NovelToon NovelToon
Benih Titipan Tuan Mafia

Benih Titipan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Selingkuh / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:667.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: HaluSi

Semua berawal dari sebuah kecelakaan naas yang merenggut kebahagiaan rumah tangga Naysila.
Setelah insiden tersebut, Nay mengalami kerusakan pada separuh wajah dan sebagian tubuhnya sehingga membuat Mahendra, Suaminya perlahan menjauh.
Ketika Nay berada di puncak keputusasaan. Dia memutuskan bunuh diri sampai takdir membawanya ke tempat asing.
Nay di berikan kehidupan layak namun harus mau menandatangani surat perjanjian kontrak pernikahan oleh seorang ketua Mafia berdarah dingin.

"Berikan anak untukku!! Jangan pernah menggunakan hati sebab pernikahan itu berakhir saat bayi itu lahir." Kai.

Minta dukungannya..
Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluSi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

Keesokan harinya..

Saat Nay membuka mata. Dia tidak menemukan Kai di dalam ruangan. Nay menurunkan kakinya lalu berjalan untuk mencari keberadaan Kai.

Kemana lelaki itu?

Tidak ingin ambil pusing, Nay bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dia berniat membersihkan diri sebab jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

Setelah membersihkan diri, Nay menatap lekat ke arah cermin. Tangannya terangkat dan mengusap wajahnya dengan ujung jari. Dia melihat orang lain di pantulan cermin tersebut.

Hasilnya sangat memuaskan. Tapi ini bukan aku..

Bukan tanpa alasan Nay mengeluh sebab dia tengah memikirkan bagaimana pendapat Hendra ketika bertemu dengannya.

Apa dia mengenali ku?

Tarikan nafas terdengar berhembus. Nay merasa tidak yakin jika Hendra mengenalinya apalagi Kai sudah menyiapkan identitas baru untuknya.

"Aku tidak mengerti cara kerja seorang Mafia. Kenapa dia bisa membuat biodata baru untuk ku." Nay tidak habis fikir setelah melihat sendiri buku nikah yang tertulis nama barunya.

Kai bahkan membuat akta kelahiran dan juga data kependudukan palsu namun menyakinkan. Fikiran Nay tidak sanggup menjangkau bagaimana Kai bisa melakukan itu semudah membalikkan telapak tangan.

"Sebaiknya aku cepat."

Nay keluar kamar mandi dan mendapati Kai sudah duduk di sofa. Dia hanya meliriknya lalu berjalan ke lemari untuk mengambil baju.

Terlihat jelas kegelisahan pada mimik wajah Kai. Hampir semalaman penuh dia tidak sanggup memejamkan mata karena perasaannya kian terasa aneh.

Apa aku gila? Kenapa aku tidak bisa tidur hanya karena melihatnya menutup mata.

Memang ini kali pertama bagi Kai berinteraksi dengan wanita. Namun bukan berarti dia tidak pernah berjumpa wanita cantik.

Sangat banyak wanita yang dulunya ingin mendekat sebelum dia menyandang ketua Mafia. Kai berusaha menjaga hati untuk satu nama tanpa kejelasan.

Tapi setelah status ketua Mafia di sandang. Kai jarang bersosialisasi dengan orang sekitar dan lebih memilih bersembunyi.

Apa karena aku sudah lama tidak bersosialisasi dengan orang lain?

"Kenapa Tuan?" Pertanyaan Nay membuyarkan lamunan Kai.

"Tidak ada." Jawab Kai berusaha bersikap tenang." Hari ini kamu hanya menemani Han sampai pukul sebelas siang." Imbuhnya mengingatkan.

"Ya Tuan. Aku ingat."

"Jangan lupa untuk teliti pada gerak gerik Jessica." Nay belum mengerti jika Jessica merupakan Istri dari Hendra.

"Pendamping Mas Hendra?"

"Hm. Aku tidak tahu hubungan mereka sejauh mana. Tapi mereka sering tinggal satu atap." Gerakan tangan Nay terhenti. Dia menoleh ke arah Kai yang juga tengah menatapnya.

"Maksud mu?"

"Jessica adalah wanita yang bersama mantan Suami mu kemarin." Sontak saja Nay menghembuskan nafas berat. Dia mengakui kedewasaan Jessica dari bentuk tubuhnya sehingga sangat wajar jika Hendra tergoda.

"Kita memiliki satu tujuan." Nay kembali pada posisi dan memoles wajahnya.

"Tidak." Jawab Kai cepat.

"Katamu ingin menyingkirkan wanita itu?"

"Sebab dari wanita itu, aku bisa mengetahui lokasi Elang berada di mana. Ingat Nay. Kamu tidak boleh gegabah ketika bertindak nantinya. Sebelum misi ini selesai, kau di larang berkata jujur pada mantan Suami mu."

"Hm ya. Aku akan kembali menjerat Mas Hendra dengan wajah ini. Setelah semuanya beres, aku tinggal mengakui jati diri ku dan semua selesai."

Hati Kai kembali berkedut nyeri ketika Nay mengatakan perpisahan yang akan terjadi saat Nay berhasil memberikannya anak.

"Tugasmu mengorek informasi dari Hendra. Dia masih terlalu lugu, jadi mungkin itu memudahkan semuanya."

"Ingat untuk tidak melukai nya." Nay berdiri dari kursi rias. Dia memasukkan barang-barang yang perlu di bawa ke dalam tas sementara Kai memperhatikannya dari tempatnya duduk.

"Hm jika dia tidak terlibat." Jawab Kai seraya mendengus. Wajahnya berpaling karena tidak ingin Nay menyadari tatapannya.

"Aku yakin Mas Hendra tidak tahu apa-apa."

"Semua bisa buta karena kekuasaan."

"Aku yakin...."

"Hentikan keyakinan mu itu!" Sahut Kai cepat." Semua orang yang menghalangi jalanku harus ku musnahkan termasuk mantan Suami mu." Imbuh Kai tegas.

"Janjimu tidak begitu Tuan."

"Jangan banyak mengatur. Di sini akulah Tuannya!" Jawab Kai menegaskan. Bagaimana mungkin dia tidak dendam pada lelaki itu padahal jelas-jelas sudah mencampakkan nya.

"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Mungkin benar jika kamu adalah Tuannya tapi aku sedang bersama sesuatu yang mungkin bisa mengendalikan mu."

Nay meraih tas kecilnya lalu berjalan tenang di ikuti oleh Kai. Tentu saja dia merasa cemas dengan ancaman yang Nay lontarkan.

"Awas saja jika kau melakukan sesuatu dengan calon anakku."

"Aku akan menjaganya seperti kamu menjaga janjimu untuk tidak melukai Mas Hendra."

"Apa bagusnya lelaki itu!"

"Tidak bagus. Tapi aku mencintai nya." Masih saja Nay bersikukuh dengan keyakinan jika Hendra hanya sedang khilaf.

Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam lift. Perdebatan itu membuat mereka tidak sadar jika sejak tadi Elang memperhatikannya.

Hubungan mereka sepertinya tidak harmonis..

Elang mengambil ponselnya lalu menghubungi sebuah kontak.

📞📞📞

"Buntuti wanita itu. Aku ingin tahu dia akan pergi kemana.

📞📞📞

Elang langsung menutup telepon dan kembali masuk ke dalam apartemen sambil menunggu kabar dari anak buahnya.

.

.

.

.

Setibanya di lokasi. Kedatangan Nay di sambut oleh Han sementara Kai memutuskan pergi untuk mengecek keadaan Devan.

Han menjelaskan perihal pertemuan hari ini agar Nay tidak bingung. Namun tatapan Nay terlihat tidak fokus sebab dirinya ingin segera bertemu dengan Hendra.

"Saya harap anda bisa menjalankan semua sesuai dengan rencana Nona. Em.. Tuan saya tidak menyukai kegagalan." Nay mengerutkan keningnya.

"Saya tahu." Jawabnya dengan nada meninggi.

"Jika tahu kenapa anda tidak mendengarkan penjelasan saya?"

"Saya dengar." Han mengangguk-angguk seraya tersenyum.

"Coba sebutkan apa yang saya jelaskan tadi."

"Perencanaan pembangunan tahap awal dan rincian dana yang harus di keluarkan." Han terkejut dengan apa yang di dengar padahal Nay tadi terlihat tidak fokus.

"Saya terkesan."

"Aku akan melakukan tugas dengan baik."

"Saya percaya. Em mari ikut saya."

Nay berjalan di samping Han, melewati beberapa staf biasa yang terlihat tengah fokus berkerja. Dia cukup takjub melihat penampakan perusahaan besar tersebut walaupun sebenarnya perusahaan itu tidak ada apa-apa dengan Xu grup.

Pantas saja kamu memilih meninggalkan ku Mas. Wanita itu sudah memberikan sesuatu yang luar biasa sementara aku hanya memiliki cinta..

Di sebuah ruangan, Han berhenti dan tidak langsung masuk. Dia menyerahkan berkas ke Nay agar penyamaran berjalan lancar.

Ketika pintu kokoh itu terbuka, Nay hampir berhenti bernafas saat melihat Hendra dan Jessica menyambut kedatangan mereka.

Cukup gugup awalnya, namun Nay sanggup mencium mimik wajah palsu yang keduanya perlihatkan. Senyum mengembang yang berusaha mereka suguhkan, tidak lain ingin menutupi kemunafikan.

Sejak kapan Mas Hendra pandai berbohong? Senyumnya terlihat ganjil.

"Silahkan duduk Pak Han." Ujar Hendra mempersilahkan, maniknya cukup segar saat melihat wajah Nay sekarang. Sesuai tebakan, Hendra tidak mengenali jika wanita yang duduk di samping Han merupakan Mantan Istrinya.

"Maaf saya terlambat. Em sekertaris saya terjebak macet tadi." Hendra mengangguk dan bersikap salah tingkah menanggapi tatapan Nay padanya.

Sementara yang terjadi pada Jessica. Dia memperhatikan Nay penuh curiga. Apalagi paras di hadapannya begitu sempurna sehingga mungkin saja Hendra akan tergoda dan melupakan misi awal.

"Ingat sayang. Secantik apapun sekertaris nya. Kamu tidak boleh lengah dan harus fokus." Bisik Jessica seraya memasang wajah palsu.

Hendra hanya tersenyum simpul. Sejak kejadian tadi malam dia merasa kesal dengan Jessica bahkan sudah memutuskan untuk mencari wanita lain.

🌹🌹🌹

1
Ayiek Sundoro
emang ada kah di dunia nyata cowok sepolos Kay ini 😄😄🌹🌹
Tarmi Widodo
dasar bodoh si nay udah di cerai masi ngaku suami,emosi aq
Tarmi Widodo
Sisil itu kay,.🤔
Tarmi Widodo
dasar laki² pecundang
Tarmi Widodo
nyimak
Yunerty Blessa
𝑀𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟..𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟.....𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢....
Yunerty Blessa: 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
total 2 replies
Yunerty Blessa
𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑗𝑢𝑔𝑎.....𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑡 😘😘
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡..
Yunerty Blessa
𝑠𝑒𝑟𝑎𝑚
Yunerty Blessa
𝑝𝑒𝑛𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑛𝑖ℎ..𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑗𝑒𝑑𝑢𝑔 𝑝𝑢𝑙𝑎..
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟² 𝑛𝑒𝑘𝑎𝑑....𝑠𝑖𝑎𝑝² 𝑎𝑏𝑖𝑠 𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑢
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐾𝐴𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑁𝑎𝑦... 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙𝑎
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑖𝑢𝑚𝑎𝑛...𝑘𝑎𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑢 𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡
Yunerty Blessa
𝑡𝑎𝑛𝑡𝑒 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝐴𝑙𝑎𝑛🤣🤣
Yunerty Blessa
𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖𝑎𝑝𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑙𝑒𝑥 😏😏 𝑛𝑦𝑎𝑤𝑎 𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑛𝑑𝑢𝑘..
Yunerty Blessa
𝑠𝑦𝑎𝑏𝑎𝑠 𝑁𝑎𝑦,,,,𝑐𝑒𝑔𝑎ℎ 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑘𝑒 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢..
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝐾𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑝𝑒𝑡ℎ𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛.....
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑒𝑥
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎.....𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟.....ℎ𝑎𝑡𝑖²
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑛𝑎𝑠𝑖𝑏 𝑚𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝐸𝑙𝑎𝑛𝑔.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!