Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Setelah mendapatkan informasi yang sangat berharga bagai aset Negara itu pun, akhirnya Ijah segera kembali ke rumahnya, dan mencatat kejadian tadi dengan sangat detail. Sungguh! Ini adalah informasi yang akan menggemparkan detektif Julid Vangke.
“Akhirnya aing bisa dapat informasi yang menjijikkan ini. Gak nyangka aing, kalo si Kokom Marikom baskom itu bisa nipu juga. Kepala udah busuk, ternyata bawahannya jauh lebih busuk.” Ijah pun segera meraih ponsel yang ada di dekatnya, untuk memberi kabar Khodijah sebagai ketua detektif.
Dut! Dut! Dut!
“Halo Jah, aya naon? Gak tau ape lu, kalo gue lagi sakit gigi.” Ijah segera menjauhkan ponselnya, saat mendengar suara Khodijah yang sangat menggelegar di sebrang sana.
“Ya maapkeun atuh. Aing tuh mau ngasih kabar baik seantero jagat raya negara api, kecamatan gembul, desa geledek. Soalnya tadi aing udah ketemu sama Odah Saodah Mukodah,” tukas Ijah segera memberikan alasan, sebelum Khodijah mengeluarkan buntutnya.
“Naon? Awas aja kalo gak penting,” ancam Khodijah karena kesal. Sakit giginya bahkan lebih sakit daripada ditolak Gong Yoo, kemarin malam.
“Itu loh, ternyata Odah Saodah Mukodah kena tipu juga sama si Kokom. Sebenarnya emak gak salah, tapi mereka hanya ingin cari kambing conge aja buat korban. Sumpah aing gak terima, kalo emak kena pitonah sama mereka.” Ijah nyap-nyap hingga kentut sedikit.
“Estogeee! Fitnah Jah, fitnah, bukan pitonah. Eh! Kok mereka tega bener ya, sama sesama geng aja bisa nipu. Lebih bengeknya gue yang kena imbas. Kita harus segera bertindak nih.” Khodijah tak kalah sengitnya, saat mendengar kabar jika ia tengah jadi target utama.
“Ya elah mak, pitonah lebih estetik. Terus gimana nih rencana kita selanjutnya?” tanya Ijah tak sabar.
“Entar, gue mau kabarin dulu di grup.” Akhirnya sambungan telepon pun segera terputus. Entah siapa yang memutuskan, tapi yang jelas ini seperti kisah Caitlyn bersama Hyun Bin, yang kandas tanpa penjelasan. Ternyata Caitlyn memilih om Dapit dan mencampakkan Hyun Bin. Namun, sekarang sedang mengincar Xu Zhu Bin.
[Halo selamat siang gengs ...!] sapa Khodijah berbasa-basi dalam grup Julid Vangke.
[Hai ... anak Abah yang paling memesona hadir.] kali ini Romlah menyambut lebih awal.
[Makhluk yang paling indah selalu hadir ....] Catlyn pun menyambut tak kalah hebohnya
[Ape lagi nih! Gue lagi makan siang.] Esmeralda membalas dengan emot hidung yang mengeluarkan asap bagai naga.
[Haaii ... maaf idola kalian baru bangun.] entah kerasukan apa, Julaikha semakin pandai bicara.
[Aya naon ih! Aing lagi ngintip Odah ketemuan gigolonya.] jangan tanya ini siapa. Tentu saja Jaenab yang paling ahli dalam hal mengintip.
[Hadiroh! Maaf tadi aing lagi nyari kekerenan ku yang lagi kabur sebentar.] Ijah hadir dan membawa virus menjengkelkan.
[Gaes, sekarang geng Keledai Dungu itu lagi ngincer gue, dan Lu olang tau. Ternyata akar dari biangnya masalah adalah, Amat Supramat si laki tapi bukan Pria pada umumnya, sama Kokom Marikom baskom. Curut dua itu berani nipu atasannya juga. Nah! Yang harus kita lakukan adalah, berantas akar dua curut ini dulu nih. Gimana menurut kalian Gengs?] tanya Khodijah meminta pendapat.
[Astatang ... astatang! Astaga naga bonar sepuluh dibagi lima jadi dua. Anak abah yang paling memesona langsung terkejodhh, terpental, terjerembab saat tau kabar baik ini. Aing selalu mendukung lu olang aja ah.] Romlah menimpali dengan seribu password yang ia miliki.
[Kenapa tuh password makin panjang aja sih. Kayak ular Cobra bermata satu punya ayang Arka] Ijah mengirim emot penuh selidik.
[Heh Jah, lu jangan ngadi-ngadi. Tuh jawab pertanyaan Kodijah.] Caitlyn menegur sambil membawa stiker cheerleaders-nya.
[Iye, iye. Aing kan selalu setuju.] Ijah membalas sambil memakai emot paling menjengkelkan seantero Dunia.
[Bagus deh, gue juga setuju aja, asal mereka kena getahnya. Sumpah aing lagi nyap-nyap sama makhluk astral pemuja Keledai Dungu.] entah kenapa Caitlyn membahas mahkluk astral sambil marah-marah.
[Ya udah, gue yakin lu olang pada setuju kan. Sekarang gimana caranya biar kita bisa mancing Amat biar ngaku. Gue kesel dia sembunyi terus. Bahkan si Ningsih stupid tiada tara, sejagat raya seantero negara api, juga ikut diam. Salah satu dari kita harus pancing dia sampe keluar.] Khodijah memberikan ide tapi tidak dengan edi, karena mang Edi sedang menggembala.
[Aing aja mak, kan aing pernah deket tuh sama lekong. Kebetulan nanti malem ada pasar malem,] usul Ijah menawarkan diri.
[Bener lu?] tanya Khodijah meragukan.
[Khod, lu kagak usah khawatir. Lu kagak tau ye, kalo Ijah pernah deket sebelumnya.] Caitlyn menimpali untuk meyakinkan Khodijah.
[Oh, ya udah terserah aja, yang penting rencana aman terkendali.] Khodijah pasrah.
[Eh, Khod. Aing bawa kabar mengenai tugas gue kemarin. Ini pasti akan mengguncangkan negara Api,] ucap Caitlyn sambil memberi emot ngakak.
[Apakah itu Cait? Info Ghibah apa lagi yang lu dapet?] Julaikha muncul tiba-tiba dengan segala ke-kepo-annya.
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam