New Account IG= min_09maret
Yunita gadis yang tak pernah di pandang oleh pria dingin dan tampan bernama Regan,Ia sudah lama menyukai pria itu bahkan sudah sering menyatakan perasaannya namun selalu di tolak bahkan dengan kata kata kasar,hingga membuat nya menyerah dan memilih menjauh lalu mereka kembali bertemu,bagaimana kisah selanjutnya? Baca Yuk🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Budayakan like setelah baca ya,Author juga menerima kritikan dan saran, happy reading 😘
Sinar mentari pagi menyapa menembus gorden di kamar Yunita,membuat kedua kelopak mata Yunita memicing karena silau nya sinar matahari,ia mencoba membuka kedua matanya setelah kesadaran nya kembali,Hari ini ia tak berniat masuk kantor selain karena trauma kejadian kemarin terulang kembali ia juga tak ingin jika nanti calon tunangannya merasa kesal padanya
Tangannya meraba nakas mencari benda pipih yang sangat penting di kehidupan manusia,hanya untuk mengecek jam saja namun kedua matanya terbelalak ketika melihat spam pesan dari Regan yang mengancam nya untuk tidak berani keluar rumah.
“Kenapa dia sekarang menjadi sangat posesif?” ucap Yunita kesal jangan kan untuk berkenalan dengan seorang pria,bahkan untuk tersenyum saja Regan tidak mengizinkan nya,namun meskipun ia sangat posesif tapi ia juga sangat jarang menunjukkan sikap romantis, mungkin memang karena bukan ahli nya seorang Regan maheswara
Baru akan membalas pesan Regan,kembali Regan mengirimkan pesan baru padanya. “Aku sangat menyukai sikap agresif mu kemarin sayang!” isi pesan Regan yang membuat Yunita merasa malu,perasaan kesal yang tadi nya ia rasakan kini mendadak berubah menjadi rasa malu ketika mengingat bagaimana agresif nya ia melahap ***** Regan kemarin
“Astaga apa aku terlalu jauh bertindak?” ucapnya merasa geli dengan tindakan nya kemarin kini kaki nya mendendang udara sambil berteriak tidak jelas. “Apa kau kau tertawakan?” tanya Yoonia yang kini masuk ke dalam kamar Yunita. “Aku hanya merasa malu karena kemarin aku bersikap agresif pada regan.” ucap Yunita dengan polos entah ia tak menyadari ucapannya atau memang ia terlalu jujur namun yang jelas kini Yoonia di buat terperangah dengan ucapan Yunita
“Agresif? Agresif bagaimana maksudmu? Apa yang kalian lakukan semalam?” menyadari jika mulutnya kelepasan bicara,Yunita pun segera berlari menuju kamar mandi demi menghindari pertanyaan dari Yoonia. “Hei anak nakal! Buka pintu nya atau ku dobrak!” ucap Yoonia menggedor-gedor pintu dengan sangat keras,jujur saja ia sangat penasaran dengan ucapan Yunita,mereka belum menikah lalu agresif seperti apa yang Yunita maksud?
Hal itu membuat Yoonia berpikiran negatif pada Adiknya itu,hingga akhirnya ia memilih merebahkan diri di ranjang empuk milik Yunita hingga tanpa di sadari ia pun terlelap disana, Sedang kan Yunita dengan percaya diri keluar dari kamar mandi karena mengira kakak nya sudah tidak berada di dalam kamar nya,namun dugaan nya salah,kakaknya malah tertidur pulas di ranjang nya
“Astaga dia tidur? Cepat sekali! Apa semua orang hamil seperti itu?” ucap nya lalu berlalu ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya lalu ia kembali duduk di samping kakaknya yang sedang pulas,dengan teliti ia menatap wajah kakak nya yang meskipun kini tubuh nya gendut tapi tidak mengurangi kecantikan nya
“Bagaimana rasanya hamil? Ah aku sangat tidak sabar nanti ketika hamil dan merepotkan pria kutub itu.” ucap nya terkekeh membayangkan betapa repotmya Regan nanti memenuhi semua permintaan nya,keasikan melamun membuat nya tak menyadari jika kini Yoonia terbangun karena kekehan nya itu hingga ia meringis kesakitan kala tangan Yoonia menarik telinga nya
“Aw! Sakit kak,Telinga ku bisa putus,3 hari lagi pertunangan ku kakak tega membuat adik kakak cacat?” ucap nya asal bicara. “Bilang dulu kalian kemarin habis ngapain ha?” ucap Yoonia yang belum melepaskan tangannya dari telinga Yunita. “Gak ngapa ngapain kok kak,cuma ****** sedikit doang!” kali ini ia tak kelepasan namun memang ia memilih jujur pada kakaknya yang membuat Yoonia semakin mengeratkan tarikan nya membuat Yunita kembali meringis kesakitan
“Hanya ber ****** katamu?” Heran dengan ucapan adiknya yang menganggap ber ****** adalah hal biasa sebelum mereka resmi menikah, meskipun dulu ia juga pernah namun hanya sekilas saja. “Salahkan setan nya kenapa harus menghasut ku!” tak ingin disalahkan kini ia menyalahkan setan. “Jika setan tidak menghasut jadi dia mau kerja apa untuk menafkahi keluarga nya?” jawaban asal di jawab dengan pertanyaan asal pula
“Memang nya kakak pikir setan itu nyamuk pake cari nafkah segala?”
“Memang nya nyamuk cari nafkah?”
“Iya dong buktinya dia gigit darah manusia!” ucapnya lalu di sambut tawa oleh kakak adik itu,setelah puas tertawa Yunita pun meminta kakaknya untuk keluar dari kamar nya. “Sana keluar,nanti kakak ipar nyariin loh!”
“Gak ah mau disini aja,soalnya lagi ngambek!”
“Ngambek kenapa?” tak heran lagi jika kakak nya sering marah pada kakak iparnya,ada saja alasannya marah kadang karena tak suka melihat wajah suami nya dan lain sebagainya
“Dia gak nurutin permintaan kakak padahal kan dia udah terima enak!” terlihat sekali jika kini dirinya tengah kesal melihat dari raut wajah nya yang cemberut. “Emang kakak minta apa sampai gak diturutin?” heran juga kenapa kakak iparnya tidak menuruti permintaan kakak nya padahal selama mengandung ini semua keinginan kakaknya selalu dituruti bahkan mendatangkan Artis Korea pun di turuti oleh kakak iparnya
“Kakak cuma minta martabak yang Abang jualan nya itu ganteng terus mau di ajak dinner semalam sama kakak!”
“Hah? Ngidam macam apa itu?” Yunita di buat terperangah mendengar ngidam Yoonia, jujur selama ini ia hanya mendengar dari cerita orang orang saja jika perempuan hamil ngidam nya aneh aneh,namun kali ini ia benar benar mendengar nya langsung dari orang hamil. “Kenapa?” masih bertanya kenapa setelah mengatakan hal yang ia idamkan?
Pantas saja kakak iparnya tidak menuruti permintaan nya itu,mana mungkin Agus membiarkan istrinya yang tengah hamil dinner dengan pria lain meskipun hanya penjual martabak,karena apapun yang berhubungan dengan laki laki lain tidak akan di kabulkan oleh Agus mengingat pria itu sangat mencintai kakak nya
“Wajar saja kak Agus tidak memenuhi permintaan kakak walaupun dia sudah terima enak!” ucap Yunita memutar bola mata malas. “Kenapa? Apa salah nya ngidam martabak?” Yunita dibuat menggeleng kepala dengan pertanyaan Kakak nya itu,seingatnya kakaknya itu tidak bodoh hanya tidak peka saja tapi bukan kah ini terlalu tidak peka?
“bukan masalah martabaknya kak,masalah nya itu kakak mau dinner sama penjual martabak nya!” kesal juga lama lama berbicara dengan Kakak nya ini,apa karena sedang hamil jadi otak nya sedikit berkurang? Kesal karena kakak nya tak kunjung meninggal kan kamar nya,ia pun memilih untuk keluar saja biarkan saja Yoonia berada di kamar nya selama yang ia mau
“Selamat pagi nona!” Yunita terkejut kala ia keluar kamar disambut oleh dua orang pira berbadan tegap yang memberikan ucapan selamat pagi padanya. “siapa kalian? Kenapa kalian berada di dalam kamar ku?” tanya Yunita yang memang tak tau siapaa kedua pria itu. “Kami di tugaskan oleh tuan muda untuk menjaga nona sampai hari pernikahan nona!”
“hah? Tuan muda? Siapa tuan muda kalian?”
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya sesuai penilaian kalian,terima kasih🥰🙏
apakah masalalu regan??