NovelToon NovelToon
Penguasa Daratan Merah

Penguasa Daratan Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Man Gervis

Penguasa Daratan Merah

Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.


Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.


Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.


Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.


*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih

*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.


terima kasih sudah membaca 😁

ig : @man_gervis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 15 : Untung Besar

Zhen Wu dan Zi Li kembali melanjutkan perjalanan mereka setelah selesai berkultivasi dan naik satu tingkat. Mereka berdua kini telah berada di ranah Penempaan Tulang tahap menengah.

Setiap kali Zhen Wu naik ranah, dia dapat memanggil salah satu hantu yang serupa dengan Zi Li. Mereka yang berhasil dipanggil, akan mengikuti ranah kultivasi yang dimiliki Zhen Wu saat itu.

Contohnya, jika Zhen Wu naik ke ranah Pembentukan Tubuh, dia akan dapat memanggil satu hantu acak yang juga berada di ranah Pembentukan Tubuh, begitupun seterusnya. Hal ini juga dialami oleh Zi Li saat pertama kali dipanggil oleh Zhen Wu.

Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan. Jarak ke kota Tenrou memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3 minggu dengan menempuh berjalan kaki.

Sedari tadi mereka berjalan, tak ada sedikitpun obrolan yang keluar dari mulut tuan dan hantunya itu, sampai hari pun berganti malam.

Zhen Wu berinisiatif untuk mengajak Zi Li bermalam di bawah pohon yang menjulang tinggi. Dia merasa bahwa mereka membutuhkan istirahat, karena telah melakukan perjalanan yang panjang.

"Zi Li, lebih baik kita bermalam dulu disini. Tak perlu bergegas terlalu cepat ke kota Tenrou, kita masih memiliki banyak waktu yang tersisa," ucap Zhen Wu yang mulai mengeluarkan kayu bakar dan beberapa makanan dari cincin ruang miliknya.

Zi Li pun mengangguk dan mulai membantu Zhen Wu untuk menyiapkan bahan makanan yang dibeli mereka di kota Kuzu dua minggu lalu. Zhen Wu lalu menyalakan api dan mulai membakar beberapa jagung yang akan mereka makan.

"Tuan, bolehkah aku bertanya?" tanya Zi Li yang tengah menunggu makanan mereka matang.

Zhen Wu yang mendengar itu menghela nafasnya dengan pelan. "Zi Li, sudah berapa kali ku bilang, jika kau ingin bertanya, tidak perlu meminta izin," balasnya yang memegang kepala Zi Li sambil membelai rambutnya.

"Ahh...Aku lupa!" Zi Li yang kaget mulai menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung.

Zi Li kemudian melanjutkan perkataannya, "Seperti yang tuan ketahui, keluarga Zhen sekarang telah hancur dan menjadi keluarga kelas empat. Tinggal ayah, ibu dan kakak dari pemilik tubuh anda sekarang lah yang masih tersisa. Apa rencana anda kedepannya mengenai keluarga Zhen? Apakah tuan akan tetap menjadi bagian dari mereka, atau memilih jalan sendiri?" Zi Li terlihat serius dengan pertanyaannya, sampai sampai melupakan makanan mereka yang telah matang.

"Tunggu! Sebelum aku menjawab, lebih baik kita makan terlebih dahulu." Zhen Wu mulai menyantap jagung bakar dengan lahap, yang kemudian disusul oleh Zi Li yang langsung mengambil dua sekaligus.

Beberapa menit setelahnya, semua makanan yang mereka buat telah habis mereka santap, hingga tak ada satupun yang tersisa.

Tak lama kemudian, Zhen Wu mulai berbaring sambil menghadap langit yang bertaburkan bintang di angkasa. Dia kini mengangkat tangannya sambil mulai berbicara dengan lembut.

"Zi Li, aku tahu kau pernah mendengar sepenggal kisah hidupku dari para saudara hantu mu yang lain bukan." Zhen Wu kemudian menatap ke arah Zi Li. "Tapi pernahkah kau mendengarnya langsung dariku?"

Zi Li terdiam sebentar, yang sesaat kemudian dia menjawab lagi, "Sebagai hantu terakhir yang pernah anda panggil di kehidupan sebelumnya, aku hanya mendengar sebagian kisah anda dari mereka. Dan yang aku ketahui, hanya Zi Bei lah yang tahu secara detail setiap kehidupan anda."

