NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:497.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Patah hati karena ditinggal calon istri untuk selama lamanya membuat Arya Bagaskara menjadi orang yang berbeda.
Rasa sakit yang dia alami membuatnya tidak ingin lagi mengenal cinta.

Tapi pertemuan dengan seorang gadis membuat kehidupan Arya berubah, apalagi disaat takdir harus memaksa dia untuk menikahi gadis itu.

Bisakah Arya menerimanya?
Atau malah terus tenggelam dalam cinta masa lalu yang tidak pernah bisa dia rengkuh?

untuk visual ada di Ig ku ya @mulyani syahfitri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan Arya

Arya duduk dimeja kerja nya dengan raut wajah yang benar benar terlihat begitu kusut dan lemas. Siang ini tubuhnya masih saja terasa tidak enak. Malam tadi dia benar benar demam, padahal Arya sudah meminum sebutir obat, namun tetap saja dia merasa lesu dan pegal disekujur tubuhnya.

Niat hati ingin beristirahat dirumah, namun karena ulah Pelangi yang menghancurkan mood Arya, dia jadi tidak bisa beristirahat dengan tenang malam tadi. Rasanya kesal sekali melihat gadis itu, bahkan pagi tadi Arya juga tidak sarapan dulu saat pergi bekerja. Dia mengabaikan Pelangi yang sudah menyiapkan sarapan untuk nya seperti biasa.

Entahlah...

Rasanya Arya benar benar tidak bisa terima jika ada sesuatu yang mengganggu apapun yang menyangkut tentang Zelina dirumah itu. Padahal hanya setangkai bunga mawar yang Pelangi selipkan, itu juga tidak nampak aneh. Tapi tetap saja, bahkan untuk sekedar bunga pun Arya belum siap untuk berbagi tempat, apalagi tentang penghuni rumah dan hati.

Masih terasa begitu berat.

Ceklek

Pintu yang terbuka membuat Arya menoleh, namun tangan nya masih menopang kepala yang terasa begitu berat. Dia langsung duduk dengan tegak saat melihat ternyata Nara yang datang keperusahaan ini. Perusahaan yang memang adalah miliknya. Perusahaan Polie.

"Kamu sakit Yo?" tanya Nara yang langsung berjalan kearah sofa, ditangan nya dia membawa sesuatu, mungkin saja makanan. Karena Nara memang selalu seperti itu.

Arya beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ketempat Nara. Duduk disamping wanita itu dan menyandarkan kepala nya disandaran sofa.

"Hanya tidak enak badan" jawab Arya.

"Kamu terlalu lelah bekerja. Jangan lagi lembur lah" ujar Nara seraya membuka kotak makanan yang dia bawa.

Arya hanya diam dan malah memejamkan matanya.

"Perusahaan tidak akan bangkrut jika kamu bersantai sedikit." kata Nara lagi.

"Hmmm.... aku hanya ingin cepat kaya dengan memajukan perusahaan mu" jawab Arya dengan asal. Membuat Nara tertawa kecil.

"Kamu sudah kaya, tapi kekayaan mu tidak nampak" gerutu Nara

"Ini makanlah, nanti kamu bisa meminum obatmu" ujar Nara seraya menyerahkan kotak makanan itu pada Arya.

"Nanti saja, aku belum ingin" jawab Arya.

Nara menghela nafasnya dengan pelan dan memandang Arya dengan lekat. Sejak kecil bersama Arya membuat nya sudah begitu mengenal bagaimana pria ini. Pria yang sudah sangat berjasa dalam kehidupan nya. Jika dulu Arya yang selalu ada disaat Nara terjatuh dan terpuruk, maka seperti nya saat ini mereka bergantian.

Bisa Nara lihat, jika saat ini bukan hanya tubuh Arya saja yang tidak sehat, melainkan juga hati dan fikiran nya.

Dan ini pasti berkaitan dengan gadis muda bernama Pelangi yang ditemui nya semalam.

Lima tahun lebih kejadian menyedihkan itu berlalu, tapi sampai saat ini hati Arya bagai sudah mati rasa. Nara sangat berharap jika dia bisa menjadi Arya yang seperti dulu lagi. Arya yang menyebalkan, Arya yang membuat ramai suasana dan Arya yang selalu murah senyum dan tawa.

Ya, Nara sangat merindukan nya...

"Buka mulut kamu" ujar Nara seraya menyuapkan makanan yang dia bawa pada Arya.

Arya membuka matanya dan menghela nafas pelan.

"Kamu memaksa sekali" ucap Arya seraya duduk dengan tegak dan menggeleng saat Nara mendekatkan makanan itu kemulutnya.

"Arya" tekan Nara

Arya kembali menghela nafas dan membuka mulutnya dengan sangat terpaksa.

"Kamu jika tidak dipaksa tidak akan mau" gerutu Nara.

Arya hanya diam dan mengunyah makanan yang terasa hambar itu. Padahal biasanya masakan Nara adalah yang terenak yang paling dia suka.

"Kenapa kamu kemari, seharusnya kamu berbuat seperti ini pada suami kamu yang manja itu" ucap Arya

"Reynand hari ini keluar kota dan aku bosan berada dirumah. Anak anak juga ikut oma nya kerumah Bima" jawab Nara seraya menyuapkan kembali makanan kemulut Arya.

"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Arya saat melihat pandangan mata Nara yang terlihat berbeda.

"Tidak ada, hanya saja.... aku merasa jika ada yang kamu sembunyikan dariku" jawab Nara.

Arya tertegun, bahkan dia sampai mengulum makanan yang ada didalam mulutnya sejenak, namun sedetik kemudian dia menggeleng pelan dan memalingkan wajahnya. Mengambil air putih yang ada diatas meja dan menenggak nya beberapa teguk.

"Benar kan?" tanya Nara

"Tidak ada" jawab Arya. Dia menolak saat Nara ingin menyuapkan makanan itu lagi.

Nara tersenyum tipis dan meletakkan makanan itu diatas meja.

"Lalu siapa gadis yang ada dirumah kamu itu?" tanya Nara. Dia masih berpura pura untuk memancing Arya agar berbicara padanya. Dan Nara semakin yakin jika perkataan Pelangi memang benar, apalagi saat melihat ekspresi Arya yang nampak berat dan sedikit panik.

"Bukan siapa siapa. Hanya pelayan yang menggantikan bu Nining" jawab Arya dengan teganya.

Nara mendengus senyum dan menggeleng pelan. Kenapa Arya dengan teganya berbicara seperti ini. Astaga...

"Meski kamu tidak menyukai nya, setidaknya jangan berbicara seperti itu Yo" ucap Nara dengan pelan.

Arya mengernyit memandang heran pada Nara.

"Apa maksud kamu?" tanya Arya

"Dia istri kamu, tapi kamu dengan tega nya malah berkata dia seorang pelayan"

deg

Arya langsung tertegun. Dia memandang Nara dengan lekat. Bagaimana Nara bisa tahu jika Pelangi adalah istrinya???

"Benarkan?" tanya Nara

"Nara..." Arya bahkan sudah tidak sanggup lagi berkata apa apa sekarang. Dia benar benar tidak ingin Nara dan keluarga Zelina sampai tahu masalah ini. Arya benar benar tidak siap. Banyak hal yang membuat hatinya gundah. Apalagi dia masih merasa jika keluarga Zelina adalah hal terpenting yang harus dia jaga perasaan nya.

Arya langsung tertunduk dengan helaan nafas yang begitu berat.

"Kenapa kamu merahasiakan ini dari ku? Kita saudara bukan?" ucap Nara.

Arya menggeleng pelan, pandangan mata itu nampak begitu redup dan penuh beban. Hingga membuat Nara benar benar tidak tega.

"Aku benar benar tidak siap mengakui dia sebagai istriku Nara. Ini terlalu berat dan terlalu sakit. Pernikahan itu terjadi hanya karena kesalahan" ungkap Arya.

