NovelToon NovelToon
Inner Eye

Inner Eye

Status: tamat
Genre:BTS / Cinta pada Pandangan Pertama / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:192.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siskas

Novel inner eye
Novel ini sebenarnya novel horor dan juga ada romansa yang di baluti scient fiction. Dimana seorang tokoh yang bernama Clara dia mempunyai suatu kemampuan yang orang biasa tidak miliki ,yaa di mempunyai mata batin
Pernah mendengar istilah mata batin?
Mata batin adalah bagian dari batin yang paling dalam atau biasa disebut perasaan dalam hati.
Umumnya, mata batin ini dikaitkan dengan kemampuan melihat suatu hal yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra manusia.
Jadi, tak mengherankan bahwa mata batin dikaitkan dengan sesuatu hal yang gaib dan tak nampak. Clara mempunyai kemampuan itu sejak ia masih kecil karena ibunya juga mempunyai kemampuan yang sama hingga menurunkan kemampuan itu ke anaknya yaitu Clara .Clara anak pertama dari 2 saudara dan adiknya bernama Kevin ini juga sama dengan Clara mempunyai kemampuan spesial itu. Saat ia beranjak dewasa ia bertemu dengan seorang pria yang bersikap bad boy dan So cool itu.apa kalian penasaran dengan ceritanya yu baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siskas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Roh Clara di ajari masak oleh darren

kali ini Darren menepati janjinya ,untuk mengajari Clara cara memasak .Setelah berbincang-bincang dengan Clara, Darren memutuskan untuk mengajari roh tersebut cara memasak.

Darren adalah orang yang sangat sabar dan senang berbagi ilmu. Clara beruntung bisa bertemu dengan Darren karena dia seorang guru yang sangat baik.

Jadi, Clara," kata Darren pada hari pertama pertemuan mereka. "Kita akan mulai dengan yang sederhana.

Kita akan memulai dengan membuat telur dadar."

Telur dadar?" tanya Clara heran.

"Ya, itu adalah makanan dasar yang sangat mudah untuk dipelajari. Kita akan membuat beberapa telur dadar dan kemudian kau bisa mencoba memasak sendiri di sampingku," jawab Darren.

Mereka pun memulai dengan mempersiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan. Darren menunjukkan cara memecahkan telur dan memasaknya dengan api yang tepat. Dia juga menunjukkan cara membuat bumbu sederhana untuk telur dadar.

"Jangan terburu-buru, Clara," kata Darren saat Clara mencoba memasak telur dadar sendiri. "Pastikan api tidak terlalu besar, dan pastikan kamu menunggu sampai telur benar-benar matang sebelum membaliknya."

Clara mencoba beberapa kali, tetapi dia masih kesulitan mengontrol api dan sering kali membalik telur dadarnya terlalu cepat. Namun, Darren sabar mengajari dan memberikan bimbingan.

Setelah beberapa kali mencoba, Clara akhirnya berhasil membuat telur dadar yang lezat. Dia merasa sangat bangga atas pencapaiannya dan bersyukur karena menemukan seorang guru yang baik seperti Darren.

Dari situlah, Clara dan Darren terus belajar bersama-sama, membuat makanan yang semakin rumit dan berbeda. Mereka membuat sup, steak, spaghetti, kue, dan bahkan membuat sushi. Clara sangat senang bisa belajar masak bersama Darren, dan mereka akhirnya menjadi teman yang baik.

Sebenarnya, Clara sudah pernah mencoba memasak sebelumnya, tetapi ia selalu gagal dan hasil masakan yang dihasilkan tak bisa dimakan.

Keesokannya Darren memulai dengan membeli bahan-bahan makanan yang diperlukan dan membawanya ke taman. Ia mempersiapkan segala sesuatu untuk mulai memasak dan mengajari Clara setiap langkah dalam membuat makanan.

"Untukhari kedua ini, kita akan membuat spaghetti," kata Darren sambil menunjukkan bahan-bahan makanan pada Clara.

Clara sedikit khawatir karena ia masih belum yakin apakah ia bisa melakukannya atau tidak. Namun, Darren terus memberikan semangat dan membimbing Clara dengan sabar selama memasak.

Mulai dari memotong bawang hingga memasak saus tomat, Darren mengajari Clara setiap langkah dengan penuh kesabaran. Clara sedikit kesulitan dalam beberapa tahapan memasak, namun ia terus mencoba dan akhirnya berhasil membuat spaghetti yang enak dan siap dimakan.

"Wow, ini sangat enak!" ujar Darren setelah mencicipi hasil masakan Clara,tetapi ini terlalu asin namun ia tidak ingin melihat Clara sedih dengan ucapannya nanti.

Clara merasa senang dan bangga karena ia Hh berhasil memasak makanan yang enak.

"Terima kasih banyak, Darren," kata Clara pada akhir pertemuan mereka yang terakhir. "Kamu adalah seorang guru yang baik dan aku sangat bersyukur bisa belajar memasak bersama kamu."

***

Hari ketiga dia memutuskan untuk menantang dirinya dengan mempelajari keterampilan memasak yang lebih rumit.

"Kali ini, kita akan belajar memasak steak, Clara," kata Darren, sambil menunjukkan beberapa iris daging sapi segar. "Steak adalah hidangan klasik yang tidak boleh dilewatkan dan kamu bisa menjadi ahli dalam membuatnya sendiri."

Clara merasa sedikit cemas karena ini adalah pertama kalinya dia mencoba memasak steak. Namun, dia yakin Darren akan membantunya dan mengajarkannya dengan sabar.

"Mari kita mulai dengan memilih potongan daging yang tepat," kata Darren, sambil menunjukkan potongan daging dengan lapisan lemak yang merata. "Ini akan memberikan rasa dan kelembutan yang lebih baik ketika dimasak."

Darren mengajarkan Clara bagaimana memotong daging, membersihkan lemak, dan meresapi dengan bumbu. Dia juga menunjukkan cara memasak steak dengan sempurna, mulai dari memanaskan wajan hingga mengukur suhu daging dengan alat khusus.

Clara mencoba mengikuti setiap langkah dengan teliti dan bersemangat untuk mencoba sendiri. Meskipun dia mengalami beberapa kesulitan pada awalnya, Darren tetap sabar dan memberikan bimbingan untuk membantu Clara memasak steak dengan baik.

"Pastikan kamu mengetahui suhu daging yang tepat, Clara," kata Darren saat Clara mengukur suhu steak yang sedang dimasak. "Itu adalah kunci untuk membuat steak yang sempurna."

Setelah beberapa kali mencoba, Clara akhirnya berhasil membuat steak yang lezat dengan lemak yang melumer dan daging yang empuk. Dia merasa sangat bangga atas pencapaiannya dan bersyukur karena menemukan seorang guru yang baik seperti Darren.

"Terima kasih banyak, Darren," kata Clara sambil tersenyum bangga. "Aku tidak bisa melakukannya tanpa bantuanmu."

"Kamu melakukannya dengan baik, Clara," jawab Darren sambil tersenyum bangga. "Kamu sangat berbakat dalam memasak."

Dari situlah, Clara dan Darren terus belajar bersama-sama dan mencoba resep-resep baru. Mereka berbagi pengalaman, cerita, dan tentu saja, makanan yang lezat.

"Kamu benar-benar membuatku menikmati waktu kita bersama, Clara," kata Darren pada akhir pertemuan mereka. "Aku sangat senang bisa mengajarkanmu cara memasak steak dan hidangan lezat lainnya."

"Aku juga sangat senang bisa belajar darimu, Darren," kata Clara, sambil tersenyum bahagia. "Kamu membuatku belajar memasak menjadi lebih mudah dan menyenangkan."

***

Darren adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas terbaik di kota mereka. Seperti kebanyakan mahasiswa, dia memiliki banyak kegiatan yang harus dilakukan selain belajar, termasuk bekerja paruh waktu dan berpartisipasi dalam organisasi kampus.

Namun, di antara semua itu, Darren memiliki kegiatan yang sangat dia sukai, yaitu bermain game. Dia telah memainkan berbagai jenis game sejak dia masih kecil, dan dia memegang gelar sebagai "Game Master" di kelompok teman-temannya.

Ketika Darren memasuki dunia perkuliahan, dia mulai merasa kesulitan untuk membagi waktu antara belajar, bekerja, dan bermain game. Dia mulai menghabiskan waktu yang banyak untuk bermain game, yang kadang-kadang membuatnya terlambat dalam mengumpulkan tugas dan menghadiri kuliah.

Namun, Darren tidak merasa khawatir. Dia memiliki tekad untuk menjadi yang terbaik di semua bidang yang dia geluti, termasuk dalam bermain game. Dia memutuskan untuk mengatur jadwalnya dengan lebih bijak dan membuat daftar prioritas untuk tugas-tugas penting.

Darren juga memutuskan untuk membentuk sebuah klub game di kampus mereka. Dia ingin menciptakan sebuah tempat di mana para gamer dapat berkumpul dan bermain game bersama. Darren dan teman-temannya berhasil membentuk klub dan membuat turnamen game yang besar di kampus mereka.

Turnamen itu menjadi sangat populer, dan para mahasiswa dari seluruh universitas mulai memainkan game bersama-sama di klub tersebut. Darren menjadi pusat perhatian sebagai sang "Game Master" dan keterampilannya dalam bermain game semakin terasah dengan banyaknya lawan yang dihadapinya.

Namun, Darren tidak hanya terkenal karena kemampuannya dalam bermain game. Dia juga menjadi contoh bagi banyak mahasiswa yang lain karena ia berhasil mengatur waktu dengan bijak dan tetap sukses dalam belajar, bekerja, dan bermain game.

1
FIKA 😈😈😈
sixpack apa tor🤔🤔🤔
Reni Dewi
kurang greget terlalu cepet
Shitiee Al Munawaroh
waah ni pasti army ya,,salken Thor,
°Fitoria © Mallis°~
Semangat kak
°Fitoria © Mallis°~
Clara suka dehh sama Darren
°Fitoria © Mallis°~: Semangat Thor bikin Novelnya
total 1 replies
FDR
aku mmpir nkk
Tiana
bacanya sambil makan, selamat berbuka semua
Tiana
semngat up thor
Risuna
semangat yaa

aku udh mampir nih thor😍
Miss "D"
semangat yaaa 🤗🤗
Queenzele: Makasih kaa
total 1 replies
unana
Semangat Thor.😀😁. ceritanya sangat bagus.
Putri Tidur
🌻🌻
Putri Tidur
semangat terus kakak
Irma
semangat Thor! terima kasih udah mampir di novelku🤗
yuki1104
semangat
bagusss
Asmiyati Ulfah
Halo kak aku mampir nih. Jangan lupa saling dukung ya kak😊
#Radella_3to3
Permaisuri Yang Tercampakan mampir meninggalkan like + rate 5 bintang. Terus semangat kak!!. Jangan lupa feedback ya kak, ditunggu kehadirannya.
Hestiiiii
semangat upnya
Asmiyati Ulfah
Halo kak, makasih ya udah mampir di novelku. Aku mampir juga nih kak hihihi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!