deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; bertemu ibu
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
Malam hari nya setelah kiran di perbolehkan pulang ke rumah. Kiran langsung di minta arya untuk istrahat di kamar, sedangkan arya sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Tidak berselang lama
"Dek, ini makan dulu.." ucap arya sembaari membawa nampan yang di atas nya ada semangkuk sup favorit kiran.
"Adek tidak lapar mas," ucap kiran lirih
"Dek, kamu ini baru pulang dari rumah sakit, kamu juga harus banyak makan agar tubuh mu kembali sehat" ucap arya membujuk kiran
"Mas,-
Cup
Dengan cepat arya mencium pipi kiran sekilas agar kiran mau makan.
"Adek ini cerewet sekali, sudah sekarang adek makan.. Setelah itu, mas akan berikan adek sesuatu" ucap arya dan langsung menyuapi kiran dengan telaten.
Setelah makan.
"Mas tadi mau ngasih adek kejutan apa?" tanya kiran
"Eumm sebentar,," lalu arya berjalan ke arah almari dan mengambil amplop putih dan langsung memberikan nya kepada kiran
"Apa ini mas??" tanya kiran
"Buka saja dulu"
Lalu kiran membuka amplop itu dan alangkah terkejut nya dia melihat apa yang suaminya itu berikan.
"Mas, ini beneran??" tanya kiran
"Iya adekk,, "ucap arya meyakinkan kiran
"Auch.. -
"Lah, adek ini sih ceroboh sekali.. Tangan adek kan masih sakit" ucap arya
"Terimakasih ya mas,, udah mau temuin aku sama ibu mas" ucap kiran
"Seharusnya mas yang berterimakasih adek sudah sabar menunggu hari itu"ucap arya sembari mengelus pelan pipi kiran.
"Mas aku ingin bilang sesuatu" ucap kiran dengan lirih
"Loh kok pangil nya aku lagi sih??" ucap arya kecewa..
"Hehhe maafin adek mas, sini adek bisik in" ucap kiran dengan senyuman manis
Lalu dengan polos nya arya mendekatkan wajah nya agar kiran bisa membisikan hal yang ingin dia katakan..
Tapi,,
Cup kiran malah mencium pipi arya dengan lembut..
Setelah kiran melepaskan ciuaman nya, kiran tampak merona karena sudah berani mencium pipi suami nya itu..
Dan arya pun sempat tak menduga kalau kiran sudah berani mencium diri nya..
Pipi mereka merona parah, seperti pengantin baru.
"Hei, yang mancing duluan siapa? Yang malu siapa??" ucap arya menggoda kiran
"Ih mas ni apa apa an sih"ucap kiran mengelak
"Sudah, sekarang adek tidur.. Besok pagi kita ke bandara.. Mas mau ngembaliin mangkuk dulu" ucap arya yang hendak beranjak namun tangan nya di tahan kiran.
"Dekk,, jangan salahkan mas, jika mas khilaf" ucap arya sambil melirik tangan nya yang di tahan kiri kiran.
Sontak saja membuat kiran langsung melepaskan tangan arya
Ke esokan pagi nya..
"Mas, ayo bangun kita solat subuh dulu.. Setelah itu kita ke bandara.. Maaasss ayo bangunnn" ucap kiran sambil mencubit pelan hidung mancung Arya
"Iyaa dek, ini mas sudah bangun.. Adek ngak sabaran amat sih.." ucap arya gemas..
Di bandara..
"Mas sudah bilang sama ibu kalau kita mau ketemu ibu?" tanya kiran
"Belum dek.. Mas sengaja mau kasih suprise ke ibu" kata arya
Setelah beberapa jam perjalanan dengan pesawat akhirnya arya dan kiran tiba di tempat kelahiran arya.
"Mas, masih jauh ya?" tanya kiran
"Udah dekat ko dek.. Kenapa? Adek capek?? " tanya arya khawatir
"Eum ngak mas, hanya saja.. Tangan adek sedikit kebas" ucap kiran sembari memegangi tangan kanan kiran
"Ya sudah sini tangan nya di lurusin saja, ini sebentar lagi nyampek.." ucap arya menenangkan kiran
15 menit kemudian..
"Dek.. Dekk.. Bangun dekk, " ucap arya menepuk pelan pipi kiran agar kiran bangun.
"Eum,.. Sudah sampai mas? Maaf ya mas adek ketiduran," ucap kiran tidak enak hati dengan Arya
"Iya dek, yuk turun" ucap arya
Tok tok tok..
"Assalamualaikum.. Ibuu"
Tok tok tok
"Lah ibu kemana ya? Mana pintu ngak di kunci gini.." gumam arya
"Kayak nya ibu lagi ngak di rumah deh dek, ya sudah kita masuk aja ya.. Adek kelihatan capek banget" ucap arya dan di angung i oleh kiran
Di sisi lain..
"Loh, ko pintu rumah kebuka sih? Kan tadi udah tak tutup" gumam ibu arya
"Loh ini kan mobil anak ku, apa dia pulang ya?" gumam nya lagi.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ibu.. Dari mana saja toh bu? Arya khawatir sama ibu" ucap arya sembari memeluk dan menciumi punggung tangan ibu nya
"Ya allah arya, kamu pulang nak.. Ibu kangen banget sama kamu.. Alhamdulillah ya allah.. " ucap ibu arya merasa tidak percaya kalau arya akhirnya pulang.
Di sisi lain kiran masih berdiri. Sedikit jauh di belakang arya
"Bu, ini istri aku.." ucap arya sembari tangan arya meminta kiran mendekat.
"Assalamualaikum bu, maaf kiran belum bisa bersalaman karena tangan kiran belum visa bergerak" ucap kiran dengan penuh penyesalan
"Waalaikumsalam.. Ibu seneng banget kamu ikut pulang, tidak apa apa.. Ibu paham.. Lagi pula arya juga sudah bilang kalau kamu baru saja tertimpa musibah" ucap ibu arya sembari membelai pipi kiran
"Ya sudah ibu bakal masak masakan yang banyak hari ini.. Karena putra dan menantu ibu sudah mau pulang.. " ucap ibu arya dengan tersenyum
"Kalian berdua istirahat saja, kalian pasti capek kan.." ucap ibu arya
"Ya sudah kalau begitu kami ke atas dulu ya bu" ucap arya lalu mengajak kiran menuju ke kamar arya.
Di kamar arya
"Mas, adek ngak enak sama ibu" ucap kiran lirih
"Nggak enak kenapa dek?" tanya arya
"Ya, masa adek ngak.bantuin ibu, padahal ini pertama kali nya adek ke rumah mertua adek" ucap kiran
"Adek ngak usah berfikir seperti itu, ibu juga pasti paham ko" ucap arya meyakin kan kiran sesekali melirik manis ke arah kiran.
"Mas apa ibu tinggal sendirian di rumah sebesar ini?" tanya kiran
"Nggak, ibu tinggal bersama pembantu rumah ini.. " ucap arya yang tengah menata duduk nya di samping kiran
"Mas ngak punya saudara?" tanya kiran
"Punya, mas anak pertama.. Dan, mas punya 2 adek perempuan" ucap arya
"Terus adek mas pada kemana?" tanya kiran
"Mereka berdua kuliah di luar negri," ucap arya
"Owh.. Terus mereka pulang nya kapan?" tanya kiran
"Merka akan pulang setelah mereka menyelesaikan pendidikan mereka " ucap arya
"Mas, kalau adek boleh tau. Kartu yang pernah mas beri ke adek itu kartu siapa?" tanya kiran
"Eumm.. Itu, sudah dek jangan di bahas lagi, sekarang adek istirahat.. Mas mau ke kebun sebentar"ucap arya
"Hah ke kebun? Ngapain?" tanya kiran kepo
"Iihh manis nya istri ku ini.. Sudah adek lebih baik istirahat saja.. " ucap arya sembari mencubit gemas pipi kiran Ibu
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois