NovelToon NovelToon
One & Only

One & Only

Status: tamat
Genre:Harem / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dilawrsmr

Keluarga Haris memiliki putri kembar yang salah satunya menjadi seorang wanita yang memiliki status tertinggi dan terhormat di suatu negeri, yaitu menjadi seorang Ratu terkasih dari seorang Raja yang Agung.

Suatu hari, kembaran sang Ratu yang sudah lama tak terlihat dan seolah terlupakan hadir di istana di saat yang diperlukan dalam keadaan genting.

Saat itu juga kisah mereka dimulai. Kisah harem yang dipenuhi dengan intrik dan kisah cinta yang dihadapkan pilihan.

Bagaimana kisah selengkapnya? Yuk, kita simak ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilawrsmr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15 - Camilan Pengganjal Perut.

Yura pun berjalan memuju kereta barang dan menghampiri Arvan yang juga sedang berada di sana.

"Apa kau butuh bantuan, Arvan?" tanya Yura

"Kau juga ingin memasukkan koper barang milik Putra Mahkota, ya? Sini, biar aku saja yang masukkan koper itu," ujar Arvan

"Tidak usah, biar aku saja. Aku sekalian ingin mengambil sesuatu dari koper barang milikku yang sudah ada di dalam. Kalau kau sudah selesai, apa bisa tolong bergeser sedikit?" tanya Yura meminta.

"Baiklah, silakan ... " jawab Arvan yang langsung menggeser posisinya hingga memudahkan Yura memasukkan koper barang ke dalam kereta barang.

"Terima kasih," ucap Yura

Yura pun memasukkan koper barang milik Putra Mahkota ke dalam kereta barang, lalu mengambil sesuatu dari koper barang miliknya sendiri.

"Sudah selesai. Tolong kau yang tutup pintu keretanya, ya, Arvan ... " pinta Yura

"Aku memang akan melakukannya," kata Arvan yang langsung bergerak menutup pintu kereta barang.

"Terima kasih sekali lagi," ucap Yura

"Sama-sama. Omong-omong, benda apa yang kau ambil dari dalam kopermu itu? Apa itu sapu tangan?" tanya Arvan

"Bukan, tadi ini adalah cadar ... " jawab Yura sambil memperlihatkan bentuk kain kecil yang berada di tangannya pada Arvan.

"Untuk apa cadar itu?" tanya Arvan

"Tentu saja untukku pakai. Aku lebih sering mengembara ke tempat yang jauh, tidak banyak orang di Kerajaan ini yang tahu bahwa ada wajah lain yang serupa dengan Ratu. Jadi, lebih baik kututupi saja wajahku. Kan, kita harus ke luar istana kerajaan hari ini," jelas Yura yang langsung memakai cadar miliknya.

Melihat Yura memakai cadar, Arvan seolah terpana dengan kecantikan yang misterius di balik cadar tersebut padahal ia pun sudah sering melihat wajah Yura yang tanpa cadar secara langsung. Lelaki itu pun mengalihkan pandangan saat menyadari dirinya yang terpesona dengan penampilan Yura.

"Kenapa aku jadi sering merasa berdebar saat melihat wajah Yura? Meski cintaku untuk Ratu bertepuk sebelah tangan, aku tidak mungkin mengkhianati perasaan cintaku sendiri. Rasa cintaku sudah mengakar dengan sangat kuat di dalam hati dan tidak mungkin dapat terganti," batin Arvan

Saat itu seorang pelayan Ratu datang menghampiri. Itu adalah Dina.

"Apa ini Nona Yura?" tanya Dina yang kurang bisa mengenali wajah Yura yang sedang memakai cadar.

"Benar, ini aku, Yura ... aku hanya sedang menutupi wajahku," jawab Yura

"Begitu, rupanya. Ini camilan yang Nona Yura minta tadi," ujar Dina sambil memberikan dua kotak makan dan dua kantong rajut kecil yang sama-sama berisi camilan pada Yura.

"Benar juga, aku hampir saja lupa. Terima kasih, Dina," ucap Yura

"Berhati-hatilah selama di perjalanan, Nona Yura," pesan Dina

"Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Begitu juga dengan Baginda Raja, Yang Mulia Ratu, dan Putra Mahkota. Ada aku dan Arvan yang mengawal keluarga kerajaan ini," ujar Yura

"Saya percaya pada Nona Yura," kata Dina

"Arvan, sadarlah ... jangan melamun di sini. Lalu, ini untukmu," ucap Yura sambil memberi kantong camilan kecil pada Arvan.

"Apa ini? Aku tidak perlu, jadi untukmu saja," ujar Arvan

"Itu camilan ringan untukmu selama perjalanan di atas kuda nanti. Karena terburu-buru pergi, kau pasti tidak sempat sarapan. Kita memang akan makan saat sampai di Vila Kerajaan nanti, tapi ini baik untuk pengganjal perut," ucap Yura

"Terima saja. Kita harus cepat dan aku juga harus memberikan camilan ini juga untuk di dalam kereta kuda," sambung Yura yang langsung beralih menuju kereta kuda keluarga kerajaan.

"Aku memang hanya sempat minum secangkir teh pagi ini. Terima kasih, Yura ... " batin Arvan

Yura pun mengetuk pintu kereta kuda yang sudah tertutup rapat. Pintu kereta kuda pun terbuka dari dalam.

