata Jackson.
"Aku tidak tahu. Aku hanya ingin melihat dia bahagia" Kata Ferdi.
"So sweetnya" Kata Jackson sambil memperagakan gaya perempuan.
"Astaga, tiba-tiba aku jijik sama kamu. Sudahlah kamu perbaiki hubunganmu dengan Clarisa sana" Kata Ferdi
"Nanti saja. Cewek kalau lagi marah itu harus dibiarkan sendiri dulu" Kata Jackson.
"Dasar playboy" Kata Ferdi