Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.
Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.
Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?
Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan yang tiba-tiba
Bab 15
Alaska terdiam. Dia menatap lekat manik hitam pekat yang mempunyai tatapan setajam elang. Pria itu tersenyum dan melangkah mendekati Alaska.
"Hallo sayang, semoga malam ini menjadi malam yang indah untuk kita" sapa Pria itu, meraih jemari Alaska dan dengan lembut menci*m punggung tangannya.
"Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui Alaska" bisik Pria itu tepat di telinga Alaska, bahkan Alaska bisa merasakan hembusan napas Pria itu di telinganya.
"Dari kecil, aura kecantikanmu sudah terlihat Alaska" bisik Pria itu lagi, kali ini tepat di wajah Alaska. Sehingga tidak ada jarak antara mereka.
Alaska tercekat mendengar perkataan Pria itu, dengan kasar Alaska mendorong kuat dada pria itu, sehingga membuat sang Pria mundur beberapa langkah.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Alaska, menatap nyalang Pria itu.
"Kamu tidak mempunyai hak sana sekali, untuk ikut campur dengan urusanku!" bentak Alaska.
Pria itu tertawa mendengar pertanyaan dan melihat kemarahan Alaska.
"Aku sama sepertimu, terlahir dari masa lalu yang penuh dendam!" jawab Pria itu, terlihat kilatan penuh dendam dan amarah di manik mata hitamnya.
Alaska kembali tercekat, dia menatap lekat Pria di hadapannya.
"Apa kita mempunyai masa lalu yang sama?" tanya Alaska, yang ingin mengetahui tentang Pria itu lebih dalam.
"Apa kamu tidak mengenaliku Alaska?" tanya Pria itu, melangkah mendekati Alaska sambil menatap lekat manik mata yang memberikan sentuhan berbeda di hatinya.
"Apa kita pernah bertemu?" Alaska balik bertanya, sambil memindai wajah Pria yang mendekatinya, dan kembali tubuh mereka tanpa jarak.
"Bukan hanya bertemu, tetapi aku sangat mengenalmu Alaska Tania, anak bungsu dari pengusaha sukses Andhika Vista" ucap Pria, sambil mengelus wajah Alaska.
Pernyataan Pria itu benar-benar membuat Alaska tercengang.
"Siapa kamu sebenarnya, hah! katakan kepadaku!" bentak Alaska kembali bertanya, kali ini dia menarik kasar kerah kemeja Pria itu, sehingga kini wajah mereka tidak berjarak, aroma maskulin menyeruak di indra penciuman Alaska, yang mampu membuat jantungnya berdegup lebih kencang.
Begitu juga dengan Pria itu, yang sejak tadi menikmati aroma wangi vanila dari tubuh Alaska.
"Kamu tidak bisa menghadapi mereka sendirian, karena mereka terlalu kuat" Pria itu menyatukan keningnya dengan kening Alaska.
Alaska melepaskan cengkramannya, mencoba untuk menjauhkan dirinya, akan tetapi Pria itu dengan sigap merengkuh pinggang Alaska.
"Jangan kurang aj*r berengsek!" hardik Alaska, langsung meletakkan kedua telapak tangannya di dada Pria itu, agar tubuh mereka tidak menyatu.
"Menikahlah denganku Alaska! kita akan bersama-sama menghadapi mereka"
Ajakan Pria itu membuat amarah Alaska semakin meledak.
Plak.....
Sebuah tamparan dengan mulus mendarat di wajah Pria itu, yang membuat wajahnya memerah dan rahangnya mengeras.
Alaska mendorong kasar tubuh Pria itu.
"Apa kamu sudah gi*a, hah?" Alaska menatap nyalang Pria itu.
"Aku tidak mengetahui siapa dirimu,! jangan pernah mengintimidasiku Pria asing.! Tegas Alaska,. langsung membalikkan tubuhnya dan langsung membuka pintu.
Saat pintu terbuka, Alaska terperanjat karena di depannya sudah ada beberapa Pria bertubuh tegap dan berotot, dua di antara mereka menodongkan senjata api ke kening dan dadanya.
"Kamu..!" Geram Alaska, dengan wajah memerah, menatap geram Pria sedang memegang pipi yang baru saja terkena tamparannya.
"Sorry sayang, sebenarnya aku tidak mau main kekerasan, tetapi kamu seperti kucing liar yang sulit di taklukkan" jawab Pria itu dengan seringainya.
"Sebutkan siapa namamu?"
"Kamu akan mengetahui namaku, saat nanti kita melangsungkan pernikahan" Pria itu berkata, sambil tertawa.
"Dasar Pria psikopat!"
Wajah Alaska memerah, tangannya mengepal kuat. Saat dia bersiap melakukan penyerangan, tiba-tiba ada sebuah sapu tangan yang ditempelkan di hidungnya, sehingga membuatnya langsung tak sadarkan diri.
*********
Tiara begitu gelisah, sesekali dia melirik jam di pergelangan tangannya, sudah hampir tengah malam namun Alaska belum juga pulang.
Berkali-kali dia menghubungi ponsel Alaska tetapi tidak ada jawaban. Dia pun segera menghubungi Mike.
"Hallo Mike, sorry, aku memberitahumu Alaska belum kembali sampai sekarang"
"Baiklah"
Tiata menutup ponselnya.
"Bagaimana Miss Tiara? apa jawaban Tuan Mike? tanya Bi Sumi dengan wajah gelisah.
Tiara menghela napas.
"Tuan Mike bilang tidak perlu khawatir, Alaska di tangan orang yang tepat"
Bi Sumi terdiam mendengar ucapan Tiara.
"Sudah malam, lebih baik kita istirahat Bi" ajak Tiara, sambil menepuk pelan pundak Bi Sumi, dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Iya Miss, silahkan" ucap Bi Sumi sambil mengangguk hormat.
"Di mana dan dengan siapa Nona Alaska sekarang? Bibi mencemaskanmu Non" Bi Sumi mengusap buliran air mata yang jatuh tanpa permisi di wajahnya.
Dia hanya mampu berdo'a semoga Alaska dalam keadaan baik-baik saja.
************
Alaska menatap tajam Pria, beberapa orang bertubuh besar dan Pria setengah baya dengan memakai peci berwarna hitam.
"Apa pernikahan ini bisa segera di mulai Tuan?" tanya Pria berpeci yang tak lain adalah Penghulu.
Tentu saja pertanyaan Penghulu itu benar-benar membuat shock Alaska. Entah apa yang di suntikkan Pria itu ke tubuh Alaska, sehingga Alaska tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Dia hanya diam membisu di samping Pria itu.
Saat ijab Qabul di laksanakan, Alaska tercekat dengan sebuah nama yang kini berstatus suaminya.
"Andrew Wilson" itu adalah nama Pria cupu yang selalu bertabrakan dengannya.
Alaska hanya mampu menatap ke arah Andrew, yang di balas dengan sebuah senyuman.
Setelah prosesi pernikahan selesai, Andrew langsung menggendong tubuh Alaska ala bridal style dan membawanya menuju kamar pengantin mereka.
Ingin sekali Alaska memaki dan memukul Andrew, akan tetapi bius di tubuhnya belum menghilang.
Andrew merebahkan tubuh Alaska dengan begitu pelan dan hati-hati di atas ranjang yang begitu luas.
"Kamu tidak perlu khawatir, status kita memang sudah suami istri. Tetapi, aku tidak akan meminta hakku dengan keadaanmu yang seperti ini" Andrew mengelus lembut wajah Alaska.
"Kita akan melakukannya karena cinta. Mungkin, sekarang kamu sedang membenciku. Bahkan, sumpah sarapah sudah akan keluar dari bibir manismu, dan aku berjanji akan membuatmu jatuh cinta kepadaku" ucap Andrew memberikan cium*n sesaat di bibir Alaska.
Sekuat mungkin Alaska tidak membuka bibirnya, Andrew hanya tersenyum, dan menghapus bibir Alaska yang basah karena cium*nnya.
"Malam ini ada sesuatu yang harus aku urus, beristirahatlah, sebentar lagi akan ada seseorang yang akan membantumu membersihkan diri" ucap Andrew sambil mengecup dalam kening Alaska.
Andrew melangkah keluar bersamaan dengan datangnya dua wanita yang di tugaskan Andrew untuk mengurus dan melayani Alaska.
"Layani istriku dengan baik, pastikan dia tidur dalam keadaan nyaman!" perintah Andrew dengan suara tegas dan penuh wibawa.
"Siapa kamu Andrew Wilson?" Alaska kembali bertanya kepada dirinya sendiri, sambil menatap punggung Andrew yang menghilang dari balik pintu.
"Awas kamu Andrew, aku akan membalas semua perlakuanmu!" geram Alaska dalam hati.
"Maaf Nyonya, kami di tugaskan untuk membantu Nyonya membersihkan diri" ucap salah satu Pelayan, tentu saja Alaska tidak bisa menjawabnya. Dia sangat risih dan ingin menolak, namun, tidak bisa di lakukannya untuk saat ini.
Kedua pelayan itupun segera melakukan tugasnya.
Sementara itu, di ruang kerja Andrew yang sangat private dan luas, sudah pasti sangat terjaga keamanannya. Tampak dia sedang melakukan panggilan telepon.
"Tidak perlu khawatir, kamu pasati mengetahui jika aku sangat mencintainya. Aku akan menjaganya dengan baik." ucap Andrew dengan orang di seberang sana.
"Oke, malam ini orang-orangku akan menyelidikinya" ucap Andrew, sambil menutup ponselnya.
Andrew pun segera mengirim pesan kepada orang kepercayaannya, dan segera menuju ruang rahasia yang letak pintunya berada di balik rak buku yang besar. Saat pintu terbuka, terlihat banyak sekali senjata api dengan berbagai jenis, rakitan bom, dan jenis-jenis cairan kimia yang mengandung zat yang melumpuhkan dan mematikan.
Andrew segera mengambil pistol yang sudah di pasang slincer atau peredam bunyi, agar tidak menimbulkan suara dan kilatan cahaya saat di lakukannya penembakan.
"Pembalasan dendam selanjutnya, akan segera di mulai"
**************
Siapa sebenarnya Andrew Wilson?
Apa hubungan Andrew dengan para pembanta* keluarga Alaska?
Ada hubungan apa antara Andrew dan Mike?
Ikuti terus kisahnya di setiap Author up.
Note \= Jika ada pertanyaan, kenapa Alaska tidak memakai wali? karena status Alaska yatim piatu, sehingga memakai wali hakim.
Pernikahan mereka juga di lakukan secara
agama atau siri.
Author harap bijak dalam membaca. Karena karya ini hanya imaginasi dari Author semata.
Sambil menunggu up, mampir ke tiga novel Author yang sudah tamat👇
semangat karya barunya kak