Nara mengusap bahu Arya dengan lembut.

"Meskipun begitu dia tetap istri kamu Yo. Kamu berdosa jika mengabaikan nya dan tidak menganggap dia sebagai istri kamu" ujar Nara.

Namun Arya kembali menggeleng.

"Aku benar benar tidak bisa. Bagaimana mungkin aku menggantikan posisi yang seharusnya menjadi milik Zelina. Tidak Nara, tidak bisa" ucap Arya dengan begitu tegas. Bahkan dia memandang wajah Nara dengan begitu serius, namun dengan mata yang berkaca kaca.

"Aryo, apa kamu belum bisa mengikhlaskan Zelina? Kasihan dia disana Yo. Dia pasti sedih melihat kamu yang terpuruk seperti ini" sahut Nara

"Aku sudah ikhlas Nara. Aku sudah rela dengan kepergian nya. Tapi untuk menggantikan posisi nya aku sungguh tidak siap. Apalagi dengan gadis yang sama sekali tidak aku kenal. Mana mungkin aku bisa" jawab Arya

"Yo.... sampai kapan kamu akan begini??" tanya Nara dengan mata yang juga berair. Dia sungguh tidak bisa membiarkan Arya terus larut dalam kesedihan nya. Bahkan Arya tidak lagi bisa melihat gadis lain yang ada didunia ini selain Zelina.

"Dia pergi dengan membawa cintaku Nara. Mungkin aku akan begini sampai aku mati dan menyusul nya kesana"

deg

Nara langsung tertegun mendengar penuturan itu.

Ya Tuhan...

Bisakah kembalikan Arya seperti dulu lagi. Setidaknya dengan kebahagiaan yang lain selain Zelina. Meski tidak tergantikan, tapi Nara benar benar berharap Arya bisa tersenyum dengan alasan yang lain.

1
athaya
/Grin/sudah GK asik Kom klo sdah tamat
maya
Luar biasa
maya
Lumayan
Linda Liebeciicapclup
Luar biasa
delfastri
lw nungguin kamu gila kelamaan oon..kekep tuh hantunya zelina..ajak nikah ajak bikin anak biar seneng idup lu....manusia bodoh kayak lu mang pantas hidup ndirian..
delfastri
ehhh peak..sepenting2 nya zelina dia sudah mati..jdi gimanapun gak bakal ada kepentingan lagi d dunia..emang lu bisa hidup ma kenangan..bisa nikah ma kenangan bisa making love ma kenangan..hidup lu sia2in demi pertahanin yg gak bisa d tahan..ikut pesantren kilat Sono..kayak jaman kita sekolah dulu pas ramadhan..biar otak lu adem hati lu lempeng Nerima kenyataan..cinta tu ma tuhan sama yg hidup lah cinta ma orang mati .lu dapat apa..gua tukar ma botol juga lu trus anyutin ke laut🤨🤨gedek gua ma orang begok k gini
delfastri
Karena dia tidak punya iman Nara..dia tidak percaya pada qadarullah..bahwa maut itu hak prerogatif yg kuasa..maka setannya zelina nguasain hati dan fikiran..padahal dengan tak tau malu masih bernafas..menikmati rezeki pemberian Tuhan..tapi masih tak mensyukuri..tinggalin aja ngi laki somplak kek gitu..dihhhh kok aku yg sebel ya..
Kaksanti
Luar biasa
Annisa
Arya sudah kembali ke habitat nya setelah 5 tahun tapa brata
Asnarwati Abukasim
Luar biasa
Nanik Lestyawati
keren
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
😭😭😭😭
guntur 1609
mereka terlalu sepeple sama org kecil. mitis
guntur 1609
ok thor aku lanjut seqel dari rey
guntur 1609
arya..move on lah dari zelina..hidup tra betjalan
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Wiwit Sumanti
Bagus
Suria Sultan
arya kamu tega bangeeet..
Aqella Lindi
zelina masa lalu,pelangi istri lo gondrong
Aqella Lindi
biar pelangi sm rangga aja thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!