NovelToon NovelToon
Since I Found You

Since I Found You

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Komalasari

Kehidupan Vlad Ignasevich awalnya sangat sempurna. Paras tampan dan kekayaan melimpah. Namun, insiden mengerikan telah merenggut seluruh kesempurnaan itu.

Vlad harus hidup dengan satu kaki, setelah dokter memutuskan mengamputasinya sehingga membuat Vlad mengisolasi diri di desa kecil nan tenang bernama Sieseby, Jerman.

Namun, ketenangan Vlad yang mengisolasi diri di sana mulai terusik, ketika Mikola Vanko yang merupakan ajudan setianya, datang dengan membawa gadis bernama Altea Miller.

Altea adalah gadis liar dengan seribu satu masalah. Namun, dia berhasil membawa Vlad keluar dari 'persembunyian sunyi'.

Dengan kaki palsunya, Vlad bertualang mencari Altea yang diculik oleh Ludwig Stegen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Goldgeld

“Tuan? Anda?” Altea menautkan alisnya. “Sedang apa Anda di sini?” tanyanya. Dia menatap lekat Vlad. Memperhatikan pria itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ya, kaki. Vlad berdiri tanpa bantuan tongkat penyangga. “Anda ….” Altea tak melanjutkan kata-katanya.

“Aku terpaksa harus mengenakan benda menyebalkan yang sudah lama tersimpan, hanya untuk mencarimu. Kau memang benar-benar menyusahkan!” Vlad membuang muka. Pria itu sempat mendengkus pelan.

“Untuk apa Anda mencariku? Bukankah sudah kutuliskan dalam surat, aku akan pergi dari kalian semua. Aku tak ingin pulang ke Hamburg bersama pria itu,” tegas Altea. Dia membalikkan badan, kembali menatap hamparan danau yang luas.

Vlad tak segera menanggapi. Pria itu berjalan semakin mendekat. Dia bahkan berdiri di sebelah Altea, dengan tinggi hanya sebatas pundaknya. Vlad mengikuti arah tatapan wanita muda tersebut. “Pria itu ayahmu. Bukankah begitu?” Nada bicara pria asal Rusia tersebut, perlahan berubah menjadi lebih lunak.

“Ya,” sahut Altea malas.

“Kenapa kau harus menghindarinya setengah mati?” tanya Vlad lagi penuh selidik. Akan tetapi, Altea tak segera menjawab. Dia bahkan seperti tak ingin membahas hal itu. “Apa sepupumu yang idiot tadi berkata jujur? Mykola mengatakan bahwa kalian sama-sama pembohong.”

Altea mengembuskan napas yang disertai keluhan pendek. Mungkin sudah seharusnya dia berkata jujur kepada Vlad. Siapa tahu, pria itu dapat membantu dirinya terlepas dari jeratan sang ayah yang menakutkan. “Ya. Willy berkata benar,” jawab wanita muda tersebut. Setelah itu, Altea kembali terdiam. Begitu juga dengan Vlad yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu.

Angin berembus pelan. Terasa begitu sejuk, menerpa wajah dua insan yang tengah larut dalam lamunan masing-masing. Desa Sieseby begitu luar biasa, dengan segala hal menarik yang ada di dalamnya. Terlalu sayang untuk dilewatkan. Karena itulah, Altea tak langsung meninggalkan tempat tersebut. Seberapa pun liarnya seorang Altea Miller, dia tetaplah wanita yang mengagumi keindahan.

“Sejak dulu, ayahku memang sudah menjadi seorang penjudi. Ketika ibu masih hidup, mereka kerap berselisih. Apalagi saat ini setelah ibuku tiada. Kebiasaan buruknya kian menjadi,” tutur Altea kembali bersuara setelah beberapa saat terdiam.

“Aku sudah terlalu bosan dan sangat muak melihatnya. Karena itulah, aku mulai jarang ada di rumah. Namun, satu ketika saat aku kembali ….” Altea menjeda kata-katanya sesaat. “Dia mengatakan bahwa aku harus ikut dengannya. Aku dipaksa, bahkan diseret hingga tiba di lokasi perjudian yang berada tak jauh dari tempat tinggal kami. Dari sana, aku mengetahui bahwa ayah telah menyerahkanku pada pengelola tempat tersebut untuk … kau bisa menebaknya.” Altea tertunduk setelah bercerita demikian.

“Salahkah jika aku melarikan diri? Aku memang nakal dan kerap bersikap liar. Namun, tak pernah terlintas dalam benakku untuk menjadi penghibur para pria mata keranjang. Setidaknya, masih ada satu hal positif yang kupertahankan dalam diri,” ucap Altea lagi.

“Lalu, apa yang terjadi setelah itu?” tanya Vlad setelah mendengar cerita wanita muda di sebelahnya tersebut.

“Aku mendengar kabar dari Willy, katanya ayahku kerap didatangi orang-orang suruhan pemilik tempat judi itu. Mereka bahkan pernah memukulinya hingga babak-belur. Namun, aku merasa jika diriku tak harus mengorbankan diri, untuk sebuah tindakan bodoh yang sering dilakukan ayahku. Biarlah dia menerima akibat dari segala perilaku buruknya selama ini.”

“Kau tak mencemaskannya?” tanya Vlad lagi.

Altea tak segera menjawab. Wanita muda itu kembali tertunduk lesu. Kali ini, setetes air mata terjatuh di atas kayu pembatas jembatan. “Bagaimana mungkin aku tak mencemaskannya? Dia adalah ayahku. Sebelum meninggal dunia, ibu sempat berpesan agar aku merawat pria itu dengan baik. Menyiapkan segala kebutuhannya. Makanan dan pakaian ….” Altea terisak pelan.

“Namun, aku tak bisa jika harus ….” Altea tak melanjutkan kata-katanya.

Vlad mengembuskan napas pelan. “Apa nama tempat perjudian itu?” tanyanya.

Altea mengangkat wajah. Dia menatap pria tampan bermata biru tersebut. Tanpa dia tahu, ternyata Vlad juga tengah memandang ke arahnya. Mereka saling bertatapan untuk sejenak. “Goldgeld,” jawab wanita muda tersebut setelah terdiam beberapa saat.

“Goldgeld,” ulang Vlad. Dia kembali terdiam.

Sementara, Willy sudah merasa bosan menunggu di dekat mobil. Sesekali, pemuda itu menguap panjang. Dia tak tahu apa yang sedang dibicarakan Vlad dengan Altea. Posisi Willy saat itu, seakan tengah menjadi penguntit dua sejoli yang sedang berkencan. Membosankan. “Apa kalian akan terus di situ?” serunya dengan lantang.

Vlad dan Altea serempak menoleh. Pria itu baru sadar bahwa dia datang ke sana dengan mengajak Willy. “Ayo kita pulang,” ajak si pemilik tubuh jangkung tersebut. Lagi pula, Vlad sudah merasa tak nyaman. Dia belum terbiasa dengan kaki palsu yang dipakainya.

“Pulang? Ke mana?” tanya Altea. Raut wajahnya berubah tegang.

“Ke rumahku,” jawab Vlad tenang. “Ibuku sedang memanggang kue,” ucapnya lagi seraya membalikkan badan.

“Aku tidak mau ikut denganmu, Tuan!” tolak Altea tegas. Dia sedikit berteriak, karena Vlad sudah bergerak menjauh darinya. “Ayahku ada di sana. Aku tak ingin ….”

“Dia sudah kembali ke Hamburg beberapa saat yang lalu,” sela Vlad sambil menoleh.

“Lalu, kenapa Willy masih ada di sini?” Pertanyaan Altea bernada protes. “Kau pikir aku akan percaya begitu saja padamu?”

“Terserah, Nona Miller. Aku bukan seorang pembohong seperti kau atau sepupumu,” sahut Vlad. “Jika dirimu bersedia, maka ikutlah denganku. Namun, jika kau tak mau … terserah. Aku tak akan ikut campur lagi,” tegasnya seraya kembali berbalik.

Vlad melanjutkan langkah menuju mobil pick up tadi. Dia menghampiri Willy yang terlihat sudah lelah menunggu. “Kita pulang,” ucapnya dingin.

Baru saja kedua pria itu akan masuk ke kendaraan, tiba-tiba terdengar suara Altea berseru. Wanita muda itu berlari ke arah mereka. Altea terengah sambil memegangi tali ranselnya. “Aku ikut denganmu, Tuan,” ucap si pemilik mata cokelat tadi.

“Baiklah. Masuk.” Vlad memberi isyarat agar wanita muda itu segera masuk ke mobil. Sementara, dia juga sudah membuka pintu dan duduk di belakang kemudi. “Kau mau apa?” tegur Vlad, ketika melihat Willy hendak masuk dan menyuruh Altea agar bergeser.

“Aku ….” Willy tertegun sambil memegangi pintu mobil yang terbuka.

“Tutup pintunya!” titah Vlad. Dia memberi isyarat agar Willy berpindah ke belakang.

“Apa? Aku? Di belakang?” tanya Willy memasang raut tak percaya. Dia seperti hendak protes, tapi tak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu. Alhasil, Willy terpaksa menerima perintah Vlad. Dia naik ke bak belakang mobil pick up tersebut, lalu duduk di sana dengan wajah yang terlihat menyedihkan.

Sementara itu, Mykola juga telah berhasil menemukan Herbert. Dia berhasil mengikuti mobil ayah kandung Altea tersebut hingga tiba di ruas jalan antar kota yang menghubungkan Kota Kiel, yaitu kota kecil terdekat dari desa Sieseby dengan Hamburg.

Namun, belum juga tiba di tujuan, dari kejauhan Mykola melihat mobil Herbert dihadang oleh dua buah kendaraan tak dikenal.

Pada jarak yang cukup aman. Mykola menepikan mobil mewahnya, lalu meraih sesuatu dari dalam laci dashboard. Mykola mengeluarkan teropong binocular dan memakainya untuk mengintai Herbert dan mengamati apa yang terjadi.

Tampak pria berjenggot tebal itu keluar dari mobil, setelah beberapa orang mengepung kendaraannya. Mereka menggedor kasar pintu mobil. Salah seorang dari gerombolan tak dikenal itu menarik kerah jaket Herbert, kemudian mencengkeramnya dengan kuat.

“Jangan main-main dengan Tuan Ludwig Stegen, Pak Tua. Dia bisa memotong lehermu kapan saja diriny mau!” ancam pria itu sambil terus mendorong tubuh besar Herbert, hingga menempel pada bodi samping mobil.

“Tidak. Jangan, Tuan! Tolong beri aku waktu. Aku akan mencari putriku. Kalian tahu, dia begitu licin seperti belut.” Herbert menangkupkan kedua tangan dengan wajah ketakutan.

“Hm.” Pria tadi melonggarkan cengkeraman dari kerah jaket Herbert. Dia lalu menoleh kepada rekannya satu per satu. Si pria seakan tengah meminta persetujuan pada mereka.

“Baiklah,” ujarnya beberapa saat kemudian. “Kuberi waktu seminggu. Tidak lebih. Jika kau gagal, aku akan menghabisimu!”

1
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
akhirnya selesai juga ngebut baca novel vlad sampai ganti² akun hmm keren tor ceritanya👍👍👍👍👍

menunggu asmara up sampai ngabisin baca 2 judul novel otor😁 semua bagus
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Coba ke judul Ryanthi : Manisnya Kue, Pahitnya Kenyataan, Kak Tapi, itu novel pertama saya dan tulisannya masih begitulah 😄
total 7 replies
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kasihan ludwig😭😭😭 dia mau mempertahankan cintanya tapi bukan jodohnya altea
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kalau begini ya kasihan ludwig tapi bagaimana lagi altea jodohnya vlad
ludwig datangnya diakhir ya kedahuluan.
menyerah saja lud kau gak akan bisa memiliki altea meskipun sudah ngincipin🤣🤣🤣
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
uhhh kerennnn pasti seru episode selanjutnya vlad akan menikung diialtar pelanminan😍
mayan gak pakai sewa perias semua disiapkan delma setelah siap vlad yang jadi mempelainya.
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
vlad kok bisa kecolongan dirumah sendiri lohhhhh
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
kalau carlo sama vlad kolaborasi melawan ludwig ya menang
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
apa itu ludwig datang untuk menjemput paksa altea

mykola nanti apa jatuh hati sama gadis yang menemani ibunya itu
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
vlad sudah tau altea suka kabur🤣🤣🤣 kapok diborgol kaburlah kalau bisa
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
ampunnn vlad buruan datang bisa gak🤣🤣🤣
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ 🇮🇩
ludwig salah strategi menantang tapi belum tau seberapa kuat musuhnya.
salah lawan hancur habis usahamu
zc❖Erti 🇮🇩
keluar dari tempat itu altea jadi pandai dalam segala hal kr dapat bimbingan gratis dari delma🤣🤣🤣
lumayan gak usah kursus
zc❖Erti 🇮🇩
ohhh ketauan mykola kau vlad🤣🤣🤣
jelas sangat jelas kemarin masih segol kok sekarang gak pelakunya ketangkap basah🤣🤣🤣
zc❖Erti 🇮🇩
ludwig apa yang mengikuti altea ditoilet pas direstoran itu ya
zc❖Erti 🇮🇩
kok cuma berdua sih gak bawa pasukan.
seru bawa pasukan banyak biar porak poranda tempatnya
zc❖Erti 🇮🇩: owh gitu
total 2 replies
zc❖Erti 🇮🇩
apa yang menabrak altea di toilet tadi ludwing
zc❖Erti 🇮🇩
vlad sudah kenal daerah sekitar rumahnya jadi tau kira² altea dimana
willy gak rugi kan mengikuti mykola jadi tau keindahan rumah sultan rusia😁
zc❖Erti 🇮🇩
mancing bawa willy sekalian bapaknya yang datang🤣🤣🤣
mykola bawa umpan yang pas dan menguntungkan
zc❖Erti 🇮🇩
nah ini namanya rejeki takkan kemana mau mencari info tentang altea sampai kota lain ternyata info datang dengan sendirinya didepan mata🤣🤣
zc❖Erti 🇮🇩
mykola pandai juga menjebak willy buat mengorek info.
sudah er duga dari awal kalau atlea pandai menyanyi dan hidup dijalanan dia pasti seorang pengamen
zc❖Erti 🇮🇩
setelah baca carlo dan miabela next baca ini.
vlad ini yang gaya rambutnya man bun itu ya tor yang di novel the bodyguard
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Iya, Kak. ini spin off-nya Vlad setelah insiden di novel The Bodyguard
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!