Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Steven dan Leona
Malam menjelang pagi perlahan Steven membuka matanya hingga dirinya terkejut melihat Leona ada di layar ponselnya hingga akhirnya Steven tersadar kalau semalam dirinya belum mematikan sambungan video call.
Steven menatap ke arah layar ponselnya hingga beberapa saat Leona menggeliatkan tubuhnya hingga selimut yang menutupi tubuhnya turun ke bawah hingga tampak dua gunung kembar milik Leona dari balik pakaian tidur tipisnya.
Glek
Steven menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat pemandangan indah di depan matanya hingga merasakan tombak saktinya mulai bangun dari tidur nyenyaknya sedangkan Leona belum menyadari kalau Steven sedang menatapnya lewat sambungan video call nya.
Perlahan Leona membuka matanya dan melihat Steven menatap dirinya membuat Leona tersenyum menatap Steven tanpa menyadari kalau Steven tidak memakai pakaian hanya menggunakan boxer.
"Pagi sayang," sapa Steven.
"Pagi juga sayang," jawab Leona tanpa menyadari kalau Steven memandangi dua gunung kembarnya tanpa berkedip.
Setelah kesadarannya mulai terkumpul Leona melihat Steven tidak memandangi dirinya hingga Leona mengarahkan pandangannya kemana arah pandangan mata Steven.
"Akhhhhhhhh... Kak Steven mesum," teriak Leona sambil menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut.
Untunglah kamarnya kedap suara sedangkan Steven yang melihat Leona berteriak hanya tertawa melihat betapa imutnya Leona.
"Pffftttt... Hahahaha," tawa Steven pecah.
Leona menatap kesal ke arah Steven membuat Steven memperlihatkan tubuhnya yang polos.
"Kamu suka dengan tubuhku?" tanya Steven.
Leona memalingkan wajahnya ke arah samping dengan wajah memerah. Leona baru tersadar kalau Steven ternyata tidak memakai pakaian.
"Kak Steven, kenapa jadi mesum sih?" tanya Leona sambil mengomel.
"Tidak tahu sejak kenal kamu Kakak jadi mesum," jawab Steven tanpa marah sedikitpun.
Biasanya jika ada orang yang berteriak ataupun memarahi dirinya maka akan menerima siksaan yang mengerikan dan berakhir kematian.
"Memangnya dulu tidak mesum?" tanya Leona tanpa menatap ke arah Steven.
"Tidak," jawab Steven singkat.
"Benarkah?" tanya Leona sambil memalingkan wajahnya kemudian menatap Steven dengan dekat.
Steven melihat ponselnya penuh dengan wajah cantik Leona membuat Steven tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan Leona melihat tidak ada kebohongan dimatanya.
Cup
Leona mengecup ponselnya kemudian mengedipkan matanya membuat Steven terkejut sekaligus tersenyum bahagia.
"Sayangku nakal ya," ucap Steven yang merasakan tombak saktinya bertambah tegang.
"Nakal sama Kak Steven boleh dong," jawab Leona sambil tersenyum.
"Harus sama Kakak tidak boleh sama pria lain," jawab Steven dengan nada posesif.
"Ok, kak Steven juga tidak boleh nakal sama wanita lain," ucap Leona posesif juga.
"Itu sudah pasti," jawab Steven dengan tegas.
"Sayang, aku mau mandi dulu," ucap Leona sambil membuka selimutnya.
"Kakak juga, oh ya hari ini ada rencana mau pergi?" tanya Steven sambil menatap dua gunung kembar milik Leona.
Leona berjalan ke arah kamar mandi tanpa menyadari kalau Steven masih menatap dua gunung kembar miliknya.
"Rencana mau ke mall sama Julia," jawab Leona.
"Maaf Kak, nanti kita sambung lagi," sambung Leona sambil hendak menekan tombol off.
"Ok ... I Love You..." bisik Steven.
"I Love You Too," Jawab Leona.
Tut Tut Tut Tut
Sambung komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Leona kemudian Leona meletakkan ponselnya di atas meja dekat kamar mandi.
Leona masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket begitu pula dengan Steven hanya saja Steven mendinginkan dulu tombak saktinya yang sejak tadi menegang.
"Adik kecilku, sabar ya suatu saat nanti kamu akan masuk ke sarang milik Leona," ucap Steven sambil menatap adik kecil di guyuran air shower yang dingin.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.
Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.
Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?
Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.