Asyifa adalah wanita yang menyelamatkan Dewa saat jatuh dari balap motor dari pertemuan itu membuat Dewa jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya Mau Menikah Dengan Pria Ini Sekarang
Farah dan Zana kompak sangat antusias membicarakan rencana pernikahan dari Anabel dan Cristian, sementara Afandi dan Arta serentak hanya mendengar istri masing masing berceloteh, hal itu rentu saja membuat Cristian bahagia dan terbang ke atas awan.
Sungguh Cristan tak menyangka kalau dirinya sebentar lagi akan menikah dengan Anabel wanita yang sangat di cintai oleh Cristian, berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan oleh Anabel saat ini yaitu Anabel sedih karena sebentar lagi akan menikah dengan Cristian.
Anabel menatap nyalang ke arah Cristian, sungguh Anabel marah kepada Cristian gara gara salah paham membuat Anabel harus menikah dengan Cristian.
Dewa mengantar Asyifa pulang ke rumah, sebenaranya Asyifa sudah berkali kali menolak ajakan dari Dewa, namun Dewa tetap memaksa Asyifa untuk pulang dengannya, apalagi Dewa juga akting tangannya masih kesakitan akibat kelakuan Asyifa.
Dewa alasan mengantar Asyifa pulang ke rumah untuk meminta Asyifa memijat tangannya, namun alasan sebenarnya Dewa adalah PDKT dengan Asyifa, karena alasan Dewa yang meminta di pijat oleh Asyifa gara gara kelakuan Astifa yang membuat tangan Dewa sakit, membuat Asyifa tak bisa menolak ajakan pulang bareng dari Dewa.
''Dewa, lain kali kamu jangan antar aku pulang karena aku bisa pulang sendiri'' ucap Asyifa sembari memijat tangan Dewa, sementara Dewa menggidikkan bahunya acuh.
''Aku ngga janji Asyifa, tapi aku'' perkataan Dewa belum selesai sudah terpotong oleh teriakan para warga yang berada di depan rumah Asyifa.
Asyifa penasaran banyak warga yang berteriak meneriaki dirinya, lalu Asyifa beringsut berdiri dan berjalan ke pintu untuk keluar bertanya mengapa para warga meneriaki dirinya padahal dirinya bukan artis, sementara Dewa mengekori langkah kakinya Asyifa.
''Maaf bapak bapak ibu ibu ini ada apa ? kenapa teriak teriak ramai sekali ?'' tanya Asyifa sambil menatap ke arah semua warga yang ada di halamannya satu persatu, sedangkan Dewa kini sudah berdiri di samping Asyifa, lalu salah satu warga berkata.
''Itu kan benar aku bilang kalau Asyifa memasukkan pria ke rumahnya'' ucap salah satu warga yang memakai daster dengan motif bunga, sementara semua warga yang ada di halaman rumah Asyifa kompak menatap ke arah Dewa yang ada di samping Asyifa.
''Benar, pak RT Asyifa meresahkan warga di sini, apalagi Asyifa memasukkan pria padahal ibunya Asyifa sedang jualan pulangnya malam, sementara adiknya Asyifa sedang ngga ada di rumah karena kuliah, otomatis Asyifa cuma berdua dengan pria itu saat di dalam rumah, pasti mereka berdua sudah melakukan hal mesum di dalam rumah'' jelas salah satu ibu yang memakai hijab warna merah.
''Maaf bapak bapak ibu ibu saya sama sekali ngga melakukan hal mesum, pria ini mampir ke rumah saya karena pria tangannya sakit dan minta di pijat oleh saya'' jawab Asyifa dengan nada tegas, sementara Dewa hanya diam dalam hati tertawa dalam hati karena di grebek oleh warga otomatis Dewa akan di nikahkan dengan Asyifa.
''Tuh kan benar pak RT mereka berdua berbuat mesum, pasti pria itu di pijatnya ngga pakai baju, terus Asyia juga ikutan ngga pakai baju, usir saja Asyifa dari sini'' ucap wanita yang memakai kacamata.
''Usir Asyifa, usir Asyifa, usir Asyifa'' teriak semua warga yang ada di halaman rumah Asyifa, sementara Asyifa menelan ludahnya secara kasar, sedangkan Dewa lalu berkata.
''Asyifa ngga usah di usir dari rumah ini, biar aku saja yang akan menikahi Asyifa saat ini juga'' sahut Dewa dengan nada meninggi, sementara Asyifa melototkan kedua matanya ke arah Dewa, sedangkan semua warga yang ada di halaman rumah Asyifa slaing pandang.
''Tapi saya belum siap menikah larena saya masih kuliah, tapi beneran saya ngga melakukan hal mesum dengan pria ini'' timpal Asyifa sembari menunjuk ke arah Dewa.
''Ngga percaya kalau Asyifa mgga bernuat mesum sama pria itu, apalagi mereka di rumah hanya berdua'' celoteh ibu yang memakai hijab.
"Pak RT mending nikahkan saja Asyifa sama pria itu, kalau ngga mau menikah Asyifa kita semua usir dari rumah ini" timpal wanita yang berkacamata.
''Keputusannya saat ini Asyifa kamu mau di nikahkan sama pria itu atau kamu mau di usir dari rumah ini'' ancam pak RT memberi pilihan kepada Asyifa, sedangkam Asyifa nampak berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya mantap.
''Oke pak RT, saya mau menikah dengan pria ini sekarang'' sahut Asyifa mantap, sementara Dewa membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Dewa tak menyangka kalau Asyifa akan memilih mau menikah dengan Dewa, padahal Dewa pikir Asyifa akan lebih milih di usir dari rumah di banding harus menikah dengan Dewa, lalu Asyifa akan menyewa kost setelah di usir dari rumah, ternyata jawaban Asyifa di luar dugaan Dewa.
Asyifa lebih memilih mau menikah dengan Dewa, di banding di usir dari rumah karena Asyifa kasihan dengan sang ibu dan adiknya, apalagi ibunya jualan jajan dari pagi sampai malam baru pulang, itu saja hasilnya ngga seberapa, Asyifa dan adiknya Asyifa juga kuliah dengan bantuan beasiswa.
Asyifa harap keputusannya itu dapat di terima oleh sang ibu, namun Asyifa takut sang ibu akan kecewa karena Asyifa menikah saat belum lulus kuliah, tapi Asyifa melakukan itu supaya Asyifa ngga di usir dari rumah.
Setelah mendengar jawaban dari Asyifa, pak RT langsung menghubungi penghulu untuk datang ke rumah Asyifa, pak RT juga menyuruh beberapa warga untuk menyuruh ibunya Asyifa dan adiknya Asyifa untuk pulang untuk menyaksikan pernikahan Asyifa dengan Dewa.
Dua jam kemudian sudah banyak orang yang berkumpul di rumah Asyifa, termasuk penghulu juga sudah ada untuk menikahkan Asyifa dan Dewa, sementara adikny Asyifa dan ibunya Asyifa saat baru sampai rumah juga bingung karena banyak orang di rumah mereka, lalu salah satu warga menjelaskan mengapa mereka ada di halaman rumah Asyifa.
Kini Asyifa dan Dewa sudah resmi menjadi suami istri, setelah Dewa dan Asyifa resmi menikah satu persatu warga pulang dari rumah Asyifa, bahkan pak RT dan penghulu juga berpamitan untuk pulang, kini hanya tinggal Asyifa, Dewa, ibunya Asyifa dan adiknya Asyifa.
''Maafkan saya bu kalau mahar menikahnya cuma mobil dan uang sepuluh juta, soalnya kartu kredit mau di jadikan mahar tapi ngga boleh, maharnya dalam bentuk uang, ATM letaknya jauh dari sini'' ucap Dewa sembari menundukkan kepalanya merasa bersalah.
''Ngga papa santai saja, mahar segitu juga sudah banyak'' jawab ibunya Asyifa sembari menatap ke arah Dewa.
Asyifa sudah meminta maaf berkali kali kepada sang ibu, bahkan Asyifa juga menjelaskan