kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.12
"Plak.... Tamparan keras kembali lili lontarkan kepada pengasuh Weni. selir hana yang melihat nya melotot kaget. Tak menyangka ratu lili yang bodoh itu, menampar pengasuh pangeran kael dengan sangat brutal nya.
"JANGAN PIKIR AKU TAK BERANI MENGHUKUM ORANG YANG TAK TAU DIRI INI. BAGI SIAPAPUN YANG MELANGGAR PERATURAN KU, MAKA AKU AKAN MENYERETNYA DAN MEMASUKKAN NYA KE PENJARA BAWAH TANAH!"
"KALIAN DENGAR!"
"De..ngar yang mulia." pekik mereka yang begitu gugup saat ini.
"Yang mulia, ini sudah keterlaluan!" bantah selir hana dengan tatapan tajam nya.
"Hahah...selir ana, apa yang kau maksud. Apa aku terlalu kejam dengan mereka. Begitu maksud mu bukan?"
"Bagaimana kalau kaisar kian tau, apa yang kau lakukan hari ini yang mulia!" ucap selir hana yang menegaskan bahwa tindakan ratu lili benar benar salah.
"Naif sekali dirimu adik selir. kau tak berhak mengatur ku. Menghukum siapapun yang ku anggap musuh. Jangan sekali kali membela mereka, atau kau akan mendapatkan hukuman yang SETIMPAL juga!"
"Deg... Mendengar ucapan lili, tatapan selir Ana langsung kaget. Tak menyangka wanita itu berani membuat nya malu seperti ini.
"Prajurit, bawa Weni ke ruang bawah tanah. Hukum dia dengan cambukan 10 kali. Dan untuk beberapa pelayan yang terlibat, menyakiti putra ku. Maka bersiap lah neraka kalian akan aku buat mulai sekarang!"
"Yang mulia, tolong..... jangan....hiks..hiks...selir...tolong hamba."
Beberapa pelayan yang terlibat menyakiti sang pangeran, langsung digeret ke ruang bawah tanah. mereka akan di hukum cambuk. melihat para hamba itu sudah di berantas, perasaan lili sedikit merasa lega. Dia menoleh ke arah Selir ana yang tampak shock dengan apa yang terjadi.
"Tidak..aku tidak bersalah."
"Tolong jangan yang mulia." teriakan ketakutan mereka membuat lili tersenyum smirk.
"Roli, bubarin semua pelayan itu. Suruh mereka kembali bekerja!"
"Baik yang mulia."
Saat berpapasan dengan selir Ana, tatapan lili tersenyum smirk.
"Jangan pernah ikut campur dengan urusan ku adik selir. Kalau tidak, kau akan bernasib sama dengan para pelayan suruhan mu itu!" bisik lili sebelum melangkah pergi dari sana.
DEG....
"Bagaimana dia bisa tau, kalau pelayan itu aku yang suruh?" gumam nya dengan tatapan kaget.
Karena memang selama ini, tak ada yang tau, beberapa suruhan nya. Dan diam diam juga dia meminta mereka menyakiti sang pangeran kecil itu.
setelah semua nya beres, lili kembali ke kamar nya dengan langkah yang ringan. Beban nya sedikit berkurang, Karena telah berhasil menghukum orang orang yang menyakiti anak kandung nya itu. Dia pun langsung meminta Dwi, untuk menyiapkan jamu spesial yang telah dia buat tadi.
"Ini yang mulia, jamu nya."
"Dwi, siapkan air hangat untuk ku ya. Dan Roli, Carikan aku pakaian yang sederhana saja. Aku akan membersihkan diri ku, sebelum tidur."
"Baik yang mulia."
Setelah berendam di air yang telah disediakan oleh para pelayan nya. Kini pemikiran lili tampak lebih tenang dari sebelumnya. Kira kira bagaimana reaksi kaisar nanti nya. karena saat ini, beliau masih berada di Medan perang, untuk memperluas wilayah Philadelphia.
Di wilayah konflik saat ini, kaisar kian membantai orang orang yang telah melawan aturan yang dibuat oleh nya. Bahkan tatapan pria itu, begitu tajam kepada para pemberontak itu.
"KAMI TAK AKAN MENYERAH! TANAH INI MILIK KAMI!" Pekik para pemberontak dengan menghunuskan pedangnya.
"KALIAN TAK BERHAK MENDAPATKAN TANAH MILIK KERAJAAN PHILADELPHIA." ucap Kasim kerajaan yang berbicara dengan tegas nya.
"MENYERAH LAH, ATAU KALIAN AKAN MATI SECARA PERCUMA."
"TIDAK AKAN....SERANGGGGG!"
"Sring....tring....tring...dentingan pedang berbunyi membuat para prajurit bertindak. Kaisar kian juga ikut turun tangan, melawan para pemberontak itu. Tak ada yang boleh mengambil wilayah nya tanpa seizin dari nya. Oleh sebab itu, dia tak akan membiarkan siapapun bertindak semena-mena di wilayah kekuasaan nya.
Kaisar kian masih memimpin pasukan, yang masih lengkap. beberapa dari mereka, hanya tergores dengan pedang, dan hanya menimbulkan sedikit luka luka saja tangan dan di kaki mereka.
Setelah para pemberontak berhasil di taklukkan. wajah kaisar kian tampak begitu dingin, dan menatap mereka dengan pandangan tajam nya.
"Ini akibat nya, kalian telah berani melawan titah ku. Bereskan mayat mayat mereka, dan bakar semua nya!"
"Baik yang mulia kaisar."
..."HIDUP KAISAR KIAN!"...
^^^"HIDUP KAISAR NEGERI PHILADELPHIA."^^^
beberapa sorakan kemenangan telah berhasil mereka raih, hari ini sejarah baru telah dimulai. wilayah kekuasaan sang kaisar telah berhasil diperluas. Tinggal merayakan kepada para rakyat nanti nya.
"yang mulia, surat dari selir ana telah tiba." ucap Kasim Han yang memberikan surat yang baru saja sampai dibawakan oleh burung kerajaan.
"Hmm, bawakan kepada ku!"perintah nya yang ingin melihat kondisi di istana.
"Baiklah yang mulia."
Pesan dari surat tersebut adalah kabar tentang kehamilan nya yang semakin membesar. Kaisar tersenyum tipis saat membaca nya. Tapi ada hal yang aneh menurut nya. mengapa tidak ada surat dari ratu lili. Bukan kah biasanya setiap hari, wanita itu akan mengirimkan nya surat.
"Kasim Han, apakah hanya ini surat yang diberikan Minggu ini kepada ku?" tanya nya kepada sang Kasim.
"Benar yang mulia, hanya surat dari selir Ana saja yang telah sampai." Kasim itu tau, bahwa mungkin kaisar kian bertanya tentang surat yang selalu ratu lili berikan. tapi hari ini, ada yang berbeda. Yang mulia ratu tidak mengirimkan sebuah surat untuk sang kaisar tersebut.
"Baiklah." entah mengapa ada sesuatu yang tak bisa dia bilang. ada sesuatu yang membuatnya benar benar merasa kehilangan.
"Baguslah kalau dia tak memberikan ku surat surat itu. bukan kah lebih baik seperti ini." gumam nya dengan nada datar.
Keesokan harinya....
Karena sang pangeran kael tidur dengan nya tadi malam, maka pagi ini dia mulai mengerjapkan matanya perlahan. melihat tempat tidur sang ratu yang ternyata sudah kosong.
"Ibu....dimana ibu." gumam nya melihat sekeliling tak ada orang disana. apakah dirinya tidur di tempat tidur ibu nya. Tapi dimana ibunya saat ini, mengapa tak ada di kamar tidur nya.
Sedangkan lili saat ini, tengah berkutat di dapur istana. membuat sarapan pagi untuk nya dan untuk putra nya.
Menu kali ini, adalah bubur ayam. karena saat ini, tekad nya bulat untuk mengurangi makanan, jadinya sebisa mungkin lili hanya mengambil porsi makan yang jauh lebih sedikit dari sebelum nya. Dia juga sudah meminum jamu racikan nya, agar mengurangi nafsu makan nya itu.
Kali ini dia dibantu oleh kedua pelayan setia nya. Roli dan juga Dwi sibuk memotong irisan bawang goreng yang akan menambah wangi di bubur ayam tersebut.
Koki di istana yang melihat sang ratu berkutat di dapur merasa kaget. apalagi tiba tiba sang ratu memasak menu yang menurut mereka tampak aneh. Tapi harum nya, benar benar membuat mereka menelan Saliva nya berkali kali.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