Zhen Wu yang masih tetap melihat kearah Zi Li, perlahan mulai melihat kembali bintang bintang di angkasa. "Kau tahu, saat usiaku menginjak 4 tahun, kedua orang tua dan keluargaku telah terbunuh. Aku tak pernah merasakan apa itu artinya ikatan keluarga. Dalam hidupku, aku hanya ingin bisa hidup normal, merasakan apa yang namanya kasih sayang keluarga, mempunyai ayah, ibu dan seorang saudara lagi. Dan lalu kau bertanya tadi kan, apa yang akan ku lakukan dengan keluarga Zhen sekarang?"

Zi Li mengangguk dan memperhatikan kembali Zhen Wu yang tengah serius.

"Setelah selesai dari kota Tenrou, aku ingin langsung pulang kembali ke desa Zhanzi. Ingatan dari pemilik tubuh ini telah menyatu dengan alam bawah sadar ku. Jadinya aku merasakan ikatan yang selama ini kuinginkan," ucap Zhen Wu serius.

"Jika seperti itu, lalu kenapa tuan tidak langsung pulang ke desa Zhanzi sekarang? Bukankah nanti keluarga anda akan dalam bahaya nantinya, karena bisa menderita kelaparan," tanya Zi Li penasaran.

"Jika aku melakukan itu sekarang, apa yang harus ku katakan kepada kedua orang tuaku? Aku putra mereka yang tidak tahu apa apa, selamat dari ancaman para bandit, sedangkan paman Shi Siong tidak? Jika aku melakukan hal itu, mereka semua pasti merasa curiga padaku."

Zhen Wu kemudian melanjutkan, "Dan menurut perkiraan ku, ayahku pasti akan mencari keberadaan ku ke kota Kuzu. Pencariannya nanti mungkin akan berakhir sia sia, dan aku pasti akan dianggap mati. Aku hanya bisa berharap, semoga mereka bisa baik baik saja sebelum aku pulang nanti."

"Hmm, aku mengerti tuan," ucap Zi Li yang paham.

"Sekarang tidurlah. Besok kita akan melanjutkan perjalanan lagi." Zhen Wu kini sudah mulai memejamkan matanya. Mereka tidur hanya beralaskan rumput dan bersantai di alam terbuka. Tak lupa juga Zi Li mematikan perapian, agar tak memancing hal hal yang tak diinginkan.

Mereka kini mulai beristirahat, Zhen Wu dan Zi Li tidak merasa terganggu jika tidur di alam terbuka. Karena menurut mereka hal itu sudah biasa dan sering mereka lakukan disaat masih berada di alam atas.

Mentari kini mulai menampakkan keindahannya dari balik pengunungan. Zi Li yang merasa bahwa cahaya matahari mulai menyinari seluruh wajahnya, kini mulai terbangun dan mendapati Zhen Wu yang tengah berkultivasi di bawah pohon besar.

Zhen Wu yang menyadari bahwa Zi Li telah terbangun, perlahan lahan mulai membuka matanya, "Zi Li, kau sudah bangun." Zhen Wu kemudian bangkit, dan langsung mengulurkan tangan kanannya kearah Zi Li. "Ayo bersiaplah, kita akan melanjutkan perjalanan."

Setelah beberapa menit, akhirnya Zhen Wu dan Zi Li mulai melanjutkan perjalanan mereka ke kota Tenrou.

Seperti yang sebelumnya dilakukan oleh Zhen Wu, dia mencoba membawa beberapa koin yang berjumlah banyak sambil membawa beberapa barang di kedua tangannya. Hal ini tentu saja dilakukan Zhen Wu untuk menarik kembali para bandit yang mencoba menangkap mereka.

Baru beberapa jam mereka berjalan, tiba tiba saja ada beberapa bandit yang terpancing umpan yang telah Zhen Wu siapkan.

"Hei serahkan barang kalian. Jika tidak ..." ucap salah satu orang bandit yang tiba tiba terpotong perkataannya.

"Kami akan mati kan," balas Zhen Wu yang nampak takut.

"Haha... Bagus. Kalian sungguh cerdas. Semuanya, tangkap mereka."

Zhen Wu dan Zi Li kemudian ditangkap dan dibawah oleh para bandit. Namun Zhen Wu yang hanya bisa menunduk itu, perlahan tersenyum penuh kemenangan.

...***...

19 hari telah berlalu begitu cepat. Zhen Wu dan Zi Li kini terlihat berjalan dengan santai, tanpa lagi membawa beberapa barang lagi di kedua tangan mereka.

"Ternyata memang sudah habis ya, kukira masih ada lagi yang berani menangkap kita berdua," ucap Zhen Wu mulai mengeluh, karena para bandit sudah tidak ada lagi yang menghentikan mereka.

"Itu sudah jelas tuan. Selama 19 hari ini, kita telah membunuh 346 orang bandit, itu pasti sudah keseluruhan jumlah mereka yang selalu berkeliaran di beberapa daerah."

"Yah... Kurasa memang sudah cukup. Karena hal ini tujuan kita bertambah jauh." Zhen Wu merasa mereka telah melenceng dari arah yang ditentukan.

Sebelumnya kota Tenrou berada di bagian utara. Namun, dikarenakan mereka lebih memilih memberantas para bandit terlebih dahulu, arah tujuan mereka tiba tiba berbelok menjadi kebagian barat, membuat perjalanan mereka masih terasa jauh.

Masih butuh 18 hari lagi agar mereka bisa sampai ke kota Tenrou. Walaupun perjalanan mereka tertunda sangat lama, tapi hasil yang diperoleh oleh pasangan hantu dan tuannya itu sangat besar dan menguntungkan.

Kini Zhen Wu dan Zi Li berhasil mengumpulkan kekayaan total senilai 41 koin emas dari rampasan para bandit yang mereka kalahkan. Zi Li pun demikian, dia sekarang memiliki total 361 orang pasukan mayat hidup dari hasil membunuh semua para bandit.

Selama beberapa hari belakangan ini juga, mereka tak lupa untuk terus berkultivasi. Zhen Wu ingin agar dirinya bisa naik tingkat ke ranah Pembentukan Tubuh sebelum mereka tiba di kota Tenrou.

Beruntung dua hari lalu Zhen Wu berhasil naik ke ranah Penempaan Tulang tahap akhir, yang kemudian disusul oleh Zi Li sehari setelahnya.

Sayangnya pil yang sebelumnya dia buat telah habis mereka gunakan. Sekarang mereka tidak lagi memiliki herbal yang dapat membuat pil penguat tulang. Karena herbal yang Zhen Wu gunakan sebelumnya hanya berasal dari serikat dagang Bangau Putih.

Herbal memang terkenal sangat mahal, apalagi jika herbal tersebut memiliki kualitas yang lebih tinggi, harga yang ditawarkan bisa jauh lebih mahal. Maka dari itu Zhen Wu hanya membeli beberapa herbal saja yang dirasanya cocok untuk meningkatkan kultivasi.

Namun setidaknya mereka memiliki beberapa herbal yang didapatkan sewaktu mereka mengalahkan beberapa bandit sebelumnya.

Walaupun kualitas yang ditawarkan jauh dari herbal yang mereka beli di serikat dagang Bangau Putih, tapi itu setidaknya berguna untuk membuat beberapa pil yang bisa menjadi pendukung mereka. Alhasil banyak pil yang berhasil dibuat oleh Zhen Wu beberapa hari ini.

Selanjutnya>>>

1
herry bjb
ceritanya terlalu detail..beserta penjelasannya..membuat alur lambat juga membosankan karena banyak hal yg gak penting
GV: Siap, makasih atas saran nya, kak. Kedepannya akan saya perbaiki terus.
total 1 replies
herry bjb
banyak keterangan yg bertolak belakang dengan alur atau adegan cerita serta terlalu banyak keterangan yg di ulang
Roeney Putri Kelinci
sllu ditunggu updatenya..sehat sllu
GV: Siap, maksih banyak kak, sudah selalu support selama ini🙏

Saya juga akan berusaha terus untuk update. hanya saja kelemahan saya saat ini masih susah untuk bisa update chp lebih banyak dari sehari, bahkan satu chp per hari saja masih cukup sulit, padahal alurnya udah ada dari awal sampai akhir.

Target saya minimal bisa update tiap hari atau paling tingginya 3 atau 4 chp sehari, jadinya saya akan berusaha terus untuk bisa mengupgrade kecepatan menulis saya dalam sehari.

Sekali lagi terima kasih banyak kak atas supportnya selama ini, berkatnya saya jadi semangat terus untuk update lanjutan ceritanya.
total 1 replies
herry bjb
kok mcnya mengandalkan hantu untuk kekuatannya...
GV: Sebenarnya tidak selalu mengandalkan kekuatan hantunya juga. Karena mc-nya memiliki cukup banyak kemampuan bawaan yang dia dapat selama dirinya hidup di alam atas.

Hanya saja mc-nya saat ini mengambil tubuh dari seseorang yang memiliki akar spiritual biasa, jadinya akan butuh waktu yang sangat lama untuk meningkatkan kultivasinya.

Maka dari itu, kekuatan dari para hantunya ini (kemungkinan) besar bisa membantunya mempercepat dan memudahkan jalannya selama dia berada di dunia bawah. Jadinya dia wajib untuk meningkatkan terus ranah kultivasinya, demi membuka kembali semua kemampuan khusus tersebut.


Terima kasih banyak sudah membaca🙏
total 1 replies
arfan
semangat up terus bos
GV: siap, mkasih atas dukungannya🙏
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
Semangatt dan lanjutkan
Al^Grizzly🐨
Mantap..lanjutt...kalau bisa ambil jadi anak buah saja...supya ada yg tingkatannya lebih tinggi dr mereka...dan bisa membuat senjata tanpa campur tangan Mc...
GV: siap, chp selanjutnya sementara di tulis, kak👍
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
Sin jian yg di tolong...malah menfitnah mc..sekte iblis...
Al^Grizzly🐨
Semangatt thor
GV: siap, makasih banyak dukungannya kak🙏
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
aku kira dah lupa..betul juga kata mc..keluarga akan curiga jika dia pulang sudah bisa berkultivasi..kirain thor lupa keluarganya.
Al^Grizzly🐨
kasian ayah dan ibu mc...menunggu yg sudah lupa akan keadaan keluarganya drumah...ini harusnya author yg salah...mc kan punya ingatan tentang keluarganya..harusnya dia kembali dulu...setelah bertemu keluarganya br berpamitan untuk melihat dunia luar...nanti ini aku baca Novel tubuh yg di ambil alih orang lain dan punya ingatan asli...tapi sudah lupa keluarganya..thor yg salah atau lupa.?
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
..kasian keluarganya sudah di lupakan kelaparan..karena persediaan bahan makanan sudah menipis.
Al^Grizzly🐨
hanya namanya saja Dewa Agung...tapi hatinya seperti Iblis..mereka tdak mau punya saingan..yg kelak bisa membuat kedudukan mereka sebagai Dewa Agung terancam...jadi para Dewa kecil yg jadi ancaman di bunuh.
Mahlubin Ali
kalau begini harus baca 2x dong. dan itu bukan flashback.
Mahlubin Ali
ini flashback apa cuma cerita? kok sampai detail pengulangan dialognya.
GV: Gabungan kak. Maaf jika isi dari narasi saya kurang bagus dalam menceritakan alurnya, soalnya saya juga masih nyari gaya narasi yang cocok.

Dan untuk pengulangan dialognya, disini saya hanya ingin menceritakan tentang POV dari para hantunya, seperti pertengkaran dari kak beradik Zhen Ming/Feng, atau Shi Siong yang menyadari seseorang yang mengikuti mereka, jadinya saya merasa membutuhkan dialog itu kembali.


Cuma pas dipikir-pikir lagi, sepertinya dialog ini memang terlalu panjang dan tidak terlalu berguna. Kedepannya akan saya kurangi yang seperti ini, makasih banyak kak sudah komen🙏
total 1 replies
Filan
ada kata yang hilang. ketika bandit tersebut...
GV: waduh. Maaf, beberapa hari yang lalu baru direvisi ulang ini novel😅 dan tanpa sadar ada kalimat yang terhapus. Nanti saya perbaiki ulang🙏
total 1 replies
Filan
Biasanya ada dunia lain yang tingkat kultivasinya lebih tinggi gila-gilaan. Bahwa yang tertinggi di dunia itu adalah yg terendah di dunia sana
GV: 👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Filan
Thor, mikirin misi utama tokoh nggak? apa yang ingin dia capai selain dari yang terkuat?

Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.
GV: Tokoh utama pasti memiliki tujuan lain selain menjadi kuat. Dan ini bakal ada hubungannya dengan masa lalu.

Woh, kalau untuk Villain utama sih, aman👌 Cerita ini juga sudah saya buat Outline nya, jadinya semua plotnya udah terarah.

Tapi sepertinya masih cukup lama buat main Villain nya muncul.
total 1 replies
Filan
Dulu pasti dia merasa bosan yah udah ga punya lawan tanding. Sekarang bersenang-senang kembali lagi ke bawah, menikmati proses merayap ke puncak.
Filan
ya ampun... setahun penuh? Paling sedikit 24 jutalah (kalau hitungan per orang)
GV: 2 koin emas = 200 koin perak = 2000 koin tembaga

harga makanan paling murah berkisar di 2-5 koin tembaga.

Untuk masyarakat kalangan bawah, harga makan dalam sehari cukup 5 koin. Artinya dalam setahun mereka bisa menghabiskan 1825 koin tembaga.

Hmm... mungkin ini seperti ini perhitungannya 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!