Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.
Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Bianca kemudian mengubah posisi Daniel yang sedikit tidak nyaman dan dengan telaten wanita itu membuka sepatu Daniel juga pakaian pria itu namun saat membuka pakaian nya kening Bianca berkerut kala melihat banyak tanda bibir di dada pria itu membuat hati nya terasa sesak.
Pasal nya Genta lupa menghapus tanda bibir di dada Daniel dan hanya menghapus tanda yang ada di wajah pria itu saja, Bianca kini menatap Daniel tajam, entah mengapa ia merasa kesal melihat tanda bibir wanita lain di dada pria itu.
Plak!
Daniel mengerutkan kening kala merasakan perih di pipi nya tapi hal itu tak membuat pria itu terbangun dari tidur nya, sedangkan Bianca yang kesal saat ini membersihkan tubuh Daniel dengan sepenuh emosi ia bahkan sengaja dengan kasar memukul tubuh pria itu.
“Dasar brengsek! Sudah mencicipi tubuh ku tapi masih saja jajan tubuh wanita lain!”
Sentak Bianca lalu membiarkan Daniel di sana, terserah pria itu l akan merasa tidak nyaman atau di gigit nyamuk Bianca tidak peduli, salah sendiri kenapa justru jajan di luar, pikir Bianca.
.
.
.
Sinar di pagi hari kini menyapa, Daniel yang baru bangun itu merasakan sakit di kepala nya, pria itu menatap sekeliling rumah nyanyang terlihat sudah rapi, ia juga mengerutkan kening kala menyadari jika diri nya kini berada di apartemen.
“Bagaimana bisa aku sampai di sini?”
Gumam Daniel yang memang tidak mengingat apapun selain ia minum di club' biasa ia datangi bersama teman teman nya, Daniel kemudian mencoba untuk banguj mencari keberadaan Bianca yang tidak terlihat sejak tadi.
“Kemana dia pagi pagi begini?”
Ujar nya kala tak melihat keberadaan wanita itu di dalam kamar nya, tatapan nya pun kini tertuju pada jam yang melekat di dinding.
“Sudah jam 10? Pantas saja dia tidak ada di sini.”
Daniel segera masuk ke dalam kamar nya untuk segera bersiap siap, memang tak ada rapat penting hari ini tapi ia harus tetap ke kantor seperti biasanya.
Sedangkan Bianca saat ini sedang berada di kantor nya sebagai seorang karyawan, namun hari ini ia tak terlalu fokus pada pekerjaan nya dan selalu saja di marahi oleh atasan nya atas kelalaiannya dalam bekerja.
“Astaga Bianca, kenapa kau selalu memikirkan pria itu?”
Bianca membatin, alasan ketidakfokusan nya hari ini adalah Daniel, ia masih terbayang bagaimana Daniel bermain dengan wanita lain di luaran sana, dan hal itu membuat hati nya sakit.
Entah apa yang terjadi pada nya setelah Daniel merenggut kehormatan nya, ia merasa tidak terima jika pria itu bermain dengan wanita lain, itulah sebab nya hari ini ia menghindar dari Daniel lantaran tak ingin merasa sakit setiap kali melihat wajah Daniel.
Bahkan saat pulang dari kerja Bianca sengaja menyiapkan semua nya sebelum Daniel pulang, berharap agar ketika pria itu pulang maka ia tidak perlu bertemu dengan Daniel lagi.
Dan tentu hal itu membuat Daniel juga merasa bingung dengan Bianca yang terus mengurung diri di kamar nya dan menyiapkan makanan sebelum ia pulang, padahal biasanya wanita itu memasak setelah Daniel pulang agar bisa di makan selagi hangat.
“Kenapa dia tidak keluar juga, sedang meditasi atau bagaimana?”
Sengaja Daniel menunggu di sofa berharap wanita itu akan keluar dari kamar nya lantaran hari ini ia belum melihat wajah wanita itu, bisa saja sebenarnya ia masuk ke dalam kamar Bianca tapi ia juga sedang kesal dengan wanita itu yang memilih menghabiskan weekend bersama kekasih nya.
Hingga lima hari berlalu, selama itu pula Daniel dan Bianca sangat jarang bertemu, mereka hanya bertatap muka ketika Bianca akan ke kamar mandi lantaran di kamar nya tidak memiliki kamar mandi pribadi.
Hal itu membuat Daniel kesal hingga memilih untuk menurunkan ego nya dan mengunjungi Bianca di dalam kamar nya, seperti biasa Daniel masuk tanpa mengetuk pintu tapi sayang, kali ini pria itu tidak bisa masuk sembarangan lantaran Bianca yang mengunci pintu dari dalam.
Tok tok tok
Sudah kesekian kali nya Daniel mengetuk pintu kamar Bianca namun tak ada tanda tanda dari wanita itu akan membuka pintu kamar nya untuk Daniel.
“Bianca, buka pintu nya atau ku dobrak!”
Daniel kini bersuara lantaran sudah sangat kesal, tak lama terdengar suara hentakan kaki yang semakin mendekat, pintu pun terbuka menampilkan wajah kusut Bianca yang tengah menatap nya.
“Apa?!” sentak Bianca.
Daniel tak menjawab dan langsung masuk ke dalam kamar Bianca membuat wanita itu semakin kesal saja pada pria itu .
“Kenapa menghindari ku?” tanya Daniel langsung pada inti nya, dia tidak suka hal yang bertele-tele karena itu hanya akan membuang waktu nya saja.
Bianca tak menjawab, wanita itu memilih kembali ke ranjang nya dan memainkan ponsel nya seperti semula, Daniel pun merebut ponsel itu dari tangan Bianca.
“Kenapa mengganggu ku?” sentak Bianca yang kesabaran nya kini sudah setipis tisu yang di bagi dua. “Aku sedang bertanya, kenapa kau bersikap seolah olah tidak mendengar pertanyaan ku?”
Tak hanya Bianca tapi Daniel juga sama kesal nya.
“Terserah! Lagi pula tidak ada rugi nya bagimu jika aku menghindar bukan? Semua keperluan mu sudah aku siapkan sebelum aku pergi, kau hanya tinggal menikmati saja lalu pergi bermain dengan wanita lain.”
Daniel mengerutkan kening mendengar ucapan terakhir Bianca yang terdengar sangat kesal saat mengatakan nya, kini pria itu menyadari kenapa Bianca menghindari nya beberapa hari ini.
“Kau sedang kedatangan tamu bulanan, dan aku tidak mungkin menyentuh mu itu sebab nya aku mencari wanita lain!” ucap Daniel yang sengaja memancing Bianca agar kembali berbicara.
Bianca kini menatap tajam pada Daniel, enak sekali mulut nya berbicara mencari wanita lain hanya karena ia sedang kedatangan tamu bulanan.
“Tapi aku sudah selesai 3 hari yang lalu, dan kenapa kau masih saja keluar dan pulang larut malam!”
Ya, memang beberapa hari ini pula Daniel selalu pulang larut malam lantaran juga kesal pada Bianca yang terlihat sedang menghindari nya padahal seharus nya ialah yang merasa marah lantaran wanita itu masih saja berhubungan dengan kekasih nya.
“Jadi kau menginginkan hal itu kembali terjadi?”
Deg!
Bianca mematung kala menyadari ucapan nya saat ini, tanpa ia sadari ia juga mengharapkan penyatuan itu lagi membuat nya merasa sangat malu saat ini, ia bahkan mendorong tubuh Daniel agar segera keluar dari kamar nya.
“Keluar! aku lelah!” ucap Bianca seraya mendorong tubuh Daniel, namun pria itu justru menutup pintu kamar Bianca dan mengunci nya.
“Lelah? kita bahkan belum melakukan nya, kenapa tidak bilang kalau tamu nya sudah pulang?”
Daniel tersenyum sinis lalu menarik tubuh Bianca mendekati nya dan langsung membungkam bibir Bianca dengan bibir nya, tak lupa ia menahan tengkuk Bianca agar wanita itu tidak bisa memberontak.
Sedangkan Bianca kini memukul tubuh Daniel lantaran mendapat serangan dadakan dari pria itu, belum lagi Daniel yang sangat pro dalam hal ini, pria itu menggigit bibir Bianca agar terbuka dan dengan liar nya lidah Daniel bergerak menelusuri rongga mulut wanita itu.
Daniel mendorong tubuh Bianca ke ranjang dan segera menindih nya agar wanita itu tidak bisa bergerak, dengan cepat ia membuka seluruh pakaian nya dan pakaian Bianca kala merasakan wanita itu yang sudah basah, hingga pergulatan untuk kedua kali nya terjadi di antara mereka.