Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Gosip Hangat
"Aku antar sampai kantin Cik,"
Kata Mas Edy pada Cika begitu mereka kini berada di depan sekolah,
Tampak Cika pun tak bisa menolak karena memang wadah-wadah dagangan dan juga yang untuk pesanan Bu Guru cukup banyak hingga sulit memang untuk Cika membawanya sendirian,
Cika pun kemudian berjalan lebih dulu menuju kantin, sementara Edy berjalan di belakangnya,
Sepanjang Cika berjalan menuju kantin, banyak sekali mata menatap keduanya, bahkan juga tak sedikit mulut yang kasak-kusuk mengira Cika datang bersama pacarnya,
Tentu saja, selama ini Cika termasuk murid yang pendiam dan susah didekati teman laki-laki,
Namun, tiba-tiba sekarang ia datang bersama seorang pemuda ke sekolah, pastinya semua pun langsung jadi penasaran, termasuk juga Romi,
Ya, Romi, dia tampak berjalan menuju ke gedung sekolah seraya sesekali masih memandang Cika yang kini berjalan bersama seorang pemuda ke arah kantin,
"Hey bro, ap..."
Tiba-tiba saja Arif seperti biasa muncul dari arah belakang Romi dan merangkul bahu Romi,
Romi menoleh sekilas ke arah Arif yang belum menyelesaikan kalimatnya karena sibuk memandangi Cika dan seorang pemuda yang tengah menuju kantin,
"Siapa itu?"
Tanya Arif pada Romi, yang tampak hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Romi dan kemudian pura-pura tak peduli,
Romi berjalan terus menuju kelas, sedangkan Arif terlihat berjalan di belakangnya sambil sesekali masih mengikuti Cika dari sudut matanya,
"Cika ke sekolah sama pacarnya,"
Kasak-kusuk itupun ternyata sudah sampai di dalam kelas begitu Romi masuk,
Dewi dan teman-temannya pun sibuk membicarakan Cika di bangku mereka,
Romi yang berjalan melewati mereka terlihat acuh tak acuh saja, meskipun Dewi dan teman-temannya berusaha memasang senyuman semanis mungkin ke arah Romi, tapi tampak Romi seolah tak peduli,
"Pacar Cika sepertinya bukan anak SMA, jangan-jangan dia udah nikah,"
Kata seorang anak perempuan yang juga duduk bergerombol dengan teman-teman dekatnya,
Sedangkan Dewi dan teman-temannya jadi ikut tertarik membahas,
"Ah benar juga ya, banyak kan sekarang aslinya pada udah nikah meskipun masih sekolah,"
Kata salah satu teman Dewi menimbrung, tampaknya ia korban membaca cerita soal pernikahan anak sekolah,
"Kalau benar iya, harusnya dia dikeluarin dari sekolah dong ya,"
Kata Dewi,
"Ya kalau dia hamil,"
Sahut anak perempuan yang pertama kali membahas kemungkinan Cika sudah menikah diam-diam,
Namun...
"Uhuk... uhuk... uhuk..."
Tiba-tiba saja Romi tampak terbatuk di bangkunya,
Mendengar anak perempuan tadi menyebut kata hamil, tentu saja membuat Romi yang semula akan mengeluarkan buku dari tas jadi terbatuk,
Anak-anak perempuan di dalam kelas masih asik membicarakan Cika dan pemuda yang mengantar Cika, saat kemudian beberapa anak laki-laki masuk bersama Arif,
Mendengar Dewi dan anak-anak perempuan di kelasnya tengah membicarakan soal Cika, tampak Arif pun menggeleng-gelengkan kepalanya,
"Masih pagi udah pada bikin dosa,"
Kata si Arif pada mereka, yang lantas disetujui anak laki-laki lainnya,
"Iya, calon emak-emak rumpi,"
Sahut anak cowok yang rambutnya ikal,
"Huuu... kalian juga pada sibuk nyari tahu Cika datang sama siapa kok,"
Kata Dewi dan yang lain,
"Iya, langsung pada heboh lihat Cika datang sama cowok,"
Tambah anak-anak perempuan lagi,
Romi yang mendengar mereka pada sibuk debat gara-gara Cika pun hanya mengulum senyum saja, tak mau ikut terlibat,
"Apa sih yang disukai dari Cika, cantik kan banyak juga cewek yang lebih cantik di sekolahan ini,"
Ujar anak perempuan yang tadi pertama nyinyir,
"Hmm... kalian sesama cewek ya tidak akan tahu, karena yang bisa membedakan mana cewek istimewa dan tidak itu ya kita para cowok,"
Ujar Arif mewakili teman-teman cowoknya yang langsung diiyakan oleh mereka, termasuk juga Romi yang mengakuinya di dalam hati.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge