NovelToon NovelToon
Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Angst / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:150.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nonny

Saat masih pacaran, calon ibu mertua terlihat sangat baik.
Tetapi pada saat setelah menikah, terlihat sifat aslinya.
Aku di larang mengatur keuangan & selalu saja ibu mertua mengatur segalanya.
Sementara aku sebagai seorang istri hanya bisa diam, suamiku tak ubahnya sebuah boneka bagi ibunya.
Segala apa yang di katakan oleh ibunya selalu di turuti, sementara aku tidak pernah di hiraukan sama sekali.
Apakah aku bisa bertahan dengan pernikahan seperti ini?
Simak kisahku ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan Yang Sangat Menyakitkan

Tiga bulan kemudian....

Usia kehamilan Kiara sudah genap memasuki umur empat bulan.

Dia pun berinisiatif mengadakan syukuran kecil-kecilan dengan mengundang anak-anak panti asuhan yang ada di sebuah yayasan yang tak jauh dari rumahnya. Dan juga meminta doa dari seorang Ustadz di kawasan perumahan elite tersebut.

Kiara juga menyempatkan dirinya datang ke rumah Bima, ia menuruti kemauan orang tuanya untuk tidak lupa mengundang Bima hadir di acara syukuran empat bulan kehamilannya. Walaupun ia sempat sungkan.

"Mas Bima-mamah, semoga kalian mau datang sore ini juga di rumahku untuk acara syukuran empat bulan usia kehamilanku," ucap Kiara.

"Maaf ya, bukannya kamu sudah tahu jika aku tidak pernah menyukai dirimu apa lagi anak yang sedang kamu kandung. Belum tentu juga itu anak kandung dari Bima."

Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nindy, membuat Kiara sempat kesal. Akan tetapi ia berusaha menahan rasa kekesalannya tersebut.

"Astaghfirullah aladzim, jika mamah tak mau datang juga tidak apa-apa. Tetapi setidaknya jangan mengatakan hal buruk seperti itu. Sama saja menuduh aku telah menduakan Mas Bima."

"Aku tidak pernah terpikirkan untuk berbuat hal sekeji itu. Walaupun selama menikah dengan Mas Bima hingga detik ini, ia sama sekali tak memberikan nafkah lahir padaku."

"Tetapi aku tidak lantas melakukan perselingkuhan. Ini benar-benar anak biologis, Mas Bima. Dan kamu Mas Bima, apa kamu juga tidak akan datang seperti mamahmu?"

Sejenak Bima terdiam pada saat mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara. Hingga Kiara terpaksa mengulang pertanyaan lagi.

"Mas, kamu dengar nggak sih yang barusan aku tanyakan?"

Pada saat Bima akan menjawab, tiba-tiba Mamah Nindy berkata.

"Heh, nggak sopan banget ya kamu berkata seperti itu! Bima pasti dengar apa yang barusan kamu katakan, jadi tak perlu lagi kamu mengulang kata-katamu itu!" bentak Mamah Nindy.

"Mah, sudah nggak perlu marah-marah seperti ini. Kiara, nanti sore aku akan datang ke acara syukuran empat bulanan anak kita," ucap Bima.

"Alhamdulillah, ya sudah jika begitu aku pamit pulang. Aku tunggu kedatangannya ya, mas."

Saat itu juga Kiara bangkit dari duduknya dan ia pergi dari rumah, Bima tanpa berpamitan pada Mamah Nindy.

Seperginya Kiara, Mamah Nindy merasa kesal.

"Kamu lihat barusan istrimu itu? pergi saja nggak pamit sama sekali dengan mamah, hanya kamu saja yang di pamiti. Nggak ada sopan santunnya sama mertua!" ucap ketus Mamah Nindy.

"Mah, sudahlah. Mau sampai kapan mamah bersikap seperti ini pada, Kiara. Ini sudah keterlaluan lho," ucap Bima.

"Jadi kamu masih saja membelanya? apa kamu tak ragu dengan anak yang di kandungnya? belum tentu juga itu anak kandungmu, bisa jadi itu anak dari bosnya. Kalau mamah sih nggak yakin sama sekali. Secara masa iya dalam waktu singkat Kiara naik pangkat dan juga mendapatkan mobil serta rumah mewah. Jika tidak ada hubungan spesial dengan bosnya itu," ucap Mamah Nindy mulai menghasut Bima.

Sejenak Bima diam, ia seolah sedang berpikir tentang apa yang barusan di katakan oleh Mamahnya.

"Apa yang mamah katakan ada benarnya juga. Bisa jadi anak yang saat ini di kandung oleh Kiara bukanlah anak kandungku. Pantas saja pada saat ia di ajak kembali ke rumah ini menolak mentah-mentah. Pasti selama ini, ia selalu jalani dengan bosnya itu secara sembunyi-sembunyi supaya tidak ada orang lain yang tahu," batin Bima.

"Hem, begini saja. Aku akan datang ke acara syukuran empat bulanan usia kehamilan Kiara. Dan jika di sana datang bosnya, berarti apa yang dikatakan oleh mamah ada benarnya."

Hingga tak terasa sore menjelang, Bima pun datang ke acara syukuran empat bulanan usia kehamilan Kiara. Dan ia begitu cemburu dan kesal pada saat melihat seseorang yang tak di inginkannya di rumah Kiara.

"Astaga, itu kan bos Kiara? apa yang mamah katakan ternyata benar. Tidak seharusnya aku datang di acara ini, karena yang ada di kandungan Kiara bukanlah anakku!" batin Bima kesal.

Hingga ia pun memutuskan untuk pergi saja dari acara syukuran yang akan segera di mulai. Akan tetapi langkahnya tertahan pada saat Kiara memanggil namanya.

"Mas Bima, kenapa nggak masuk? kenapa di luar saja, masuklah. Acara sebentar lagi akan di mulai. Kamu bisa mendampingi aku ya," ucap Kiara lembut.

Tetapi justru Bima menatap tajam ke arah Kiara dengan kilatan yang membunuh.

"Jahat kamu ya, Kiara? kamu tega melakukan hal ini padaku?"

Kiara memicingkan alisnya mendengar apa yang dikatakan oleh Bima.

"Mas, aku jahat kenapa dan apa yang aku lakukan? selama ini aku mengalah, bahkan di saat kamu masih saja tidak memberikan nafkah, aku masih menganggapmu suami dan ayah dari anakku," ucap Kiara kesal.

"Kamu jahat karena telah menduakan aku, hanya karena aku tak pernah memberimu nafkah. Kamu lari ke pelukan pria kaya raya yang bisa memberikan segalanya padamu."

"Sekarang aku percaya dengan apa yang dikatakan mamah. Jika saat ini anak yang kamu kandung itu bukanlah anakku, tetapi anak dari pria lain."

"PLAK!"

Satu tamparan mendarat di pipi Bima, bahkan hal ini bisa di lihat oleh Arya dan keluarga Kiara. Untung saja yang lain tidak melihat akan hal ini.

"Aku selama ini diam dengan perlakuan mu padaku! tetapi tidak dengan yang satu ini! tega sekali kamu menuduh aku berselingkuh!"

"Padahal aku mati-matian kerja banting tulang sendiri. Untuk menafkahi diri sendiri dan mencukupi kebutuhan anak yang aku kandung."

"Anak ini anak kandungmu tetapi secara terang-terangan kamu mengatakan bukan anakmu. Kamu telah menolak anak kandungmu sendiri."

"Baiklah, mas. Aku terima perlakuanmu ini. Dan kelak jika kamu tahu kebenaran tentang anak ini, aku tidak akan mengizinkanmu menemui anak ini!"

"Aku mencoba bertahan denganmu dengan pernikahan tak sehat ini. Aku pikir di usia kehamilanku yang memasuki umur empat bulan, kamu sudah berubah? ternyata kamu tetap saja sama, hanyalah boneka dari mamahmu!"

"Pergilah dari sini dan tak usah terlihat di depanku! aku juga tidak akan menganggapmu suamiku lagi. Setelah apa yang kamu katakan tentang anak ini!"

"Kelak setelah aku melahirkan, aku akan menggugat cerai dirimu!"

Setelah mengatakan banyak hal, Kiara pun berlalu pergi dari hadapan Bima. Dan Bima juga berlalu pergi dari rumah Kiara.

Kiara menarik napas dalam-dalam, ia berusaha untuk tidak menangis di hadapan orang banyak. Ia berusaha menahan untuk tidak melelehkan air matanya. Arya yang melihat kesedihan di wajah Kiara, merasa iba. Sebenarnya ia ingin sekali mengetahui apa yang telah terjadi antara Kiara dengan Bima barusan.

1
Yuni Ngsih
mksh Thoooooor ceritranya 👌👌👌👍👍👍
Nonny: terima kasih KK
total 1 replies
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semoga novel yang lain bagus semangat yhor
Nonny: terima kasih KK
total 1 replies
Yuni Ngsih
good Thooor ceritra oke banget ....seperti kenyataan hidup yg sebenarnya....👍👍👍💪💪💪
Nonny: terima kasih KK
total 1 replies
Sugi Yatmi
Kecewa
Sugi Yatmi
Buruk
Yuni Ngsih
Kiara.....good....👍👍👍💪💪💪
Yuni Ngsih
maju trs kiara biar si Bima berpikir....
afiah shafitri
siap siap senam jantung
Citra Merdeka
Alhamdhulillaah happy ending
Citra Merdeka
Bima.. kenapa tuh gak ancam emaknya biar gak macam2...😆😆
Citra Merdeka
Aku juga gak suka sama kamu Jon...😂
Citra Merdeka
Astaghfirullahal'adziim.... nenek ora waras tenan hhhhh
Sri Sunarti
👍👍
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
kok mau disingkirkan mas. dibenahi atuh
Dina A Noor
ikan terbang
Dina A Noor
menikah resmi cepet amat seenggak nya perlu 1 bln buat ngurus Berkas di kua. kalo Siri sh kapan aja bisa alur nya kaya lagi di kejar2 penagih hutang yg baca Jd ngos2an thor.
Cleo Tan
sangat bagus
Yunita Indriani
wuhhhh dasar nenek gemblung,
hari nuraninya Uda dijual jd uda ga ada rasa kemanusiaan kayanya.
Baek" tar cucumu nyamperin ngajak main loh.
Indah Batam: Semangat Thor 😊 Bagus cerita nya
Salam dari SELINGKUH LIMA LANGKAH
total 1 replies
Yunita Indriani
Bima Uda didatengin SM alm Alvaro, nah nanti giliran kamu ya nenek Nindy didatengin SM cucu mu sendiri. jng sampe nanti HBS didatengin jd semaput
Yunita Indriani: klw koit terlalu mudah ya Thor, dibikin stres dikejer" SM cucu sendiri dah
total 2 replies
Yunita Indriani
diapain ya enaknya ni sibima, kok pengen motek ginjalnya aj rasanya.
Nonny: hhhi setuju aku ka, potek aja🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!