"Ada apa, Bibi Yura?" tanya Arsha yang sudah duduk di dalam kereta kuda.

"Ini ada camilan yang sudah Bibi semalam minta untuk disiapkan. Setidaknya makanlah ini sebelum tiba di Vila Kerajaan untuk pengganjal perut," ungkap Yura

"Lalu, ada juga untuk Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu ... " sambung Yura sambil memberikan dua kotak camilan masing-masing pada Arsha dan juga Baginda Raja - Yang Mulia Ratu.

"Sepertinya kau sudah menyiapkan semuanya lebih baik dari pada yang kulakukan, Yura. Kerja bagus," ujar Raja

"Terima kasih, Baginda. Lain kali Anda bisa mempercayakan dan menyerahkan tugas persiapan pada saya. Saya akan mengerjakannya dengan baik," ucap Yura

"Kau juga, jangan lupakan camilan untuk dirimu sendiri, Yura ... " kata Ratu

"Tenang saja. Saya sudah memilikinya untuk saya sendiri, Ratu," sahut Yura

"Terima kasih, Bibi Yura. Tapi, kenapa Bibi memakai cadar?" tanya Arsha

"Ini supaya tidak ada orang yang salah mengira bahwa Ibunda Ratu ada 2. Hanya beberapa orang dari istana kerajaan ini yang tahu kalau ada perempuan lain yang wajahnya mirip dengan Ibunda Ratu, tapi orang luar istana di kerajaan ini tidak banyak yang tahu soal Bibi yang adalah adik kembar Ibunda Ratu-mu. Jadi, biarkan Bibi menutupi wajah selama ke luar dari istana kerajaan," ungkap Yura

"Begitu, rupanya ... " kata Arsha

"Benar. Kalau begitu, kita akan bersiap untuk pergi. Saya permisi, Baginda Raja, Yang Mulia Ratu, Putra Mahkota ... " ujar Yura yang lalu membiarkan pintu kereta kuda tertutup kembali dan saudari kembar Ratu itu pun beranjak untuk menaiki kuda miliknya.

"Kita akan segera berangkat setelah ini," kata Arvan pada 2 kusir pengendali kuda penarik kereta.

"Baik, Tuan ... " sahut 2 kusir dengan serempak.

Meski Raja berkata tidak akan membawa siapa pun lagi selain Yura dan Arvan yang bertugas untuk menjadi pengawal, Raja tetap menyuruh dua orang untuk menjadi kusir kereta kuda dan kereta barang.

Semua pun bersiap. Kedua kusir bersiap di posisi membawa kedua kereta dan Arvan pun sudah bersiap menaiki kuda miliknya secara pribadi seorang diri, begitu juga dengan Yura yang sudah berada di atas kuda miliknya.

Yura dan Arvan akan menaiki kuda masing-masing dan berjalan lebih dulu untuk mengawal perjalanan menuju ke Vila Kerajaan.

Kereta kuda dan kereta barang yang disiapkan untuk pergi berlibur kali ini pun hanya dua kereta biasa. Yang meski terlihat mewah, tidak ada lambang kerajaan pada badan kereta dan tidak dilengkapi bendera kerajaan. Raja sengaja menyiapkan yang seperti itu supaya tidak ada yamg mengenal dan mengetahui bahwa itu adalah kereta milik kerajaan.

Kurang dari satu jam di perjalanan, akhirnya rombongan pun tiba di Vila Kerajaan. Setibanya di sana, sudah ada penjaga vila dan beberapa pelayan di sana yang menyambut kedatangan mereka.

Arvam pun bergegas turun dari atas punggung kuda untuk membukakan pintu kereta kuda. Sedangkan, Yura beralih mengurus kereta barang yang berisi koper barang mereka semua.

Saat itu Raja lebih dulu turun dari kereta kuda.

"Arvan, sedang apa kau di sini? Sana, bantu Yura saja ... " ujar Raja

"Tapi, Anda dan-"

"Biar aku yang membantu keluargaku. Masa kau membiarkan Yura mengurus koper barang seorang diri? Cepat, sana kau bantu dia ... " ucap Raja

Arvan pun mengangguk dan beralih menghampiri Yura. Sedangkan, Raja membantu Ratu dan Putra Mahkota turun dari kereta kuda.

1
Aerik_chan
semangat kak....
Terra Chi: semangat juga untukmu 💪🏻
total 1 replies
icaica
aku sudah mampir k novel br ya thor
Terra Chi: mohon dukungannya selalu, yaa
total 1 replies
CherryLips
Happy Ending yah aku suka, makasih thor udh bkin cerita yg manis ini 😍
Terra Chi: terima kasih juga atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
1 iklan buat kakak...yuk saling dukung
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
kakak semangatzzzz
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya 🙏🏻🥰
total 1 replies
Aerik_chan
di dalam istana memang banyak musuh dibalik selimut.....
Terra Chi: betul, selalu mengintai
total 1 replies
icaica
akhir cerita yg cukup memuaskan tepat d eps 150. selamat, thor. dinantikan karya slnjtny /Rose//Rose//Rose/
Terra Chi: terima kasih atas dukungannya selama ini 🙏🏻🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Terra Chi: thank you for your support 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Terra Chi: terima kasih 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Elisabeth Ratna Susanti
wah, seru banget 😍
Terra Chi: terima kasih 🙏🏻🥰
total 1 replies
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa.
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya.
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!